Kisah Nyata Seorang Mualaf


al-quranKisah Nyata Seorang Mualaf

Bismillahirrahmanirrahim

Inilah sebuah kisah kesaksian dari seorang mantan Gembala Gereja dan penginjil bernama Paulus F Tengker, yang bernama Islam Rahmad Hidayat, yang oleh saya (M.Donny Setiawan) dikutip dan ditulis kembali. Silahkan baca dengan penuh ketulusan atas pengakuan jujur, kisah mantan Gembala Gereja dan penginjil ini, yang telah bertabat dan menemukan kebenaran Ilahi.

Inilah Kisah Nyatanya :

Tadinya saya ragu untuk menulis kisah ini, karena takut terjebak dalam rasa dan sifat riya, tetapi setelah membaca posting kisah kesasian 4 orang Gembala yang kembali ke agamanya masing-masing yang diposting lewat : yesus.net dan kebenaran.net, ini merupakan sebuah pengungkapan jujur dan berani atas praktek Rohani Gereja yang sebenarnya rahasia dan tidak diketahui oleh banyak pihak termasuk oleh umat Kristiani sendiri. Karena saya melihat ada upaya penyangkalan kebenaran oleh kalangan-kalangan tertentu Umat Kristiani di forum diskusi agama tersebut. Demi tegaknya kebenaran dan agar semakin banyak Domba-domba maupun Gembala-gembala kristus yang bisa menemukan jalan kebenaran Ilahi yang sesungguhnya, maka saya beranikan diri menulis dan menuturkan kisah sejati ini.

Saya berharap para Domba dan Gembala Kristus yang membaca kisah ini dapat memahami dan menghayati pengalaman rohani saya ini, agar bisa menemukan kebenaran Ilahi yang sejati, Jalan Tuhan yang Benar dan tidak sesat.

Oleh karena itu demi penghargaan kepada umat Kristiani dan Umat Islam, saya tidak mengutip satu ayatpun dari Al-kitab dan Al-quran. Kesaksian tersebut adalah betul-betul ungkapan hati dan Jiwa Saya.

Saya seorang pria, dilahirkan di Manado 27 tahun yang lalu. Nama saya Paulus F.Tengker, saya dilahirkan dalam tradisi keluarga penganut Kristen yang Fanatik. Ayah saya seorang Pendeta Gereja Pantekosta, kakak wanita tertua menikah dengan seorang penginjil Nehemia terkenal. Saya dididik untuk taat dalam beragama, menjadi Gembala tuhan. Itulah sebabnya setamat SMA, saya melanjutkan kuliah ke sebuah Sekolah Misi Al-kitab yang berlokasi di Jl. Arjuno – Surabaya. Kota Surabaya dipilih karena selain lebih dekat ke Manado, juga merupakan salah satu Kota dengan Umat Kristiani yang terkemuka.

Banyak Gereja berdiri megah di tengah Kota dan Pekabaran Gembira Cinta Kasih Tuhan yesus mendapat respon yang sangat baik dari Masyarakat Jawa Timur, yang mayoritas beragama Islam Fanatik. Selama Kuliah saya juga bekerja Part-time sebagai pelayan Tuhan di Gereja Nehema dan Gereja Pantekosta di Indonesia Timur cabang Surabaya, saya bekerja sebagai penyusun Kisah kesaksian dari hama-hamba Islam yang bertobat masuk Kristen. Karena kebanyakan orang-orang itu adalah orang-orang dari desa, atau orang yang awam, beberapa diantaranya bahkan seperti sakit Jiwa, atau para pemakai Narkoba yang masih kecanduan berat, maka saya harus menuliskan kisah-kisah kesaksian yang hebat untuk mereka.

Saya basa menulis cerita dengan tajuk : “Hamba Tuhan yang kembali, mantan seorang Kiyai masuk Kristen, Mantan Dosen IAIN masuk Kristen, dsb.

Kisah-kisah palsu karangan saya itu sangat sempurna sekali, bahkan hampir tak bercela, saya ahli mengutip Al-Qur-an dan Hadist, saya juga tahu urutan pendidikan Islam dari mulai sekolah Islam, sampai pondok pesantren hingga IAIN. Saya juga sering ditugaskan untuk membuatkan dokumen asli tapi palsu ; Ijazah palsu dan foto-foto palsu, untuk meberikan kesan bahwa mereka itu dulunya benar-benar bekas tokoh-tokoh Islam walaupun sebenarnya Bukan.

Bahkan saya juga mengajari mereka membaca Al-quran yang akan dipakai menohok orang-orang Islam yang sedang kami injili dan berusaha membantah Kami.Beberapa Kisah kesaksian yang sudah dibukukan, beberapa diantaranya merupakan hasil karangan saya. Memang betul orang Islam yang murtad  itu ada tetapi mereka tak sehebat kesaksiannya, jika disebut mantan ulama atau Mahasiswa IAIN, atau Guru Ngaji yang sekolah dimesir, maka sebenarnya mereka itu adalah para pengemis, gelandangan, bekas pecandu Narkoba, Wanita Nakan dan para preman tak beragama, orang desa yang ber KTP Islam, tapi berbudaya animisme didesa-desa pesisir selatan Jawa (misalnya ; Sukabumi dan Blitar). Bahkan saya sering berjumpa Orang-orang Islam yang diBabtis itu ernyata seumur hidupnya hampir tidak pernah Shalat dan mengetahui ajaran Islam yang paling dasar, tetapi kami harus melaporkan keberhasilan ini dengan cara yang gemilang kepada para Jemaat yang telah berderma, maka kami merekayasa kisah kesaksian orang-orang lugu ini menjadi hebat dan canggih. Tentu para Domba Gereja akan senang kalau mantan Ulama masuk Kristen, Walaupun yang sebenarnya Cuma bekas Gelandangan Buta huruf misalnya. Saya jalani terus pekerjaan ini hingga tamat Kuliah dan akhirnya saya dinobatkan menjadi Pendeta Muda. Karena keahliah saya ini terhitung langka, maka tugas ini tetap dipertahankan. Saya juga Rajin Membeli Tafsir Al-Quran, hadist, dan buku-buku Islam untuk mencari kelemahan-kelemahannya, Gereja mendanai setiap apapun yang berhubungan dengan kerjaan saya.

Saya menemukan bahwa sikap saling beda pendapat, namun saling menghargai sebagai kelemahan Islam yang paling utama dalam pandangan Kristen. Bahkan saya juga pernah berpura-pura mengaji dan mengaku sebagai Islam dengan mengundang seorang Guru Ngaji kerumah Dinas saya, saya belajar ngaji hingga 1 tahun lebih dan ustadz itu tak pernah menyadari sampai saya tamatbelajar, bahwa saya sebenarnya seorang Kristen.

Berkat pengajaran beliau itu saya bahkan bisa ngaji dan hal ini ternyata berguna sekali untuk saya sekarang ini, ketika kali ini saya dengan sesungguhnya belajar Islam.

Saya pun secara Part Time terkadang ikut misi penginjilan malam bertajuk Tuhan Berkabar di Malam Hari. Kami mendatangi tempat-tempat keremangan malam seantero kota Surabay, kami wartakan Injil kepada para pekerja sex, ABG, wanita nakal, dan kaum Gay.

Yang kami targetkan untuk dikristenkan biasanya adalah para pekerja sex independen, para pengunjung diskotik dan kafe yang menyambi, baik itu Gadis belia maupun para lelaki muda penjaja sex untuk kaum gay. Setiap orang yang terpilih biasanya hasil seleksi dan pengamatan yang teliti, tidak sembarangan orang kami jadikan target. Biasanya kami telah mengawasi mereka selama kurang lebih 1 hingga 3 bulan. Para penginjil yang aktif disini tidak aktif dalam kegiatan Gereja apalagi memimpin kebaktian dan acara Rohani lain.

Sebab kami tak mau citra Gereja rusak di mata Umat yang kebetulan bertemu para penginjil di tempat keremangan malam tersebut. Juga para Penginjil itu tidak menggunakan seragam resmi, mereka berdandan seperti umumnya pengunjung diskotik dan Kafe.

Selain itu para Penginjil Gembala Tuhan di malam hari juga aktif dalam jaringan pengedaran Narkoba, sebab inilah cara termudah menjerumuskan seorang Umat beragama lain dalam kesesatan hidup lalu setelah mereka tersesat dan butuh pertolongan, kamilah kamilah yang akan merangkul mereka. Apabila tidak terangkulpun kami sudah berhasil merusak sebagian dari generasi muda Islam yang sering ke diskotik atau kafe. Mungkin para pembaca posting ini sudah membaca artikel panjang tentang jaringan Narkoba di Jakarta di harian Kompas edisi hari Minggu tgl 11 Mei 2001, disana diceritakan dengan gambling betapa penyebaran dan mafia narkoba sudah menyebar sangat pesat diJakarta dan sulit diberantas. Betapa aparat kepolisian, TNI, pengelola tempat hiburan malam, para pengunjung, dan mafianya bekerja sama begitu rapi. Tapi ada yang kurang dari cerita itu dan ini sangat sulit mereka telusuri, yaitu keterlibatan Gereja dalam Jaringan dan Sindikat Narkoba.

Berbeda dengan para mafia dan Bandar yang ingin mengeruk keuntungan materi, gereja terlibat semata untuk menjaring Domba Kristus baru dan menyesatkan Generasi Muda Islam.

Jujur saja, kisah kesaksian bahwa para Gembala Tuhanpun banyak yang memakai Narkoba untuk menunjang performance mereka itu benar adanya. Narkoba itu digunakan agar para gembala Tuhan tampil percaya diri dan kami sangat yakin bahwa kondisi fly dan kakauw adalah kondisi dimana kami bisa kontak langsung dengan Roh kudus. Kisah yang dituturkan 4 mantan gembala itu benar adanya. Saya pun tahu persis, karena selaku anggota tidak tetap penginjilan malam hari, sayalah yang memasok kebutuhan mereka, saya kenal banyak dengan para Bandar besar Narkoba di Surabaya. Bahkan beberapa para Bandar besar itu adalah jemaat Gereja yang taat, donasinya bahkan ada yang melebihi nilai persepuluhan mereka.

Selain menyumbang uang untuk penginjilan, mereka juga menjual Narkoba dengan harga khusus kepada gereja untuk memasok kebutuhan para Gembala yang membutuhkan dan untuk diedarkan guna merusak Generasi Muda Islam. Saya juga terkadang juga memakai ectassy / innex hanya saja saya pakai ketika menjamu para tamu Gembala Tuhan dari luar Kota. Kami pun biasa ketemu dan ngobrol-ngobrol dibeberapa pub malam terkenal, yang pasti dikunjungi para pelayan dan gembala Tuhan bila berkunjung ke Surabaya.

Kami punya private number di Kowloon dan Club Deluxe dan top Ten. Saya pernah menemani pendeta terkenal seperti : KAM.Yusuf Ronny(yang mantan muballigh dan tokoh Islam terkenal), Gilbert Lumoindang dan Suradi ben Abraham di pub – pub tersebut.

Kami bahkan pernah melakukan pembabtisan pekerja sex di private room salah satu pub terkenal itu sambil tripping. Setelah itu kami Dating dengan mereka, “mandi suci bersama” istilahnya. Kalau masalah skandal sekx antara Jemaat dengan Pendeta atau penyanyi Gereja dan Gembalanya, saya tidak tahu persis, tapi yang saya tahu memang sewaktu menerima para gembala Tuhan mengunjungi Pub malam, pernah mereka diantaranya ditemani beberapa wanita yang dikatakannya sebagai Jemaat yang minta untuk diurapi secara khusus.

Selain itu saya juga aktif dalam pembinaan domba-domba baru yang kebanyakan berasal dari pedesaan dan para pekerja malam, seperti diuraikan diawal kisah nyata ini.

Sayalah yang terkadang mengajari mereka tentang Islam, tetapi tentunya yang telah kami sortir bahwa ajaran Islam itu mengakui ketuhanan Yesus, misalnya. Saya juga mengajari mereka berakting untuk menunjang penampilan mereka diacara KKR atau kesaksian di Gereja. Jangan sampai mereka tidak hapal kisah nyata hasil rekaan saya sendiri lalu melenceng ke kisah nyata mereka sendiri, yang kalau ketahuan bisa berakibat fatal bagi Gereja.

Khusus untuk KKR, kami melatih orang-orang untuk berpura-pura lumpuh, buta, bisu dan berbagai penyakit lainnya lalu pura-pura disembuhkan para pengKhotbah dan Jemaatpun akan histeris dan percaya itu mu’jizat. Kamipun harus menyiapkan upacara pemanggilan Roh kudus ditempat-tempat keramatdan angker di Surabaya sebelum acara penyembuhan Ilahi dimulai.

Terkadang ada jemaat yang diluar kendali dan scenario betul-betul minta diurapi, biasanya kami akan segera menahan dia dengan mengatakan : maaf pendeta sibuk, dengan kedatangan umat yang luar biasa, lain kali saja!!!. Biasanya para penginjil malam lah yang bertugas untuk menahan orang-orang yang diluar scenario acara, kami tidak pernah melibatkan pemuda Gereja karena mereka diluar Gugus kendali komando kami.

Memang pengakuan 4 orang mantan Gembala itu terdengar spektakuler dan sulit dipercaya, tetapi saya beritahukan kepada anda semua :

SEMUA PENGAKUAN MEREKA ITU JUJUR dan BENAR ADANYA, SEMUA PRAKTEK TERCELA ITU MEMENG DIJALANKAN TERUTAMA OLEH :

–                GEREJA BETHEL

–                GEREJA BETHANY

–                GEREJA NEHEMIA

–                GEREJA SIDANG JEMAAT PANTEKOSTA

–                GEREJA ABDIEL

Bagi umat Kristiani maupun para Gembala dan pelayan Tuhan pun yang tidak pernah ikut kegiatan ini akan terkejut dan sulit mempercayai kenyataan ini, tetapi saya beritahukan sekali lagi : SEMUA ITU BENAR TERJADI. Selain mantan gembala itu saya juga saksi hidup lainnya.

Mengapa saya masuk Islam ???

Ketertarikan saya kepada Islam Bukan dari buku-buku yang saya baca, karena buku-buku itu tak pernah saya baca sepenuh hati dan tidak sampai tuntas, saya hanya menccari poin-poin tertentu saja. Saya masuk Islam bukan setelah saya bertemu atau berdiskusi dengan orang Islam, karena saya selalu menganggap dan diajarkan oleh Gereja bahwa orang-orang Islam itu Hina, bodoh, kotor, terbelakang, kasar, keji, penuh tipu muslihat dan penuh dosa.

Ajaran Islam dinyatakan sebagai ajaran sesat dan ummatnya kalau tidak kita hinakan harus kita Insafkan. Hal-hal inilah yang tertanam dalam dalam benak saya sejak kecil hingga dewasa ini.

Perlu semuanya ketahui bahwa ajaran kebencian kepada ajaran Islam dan umatnya ini merupakan pelajaran pokok yang diberikan kepada kader-kader umat Kristen sejak kecil. Materi ini mulai disampaikan dipengajaran sekolah minggu dan jika kita berminat menjadi penginjil atau gembala Tuhan, pelajaran ini akan semakin diperdalam.

Saya akhirnya masuk Islam justru setelah mengalami suatu mimpi luar biasa dan Beberapa kejadian di keesokan harinya, yang akhirnya merubah jalan hidup saya menuju kebenaran sejati. Bermula dari suatu Kamis malam / Malam Jum’at tanggal 11 January 2001.

Saya bermimpi sedang berdo’a dihadapan gambar Tuhan Yesus disuatu Gereja yang sangat megah, lalu datanglah Tuhan Yesus menemui saya dengan senyumnya yang agung, saya bahagia sekali, ini adalah mukjizat bagi saya. Saya lalu memandangi Tuhan Yesus dari ujung kaki hingga ujung rambut, sungguh mirip sekali, bahkan lebih agung disbanding foto dan gambar Tuhan yesus yang saya miliki.

Tetapi sesaat kemudian dating menghampiri kami seorang pria berwajah Arab Palestina mirip orang Yahudi atau Israel, dia berkata “Kalian ini Siapa”??.

Saya jawab: Saya seorang domba yang sedang bertemu Tuhannya!!

Dia bertanya lagi : “Mana tuhannya??”

Tuhan yesus yang datang pertama tadi menjawab : “Akulah Tuhan Yesus”, Juru selamat Ummat manusia dan Dunia , siapa engkau wahai pria Asing ??? (Tanya tuhan yesus).

Pria Arab Palestina/Yahudi itu berkata : “akulah Isa Al-masih” dan Engkau bukanlah diriku.

Saya menyela : “Wahai engkau orang Yahudi / arab, Janganlah engkau berbuat begitu dihadapan Tuhanku!!.

Pria Yahudi tadi berkata : Kalau begitu buktikanlah bahwa kamu Yesus atau Isa Almasih yang sebenarnya!!.

Lalu tuhan Yesus (orang yang pertama datang di mimpi saya) memejamkan matanya dan sungguh ajaib! Dari tangannya keluar mukjizat sinar api dan dia menyemburkannya kepada pria Yahudi itu, pikir saya pria Yahudi tadi binasa karena berani menghina Tuhan Yesus. Keajaiban keduapun terjadi, Pria Yahudi yang mengaku sebagai Isa Al-masih itu tak kurang suatu apapun dan dia lalu tersenyum, kemudian api itu kembali / membalik menyembur Tuhan Yesus, lalu Tuhan Yesus menjerit kesakitan dan wujudnya tiba-tiba berubah . Kedua telinganya memanjang, dari mulutnya keluar Gigi taring dan dari belakang tubuhnya keluar Ekor, dan wajahnyapun berubah mengerikan !!!, lalu salah satu tangannya mendadak memegang sebuah tombak seperti Garpu!!. TUHAN YESUS YANG SAYA LIHAT DALAM MIMPI ITU BERUBAH MENJADI IBLIS!!!.

Sementara pria Yahudi itu lalu berdo’a dalam bahasa seperti bahasa orang Israel, Tuhan yesus yang telah berubah menjadi Iblis itu lari terbirit-birit. Lalu ada keajaiban lainnya yang terjadi, Gereja megah tempat saya berdo’a tiba-tiba menghilang, lalu bergantin dengan pemandangan seperti disebuah padang pasir yang sangat tandus. Saya kaget dan tak percaya melihatnya, lalu dengan terbata bata saya bertanya kepada pria Yahudi tadi :

“Siapakah engkau sebenarnya ?, Pria itu menjawab: “Akulah Isa Al-Masih, hamba Alloh, rasul Nya yang ke-24, yang engkau beserta ummat-umat lainnya dinyatakan sebagai Tuhan Yesus”

Saya berkata : Bukankah engkau telah mati dikayu Salib dan telah berkorban demi menebus dosa umat manusia???. Nabi Isa Al-Masih menjawab : “Bukan seperti itu kejadiannya, engkau telah diperdaya oleh iblis dan para pengikutnya yang telah berusaha mencelakakanku tadi dan sekarang dia sekarang telah terlihat wujud aslinya”.

Saya berkata lagi : Maksud tuan, iblis itu tadi…… selama ini ….?.

Nabi Isa Almasih Menyela : “Sudahlah, maukah engkau tahu kebenaran Ilahi yang sejati???.

Saya menjawab : “Jika itu ada saya bersedia.”

Nabi Isa Al-Masih menjawab : “Tetapi untuk menemukan kebenaran sejati itu engkau harus berkorban banyak, engkau akan kehilangan pekerjaanmu, hidup miskin, kehilangan teman-temanmu, serta dibenci banyak orang??.”

Saya menjawab : “emmmmmmm (Tak bisa berkata-kata).

Nabi Isa Almasih Berkata : “Ketahuilah akulah Nabi Isa Al-Masih, sebagaimana yang telah aku katakan tadi suatu saat nanti aku akan turun kembali ke muka bumi untuk meluruskan segalanya yang salah tentang aku. Janganlah engkau termasuk dalam golongan yang keliru itu, jika engkau ingin menemukan kebenaran sejati, engkau sebenarnya telah memiliki catatan-catatan kebenaran itu, tetapi engkau tak membacanya dengan pikiran dan hatimu. Otakmu telah beku karena telah disesatkan. Oleh orang-orang yang diilhami oleh Iblis dan para pengikutnya. Kalau engkau mau mencari kebenaran, engkau akan menemukan disuatu tempat, tepat esok hari dimana kamu ditempat itu mendapat suatu kesulitan.”

Lalu pria yang mengaku sebagai Isal Al-Masih tadi mengucapkan salamnya orang Islam, kemudian pergi, sayapun lalu terbangun, dan hari telah pagi. Saya merenung, mimpi apa itu tadi?. Kesulitan apa yang akan saya alami hari ini?.

Hari telah tiba kembali, rupanya ini hari Jum’at tanggal 12 January 2001. Saya berfikir itu hanya sebuah mimpi saja, saya lalu teringat cerita tahayul Jawa, kalau malam jum’at pasti setan-setan itu gentayangan, dan mungkin saya mengalami itu barangkali. Kemudian saya baca buku-buku Islam yang saya miliki, tiba-tiba saya merasa menemukan banyak hal yang selama ini tidak pernah saya baca. Betapa pikiran saya telah dibukakan, tapi saya belum yakin betul.

Ketika perjalanan menuju Kantor saya di sekretariat Gereja, mendadak mobil saya mogok, tepat didepan sebuah Masjid dikawasan Jl. HR.Muhammad – Jl. Mayjen. Sungkono, Surabaya, sayapun kaget, kok bisa-bisanya mogok didepan sebuah masjid yang saya benci.

Jangan-jangan mimpi itu betul?, akh saya pikir itu cuma kebetulan saja, jangan percaya takhayul. Namanya mogok itu bisa terjadi kapan saja, pikir saya. Belum hilang kaget saya, tiba-tiba ada seorang pria menghardik saya dan meminta dengan kasar dompet dan HP saya. Saya kaget, panik dan takut, lalu saya lari ke-arah Masjid dan masuk kesana, minta tolong sama orang-orang disitu. Orang yang mau menodong sayapun berlari menghindari massa, rupanya waktu itu jam 11:30, mendekati jam nya Sholat Jum’at. Saya ada di Masjid, mimpi saya, pesan orang yahudi yang mengaku sebagai Nabi Isa Al-Masih dalam mimpi itu, saya bingung lalu saya tak sadarkan diri.

Ketika sadar, saya berada di sebuah ruangan di Masjid, rupanya ada seorang Bapak tua berpeci yang mengatakan kalau saya tadi pingsan, saya lalu berdiri, tiba-tiba hati saya ingin menangis, menjerit…”Ya Tuhan… Engkau telah menunjukkan jalan bagiku”. Pak tua itu kaget dan bertanya : Ada apa Nak??. Lalu saya menceritakan semua mimpi saya semalam dan kejadian yang saya alami, juga siapa saya dan apa pekerjaan saya, serta perbuatan-perbuatan saya dalam memerangi dan memperdaya agama Islam beserta ummatnya.

Bapak tua itu berkata: “Itu suatu petunjuk Tuhan Bagimu, boleh percaya apa tidak, saya bukanlah seorang ahli agama yang baik. Sekarang kamu teruskan perjalanan atau pulang. Sayapun lalu pulang, menelpon gereja bahwa saya hari ini tidak enak badan, jadi nggak masuk kerja, tapi 3 jam kemudian, sekitar jam 16:00 sore, saya kembali lagi ke Masjid itu, lalu saya melihat ada pengajian, pak tua berpeci itu yang memimpinnya, saya beranikan diri untuk masuk dan berkata : Pak tolong yakinkan saya.! Saya ingin mengetahui tentang agama Islam sebenarnya. Disaksikan para jemaah Masjid itu lalu kami berdiskusi panjang lebar hingga malam hari, saya lalu pamitan pulang dan mengatakan kepada pak tua bahwa diskusi ini belum selesai dan akan kami sambung esok pagi.

Proses diskusi ini memakan waktu satu Minggu lamanya, setiap pagi sebelum berngkat kerja sekitar jam 06:00 hingga jam 8:00 pagi saya mampir ke Masjid tersebut dan kami berdiskusi tentang Islam – Kristen. Akhirnya setelah yakin seyakin-yakinnya, setelah mendapat penjelasan panjang lebar dari pak tua, dimana setiap penjelasan balik dari saya yang sangat ilahiyah dan alkitabiah menurut saya, ternyata dinyatakan tidak berargumen dan berdasar oleh bapak tua dan beberapa Jemaah yang ikut hadir dalam diskusi pagi kami. Terutama setelah mengetahui bapak tua ternyata fasih dan hapal beberapa bagian dari Alkitab, mengetahui sejarah Gereja dan penulisan Alkitab yang belia tunjukkan dengan dokumen-dokumen Kristen asli yang dia miliki yang menurut beliau pernah diberikan para penginjil sekitar 30 tahun yang lalu. Yang ketika saya baca saya terkejut karena pemaparan buku-buku para missionaries 30 tahun lalu itu, ternyata berbeda sekali dengan dokumen yang ada di Gereja sekarang yang pernah saya pelajari. Saya jadi ragu dan bimbang kenapa literature agama yang dianggap sacral oleh umat kristiani itu bisa berubah setelah 30 tahun.?. Terlebih setelah pak tua menunjukkan dan memperbandingkan versi alkitab yang saya miliki (cetakan tahun 1990-an) yang mana diterbitkan oleh lembaga yang sama, kok bisa memiliki perbedaan dan revisi disana-sini tanpa penjelasan diedisi baru bahwa telah dilakukan revisi. Yang ternyata revisi itu bukan hanya EYD (ejaan yang disempurnakan) atau tata bahasanya saja, akan tetapi juga merubah ma’na dan arti ayat Alkitab itu sendiri.

Akhirnya saya yakin bahwa agama lama saya ini Kristen ternyata banyak kelemahannya dan merupakan suatu kesalahan sejarah, Islamlah agama penutup dan penggenap/pelengkap.

Yang menggembirakan saya adalah agama Islam itu ternyata juga menghargai dan menghormati Tuhan Yesus sebagai Nabi Allah yang dimuliakan, mengakui keberadaan agama-agama terdahulu dan kitab-kitab sucinya. Persamaan kisah dan sejarah agama dalam Alkitab dan Al-Quran yang lalu disempurnakan oleh wahyu Alloh kepada Nabi Muhammad dalam AlQuran, di mana semua ajaran Kristen yang dinyatakan menyimpang itu dijelaskan dengan baik. Dimana penyimpangannnya dan direposisi kembali ajaran wahyu ilahi itu secara benar dalam Islam.

Penjelasan pak tua dan jemaahnya itu tentu saja tidak saya percaya begitu saja, saya juga mengajak berdiskusi teman-teman sesama Gembala. Selama masa diskusi ini, tetapi jawaban rekan Gembala lain sungguh sangat menyakitkan dan ketus sekali, bahkan ada yang bilang saya ini kena Guna-guna dari bekas guru ngaji saya, berikut pembantu rumah dinas saya, juga pengaruh sihir yang tersembunyi di dalam buku-buku Islam yang saya miliki. Beberapa rekan dari Gereja Pantekosta bahkan menawarkan jasa untuk melakukan upacara pengusiran roh Jahat Islam di rumah saya dan akan mengurapi serta akan mensucikan buku-buku Islam yang saya miliki agar kekuatan sihirnya hilang. Sikap rekan-rekan Gembala ini terasa kontras dan tidak sepadan dengan sikap pak tua dan jemaahnya di masjid yang sederhana itu. Saya merasa bersalah karena telah ikut dibesarkan dan dibina oleh lingkungan agama yang sesat, Saya harus segera mengambil keputusan, setelah melalui berbagai pertimbangan yang matang, menimbang segala resikonya. Akhirnya sudah mantap dan sudah bulat tekad saya dan saya akan masuk Islam.

Tanggal 21 January 2001, hari Minggu jam 10:00 pagi saya berikrar DUA KALIAH SYAHADAT. “Asyhadu alla Ilaha Illalloh – Wa asy Hadu Anna Muhammadar Rasululloh”

= Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu utusan Alloh.=

Setelah masuk Islam saya mengganti nama saya menjadi “Rachmad Hidayat”. Saya tidak memakai nama keluarga lagi karena ketika saya mengabarkan kepada keluarga saya di Manado bahwa saya telah masuk Islam, mereka murka sekali, papa mengatakan tidak akan mengakui saya sebagai anaknya, Oma bahkan mengutuk saya melarat bersama para pendosa Islam dan mengatakan bahwa saya telah disihir oleh orang Islam. Lalu saya juga memperoleh surat dari keluarga yang diberikan oleh mantan pembantu saya dirumah dinas, bahwa keluarga saya sekarang tidak mengakui saya lagi dan menyatakan mencabut hak waris dalam marga saya dan saya tidak diperkenankan menyandang nama keluarga Tengker lagi. Bahkan dalam surat itu papa menyatakan jikalau saya akhirnya dianiaya atau dibunuh oleh pihak Gereja, maka mereka gembira karena itu merupakan sarana penebus dosa saya kepada tuhan Yesus. Naudzubillah!!. Ya….. Alloh maafkan keluarga saya ini, mereka berkata begini karena mereka tidak mengerti hakekat ketuhannya.

Sekarang saya ikut bimbingan Islam di rumah pak tua berpeci yang kemudian diketahui merupakan Ustadz dan Imam masjid itu. Maaf demi keamanan kami, nama ustadz, alamat Masjid, serta tempat kos saya rahasiakan, mohon maklum.

Sejak saya pindah dari rumah mewah berfasilitas lengkap plus mobil dll di kawasan elite darmo Satelit- Surabaya. Yang merupakan fasilitas buat saya dari Gereja, telah saya kembalikan ke Gereja, saya sekarang kost di sebelah rumah pak tua sambil belajar agama Islam. Saya juga bekerja membantu usaha keci-kecilan milik keluarga pak tua, mencetak surat undangan, kop surat dan setting komputer. Insya Alloh kalau ada modal (saya berencana bersama seorang anak pak tua ini untuk mengajukan kridit usaha kecil di BRI – Surabaya). Mau buka usaha percetakan yang lebih permanen. Saya sambil kerja dan belajar memperdalam agama Islam, pagi sampai sore saya ada di studio kecil tempat saya bekerja, malamnya belajar Ilmu Agama. dan silat Tradisional. Saya perlu belajar ilmu bela diri karena tak mungkin para pemuda kampung selalu mengawal saya. Saya mendengar dari bekas teman akrab di Gereja dan Yayasan (namanya saya rahasiakan juga, demi keselamatan mereka) sangat solider dengan merahasiakan keberadaan saya , walau pihak gereja terus menerus mendesaknya. Mereka bercerita tentang usaha gereja untuk melaporkan ke Polisi Bahkan Memeja Hijaukan saya dengan tuduhan “Kasus pencurian Mobil, padahal semua orang diGereja tau dan banyak saksinya termasuk warga kampung tempat saya kost yang mengantar saya ketemu dengan pihak Gereja, waktu serah terima itu. Smua Inventaris gereja termasuk Mobil sudah saya kembalikan dan ada tanda terimanya. Demikian juga urusan keuangan dan kas Gereja Semua sudah clear dan pihak Gerejapun tahu, tapi entah mengapa mereka berusaha mengfitnah saya seperti ini?. Tetapi saya tekadkan, bila betul pihak Gereja akan melaporkan saya ke Polisi, akan saya buka semua fakta dan data yang saya miliki dan mungkin pihak Gereja akan saya tuntut balik dengan tuntutan pencemaran nama baik, penghinaan dan percobaan penganiayaan.

Khusus masalah penganiayaan, saya bersama teman kerja di studio kecil kami, pernah beberapa kali hampir ditabrak sebuah mobil (yang saya tahu persis itu milik siapa), di beberapa tempat ketika saya sedang berboncengan naik sepeda motor, tetapi Alloh selalu melindungi hambanya yang telah bertaubat ini, sehingga upaya itu selalu gagal, selalu saja kami bias menghindari atau ada orang yang menolong kami ketika upaya tabrak lari itu terjadi.

Saya serahkan semuanya kepada Allah SWT., Tuhan kita semua, Dialah maha tahu siapa yang benar dan siapa yang salah diantara hamba-hamba Nya.

Saya masih menunggu dusta hokum dari mereka sebab sementara ini mereka kehilangan jejak saya. Mungkin setelah membaca kisah kesaksian ini mereka akan semakin Gusar, dan Marah kepada saya karena selain saya telah masuk Islam, saya juga telah dianggap membongkar beberapa rahasia penting Gereja yang selama ini selalu ditutupi dengan rapi, yang jangankan umat diluar Kristen, umat Kristiani sendiri banyak yang tidak tahu praktek-praktek tidak benar dalam beribadah yang saya utarakan diatas.

Saya berpesan kepada para sahabat setia saya di Gereja dan Yayasan, supaya mereka memberi sedikit pengertian kepada pengurus Gereja untuk mengikhlaskan saya masuk Islam. Jangan mencari-cari saya, segala yang menyangkut masalah asset gereja yang pernah saya pegang sudah diselesaikan dengan baik. Juga agar tidak timbul konflik dengan warga kampung atau umat Islam yang mengetahui kisah ini, saya takut ada pihak ketiga yang memanfaatkan kondisi ini untuk mengacau. Sebab masalah menyangkut agama itu sangat sensitive dan Riskan sekali.

Sekian penuturan saya, saya bahagia dalam keIslaman saya, walau hidup pas-pasan, saya sangat menyukainya karena tidak adda kepalsuan dalam Islam saya. Alhamdulillah, Alloh maha pengasih dan penyayang. Allah telah memberi rizki kepada saya dan keluarga pak Tua, order mulai banyak, walau nilai penghasilannya mungkin Cuma 10% dari nilai pendapatan saya dulu ketika masih di Gereja. Tapi saya sangat mensyukurinya.

***

Dikisahkan oleh : Rahmad Hidayat atau Paulus F Tengker (nama Kristennya), kisah ini dinyatakan oleh yang bersangkutan kepada M.Donny Stiawan, ketika kami berdiskusi masalah Kisah Kesaksian 4 mantan Gembala yang pernah diposting. Atas permintaan yang bersangkutan dengan alasan keamanan dirinya dan orang-orang yang dekat dengannya, maka nama Masjid, alamat Masjid, nama persisnya Gereja tempat beliau dulu bekerja, tempat kost nya kami rahasiakan.

Diketik ulang sesuai dengan cerita Aslinya, pada tanggal 29 Oktober 2002.

Iklan