Cerita Hidayah


mayat2Cerita Hidayah

Cerita aneh ini terjadi di salah satu tempat di Jakarta.

Fulan (bukan nama sebenarnya) adalah seorang laki-laki berusia 25 tahun. Pendidikan terakhirnya adalah SMA. Ia sangat menginginkan dapat bekerja di perusahaan atau kantor yang mapan. Ia tidak perduli pekerjaan apa yang ia dapat, asalkan ia dapat bekerja dikantor. Teman-teman sekampungnya bekerja sebagai kuli bangunan, berdagang atau bekerja di sebuah pabrik sebagai buruh biasa. Namun ia tidak menginginkan seperti teman-temannya itu. Ia mencoba terus membuat lamaran di perusahaan/perkantoran, sehingga iapun rela menganggur sambil menunggu panggilan.

Selama menunggu, ia bergabung dengan teman-temannya yang juga menganggur dengan cara mabuk-mabukan dan sering meminta uang kepada para pedagang pasar dengan cara paksa. Setiap hari ia selalu pulang malam dengan menghabiskan waktu dengan perbuatan tersebut.

Suatu hari ia jatuh sakit. Sebagai orang tua, ibunya sangat sedih melihat keadaan anaknya yang sakit dengan suhu tubuhnya yang tinggi. Setiap Fulan akan dibawa kerumah sakit, ia menolak dengan alasan ia hanya menderita demam biasa. Setelah beberapa hari kondisinya tidak baik, akhirnya Fulan meninggal. Kejadian ini membuat kedua orangnya beserta keluarganya sangat sedih.

Seperti jenazah pada umumnya, jenazah Fulanpun dimandikan, dikain kafankan seperti yang sering dilakukan pada jenazah yang akan dikuburkan. Setelah jenazah itu siap, kemudian diberangkatkan ke tempat pemakaman. Pada saat saat penguburan, banyak yang hadir untuk melihat jenazah Fulan dikuburkan. Setelah selesai dikuburkan dan dibacakan doa, tidak lama kemudian datang salah satu jenazah lain yang datang untuk menguburkan ketempat yang kini ditempati jenazah Fulan. Perdebatan akhirnya terjadi. Pihak keluarga yang baru datang mengatakan, bahwa ia telah memesan tempat sebelumnya di blok B, dekat dengan kuburan keluarganya. Akhirnya penjaga makam mengantarkan pihak keluarga yang baru datang ketempat lain, yang juga sudah dipersiapkan. Namun pihak keluarga itu tidak mau terima, karena tempat itu berlokasi di blok G, jauh dari tempat keluarganya. Dia juga menunjukan surat pemesanannya. Penjaga itupun akhirnya menjelaskan kepada pihak keluarga Almarhum Fulan, bahwa terjadi kesalahn tempat. Seharusnya jenazah Fulan berada di blok G, dan keluarga yang baru datang itu di blok B. Akhirnya orang tua Fulan menyetujui, dan jenazah Fulanpun di gali untuk dipindahkan.

Pada saat penggalian, semua mata tertuju pada makam Fulan. Setelah selesai digali dan papan jenazah dibuka, alangkah terkejutnya mereka yang melihat jenazah Fulan. Posisi jenazah itu dalam keadaan duduk. Kain kafannyapun sudah terkoyak-koyak dan dapat dilihat dari celah-celah koyakan itu, bahwa kondisi jenazah Fulan dalam keadaan gosong. Orang tua Fulan tidak dapat menahan tangisnya. Semua yang hadir mengucapkan istigfar dan bacaan-bacaan lain sebagai ekspresi keterkejutan mereka. Orang tua Fulanpun ingat dengan tindakan Fulan pada sat ia masih hidup. Merekapun kemudian memindahkan jenazah Fulan ke blok G. Orang tua Fulan tidak dapat berbuat apa-apa selain berdoa untuk meringankan siksa kubur anaknya.

Kejadian tersebut menurut pandangan agama sangat mungkin terjadi atas keinginan Allah SWT terhadap hambanya yang telah lalai dengan ajaran yang telah digariskan-Nya. Semoga dapat menjadi pelajaran bagi kita semua … … , amin !

***

Sumber: Hidayah

Iklan