Para Peminat Neraka


Para Peminat Neraka (Bagian 2 Habis)

(Ach. Muchlis)

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa nanti pada hari kiamat ada suara yang menyeru: ‘Hadirkan Fir’aun kemari!’ Maka fir’aun didatangkan, di kepalanya dipasang peci dari api neraka, dipakaikan baju gatharan atau tir serta menunggang babi. Kemudian ada seruan lagi: ‘Mana orang‑orang yang sombong dan takabur?’ Mereka pun didatangkan dan berangkat ke neraka bersama Fir’aun sebagai pemimpinnya.

Kemudian ada seruan lagi: ‘Mana Qabil?’ Maka Qabil pun dihadirkan. Kemudian dikatakan: ‘Mana orang‑orang yang dengki?’ Kemudian mereka dikumpulkan dengan Qabil sebagai pemuka mereka menuju neraka.

Kemudian ada seruan lagi: ‘Mana Ka’ab bin Asyraf pemuka ulama Yahudi?’ Ka’ab pun didatangkan kemudian ada seruan memanggil: ‘Maka malaikat menggiring mereka bersama Ka’ab sebagai pemimpinnya ke neraka.

Kemudian ada seruan lagi: ‘Mana Walid bin Mughirah?’ Walid pun didatangkan kemudian ada panggilan: ‘Mana orang‑orang yang mengejek orang‑orang muslim yang fakir?’ Walid menjadi pemuka mereka menuju neraka.

Kemudian ada seruan lagi: ‘Mana Ajda, orang yang celaka yang telah melakukan liwath dari kaum Nabi Luth?’ Ajda pun didatangkan lalu ada panggilan: ‘Mana orang‑orang yang melakukan liwath?’ Merekapun didatangkan dan Ajda sebagai pemimpin masuk neraka.

Kemudian ada seruan lagi: ‘Mana Musailamatul Kadzdzab? Diapun didatangkan. Dan dia memanggil orang‑orang yang mendustakan kitab suci Al‑Qur’an. Dia adalah pemuka mereka masuk neraka.

Kemudian ada seruan lagi: ‘Mana Iblis terkutuk?

Iblis pun didatangkan dan berkata: ‘Wahai Hakim Yang Maha Adil, datangkanlah kepadaku tentaraku. Para muadzinku, para pembacaku, mereka yang sejalan denganku, para menteriku, para ahli fiqihku, para penjagaku, para pedagangku, para pemukul genderangku serta para penghalauku!’

(iblis ditanya)

Suara : Hai Iblis terkutuk dan terusir , siapakah para tentaramu itu?

Iblis : Tentaraku ialah mereka yang mempunyai sifat rakus, para muadzinku ialah orang‑orang yang salah bacaannya, para pembacaku ialah para penyanyi, mereka yang sejalan denganku ialah mereka yang mengiris muka dan tangannya kemuka, diberi nila serta siapa saja yang minta diperlakukan demikian, para ahli fiqihku ialah mereka yang mengejek orang‑orang yang terkena musibah serta menghina orang‑orang yang makan barang halal, para penjagaku ialah mereka yang mendatangi almari arak dan yang tidak mau mengeluarkan zakat, para pedagangku ialah mereka yang menjual barbathah (batang dan bunga terlarang), para pemukul genderangku adalah orang‑orang yang menabuh rebana (alat musik), para penghalauku ialah mereka yang menanam pohon‑pohon anggur untuk dijadikan minuman yang memabukkan.

Kemudian keluarlah seekor ular yang panjang lehernya sejauh tujuh puluh tahun perjalanan. Ular itu mengumpulkan mereka semua lalu menggiring ke neraka. (Tafsirur Taisir)‑(Durratun Nasihin II. Hal 34‑41)

Di hari itu tidak berguna tuduhan dan makian, yang ada hanya ungkapan kemarahan mereka terutama terhadap Iblis, seperti yang digambarkan Allah dalam Al‑Qur’an:

Dalam orang‑orang kafir itu berkata (di hari kiamat): ‘Ya Tuhan kami! Tunjukkanlah kepada kami dua golongan yang telah menyesatkan kami, dari golongan jin dan manusia supaya kami jadikan mereka di bawah telapak‑telapak kaki kami agar mereka menjadi orang‑orang rendah.

(QS. Fushshilat, 41:29)

Demi mendengar tuduhan dan makian para ahli neraka terhadap dirinya, lalu Iblis menyampaikan pidatonya di hadapan mereka untuk membela diri. Firman Allah Swt: Dan berkatalah setan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: ‘Sesungguhnya Allah menjanjikan kepadamu janji yang benar dan aku pun telah menjajikan kepadamu tetapi aku mengingkarinya. Sekali‑kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan sekedar aku mengajakmu lalu kamu perkenankan aku; oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku; akan tetapi cercalah diri kamu sendiri. Aku sekali‑kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali‑kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali‑kali tidak dapat menolong aku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatan kamu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.’ Sesungguhnya orang‑orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih. (QS, Ibrahim, 14:22)

Maka sebagian dari mereka berusaha untuk minta tolong kepada para pemimpin mereka sewaktu di dunia yang telah menyesatkan dan menyebabkan mereka dicampakkan di neraka, seperti firman Allah: Dan tatkala mereka akan berbantahan di neraka, yaitu orang‑orang yang lemah (para pengikut akan berkata kepada mereka yang sombong,

Pengikut : Sesungguhnya kami pengikut‑pengikut kamu, maka bisakah kamu hindarkan dari kami sebagian dari azab neraka ini?

(Mereka yang sombong itu berkata)

Pemimpin: Kita semua berada di dalamnya, sesungguhnya Allah telah jatuhkan hukuman antara hamba‑hamba‑Nya. (QS, Al‑Mukmin, 40:47‑48)

Karena tidak tahan terhadap kepedihan siksa neraka, mereka memohon keringanan kepada Tuhan melalui malaikat‑malaikat penjaga neraka, seperti firman Allah: Dan orang‑orang yang di neraka berkata kepada penjaga‑penjaga Jahannam.

Ahli Neraka : Mintakanlah kepada Tuhan kamu supaya ia meringankan dari kami sehari saja dari azab.

Malaikat : Dan bukankah telah datang kepada kamu rasul‑rasul kamu dengan membawa keterangan‑keterangan?

Ahli Neraka : Ya.

Malaikat : Kalau begitu, berdoalah kamu; dan tidak ada doa orang‑orang yang kafir itu melainkan dalam kesesatan. (QS, Al‑Mukmin, 40:49‑50)

Mendengar jawaban dari malaikat‑malaikat penjaga neraka itu, mereka lalu berputus asa

Sehingga yang mereka idam‑idamkan hanyalah kematian, seperti firman Allah:

Dan mereka memanggil: ‘Hai Malik! hendaklah Tuhanmu hukumkan kematian atas kami.’ Ia jawab: ‘Sesungguhnya kamu akan tetap tinggal (di dalam neraka ini).’ (QS,Az‑Zukhruf, 43:77)

Kemudian mereka memohon langsung kepada Tuhan dengan doa yang sangat menyayat hati, seperti yang difirmankan Allah: Dan mereka berteriak di dalam neraka: ‘Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan kerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan.’ (QS. Fathir, 35:37)

Berkenaan dengan permohonan ahli neraka itu, Tuhan mengadakan dialog langsung dengan mereka, seperti firman Allah dalam Al‑Qur’an,

Allah: Bukankah ayat‑ayat Ku telah dibacakan kepada kamu sekalian tetapi kamu mendustakan-nya?

Ahli Neraka: Ya Tuhan! kami telah dikuasai oleh kejahatan kami dan kami adalah orang‑orang yang sesat. Ya Tuhan kami! keluarkanlah kami dari neraka ini (kembalikanlah kami ke dunia). Jika kami kembali (kafir) maka sesunguhnya kami orang‑orang yang zalim.

Allah: Tinggalah kamu di dalamnya dan janganlah kamu berkata‑kata kepada‑Ku.

Sesungguhnya ada segolongan dari hamba‑hambaKu berdoa (sewaktu di dunia): ‘Ya Allah! Kami telah beriman, maka ampunkanlah kami, lantaran Engkau sebaik‑baik pengasih. ‘Tetapi kamu jadikan mereka ejekan, hingga (kesibukan kamu mengejek mereka) menyebabkan kamu lupa mengingat‑Ku, dan kamu selalu mentertawakan mereka.

Sesungguhnya pada hari ini Aku ganjari mereka dengan sebab kesabaran mereka, sesungguhnya merekalah orang‑orang yang dapat kemenangan. (QS, Al‑Mukminun, 23:105‑111)

Pada hari itu tidak ada penolong‑penolong bagi orang‑orang kafir. Nabi Ibrahim as ingin menolong ayah kandungnya, Azar, si penyembah berhala, tetapi tidak sanggup. Bahkan doa beliau ditolak keras oleh Allah, seperti disebutkan dalam sebuah hadits: Pada hari kiamat nanti Nabi Ibrahim bertemu dengan ayahnya (Azar), pada waktu itu nampak wajah Azar hitam gelap, kemudian Nabi Ibrahim berkata: ‘Bukankah aku sudah mengingatkanmu agar kamu jangan memusuhi aku.’ Ayahnya menjawab: ‘Hari ini aku tidak akan memusuhi engkau.’ Ibrahim berkata: ‘Ya Allah, Engkau telah berjanji, janganlah Engkau menyusahkan kami pada hari kebangkitan ini dan tidak ada hal yang menyusahkan kami kecuali kesusahan yang akan diderita oleh ayahku.’ Tiba tiba Allah Swt menjawab: ‘Sesungguhnya Aku telah mengharamkan surga bagi orang‑orang kafir.’ Kemudian Ibrahim berkata kepada ayahnya: ‘Hai ayah, cobalah kau lihat apa yang ada di bawahmu itu.’ Setelah Azar melihatnya, tiba‑tiba nampak olehnya seperti ayam baru disembelih. Tidak antara lama kedua kaki Azar diserimpung kemudian dicampakkan ke dalam neraka. (HR. Imam Bukhari)

Allah pernah menggambarkan penderitaan para ahli neraka kepada Nabi Musa as: ‘Wahai Musa, Neraka Wail adalah untuk perusak janji dan amanat, mereka akan disalib pada pohon Zaqqum dimana api masuk dari duburnya dan keluar lewat mulutnya, kedua telinga serta kedua matanya. Wahai Musa sungguh mereka akan digandengkan dengan setan‑setan dalam rantai‑rantai dan belenggu‑belenggu yang digantungkan pada mulutnya dimana otaknya mengalir melalui lubang hidungnya. Sekejab matapun tak akan dapat tidur, tak akan pernah merasa enak. Orang‑orang kafir sama memohon keamanan dengan minta mati karena dahsyatnya siksaan. Demikian juga para perusak janji, mereka memohon selamat dengan minta mati. Tidak ketinggalan para pezina, pemakan riba dan orang‑orang yang meninggalkan shalat. Mereka disiksa dalam neraka berwindu‑windu. Wahai Musa, andaikan air laut didatangkan, pohon‑pohon sebagai pena, manusia‑manusia dan jin‑jin sebagai juru tulis, maka sungguh habislah pena‑pena dan rusaklah manusia‑manusia dan jin‑jin serta keringlah seluruh air lautan sebelum bilangan windu Jahannam selesai ditulis (dihitung)’

(Berita Ghaib dan Alam Akhirat, hal 178‑M. Ali Chasan Umar)

Rasulullah Saw pernah bertanya kepada Jibril as.

Nabi : Apakah yang dimaksud Al‑Huqub (sewindu) itu?

Jibril : Yaitu 4000 (empat ribu) tahun.

Nabi : Setahun berapa bulan?

Jibril : 4000 (empat ribu) bulan.

Nabi : Sebulan berapa hari?

Jibril : 4000 (empat ribu) hari.

Nabi : Sehari berapa jam?

Jibril : 70.000 (tujuh puluh ribu) jam dan setiap jam adalah satu tahun menurut dunia.

(Dari Berita Alam Ghaib dan Alam Akhirat, hal. 179‑Idem)

Diriwayatkan dari Ubaya bin Ka’ab, ia berkata: Nabi Saw bersabda: kelak di hari kiamat peminum arak didatangkan dengan kendi dikalungkan pada lehernya dan tambur pada kedua tapak tangannya lalu ditancapkan di atas tonggak dari neraka. Kemudian penyeru memanggil: ‘Inilah Fulan bin fulan dalam kedudukan seperti itu.’ Maka keluarlah arak dengan deras dari mulutnya. Merasa sangat sakit dan bau busuk keringatnya yang amat sangat, mereka memohon kepada Allah agar dihilangkan keringat mereka namun tidak dikabulkan. Jika mereka minta minum, maka diberi air yang mendidih hingga rontoklah usus‑ususnya.

Jika mereka minta makan, maka diberi buah Zaqqum hingga meletus dan mendidihlah apa yang ada di dalam perut‑perut dan dalam otak‑otak mereka. Kemudian keluarlah nyala api neraka dari dalam mulutnya, maka rontoklah semua isi perut mereka. Tiap seorang dari mereka dimasukkan dalam satu peti yang sangat sempit dari bara api selama 1000 tahun. Kemudian dikeluarkan dan dimasukkan dalam kurungan neraka serta dibelenggu di dalamnya. Mereka menjerit‑jerit selam satu tahun tetapi tidak dikasihani. Di dalam kurungan itu terdapat ular‑ular dan kala‑kala sebesar onta. Ular‑ular itu menggerogoti telapak kakinya tapi ia tidak dapat memukulnya. Pada kepada mereka dituangi tembaga dari api, dan besi pada ubun‑ubunnya. Rantai melilit leher mereka dan belenggu‑belenggu pada tangannya.

Setelah 1000 tahun mereka dikeluarkan dan langsung dilongtarkan ke dalam (neraka) Wail selama 1000 tahun. Kemudian mereka sama memanggil: ‘Wahai Muhammad! Aduh Muhammad!’ Begitu mendengar suara ummatku.’ Allah menjawab: ‘Itu suara peminum arak, mereka mati dalam keadaan mabuk, dihalau ke padang Mahsyar juga dalam keadaan mabuk.’ Lalu Nabi Saw memohonkan syafa’at: ‘Ya Allah keluarkanlah mereka dari neraka dengan syafa’atku.’ Permohonan Rasulullah dikabulkan, maka tidak kekallah mereka di sana.

Tentang keadaan para peminat neraka, dilukiskan dalam riwayat lain yaitu setelah Allah memutuskan hukuman dan pengadilan‑Nya terhadap mereka, ia memerintahkan Jibril as.

Allah: Wahai Jibril, apakah perbuatan para pendurhaka dari Ummat Muhammad?

Jibril: Engkau yang Maha mengetahui tentang keadaan mereka.

Allah: Pergilah dan saksikanlah keadaan mereka.

(Maka Jibril mendatangi Malik yang sedang di atas mimbar dari api di tengah‑tengah Jahannam. Ketika Malik melihat Jibril, ia berdiri untuk menghormatnya dan berkata),

Malik: Wahai Jibril, gerangan apakah yang memasukkan engkau ke tempat ini?

Jibril: Karena ingin menyaksikan orang‑orang yang berdosa dari ummat Muhammad.

Malik: Alangkah jeleknya keadaan mereka dan alangkah sempitnya tempat mereka. Api telah membakar daging‑daging mereka tinggallah wajah‑wajah dan hati‑hati mereka yang memancarkan cahaya iman.

Jibril: Bukakanlah hijab agar dapat aku menyaksikan mereka.

(Lalu Malik memerintahkan agar hijab diangkat. Setelah mereka melihat Jibril as yang indah rupanya, mereka mengira ia bukan malaikat azab, mereka bertanya),

Ahli Neraka: Siapakah hamba ini? Tak pernah ada seorang pun yang datang seindah itu.

Malik: Inilah Jibril as. Dialah yang menyampaikan wahyu kepada Muhammad.

(Setelah mereka mendengar nama Muhammad Saw mereka semua berteriak, menjerit dan menangis).

Ahli Neraka: Wahai Jibril, sampaikan salam kami kepada Muhammad dan beritahukanlah tentang kejelekan keadaan kami.

(Kemudian Jibril menghadap Allah, Allah bertanya walaupun sudah tahu)

Allah: Bagaimana kamu melihat keadaan umat Muhammad?

Jibril: Wahai Tuhanku, bukan main jeleknya keadaan mereka dan bukan main sempitnya tempat mereka.

Allah: Apakah mereka minta sesuatu kepadamu?

Jibril: Benar ya Allah, mereka memohon agar aku menyampaikan salam mereka kepada Muhammad dan memberitahukan tentang kejelekan keadaan mereka.

Allah: Pergilah kepadanya dan sampaikan kepadanya.

(Kemudian Jibril as menemui Nabi Saw sambil menangis, sedangkan beliau berada dalam kemah dari intan yang putih yang memiliki 4000 pintu di bawah pohon Thuba di surga. Setiap pintu terdiri dua surup, satu surup dari emas dan yang satunya dari perak)

Nabi : Apakah yang kau tangisi wahai saudaraku Jibril?

Jibril : Wahai Muhammad, andaikan engkau melihat apa yang kulihat engkau sungguh menangis karena tangisku. Aku telah mendatangi orang‑orang yang berbuat maksiat dari ummatmu yang sedang disiksa. Mereka menyampaikan salam kepadamu. Mereka berkata: ‘Alangkah jeleknya keadaan kami dan alangkah sempitnya tempat kami.’ Dengarlah teriakan mereka. Mereka mengucapkan: ‘Wahai Muhammad!’

(Begitu mendengar ucapan mereka, beliau menjawab, ‘Labbaikum labbaikum yaa ummati = Aku datang, aku datang wahai ummatku.’ Kemudian nabi Saw berdiri menangis datang di sisi Arsy dan para nabi berada di belakang beliau. Beliau lalu bersujud dan memuji kepada Allah dengan pujian yang tak seorang pun memuji seperti itu. Allah lalu berkata),

Allah: Hai Muhammad, angkatlah tanganmu dan mintalah, kamu pasti diberi dan mohonlah syafa’at, kamu pasti diberi syafa’at.

Nabi: Ya Allah, orang‑orang celaka dari ummatku telah lepas dari sidang pengadilanMu sedangkan hukum adalah urusan‑Mu. Engkau telah menyiksa mereka. Aku mohon agar engkau berkenan memberi syafa’at kepadaku.

Allah: Aku telah memberikan syafa’at kepadamu untuk mereka.

(Maka Nabi Saw datang beserta para Nabi untuk mengeluarkan setiap orang yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallah Muhammadun Rasulullah. Malik menghormati beliau. (Nabi Saw berkata):

Nabi: Bagaimanakah keadaan ummatku yang celaka?

Malik: Sangat jelek keadaan mereka dan sangat sempit tempat‑tempat mereka.

Nabi: Bukakanlah pintu dan angkatlah anjat‑anjatan.

(Setelah mereka melihat Nabi Saw mereka berteriak)

Ahli Neraka: Aduh Muhammad, api telah membakar kulit‑kulit dan daging‑daging kami. Engkau telah meninggalkan dan melupakan kami di dalam neraka.

Nabi: Sesungguhnya aku tak mengerti keadaan kalian.

Kemudian mereka dikeluarkan dari neraka, keadaan mereka rusak karena dimakan api. Lalu nabi Saw pergi bersama mereka ke sungai di tepi pintu surga yang disebut ‘Nahrul Hayat’. Setelah mereka mandi di situ, keadaan mereka menjadi muda belia, semuanya sebaya. Wajah wajah mereka bersinar seperti bulan. Kening‑kening mereka tertulis tanda pembebasan dari Neraka. Setelah mereka memasuki surga mereka memohon agar tulisan itu dihapuskan Allah, maka Allah menghapuskannya.

Hadits lain dari Abu Hurairah, ia berkata: bersabda Rasulullah Saw: Bahwasanya syafa’atku di hari kiamat (dalam neraka) ialah terhadap ummatku yang mengerjakan dosa besar. Mereka dimasukkan hanya pada pintu pertama neraka Jahannam. Wajah mereka tidak hitam, mata mereka tidak buta, tidak dibelenggu dengan rantai, tidak didampingkan bersama setan, tidak dicambuk dengan maqami (cemeti dari api) serta tidak dilemparkan ke lapisan neraka yang paling bawah. Mereka tinggal di neraka hanya sehari saja, ada yang sebulan, dan ada yang setahun, sesudah itu mereka dikeluarkan. Adapun mereka yang paling lama mengeram di neraka hanya selam ia hidup di dunia semenjak ia dijadikan sampai meninggal yaitu tujuh puluh tahun. (HR. Hakim dan Tirmidzi)

Melihat orang‑orang Islam ditanting keluar dari neraka, kemudian memperoleh kenikmatan‑ kenikmatan yang luar biasa, maka tiada taranya penyesalan orang‑orang kafir, seperti yang difirmankan Allah: Orang‑orang kafir itu akan menginginkan sekiranya mereka dahulu menjadi orang Muslim. (QS, Al ‑ Hijr, 15:2)

Wassalam

***

Dari Sahabat