Al Quran Dibukukan


Al Quran Dibukukan

Tiap-tiap diturunkan ayat-ayat itu Rasul s.a.w. menyuruh menghafalkan, dan menuliskannya di batu, kulit binatang, pelepah tamar (tamar = kurma = dates), dan apa saja yang bisa disusun dalam suatu surat.

Karena mereka belum mengenal kitab atau buku sebagai yang dikenal sekarang, sebab itu di waktu Al Qur`anul Karim dibukukan di masa khalifah Utsman bin `Affan.

Rasul s.a.w. mengadakan peraturan, yakni Al Qur`an saja yang boleh dituliskan, selain dari Al Qur`an, hadits atau pelajaran-pelajaran yang mereka dengar dari mulut Rasul s.a.w. dilarang menuliskannya. Larangan ini dengan maksud supaya Al Qur’anul Karim itu terpelihara, jangan campur aduk dengan yang lain-lain yang juga didengar dari Rasul s.a.w.

Bersabda Rasul s.a.w. janganlah kamu tuliskan ucapan-ucapanku! Siapa yang menuliskan ucapanku selain Al Qur`an, hendaklah dihapuskan, dan kamu boleh meriwayatkan perkataan-perkataan ini. Siapa yang dengan sengaja berdusta terhadapku maka tempatnya adalah neraka.

Allah tidak menjamin kemurnian hadits Rasul s.a.w. maka ada kufar yang mampu memalsukannya. Inilah alasan larangan Rasul s.a.w. Yang pertama memalsukan hadits : Yahudi dan Zindiq.

***

Diambil dari pengantar yang ada dalam Al Qur`an dan terjemahannya oleh Khadim al Haramain Asy Syarifain, 1992.

Iklan