Ingin Bertambah atau Berkurang?


Ingin Bertambah atau Berkurang?

Bayangkanlah bila suatu ketika tetangga kita mengirim makanan, lalu kita menyambutnya dengan acuh tak acuh. Kemudian tanpa ucapan terima kasih kita kembalikan tempat makanannya itu masih dalam keadaan kotor. Apakah mungkin di lain waktu ia akan mengirim makanan lagi kepada kita?

Sekarang bayangkan pula bila kita menerima makanan kirimannya itu dengan lemah lembut sambil memuji-muji kebaikan hatinya. Lalu kita kembalikan tempat makanannya dalam keadaan bersih sambil berkali-kali mengucapkan terima kasih. Apakah mungkin ia akan mengirim makanan lagi di kemudian hari? Mungkin kita berani mengatakan ya. Seandainya kemudian kita juga memberikan kue atau sesuatu sebagai rasa terimakasih, apakah tetangga kita kapok untuk mengantar makanan lagi dikemudian hari ? apakah dia akan menilai kita sebagai orang yang nggak tahu terima kasih ? ataukah kemungkinan ia akan mengirim makanan lagi akan bertambah besar ?

Contoh lain, bila kita diberi dasi oleh kawan kita yang baru pulang dari luar negeri kemudian dihadapannya dasi itu kita gunakan untuk mengelap ingus anak kita yang sedang pilek, bagaimana kira-kira perasaannya ? apakah mungkin kawan kita itu akan memberi oleh-oleh lagi bila ia pulang dari luar negri ?

Ilustrasi di atas sebenarnya hendak memberi gambaran tentang makna bersyukur. Al Qur’an tegas-tegas mengatakan bila kita bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah, maka Allah pasti akan menambahkan nikmat-Nya kepada kita (la in syakartum la aziidannakum wa lain kafartum inna ’adzaabi la syadiid); jika kamu bersyukur atas nikmat yang Ku-berikan kepadamu, maka akan Aku tambah nikmat itu, tapi jika kamu mengingkarinya (tidak mau bersyukur), maka ingatlah bahwa siksa-Ku sangatlah pedih).

Kita dikatakan bersyukur bila kita berusaha membuat senang yang memberi sesuatu kepada kita dan menggunakan pemberian tersebut pada tempatnya. Kalau kita diberi mata, maka kita gunakan mata tersebut untuk melihat yang baik, kalau kita diberi lidah, kita gunakan lidah tersebut untuk mengucapkan yang baik. Kalau kita diberikan harta, maka kita gunakan harta tersebut untuk hal-hal yang baik. Kita harus menyadari bahwa pemberian tersebut sangat besar nilainya, karena itu kita harus mensyukurinya. Kalau kita tidak pandai bersyukur, setidak-tidaknya janganlah menggunakan nikmat Allah tersebut untuk hal-hal yang tidak disukai-Nya. Maukah oleh-oleh dasi yang kita berikan ke teman kita digunakan untuk mengelap ingus anaknya ?

Dengan demikian, bila kita menerima rezeki kemudian sebagian rezeki itu kita berikan ke fakir miskin, maka niscaya Allah akan memberikan tambahan rezeki lagi. Dan sebaliknya bila kita menerima rezeki kemudian kita gunakan untuk foya-foya atau untuk berbuat hal-hal yang tidak disukai~Nya, maka niscaya Dia tidak akan memberi tambahan rezeki lagi, bahkan tidak mustahil akan mencabut semua rezeki yang sudah kita terima.

Jadi semuanya berpulang kepada diri kita sendiri, ingin bertambah atau berkurang?.

wassalaamu’alaikum wR.wB.

***

Dari Sahabat

Iklan