Sholat Berjama’ah


Sholat adalah Ibadah yang sangat tinggi nilainya dibandingkan dengan ibadah lainnya, Sholat merupakan ibadah yang pertama kali dihisab nantinya di akhirat. Sholat merupakan ibadah langsung antara manusia dengan Sang Pencipta, perintah Sholat pun Allah SWT sampaikan langsung kepada Nabi Besar Muhammad SAW, pada saat Beliau Mi’raj ke Sidratul Muntaha.

Sholat adalah tiang Agama , siapa yang mendirikan Sholat berarti mendirikan Agama, dan siapa yang meninggalkan Sholat maka dia meruntuhkan Agama.

Sholat melatih kita untuk Disiplin dengan melaksanakan tepat pada waktunya.

Sholat pun bisa mencegah manusia dari perbuatan keji dan Munkar .

Sholat juga yang membedakan antara orang Islam dan Orang kafir

Perintah Sholat banyak kita temui di dalam Al-Qur’an bahkan pada permulaan surat Al-Baqoroh : 1-3 : yang artinya : Inilah Kitab (Al-Qur’an) yang tidak ada keraguan didalamnya, petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa, Yaitu mereka yang percaya dengan yang Ghoib dan yang melaksanakan Sholat dan yang menfkahkan sebagian Rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka.

Dari ayat diatas dapat diambil kesimpulan bahwa salah satu ciri orang yang bertaqwa adalah mendirikan Sholat.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a katanya: Beliau mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: Apa pendapat kamu sekiranya terdapat sebatang sungai di hadapan pintu rumah salah seorang dari kamu dan dia mandi di dalamnya setiap hari sebanyak lima kali. Apakah masih lagi terdapat kotoran pada badannya? Para Sahabat menjawab: Sudah pastinya tidak terdapat sedikit pun kotoran pada badannya. Lalu baginda bersabda: Begitulah perumpamaannya dengan sembahyang lima waktu. Allah menghapuskan segala kesalahan mereka (Bukhori / Muslim)

Sholat Berjama’ah

Nabi Muhammad SAW menganjurkan untuk melaksanakan Sholat Fardlu Lima Waktu secara berjama’ah.

Diriwayatkan daripada Ibnu Umar r.a katanya: Sesungguhnya Rasulullah s.a.w bersabda: Sholat berjemaah itu lebih baik dari mendirikan sholat secara bersendirian sebanyak dua puluh tujuh derajat ganjaran (Bukhori /Muslim/Tirmizi)

Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Sesungguhnya Rasulullah s.a.w bersabda: Sholat berjemaah itu lebih baik dari mendirikan sholat secara bersendirian sebanyak dua puluh lima kali ganda (Bukhori /Muslim/Tirmizi)

Sholat Berjama’ah di Masjid

Rasululloh SAW memerintahkan untuk kaum laki-laki melaksanakan Sholat Lima Waktu berjama’ah di Masjid.

Dalam suatu riwayat, pada suatu hari ada seorang Buta datang kepada Rasululloh SAW meminta keringanan untuk tidak melakukan Sholat Lima Waktu di Masjid karena orang buta tersebut tidak ada memiliki penunjuk jalan atau pemandu lagi, maka Rasululloh SAW mengijinkannya, tetapi setelah orang buta tersebut pergi beberapa langkah, Rasul Muhammad SAW memanggil orang buta tersebut dan bertanya : “Apakah engkau mendengar suara Adzan ketika engkau berada di rumahmu?”, orang buta tersebut menjawab : ” Mendengar Ya Rasululloh”, maka Rasululloh SAW bersabda : “maka wajib atas kamu datang ke Masjid” (Bukhori / Muslim)

Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Daripada Nabi s.a.w bersabda: Sesiapa yang pergi ke masjid pada waktu pagi atau pada waktu petang Allah akan menyediakan untuknya satu tempat tinggal di Syurga. (Bukhori / Muslim/Tirmizi)

Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Bahwa Rasulullah s.a.w pernah bersabda: Seandainya manusia mengetahui kelebihan yang terdapat di dalam azan dan saf pertama, kemudian mereka tidak mendapatkannya kecuali dengan cara mengundi di antara mereka, sudah tentu mereka mau mengundi. Seandainya mereka mengetahui kelebihan takbir yaitu menyegerakan sholat, sudah pasti mereka akan berlumba-lumba mendapatkannya dan seandainya mereka mengetahui kelebihan yang terdapat di dalam sholat Isyak dan sholat Subuh, sudah tentu mereka akan mendatanginya meskipun secara merangkak (Bukhori / Muslim/Tirmizi)

Begitu pentingnya Sholat berjama’ah di Masjid, sampai Rasululloh SAW pernah menyuruh para sahabat untuk membawa kayu bakar dan membakar rumah orang yang tidak pernah datang Sholat ke Masjid.

Hasil dari Penelitian juga menyatakan bahwa Ion-ion dalam tubuh kita akan saling dinetralkan ketika bahu dan kaki kita bersentuhan dengan jemaah lainnya pada saat kita melaksanakan Sholat berjamaah, sehingga tubuh kita akan merasa lebih segar kembali jika kita sering melakukan Sholat berjama’ah dengan Benar.

Adab-Adab Sholat Berjama’ah

Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Nabi s.a.w telah bersabda: Seandainya kamu mengetahui atau mereka mengetahui kelebihan yang terdapat di dalam saf yang pertama, niscaya kamu atau mereka akan mengadakan undian (Bukhori / Muslim)

Maka jikalau iqomat sudah dikumandangkan, penuhilah Shaft pertama terlebih dahulu. Kemudian Sholatlah dengan Khusyuk dan jangan terburu-buru. Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Aku mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: Apabila Sholat telah dimulai, maka janganlah kamu mendatanginya dengan tergesa-gesa, tetapi hendaklah kamu mendatanginya dalam keadaan tenang. Sholatlah sekadar yang kamu sempat dan sempurnakanlah rakaat sholat yang belum ditunaikan. (Bukhori / Muslim)

Kita sering mendengar setiap akan melakukan Sholat Berjama’ah Imam selalu berkata ” Lurus dan Rapatkan Shaft ”

Tapi terkadang itu hanyalah perkataan yang jarang dihiraukan oleh makmum dan bahkan oleh Imam itu sendiri.

Diriwayatkan daripada Nu’man bin Basyir r.a katanya: Aku mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: Kamu ingin meluruskan saf-safmu atau Allah akan menggantikan wajahmu. (Bukhori / Muslim)

Hadis Abu Hurairah r.a: Rasulullah s.a.w bersabda: Rapikanlah saf waktu sholat karena merapikan saf itu sebahagian dari kebaikan sholat. (Bukhori / Muslim)

Diriwayatkan daripada Anas bin Malik r.a katanya: Rasulullah s.a.w pernah bersabda: Luruskanlah (dan rapatkan) saf-saf kamu karena sesungguhnya meluruskan (merapatkan) saf itu sebahagian dari kesempurnaan sholat. (Bukhori / Muslim)

Dalam suatu Riwayat, Sayyidina Umar Ibnu Khotob R.A. pada saat beliau menjadi Khalifah, ketika beliau mengimami Sholat berjama’ah, beliau meluruskan Shaft Makmumnya dengan Pedang, begitulah pentingnya Shaft yang rapid an lurus.

Demikian sedikit uraian di Bulan yang Suci dan penuh berkah ini, semoga kita selalu menjadikan Masjid sebagai pusat kegiatan dan Ilmu, Islam akan bersatu jika semua kegiatan Ibadah dan agama kita kembalikan ke Masjid, ada pernyataan seorang pemimpin Yahudi yang menyatakan bahwa “mereka sangat ketakutan dan gentar terhadap Islam jika mereka sudah melihat / mendengar jama’ah umat Islam melaksanakan Sholat Subuh berjama’ah di Masjid menyamai Sholat Jum’at.

***

Iklan