Joki Dalam Sholat Berjamaah


Apabila seseorang yang telah selesai melakukan sholat berjamaah mendapati saudara muslim lainnya terlambat untuk sholat berjamaah boleh menjadi makmum kembali agar saudara muslim tersebut mendapatkan kebaikan sholat berjamaah dan hukumnya sebagai sedekah karena:

Dari Ibnu Umar, ia berkata bahwa Rasulullah saw telah bersabda, “Kebaikan salat berjamaah melebihi salat sendirian sebanyak 27 derajat.” (Bukhari dan Muslim)

dan firman Allah swt

“Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu), lalu kamu hendak mendirikan sholat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (salat) besertamu….” (An-Nisa : 102)

Adalah memberi sedekah kepada orang yang tidak dapat pahala sholat berjamaah lalu tidak ada orang lain yang seperti dia maka bagi orang yang sudah mengikuti sholat berjamaah yang on time boleh memberikan sedekah menjadi makmumnya.

Dalil haditsnya sebagai berikut:

Ada riwayat lain dari Imam Ahmad, yang riwayat ini masyhur di kalangan pengikutnya, pada intinya lmam Ahmad dan pengikut-pengikutnya daripada ahli tafsir membawakan hadits yang diriwayatkan oleh lmam Tirmidzi, lmam Ahmad sendiri dan lain-lainnya dari kalangan shahabat Abu Sa’id al-Khudri:

“Ada seorang lelaki masuk masjid dan Rasulullah sallallaahu’alaihi wa sallam sudah selesai berjamaah shalat. Di sekitar Rasul waktu itu masih ada beberapa shahabat. Maka, Rasulullah sallallaahu’alaihi wa sallam melihat lelaki itu akan melakukan shalat sendiri. Kemudian Rasulullah sallallaahu’alaihi wa sallam bersabda, adakah seseorang yang bisa bersedekah kepadanya ?”. Kemudian ada seorang laki-laki berdiri, lantas shalat bersamanya. Maka (seseorang itupun) shalat bersamanya” (HR Imam Ahmad dan Imam Tirmidzi)

Dalam satu riwayat yang lain yang dibawakan oleh lmam Abu Bakar al-Baihaqi dalam kitab Sunan al-Kubra menjelaskan, bahwa laki-laki yang bersedekah dimaksud adalah shahabat Abu Bakar. Tetapi, riwayat ini dhaif sanadnya. Adapun yang shahih adalah riwayat yang tidak menyebutkan nama laki-laki dimaksud.

Sebagaimana penjelasan dari Syaikh Muhammad Nashirudin dalam kajian hadits tentang “Hukum Sholat Jama’ah Kedua” maka didapatkan kesimpulan bahwa:

Yang bersedekah menjadi makmum sedangkan yang disedekahi menjadi Imamnya karena yang bersedekah sudah mengikuti sholat berjamaah pertama.

***