Tokoh Besar Muncul dari Anak Hiperaktif


Nurul Ulfah – detikHealth

Dublin, Perilaku hiperaktif atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) sering dikaitkan dengan kenakalan. Namun di balik penyakit tersebut ada potensi kreatif yang luar biasa. Beberapa tokoh ternama di dunia yang sejak kecilnya punya penyakit itu terbukti menjadiorang sukses saat dewasa.

Penyakit ADHD sering dihubungkan dengan sifat nakal, tidak mau diam, tidak bisa fokus dan lainnya. Menurut para pakar, satu dari 11 anak-anak berisiko menderita ADHD.

Namun Prof Michael Fitzgerald dari Trinity College, Dublin percaya bahwa seorang anak yang memiliki penyakit ADHD, suatu hari bisa menjadi orang sukses jika diarahkan dengan baik.

Seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (5/2/2010), beberapa tokoh besar dunia yang sewaktu kecilnya memiliki penyakit ADHD seperti Lord Byron, Sir Walter Raleigh dan Kurt Cobain terbukti menjadi orang yang kreatif.

Lord Byron adalah seorang penyair Inggris yang juga berperan dalam kemerdekaan Yunani. Pada tahun 1823, ia mengumpulkan tentara untuk membantu bangsa Yunani merebut kemerdekaan dari Turki Utsmani. Ketika kembali pada tahun 1892, ia menerbitkan syair Childe Harold yang melukiskan petualangannya.

Sementara itu Sir Walter Raleigh adalah seorang penulis, penyair, dan penjelajah berkebangsaan Inggris. Ia berperan merintis jalan bagi kolonisasi Britania Raya di Amerika Utara pada akhir abad ke-16. Dan Kurt Donald Cobain adalah seorang penyanyi, penulis lagu dan gitaris dalam band grunge dari Seattle, Nirvana.

Penyakit ADHD yang mereka derita sejak kecil ternyata menyumbangkan kreativitas yang besar, terutama dalam meningkatkan kemampuan otak kanannya saat beranjak dewasa. Prof Fitzgerald rencananya akan membahas hubungan antara ADHD dan kreativitas dalam Royal College of Psychiatrists’ Faculty of Academic Psychiatry at Keele University.

ADHD adalah penyakit kelainan otak dimana otak tidak dapat memproduksi bahan kimia tertentu yang berfungsi untuk mengorganisasikan pikiran-pikirannya. Tanpa adanya bahan kimia tersebut maka proses pengorganisasian di otak tidak berjalan sebagaimana mestinya. Dan inilah yang membuat gejala ADHD pada anak-anak.

Gejala ADHD umumnya yaitu sulit menerima sebuah perintah, sulit memusatkan perhatian terhadap suatu bentuk pekerjaan di rumah atau di sekolah, mudah kehilangan barang yang dimilikinya, terlihat mengucilkan diri seakan sulit untuk bersosialisasi, pelupa, sering resah atau gelisah, suka berlarian atau memanjat secara tidak terduga, menjawab pertanyaan tanpa dipikir terlebih dahulu atau ceplas-ceplos, tidak dapat duduk dengan diam, terlalu banyak bicara dan lainnya.

(fah/ir)

Iklan