Anugerah Terindah


Jika kita bertanya kepada Siti Masyithoh, “Anugerah terindah apa yang pernah kau miliki?”. Maka Siti Masyithoh pasti akan menjawab “Sisir! Karena dengan sisir lah aku bisa membela ketauhidanku terhadap Fir’aun sehingga Fir’aun menyiapkan sebuah tempat pembakaran unutk merebusku hingga lebur semua tulang-tulangku. Dan semua karena Allah semata”

Jika kita bertanya kepada Bilal bin Rabbah, “Anugerah terindah apa yang pernah kau miliki?”, Maka Bilal pasti akan menjawab “Suara! Karena dengan suaraku ini aku bisa mengumandangkan dan menggemakan adzan keseluruh pelosok negeri mengajak orang-orang untuk sholat. Dan semua karena Allah semata.”

Jika kita bertanya kepada Faris ‘Audah (seorang bocah Palestina) “Anugerah terindah apa yang pernah kau miliki?” Maka dia pasti akan menjawab “Batu! Karena dengan bersenjatakan batu inilah aku berjihad menghadapi yahudi laknatullah hingga akhirnya sebuah peluru menerjang dan menjatuhkan ku. Dan semua karena Allah semata.”

Bagaimana jika pertanyaan itu kemudian ditanyakan kepada kita?

“Anugerah terindah apa yang pernah kumiliki?”

Bisakah kita menjawabnya? Atau kita hanya terdiam dan tersenyum tidak tahu mesti menjawab apa.

Sungguh orang-orang yang telah mendahului kita telah memberikan contoh yang begitu jelas. Semua nikmat dan anugerah yang kita punya akan menjadi “Anugerah Terindah” kita apabila kita menggunakannya di jalan Allah.

Allah memberi kita suara yang indah nan merdu, tapi pernahkah suara kita itu mengumandangkan adzan? atau pernahkan untuk tilawah Al-Qur’an? atau hanya sebuah pekik takbir “Allahu akbar!!” ? atau jangan-jangan suara kita justru menjadi sumber bencana kita? justru menjadi pengantar kita ke neraka? Na’udzubillah min Dzalik.

Allah memberi kita anugerah-anugerah yang berbeda-beda. Lalu ada sebuah pertanyaan : “Apa anugerah terindah yang pernah kumiliki?”

***

Sumber: Email dari Sahabat

Iklan