Larangan Membunuh Kodok dan Memakannya


Oleh : Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat

Dari Abdurrahman bin Utsman (ia berkata), “Sesungguhnya seorang tabib pernah bertanya kepada Nabi SAW tentang kodok yang ia akan jadikan obat ? Maka Nabi SAW telah melarang tabib tersebut membunuh kodok” (HR. Abu Dawud no. 3871, An Nasaa’i 7/210, Hakim 4/411, Baihaqi 9/258, hadits shahih)

Berkata Imam Hakim, “Hadits ini shahih isnadnya”. Dan Imam Dzahabi telah menyetujuinya.

Hadits yang mulia ini merupakan hujjah yang kuat tentang haramnya memakan daging kodok karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang membunuhnya, baik untuk dimakan atau untuk disia – siakan.

Di dalam hadits di atas seorang tabib (dokter) meminta izin kepada Nabi SAW untuk menjadikan kodok sebagai obat. Tentunya yang dimaksud oleh si dokter ialah dengan cara memakannya atau memberi makan kepada pasien yang dia yakini bahwa daging kodok itu sebagai obat.

Fatwa para Imam :

Berkata Abdullah bin Ahmad, “Aku pernah bertanya kepada bapakku (yakni Imam Ahmad bin Hambal) tentang kodok, lalu beliau menjawab, ‘Tidak boleh dimakan dan tidak boleh dibunuh. Karena Nabi SAW telah melarang membunuh kodok berdasarkan hadits Abdurrahman bin Utsman” (Masaa-il Imam Ahmad hal. 271 – 272, ditahqiq oleh Zuhair Syaawisy)

Imam Al Khaththaabiy mengatakan bahwa kodok itu haram dimakan. (‘Aunul Ma’bud Syarah Sunan Abi Dawud juz 10 hal. 252 – 253) Imam Ibnu Hazm di Kitabnya Al Muhalla juz 7 hal. 245, 398 dan 410) menyatakan bahwa kodok itu sama sekali tidak halal dimakan.

***

Disarikan dari Kitab Al Masaa-il jilid 4, Abdul Hakim bin Amir Abdat, Darul Qalam, Pasar Minggu – Jakarta, Cetakan Pertama, 2004 M, hal. 261 – 272

Iklan