Hakim Di Neraka


Oleh : KH Didin Hafidhuddin

Dari Buraidah ra Rasulullah saw bersabda, ”Hakim itu terdiri atas tiga kelompok, dua kelompok berada di neraka dan satu kelompok berada di surga. Kelompok pertama adalah hakim yang mengetahui kebenaran (fakta), kemudian ia menetapkan keputusannya berdasarkan kebenaran tersebut, maka ia akan berada di surga.”

”Kelompok kedua,” lanjut Muhammad dalam hadis riwayat Hakim itu, ”Adalah hakim yang tahu kebenaran (fakta), tetapi ia tidak memutuskan berdasarkan kebenaran itu, maka ia berlaku zalim dalam hukum dan tempatnya adalah di neraka. Ketiga, hakim yang tidak tahu kebenaran (fakta) dan ia menetapkan keputusan kepada manusia berdasarkan kebodohannya, maka tempatnya di neraka.”

Akhir-akhir ini bangsa kita disuguhi berbagai peristiwa menarik, terutama berkaitan dengan masalah penegakan hukum dengan digelarnya pengadilan atas tokoh-tokoh penting negeri ini. Pengadilan itu mendapat sorotan tajam berbagai pihak, baik di dalam maupun luar negeri. Rakyat akan menilai apakah para penegak hukum mampu menegakkan kebenaran ataukah justru sebaliknya, mereka malah mempermainkan hukum untuk menyelamatkan kepentingan elite.

Salah satu komponen strategis yang menentukan tegaknya keadilan hukum adalah hakim. Di tanganyalah segala perkara diputuskan, kebaikan dan kemudaratan ditentukan. Keputusan hakim sangat menentukan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap komitmen penegakan hukum. Apakah hukum mampu bersikap adil terhadap seluruh lapisan masyarakat, baik terhadap elite maupun rakyat jelata, ataukah hukum bersikap pilih kasih di mana si kuat diselamatkan dan si lemah menderita.

Begitu beratnya tugas hakim sampai-sampai mereka diibaratkan memiliki dua kaki, satu menginjak surge dan lainnya menginjak neraka. Kesalahan sedikit saja akan menimbulkan dampak fatal. Karena itu, seorang hakim hendaknya sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan, jangan sampai keputusannya menzalimi orang tidak bersalah. Hati nurani seorang hakim harus terus-menerus dipertajam.

Kita sadar bahwa supremasi hukum merupakan benteng pertahanan terakhir masyarakat. Jika hukum tegak, maka tegaklah masyarakat. Jika hukum rusak, maka akan rusak pula masyarakatnya. Wallahu’alamu bi ash shawab.

***

Sumber: Republika Online

Dalam ajaran Islam dinyatakan bahwa hakim itu, satu kaki berada di surga, satu kaki di neraka. Jika hakim itu adil, yaitu menghukum yang salah, surge imbalannya. Tapi jika hakim itu tidak adil, menghukum orang yang tak bersalah, neraka balasannya.

Tentu bukan cuma hakim saja yang dimaksud. Aparat hukum terkait seperti Polisi dan Jaksa juga bisa masuk neraka jika mereka menzalimi orang, yaitu memenjarakan orang yang tak bersalah atau membebaskan orang yang bersalah.

Iklan