Muflis


water-lilies-2Suatu ketika Rasulullah saw bertanya kepada para sahabat, “Tahukah kalian siapakah muflis itu?”

Para sahabat menjawab, “Yaitu orang-orang yang tidak memiliki satu dinar pun dan tidak pula satu dirham pun alias bangkrut.”

Rasulullah berkata, “Bukan itu yang dimaksud sebagai muflis. Orang muflis adalah orang yang ketika hidup di dunia dia banyak melakukan kebaikan, dia shalat, zakat, dan juga berhaji. Namun pada saat yang sama ia sering berbuat dzalim terhadap orang lain. Sehingga, ketika di akhirat kelak segala amal kebaikannya habis untuk melunasi tuntutan orang-orang yang dianiayanya. Dan ketika tuntutan itu belum selesai, saking banyaknya orang yang didzalimi sedangkan amal kebaikannya telah habis, maka kesalahan-kesalahan orang-orang itu akan ditimpakan kepadanya. Itulah orang muflis yang akhirnya menderita di akhirat karena amalnya ketika di dunia sia-sia belaka.”

Setiap manusia berpotensi untuk melakukan kedzaliman terhadap sesamanya. Dan, apabila ia memegang suatu kekuasaan memimpin maka potensi berbuat dzalim terhadap sesama semakin besar. Dan semakin tinggi wilayah kuasa seseorang maka potensi berbuat dzalim itu pun semakin besar pula.

Kekhawatiran inilah yang ditangkap oleh Khalifah Umar ibn Khattab ketika menerima amanah memimpin kaum Muslimin. Hari-harinya dilalui dengan amat berat karena memikul tanggung jawab atas urusan seluruh umat yang apabila ia lalai maka ia telah berbuat dzalim terhadap seluruh kaum Muslimin.

Rasa khawatir itu pula yang menjadikan air mata Khalifah Umar ibn Abdul Aziz sering tertumpah tatkala diberi amanah memimpin umat. Hari-hari yang dijalani adalah hari-hari yang terasa berat menanggung urusan umat. Mereka adalah termasuk orang-orang yang khawatir terjerumus ke dalam golongan orang-orang muflis yang merugi di akhirat karena berbuat dzalim terhadap sesama.

Lalu bagaimana pemimpin yang ada sekarang? Yang jelas jutaan orang atau lebih orang merasa disakiti. Kelak mereka di akhirat akan seperti orang yang digambarkan oleh Rasulullah yaitu orang yang defisit amal, bangkrut amal kebaikannya. Itulah orang-orang muflis.

Naudzubillahi min dzalik.

***

Hikmah Harian Republika, oleh Diding Suhandy

Iklan