Kisah Pak Tua dan Al Quran


al-quranKisah di bawah ini dikutip dari “Cara Mudah Menghafal Al-Quran”, oleh Ali Saleh Muhammad bin Ali Jaber (Guru Tahfizh al-Quran Masjid Nabawi)

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Antara rumahku dan mimbarku adalah taman (raudhah) dari taman-taman syurga. Dan mimbarku di atas kolam.”  (Shahih Bukhari)

***

Ketika saya mengajar dalam rangka memperbaiki bacaan Al-Quran di sebuah majelis taklim di Madinah, datanglah seorang bapak yang kira-kira berusia 50 tahun, dia adalah orang yang buta huruf dan bertanya kepada saya bagaimana bisa membaca Al Quran. Saya menyarankan agar ia minta tolong kepada orang lain untuk membacakan dan kemudian dengarkanlah karena orang yang membaca Al-Quran dan yang mendengarkan mendapatkan pahala yang sama.

Akhirnya setiap selesai sholat berjamaah di masjid Nabawi orang tua tersebut minta tolong kepada orang yang berada di sebelahnya untuk membacakan Al-Quran. Kebiasaan ini dilakukannya secara terus menerus selama 3 tahun di masjid Nabawi setiap selesai sholat fardhu.

Ketika bulan Ramadhan dia pergi ke roudhah yaitu suatu tempat yang berada di antara makam Rasulullah dan mimbar di mesjid Nabawi Madinah. Seperti biasanya setelah berbuka puasa dan sholat magrib di tempat tersebut dia minta tolong kepada seorang pemuda untuk membacakan Al-Quran dan dia mendengarkannya. Ketika bacaan pemuda itu sampai pada ayat sajadah keduanya melakukan sujud tilawah. Lalu terjadilah kejadian yang sangat mengharukan, yaitu pada saat pemuda tadi bangun dari sujudnya dia melihat orang tua tadi meninggal dalam keadaan sujud.

***

Tidakkah kita iri akan suatu kematian, di bulan Ramadhan? Di sebidang taman surga? Dalam keadaan menghamba?

Jika seorang buta huruf Al-Quran mendapat begitu tinggi kemuliaan, maka bagaimanakah dengan kita yang dapat membacanya? Sungguh, bukan kemuliaan yang enggan hinggap di jiwa, tapi jiwalah yang enggan menggapainya. Cukuplah kata, tinggallah air mata.

***

Daarut Tauhid