Radikal Bebas, Tak Selamanya Jadi Musuh


radikal-bebas

Radikal Bebas

Antioksidan dan Peranannya

Antioksidan adalah zat yang anti terhadap oksidan. Oksidan yang lebih dikenal dengan radikal bebas adalah molekul oksigen yang memiliki atom dengan jumlah elektron yang tidak berpasangan. Molekul yang tak berpasangan tersebut kemudian selalu berusaha mencari pasangan elektron dengan cara yang radikal, yakni merebut elektron dari molekul lain. Tak heran bila ia disebut sebagai radikal bebas.

Radikal bebas merebut elektron dari molekul lain. Molekul yang elektronnya direbut, kehilangan elektron dan menghasilkan radikla bebas yang baru. Radikal bebas yang baru tersebut merebut elektron dari molekul lain, demikian seterusnya. Peristiwa yang sama akan terjadi lagi, menghasilkan hal yang sama lagi. Artinya, jumlah radikal bebas dalam tubuh menjadi bertambah. Molekul-molekul dalam tubuh akan saling berebut elektron dan menghasilkan semakin banyak radikal bebas.

Radikal bebas dapat membahayakan karena radikal bebas dapat merusak protein, karbohidrat, senyawa lemak, membran sel dan DNA tubuh, Selain itu, peristiwa perebutan elektron antar molekul dapat menyebabkan kerusakan atau kematian sel. Bahkan, mengakibatkan sel bermutasi serta menimbulkan sel kanker.

Beberapa waktu terakhir, radikal bebas sering disebut sebagai musuh yang harus diperangi. Muncullah berbagai suplemen antioksidan. Namun, saat radikal bebas dinyatakan sebagai sesuatu yang sangat merusak tubuh, para peneliti justru menemukan bahwa dalam kadar tertentu, radikal bebas justru diperlukan untuk pertahanan tubuh. Sel darah putih (lekosit) membutuhkan bantuan radikal bebas untuk menghancurkan kuman yang masuk ke dalam tubuh. Hanya saja, radikal bebas yang dibutuhkan hanya dalam jumlah tertentu sehingga perlu dijaga komposisi yang seimbang antara radikal bebas dan antioksidan dalam tubuh. Radikal bebas juga dibutuhkan untuk membunuh mikroorganisme penyebab infeksi dalam tubuh. Sayangnya, radikal bebas bersifat reaktif sehingga dapat menyebabkan kerusakan sel dan mengurangi kemampuan adaptasi sel dan juga kematian sel yang menyebabkan beragam penyakit.

Selama manusia hidup, radikal bebas akan senantiasa ada dalam tubuh. Secara tidak sengaja, radikal bebas diproduksi dalam tubuh pada saat pembentukan energi. Dalam proses metabolisme, radikal bebas dihasilkan sebagai produk sampingan. Selain itu, dari luar tubuh, radikal bebas dihasilkan dalam setiap proses pembakaran seperti merokok, memasak dan juga pembakaran BBM pada mesin kendaraan bermotor. Kenyataan ini menunjukkan bahwa keberadaan radikal bebas dalam tubuh sangatlah tidak mungkin dihindari. Akibatnya, dibutuhkan antioksidan agar radikal bebas tidak merusak sel-sel tubuh.

Perlunya antioksidan

Apa jadinya bila dalam tubuh tidak ada antioksidan sementara setiap proses metabolisme pembentukan energi dihasilkan juga radikal bebas? Belum lagi dengan radikal bebas yang berasal dari eksternal. Jumlah radikal bebas akan terus meningkat dalam tubuh, berbagai macam penyakit pun kemudian muncul.

Zat antioksidan merupakan substansi yang dapat menetralisir maupun menghancurkan radikal bebas. Jika dibiarkan, radikal bebas akan menimbulkan dampak-dampak yang buruk bagi kesehatan. Radikal bebas dapat mempercepat proses penuaan akibat rusaknya sel. Yang lebih berhaya lagi, bila radikal bebas bereaksi dengan low density lipolprotein (LDL)-cholesterol menghasilkan bentuk reaktif, risiko penyakit jantung pun meningkat.

Sumber antioksidan

makanan-sehatSebenarnya, secara alami tubuh memproduksi antioksidan. Untuk menetralkan radikal bebas, antioksidan yang dihasilkan tubuh dibantudengan antioksidan yang berasal dari luar tubuh. Antioksidan yang berasal dari luar tubuh pada umumnya bersumber dari makanan, terutama sayuran dan buah-buahan.

Vitamin E, vitamin C, betakaroten, dan senyawa flavanoid yang diperoleh dari tumbuhan dinyatakan sebagai antioksidan terbaik. Namun, tidak semua manusia mengonsumsi sayuran dan buah sejumlah yang dibutuhkan tubuh. Sebab itu, asupan antioksidan menjadi tidak mencukupi. Di samping kebutuhan antioksidan yang tidak mencukupi, tingkat polusi udara yang

merupakan sumber radikal bebas meningkat terus menerus. Hingga, komposisi radikal bebas dengan antioksidan menjadi sulit untuk dikontrol.

HD Bee Propolis sebagai antioksidan

Setiap orang harus mampu mengetahui kondisi fisik dan mengukur kadar antioksidan yang dibutuhkannya. Tidak semua orang membutuhkan suplemen antioksidan. Suplemen antioksidan sangat dianjurkan bagi mereka yang konsumsi gizinya tidak mencukupi dan yang tingkat polusinya tinggi. Khususnya bagi perokok. Satu batang rokok saja menghasilkan radikal bebas dalam jumlah yang sangat besar.

Dengan kandungan flavanoid yang tinggi, HD Bee Propolis berperan dalam meningkatkan antioksidan yang sekaligus menjadi sistem pertahanan tubuh terhadap radikal bebas. Sebagai antioksidan, HD Propolis juga dapat membantu menghambat peroksidasi lemak pada otak dan hati.

Sempurnakan gaya hidup sehat Anda dengan mengonsumsi HD Propolis sesuai dengan dosis yang tepat untuk kondisi tubuh Anda! [HD]

Iklan