Tagged: puasa bulan ramadhan Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • erva kurniawan 8:59 am on 8 August 2010 Permalink | Balas
    Tags: , puasa bulan ramadhan,   

    Risalah Ringkas Ramadhan Mubarak 

    Oleh : Abu Tauam Al Khalafy

    “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil. Karena itu, barangsiapa diantara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu supaya kamu bersyukur” (Al Qur’an Surat Al Baqarah 185)

    Keutamaan Bulan Ramadhan

    Bulan diwajibkannya umat Islam berpuasa yang mana nantinya dengan Puasa Ramadhan itu mereka akan mendapatkan gelar ketakwaan dari Allah SWT sebagaimana firman-Nya, “Hai orang-orang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS Al Baqarah 183)

    Bulan dimana dibukanya pintu-pintu surga, ditutupnya pintu-pintu neraka dan dibelenggunya setan-setan. Rasulullah SAW bersabda, “Jika bulan Ramadhan tiba maka pintu-pintu surga dibuka, sedangkan pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan pun dibelenggu” (HR. Bukhari IV/97 dan Muslim no. 1079)

    Pada bulan ini ada satu malam yang setara dengan 1000 bulan, yaitu malam lailatul qadar. Berkenaan dengan malam lailatul qadar ini Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa mendirikan ibadah pada malam lailatul qadar dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala maka akan diberikan ampunan kepadanya atas dosa-dosa yang telah berlalu” (HR. Bukhari IV/217 dan Muslim no. 759)

    Dan disunnahkan membaca doa ini di malam-malam yang diyakini sebagai malam lailatu qadar yaitu diantara 10 malam terakhir di Bulan Ramadhan, “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni” yang artinya “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, karena itu berilah maaf kepadaku” (HR. Tirmidzi no. 3760 dan Ibnu Majah no. 3850, hadits ini shahih)

    Keutamaan Puasa Ramadhan

    1. Puasa Ramadhan adalah sebagai puasa untuk mengampuni dosa-dosa yang telah lalu. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, niscaya akan diberikan ampunan kepadanya atas dosa-dosanya yang telah berlalu” (HR. Bukhari IV/99 dan Muslim no. 759)
    2. Dikabulkannya doa dan pembebasan dari api neraka sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Sesungguhnya setiap hari, Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka yaitu pada Bulan Ramadhan. Dan sesungguhnya setiap orang muslim memiliki doa yang dipanjatkan, lalu dikabulkan untuknya” (HR. Al Bazzar no. 3142, Ahmad II/254 dan Ibnu Majah no. 1643, hadits ini shahih)

    Rukun-rukun Puasa

    1. Niat, yaitu niat berpuasa pada Bulan Ramadhan harus ada pada malam sebelum puasa karena niat ini wajib ditetapkan pada setiap ibadah dan amalan. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung kepada niatnya. Dan sesungguhnya (balasan) bagi setiap urusan (sesuai dengan) apa yang ia niatkan” (HR. Bukhari I/22 dan Muslim VI/48)
    2. Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, berhubungan badan, haid dan nifas bagi wanita dan hal-hal yang lain yang membatalkan puasa seperti muntah dengan sengaja sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Barangsiapa muntah (tanpa) sengaja, maka tidak ada kewajiban baginya untuk menqadha’nya. Tetapi barangsiapa sengaja muntah, maka wajib baginya menqadha’” (HR. Abu Dawud II/310, At Tirmidzi III/79, Ibnu Majah I/536 dan Ahmad II/498, hadits ini sanadnya shahih sebagaimana yang disampaikan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam kitabnya Haqiiqatush Shiyam hal. 14)
    3. Waktu berpuasa. Orang yang berpuasa harus menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa dari sejak terbit fajar (shadiq) sampai matahari tenggelam. Yang demikian itu didasarkan pada firman Allah SWT, “Makan dan minumlah hingga terang bagi kalian benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam” (QS Al Baqarah 187)

    Sifat orang yang berpuasa yaitu Muslim yang sudah baligh, berakal mampu untuk mengerjakan puasa (orang yang sudah tua renta serta wanita hamil dan menyusui terlepas dari kewajiban berpuasa namun mereka harus membayar fidyah) dan terlepas dari halangan puasa seperti sakit atau berpergian yang mana puasanya harus diganti pada hari yang lain.

    Sahabat Abdullah bin Abbas ra. mengatakan, “Dan sebagai bentuk keringanan oleh Allah SWT kepada orang laki-laki dan wanita yang sudah tua sedang keduanya tidak mampu menjalankan puasa, maka keduanya boleh untuk tidak berpuasa tetapi harus mengganti hal itu dengan memberi makan kepada satu orang miskin setiap harinya. Sedangkan wanita yang hamil dan menyusui, jika keduanya khawatir terhadap anak dan dirinya, maka mereka boleh untuk tidak berpuasa tetapi harus memberi makan seorang miskin setiap hari” (Kitab Al Jaami’ li Ahkaamil Qur’an karya Al Qurthubi II/288)

    Sahabat Abdullah bin Umar ra. pernah ditanyakan tentang seorang wanita hamil dan ia khawatir terhadap kandungannya maka ia menjawab, “Dia boleh tidak berpuasa, tetapi harus memberi makan 1 mud gandum setiap hari kepada satu orang miskin” (HR. Baihaqi IV/230, hadits ini shahih)

    Satu mud itu setara dengan 562,5 gram. Jadi orang-orang yang tidak berpuasa karena tidak mampu atau karena khawatir keselamatan jiwanya atau anak yang dikandung atau yang disusuinya maka harus memberikan makanan seberat 562,5 gram kepada seorang fakir miskin selama Bulan Ramadhan setiap harinya.

    Sunnah-sunnah Puasa Ramadhan

    1. Makan sahur dan mengakhirkan makan sahur. Rasulullah SAW bersabda, “Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat berkah” (HR. Bukhari IV/120 dan Muslim no. 1095). Dari Zaid bin Tsabit ra., bahwa dia pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, “Berapa lama jarak antara adzan dan sahur ?” Lalu Rasulullah SAW menjawab, “Kira-kira sama seperti bacaan 50 ayat” (HR. IV/118 dan Muslim no. 1097)-hadits ini bukan menjelaskan tentang akhir sahur tetapi awal sahur. Namun juga tidak masalah bagi kaum muslimin yang ingin lebih menyegerakan sahurnya di awal waktu.
    2. Meninggalkan perkataan dusta. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan kata-kata palsu dan mengamalkanya maka Allah tidak memerlukan orang itu untuk meninggalkan makanan dan minumannya (puasanya)” (HR. Bukhari IV/99)
    3. Meninggalkan kata-kata yang tidak bermanfaat dan kata-kata kotor (Ar Rafats). Rasulullah SAW bersabda, “Puasa itu bukan (hanya) dari makan dan minum, tetapi puasa itu dari kata-kata (yang) tidak bermanfaat dan kata-kata kotor” (HR. Ibnu Khuzaimah no. 1996 dan Al Hakim I/430-431, hadits ini shahih)
    4. Menyegerakan berbuka karena menyegerakan berbuka akan mendatangkan kebaikan dan merupakan sunnah. Rasulullah SAW bersabda, “Umat manusia ini akan tetap baik selama mereka menyegerakan berbuka puasa” (HR. Bukhari IV/173 dan Muslim no. 1093)
    5. Berdoa ketika berbuka dengan doa yang diajarkan Rasulullah SAW, “DzaHabazh zhamaa-u wabtallatil ‘uruuqu watsabatal ajru insyaa Allah” yang artinya “ Telah hilang rasa haus dan basah pula urat-urat serta telah ditetapkan pahala, insya Allah” (HR. Abu Dawud II/306, Baihaqi IV/239, Al Hakim I/422, Ibnu Sunni no. 128 dan Ad Daraquthni II/185, hadits ini hasan)

    Ibadah-ibadah pada Bulan Ramadhan

    1. Shalat Tarawih. Sahabat Jabir bin Abdullah ra. berkata, “Bahwa Nabi SAW pada saat menghidupkan malam dengan orang-orang pada Bulan Ramadhan, beliau SAW mengerjakan shalat delapan rakaat dan mengerjakan shalat witir” (HR. Ibnu Hibban no. 920 dan Ath Thabrani, hadits ini hasan)
    2. I’tikaf di Mesjid. I’tikaf berarti tekun dalam melakukan sesuatu. Sahabat Abu Hurairah ra., berkata, “Rasulullah SAW biasa beri’tikaf selama bulan Ramadhan selama sepuluh hari. Dan pada tahun dimana beliau wafat, beliau beri’tikaf selama dua puluh hari” (HR. Bukhari IV/245)
    3. Zakat Fitrah. Mengeluarkan zakat ini merupakan kewajiban bagi kaum muslimin pada Bulan Ramadhan. Hal tersebut berdasarkan hadits Abdullah bin Umar ra., “Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah (kepada kaum muslimin pada Bulan Ramadhan)” (HR. Bukhari III/291 dan Muslim no. 984, perkataan yang di dalam kurung adalah perkataan Abdullah bin Umar ra.)

    Adapun besarnya zakat fitrah adalah 1 sha’ makanan (setara dengan 2,25 kg) sebagaimana hadits Abu Sa’id Al Khudri ra., “Kami biasa mengeluarkan zakat fitrah berupa 1 sha’ makanan atau 1 sha’ gandum atau 1 sha’ tamr atau 1 sha’ keju atau 1 sha’ anggur kering (kismis)” (HR. Bukhari III/294 dan Muslim no. 985)

    Demikianlah risalah ringkas tentang ibadah dan keutamaan di Bulan Ramadhan, dan semoga apa yang kami tulis ini dapat diambil manfaatnya bagi pembaca untuk dapat mencapai ketakwaan kepada Allah SWT. Akhirnya kami ucapkan Selamat Berpuasa dan Semoga Allah SWT memberikan balasan berlipat ganda bagi kita semua. Amin.

    ***

    Sumber Rujukan :

    1. Meneladani Shaum Rasulullah SAW, Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilali dan Syaikh ‘Ali Hasan ‘Ali Abdul Hamid, Pustaka Imam Syafi’i, Bogor, Cetakan Kedua Agustus 2005 M
    2. Meraih Puasa Sempurna, Syaikh Abdullah bin Muhammad bin Ahmad Ath Thayyar, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, September 2004.
     
  • erva kurniawan 9:30 pm on 23 August 2009 Permalink | Balas
    Tags: , puasa bulan ramadhan, ,   

    Bocah Misterius 

    bocah-misteriusBocah itu menjadi pembicaraan dikampung Ketapang. Sudah tiga hari ini ia mondar-mandir keliling kampung.

    Ia menggoda anak-anak sebayanya, menggoda anak-anak remaja diatasnya, dan bahkan orang-orang tua. Hal ini bagi orang kampung sungguh menyebalkan.

    Yah, bagaimana tidak menyebalkan, anak itu menggoda dengan berjalan kesana kemari sambil tangan kanannya memegang roti isi daging yang tampak coklat menyala. Sementara tangan kirinya memegang es kelapa, lengkap dengan tetesan air dan butiran-butiran es yang melekat diplastik es tersebut.

    Pemandangan tersebut menjadi hal biasa bila orang-orang kampung melihatnya bukan pada bulan puasa! Tapi ini justru terjadi ditengah hari pada bulan puasa Bulan ketika banyak orang sedang menahan lapar dan haus. Es kelapa dan roti isi daging tentu saja menggoda orang yang melihatnya.

    Pemandangan itu semakin bertambah tidak biasa, karena kebetulan selama tiga hari semenjak bocah itu ada, matahari dikampung itu lebih terik dari biasanya. Luqman mendapat laporan dari orang-orang kampong mengenai bocah itu. Mereka tidak berani melarang bocah kecil itu menyodor-nyodorkan dan memperagakan bagaimana dengan nikmatnya ia mencicipi es kelapa dan roti isi daging tersebut.

    Pernah ada yang melarangnya, tapi orang itu kemudian dibuat mundur ketakutan sekaligus keheranan.

    Setiap dilarang, bocah itu akan mendengus dan matanya akan memberikan kilatan yang menyeramkan. Membuat mundur semua orang yang akan melarangnya.

    Luqman memutuskan akan menunggu kehadiran bocah itu. Kata orang kampung, belakangan ini, setiap bakda zuhur, anak itu akan muncul secara misterius. Bocah itu akan muncul dengan pakaian lusuh yang sama dengan hari-hari kemarin dan akan muncul pula dengan es kelapa dan roti isi daging yang sama juga!

    Tidak lama Luqman menunggu, bocah itu datang lagi. Benar, ia menari-nari dengan menyeruput es kelapa itu. Tingkah bocah itu jelas membuat orang lain menelan ludah, tanda ingin meminum es itu juga.

    Luqman pun lalu menegurnya.. Cuma,ya itu tadi,bukannya takut, bocah itu malah mendelik hebat dan melotot, seakan-akan matanya akan keluar.

    “Bismillah.. .” ucap Luqman dengan kembali mencengkeram lengan bocah itu. Ia kuatkan mentalnya. Ia berpikir,kalau memang bocah itu bocah jadi-jadian, ia akan korek keterangan apa maksud semua ini. Kalau memang bocah itu “bocah beneran” pun, ia juga akan cari keterangan, siapa dan dari mana sesungguhnya bocah itu.

    Mendengar ucapan bismillah itu, bocah tadi mendadak menuruti tarikan tangan Luqman. Luqman pun menyentak tanggannya, menyeret dengan halus bocah itu, dan membawanya ke rumah. Gerakan Luqman diikuti dengan tatapan penuh tanda tanya dari orang-orang yang melihatnya.

    “Ada apa Tuan melarang saya meminum es kelapa dan menyantap roti isi daging ini? Bukankah ini kepunyaan saya?” tanya bocah itu sesampainya di rumah Luqman, seakan-akan tahu bahwa Luqman akan bertanya tentang kelakuannya.

    Matanya masih lekat menatap tajam pada Luqman.

    “Maaf ya, itu karena kamu melakukannya dibulan puasa,” jawab Luqman dengan halus,”apalagi kamu tahu, bukankah seharusnya kamu juga berpuasa? Kamu bukannya ikut menahan lapar dan haus, tapi malah menggoda orang dengan tingkahmu itu..”

    Sebenarnya Luqman masih akan mengeluarkan uneg-unegnya, mengomeli anak itu. Tapi mendadak bocah itu berdiri sebelum Luqman selesai.

    Ia menatap Luqman lebih tajam lagi. “Itu kan yang kalian lakukan juga kepada kami semua! Bukankah kalian yang lebih sering melakukan hal ini ketimbang saya..?!

    Kalian selalu mempertontonkan kemewahan ketika kami hidup dibawah garis kemiskinan pada sebelas bulan diluar bulan puasa?

    Bukankah kalian yang lebih sering melupakan kami yang kelaparan, dengan menimbun harta sebanyak-banyaknya dan melupakan kami?

    Bukankah kalian juga yang selalu tertawa dan melupakan kami yang sedang menangis?

    Bukankah kalian yang selalu berobat mahal bila sedikit saja sakit menyerang, sementara kalian mendiamkan kami yang mengeluh kesakitan hingga kematian menjemput ajal..?!

    Bukankah juga di bulan puasa ini hanya pergeseran waktu saja bagi kalian untuk menahan lapar dan haus?

    Ketika bedug maghrib bertalu, ketika azan maghrib terdengar, kalian kembali pada kerakusan kalian…!?”

    Bocah itu terus saja berbicara tanpa memberi kesempatan pada Luqman untuk menyela. Tiba-tiba suara bocah itu berubah.

    Kalau tadinya ia berkata begitu tegas dan terdengar “sangat” menusuk, kini ia bersuara lirih, mengiba.

    “Ketahuilah Tuan.., kami ini berpuasa tanpa ujung, kami senantiasa berpuasa meski bukan waktunya bulan puasa, lantaran memang tak ada makanan yang bisa kami makan. Sementara Tuan hanya berpuasa sepanjang siang saja.

    Dan ketahuilah juga, justru Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan lah yang menyakiti perasaan kami dengan berpakaian yang luar biasa mewahnya, lalu kalian sebut itu menyambut Ramadhan dan ‘Idul Fithri?

    Bukankah kalian juga yang selalu berlebihan dalam mempersiapkan makanan yang luar biasa bervariasi banyaknya, segala rupa ada, lantas kalian menyebutnya dengan istilah menyambut Ramadhan dan ‘Idul Fithri?

    Tuan.., sebelas bulan kalian semua tertawa di saat kami menangis, bahkan pada bulan Ramadhan pun hanya ada kepedulian yang seadanya pula.

    Tuan.., kalianlah yang melupakan kami, kalianlah yang menggoda kami, dua belas bulan tanpa terkecuali termasuk di bulan ramadhan ini.

    Apa yang telah saya lakukan adalah yang kalian lakukan juga terhadap orang-orang kecil seperti kami…!

    Tuan.., sadarkah Tuan akan ketidak abadian harta? Lalu kenapakah kalian masih saja mendekap harta secara berlebih?

    Tuan.., sadarkah apa yang terjadi bila Tuan dan orang-orang sekeliling Tuan tertawa sepanjang masa dan melupakan kami yang semestinya diingat?

    Bahkan, berlebihannya Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan bukan hanya pada penggunaan harta, tapi juga pada dosa dan maksiat.. Tahukah Tuan akan adanya azab Tuhan yang akan menimpa?

    Tuan.., jangan merasa aman lantaran kaki masih menginjak bumi. Tuan…, jangan merasa perut kan tetap kenyang lantaran masih tersimpan pangan ‘tuk setahun, jangan pernah merasa matahari tidak akan pernah menyatu dengan bumi kelak….”

    Wuahh…, entahlah apa yang ada di kepala dan hati Luqman. Kalimat demi kalimat meluncur deras dari mulut bocah kecil itu tanpa bisa dihentikan.

    Dan hebatnya, semua yang disampaikan bocah tersebut adalah benar adanya!

    Hal ini menambah keyakinan Luqman, bahwa bocah ini bukanlah bocah sembarangan.

    Setelah berkata pedas dan tajam seperti itu, bocah itu pergi begitu saja meninggalkan Luqman yang dibuatnya terbengong-bengong.

    Di kejauhan, Luqman melihat bocah itu menghilang bak ditelan bumi.

    Begitu sadar, Luqman berlari mengejar ke luar rumah hingga ke tepian jalan raya kampung Ketapang. Ia edarkan pandangan ke seluruh sudut yang bisa dilihatnya, tapi ia tidak menemukan bocah itu. Di tengah deru nafasnya yang memburu, ia tanya semua orang di ujung jalan, tapi semuanya menggeleng bingung.

    Bahkan, orang-orang yang menunggu penasaran didepan rumahnya pun mengaku tidak melihat bocah itu keluar dari rumah Luqman!

    Bocah itu benar-benar misterius! Dan sekarang ia malah menghilang!

    Luqman tidak mau main-main. Segera ia putar langkah, balik ke rumah. Ia ambil sajadah, sujud dan bersyukur. Meski peristiwa tadi irrasional, tidak masuk akal, tapi ia mau meyakini bagian yang masuk akal saja. Bahwa memang betul adanya apa yang dikatakan bocah misterius tadi.

    Bocah tadi memberikan pelajaran yang berharga, betapa kita sering melupakan orang yang seharusnya kita ingat.. Yaitu mereka yang tidak berpakaian, mereka yang kelaparan, dan mereka yang tidak memiliki penghidupan yang layak.

    Bocah tadi juga memberikan Luqman pelajaran bahwa seharusnya mereka yang sedang berada diatas, yang sedang mendapatkan karunia Allah, jangan sekali-kali menggoda orang kecil, orang bawah, dengan berjalan membusungkan dada dan mempertontonkan kemewahan yang berlebihan.

    Marilah berpikir tentang dampak sosial yang akan terjadi bila kita terus menjejali tontonan kemewahan, sementara yang melihatnya sedang membungkuk menahan lapar. Luqman berterima kasih kepada Allah yang telah memberikannya hikmah yang luar biasa. Luqman tidak mau menjadi bagian yang Allah sebut mati mata hatinya.

    Sekarang yang ada dipikirannya sekarang , entah mau dipercaya orang atau tidak, ia akan mengabarkan kejadian yang dialaminya bersama bocah itu sekaligus menjelaskan hikmah kehadiran bocah tadi kepada semua orang yang dikenalnya, kepada sebanyak-banyaknya orang.

    Kejadian bersama bocah tadi begitu berharga bagi siapa saja yang menghendaki bercahayanya hati.

    Pertemuan itu menjadi pertemuan yang terakhir. Sejak itu Luqman tidak pernah lagi melihatnya, selama-lamanya. Luqman rindu kalimat-kalimat pedas dan tudingan-tudingan yang memang betul adanya.

    Luqman rindu akan kehadiran anak itu agar ada seseorang yang berani menunjuk hidungnya ketika ia salah.

    Selamat menjalankan ibadah puasa…

    ***

    (Mansur, Yusuf, Bocah misterius : wisata hati / Yusuf Mansur. Bandung: Mizan, 2004)

     
    • Huda 11:47 pm on 24 Agustus 2009 Permalink

      Alhamdulilah mga crtax brmanfbt bg kta smwa :-)

    • ariyulianto 4:24 am on 30 Agustus 2009 Permalink

      cerita ini ada di buku wisata hati dengan judul bocah misterius karangan yusuf mansyur terbitan mizan media utama tahun 2004, mohon sumber cerita dicantumkan agar lebih afdol dan bukan plagiat.

      atau anda yang punya cerita dan yusuf mansyur yang jiplak???

    • doni 5:24 pm on 3 September 2009 Permalink

      hahaha bener, itu.. g ada salahnya mencantumkan sumbernya…. toh kita juga g mbayar kan?!….

    • fahreza 5:18 am on 24 Oktober 2009 Permalink

      bagus!, dengan cerita tadi kita bisa sadar dan peduli kepada orang yang membutuhkan

    • arul 3:23 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      keren nih artikel… ijin copas donk… :D

    • zainudin 4:09 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      wah bru sadar aku ,bahwa banyak sekali orang yang membutuhkan bantuan dan berada di garis kemiskinan , cerita ini sungguh luar biasa sehingga dapat menyadarkan hatiku dan mudah-mudahan dpat menyadarkan hti orang lain ,
      aaaaamin

    • Abonq 4:12 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      hacker yang baik hati.. mengingatkan kita sama rakyat-rakyat lemah.. nice trik hacker!
      Ijijn Copas artikelnya buat baca dirumah nanti.. :D

    • nazach 4:24 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      ya namanya manusia udah takabur lupa akan segalanya,, bahwa dia tercipta dari saripati tanah,, yang sering kita injak..
      inspirasi yang bagus .. subhanallah,,

    • nazach 4:31 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      gan,, http://www.smadav.net bisa kembali diakses kapan ya,, mau unduh yg 8.6 nih,,

    • nadia 4:39 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      subhanallah…izin copas ya :D

    • Leo Adhi 5:06 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      ini yang menghack smadav ya? wah…wah… wah.. terlalu

    • marteen yust 5:16 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      Cerita yg bagus bt refleksi sebelum menjelang bulan ramadhan..

    • Deny 5:17 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      wah hebat sekali, menyadarkan kita bahwa tidakkah kita sadar seseorang yang tidak mampu, tidak berpakaian, dan kelaparan. Semoga cerita ini membawa berkah yang amat sangat mendalam. amin

    • alfren 5:18 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      menarik ceritanya jangan lupa bersyukur atas segala karunia yg di berikan yang di atas dan bagi yang berlebihan jangan menyinggung perasaan yang kekurangan masa hidup beramallah untuk semua manusia dan ciptaanya………………………………………………………….amin

    • Menara Crew 5:18 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      sy mau donwload smadav malah keluar ini bocah.nanti sy pasang ini bocah punya pantat di komputer.skalian pasang kepalanya yg punya blog. anda ingin menyebar pesan kebaikan dengan cara yg salah,……………………….

    • Auliya Apriyola 5:22 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      sunguh kisah yang menabjubkan,,
      serta inspirasi yang luarr biasa,,
      smg kta cmw bsa memetik hikmah dari jalur cerita di atas..
      amin..

    • Kaharudin 5:22 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      Meresap kecup hangat.. sebentuk cinta. T’lah terukir di dalam jiwaku. Seperti tetes embun menyegarkan hari. Terciptakan keajaiban di hati.. Cinta bukan hanya sekedar kata. Cinta tak hanya diam. Aku yang berkelana mengarungi hidup. Mencari untaian arti,makna.. Apakah sesungguhnya balasan dari cinta. Pasti bukan harta dunia semata.. Cinta bukan hanya sekedar kata. Cinta bukan pertautan hati. Cinta bukan hasrat luapan jiwa. Cinta tak hanya diam.. Jika mungkin bumi harus terguncang badai. Tapi cinta takkan mungkin hilang. Cinta bukan hanya sekedar kata. Cinta bukan hanya pertautan hati.Cinta bukan hasrat luapan jiwa. Cinta adalah cinta

    • aries 5:26 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      anda boleh marah tapi jangan menyebut setan sebab setan ada pada mulut dan selalu mengintif dihati setiap insan manusia itulah hikmah cerita sibocah ……………………………..

    • nurhidaya b 5:27 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      sungguh sangat menyentuh hatiku dan menyadarkan aku bahwa harta yg dititipkan ALLAH SWT ada sebahagian hak hamba2 ALLAH yg sangat membutuhkan,,,

    • citra 5:34 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      kcian

    • yadi mulyadi 5:34 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      benar2 menyadarkanku

    • citra 5:35 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      kuq ada d dnia ne kyk qne ea la ne nma nya hdp

    • Hikmat 5:35 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      Luar biasa…. menyentuh hati…. dan sebagai cambukan buat diri…. Teringat 3 hal yang akan selalu mengalir ke alam kubur nanti (mohon di koreksi bila salah) : 1. Ilmu yg bermanfaat, 2. Doa anak yg Shole/Sholehah, 3. Sadakoh jariah.

    • afrodo godeg 5:44 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      Semoga ALLAH memberi hikmah dan kekuatan serta, bisa mengintrofeksi diri kita masing-masing dijaman yang serba matrealistis dan keduniaan semata…….

    • Azis 5:46 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      laris gara2 di tampilin di situs nya smadav nih…
      hehehehe

    • tama 5:48 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      Artikelnya bgus bgt. Tp kurang tepat klo caranya meng-hack situs orang. Kcuali situs yg di hack itu situs porno dsb. Thnks..

    • Man In Black 5:56 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      niche artikel….

      tapi sayang,,,admin website ini,,,masih sombong atas smua ilmu yang dia kuasai,,,,
      gk usah di pamerin,,,,karena di atas langit-masih ada langit….bukan kayak gini caranya tuan…

      setuju dengan komentar
      “Artikelnya bgus bgt. Tp kurang tepat klo caranya meng-hack situs orang. Kcuali situs yg di hack itu situs porno dsb. Thnks..”

    • ABAYAMIN EXIT 6:03 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      seperti dia hanay korban search engine google aja bro gambarnya hanya di gunakan untuk hack smadav dia bukan pelaku hanya korban …

    • arul 11:04 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      selamat mas.. blog anda terkenal.. :)
      aku udah posting di kaskus. juga web smadav yang dihack ada link ke sini.

    • erva kurniawan 8:57 am on 26 Juli 2011 Permalink

      iya terima kasih gan, kebetulan ane kaskuser juga walopun cuma penonton, kemarin sore ane cek statistik blog ane kok banyak banget pengunjungnya, yang biasanya cuma 1.100-1.300 pengunjung, kemarin sampai 3.200, ternyata web smadav di deface dan ada link gambar ke blog ane
      ane sebagai pemilik blog ini mohon maaf kepada semua pengunjung kalau ada yang gak berkenan, di ambil hikmahnya saja, dan ane yakin pelaku deface gak punya maksud jahat sama ane, hanya mungkin mengingatkan sama kita semua sebentar lagi bulan ramadhan untuk lebih mengingat kepada Sang Pencipta…
      Jazakallah khairan katsiro

    • erva kurniawan 8:57 am on 26 Juli 2011 Permalink

      ane bukan pelaku deface gan

    • erva kurniawan 8:59 am on 26 Juli 2011 Permalink

      hehehe, iya itu betul kalau ane pelaku defacenya, tapi ane bukan pelakunya :)
      tanya ke om R*y S**yo mungkin tahu :D

    • Hmei7 9:22 pm on 26 Juli 2011 Permalink

      ane gan pelakunya, hehe2
      sorry sbelumnya, lupa lom minta ijin tautan artikelnya ke hlman depes,pkirnya wktu itu, klo aku tinggal copas ke hlmn depes, ksian orang2 yg susah payah bikin artikel, smtara kita tinggal copas aja

      http://www.smadav.net udah bener koq, dn gak da hlaman yg rusak, gk da motivasi apapun, ngrusak data dan sbgnya, cuman iseng test security, skalian ‘Sampaikan Walau Satu Ayat’ sesuai judul ih artikel,
      peace smuanya,peace smadaver juga :D

      wassalamualaikum

    • silvia 1:00 pm on 29 Juli 2011 Permalink

      wahhhhhhh…………… sungguh menyentuh hatii,,,jadi tersadarrr……

    • adi wahyu 2:46 pm on 29 Juli 2011 Permalink

      apakah itu beyul?

    • sari yuniati 8:28 am on 8 Agustus 2011 Permalink

      subhanallah…..subhanallah……subhanallah…..Yaa Dzul Jalaal Wal Ikraam….Yaa Ghaniy…Yaa Adziim….mohon ampun ya Allah dg keangkuhan kami…

    • suneoxide 7:57 pm on 9 Agustus 2011 Permalink

      merinding saya bacanya.
      memang cara allah menyadarkan hambanya berbeda beda.

    • andy_moo 3:51 pm on 10 Agustus 2011 Permalink

      sungguh luar biasa hikmah yg bisa di petik dr crita diatas

    • ucok_karnadi 2:06 pm on 11 Agustus 2011 Permalink

      mohon izin share catatannya pak. semoga membawa berkah bagi yg membacanya, semoga penulis mandapat amal karena telah ikut mengingatkan.

      terimakasih

    • Wignya Susilo 1:48 pm on 14 Agustus 2011 Permalink

      pembelajaran yang luarbiasa bagusnya,

    • Chibi_Arif 9:14 am on 17 Agustus 2011 Permalink

      Subahanallah…
      Jadi gemeteran baca ini cerita…

      Musti banyak” bersyukur nih…

    • Jony Mubarok www.facebook.com/ubah.fb 3:36 am on 18 Agustus 2011 Permalink

      Ɣa kita harus menyadari gan makna sesungguhnya berpuasa. Kita tidak boleh memaksakan kehendak seseorang untuk berpuasa, apa lagi sampai merusak warung makan di siang hari.. Sesungguhnya islam tidak memaksa kita untuk berpuasa, ingat alquran pun menjelaskan.. Di wajibkan berpuasa bagi umatnya yg beriman… Puasa itu wajib hukumnya gan bagi orang yg beriman tp bagi golongan lain tidak di paksakan. Makna berpuasa itu agar kita bisa lebih bersyukur karena dalam kehidupan kita sehari hari itu lebih berlimpah rejeky ketimbang kaum” duafa agar kita lebih menyadarkan diri yg istilahnya tau diri lah jadi manusia… Нę² Нę² Нę²

    • Jony Mubarok www.facebook.com/ubah.fb 3:40 am on 18 Agustus 2011 Permalink

      Oya gan ª∂a̲̅ yg ketinggalan ni. Jangan lupA kunjungi situs ana Ɣa trus jangan lupa untuk di like Ɣa. Makasih gan . Kunjungi http://www.facebook.com/ubah.fb

    • nashr_hp 9:11 am on 18 Agustus 2011 Permalink

      terima kasih sob sudah mengingatkan ane atas
      satu kata yang ane ucapin , terima kasih :)

      jangan lupa PM me Bugs nya ya sob

    • eko 8:41 pm on 16 September 2011 Permalink

      sangt mengesankan
      bgi orang yang benar” mengeri artinya semua yg ada dlm isi artikel d atas

  • erva kurniawan 9:52 pm on 22 August 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , puasa bulan ramadhan,   

    berbuka-puasaJelang Ramadhan : Jangan Berbuka Puasa Dengan Yang Manis

    Sebentar lagi Bulan Suci Ramadhan. Di bulan puasa itu, sering kita dengar kalimat ‘Berbuka puasalah dengan makanan atau minuman yang manis,’ katanya. Konon, itu dicontohkan Rasulullah saw. Benarkah demikian?

    Dari Anas bin Malik ia berkata : “Adalah Rasulullah berbuka dengan Rutab (kurma yang lembek) sebelum shalat, jika tidak terdapat Rutab, maka beliau berbuka dengan Tamr (kurma kering), maka jika tidak ada kurma kering beliau meneguk air.” (Hadits riwayat Ahmad dan Abu Dawud)

    Nabi Muhammad Saw berkata : “Apabila berbuka salah satu kamu, maka hendaklah berbuka dengan kurma. Andaikan kamu tidak memperolehnya, maka berbukalah dengan air, maka sesungguhnya air itu suci.”

    Nah. Rasulullah berbuka dengan kurma. Kalau tidak mendapat kurma, beliau berbuka puasa dengan air. Samakah kurma dengan ‘yang manis-manis’? Tidak. Kurma, adalah karbohidrat kompleks (complex carbohydrate) . Sebaliknya, gula yang terdapat dalam makanan atau minuman yang manis-manis yang biasa kita konsumsi sebagai makanan berbuka puasa, adalah karbohidrat sederhana (simple carbohydrate) .

    Darimana asalnya sebuah kebiasaan berbuka dengan yang manis? Tidak jelas. Malah berkembang jadi waham umum di masyarakat, seakan-akan berbuka puasa dengan makanan atau minuman yang manis adalah ’sunnah Nabi’. Sebenarnya tidak demikian. Bahkan sebenarnya berbuka puasa dengan makanan manis-manis yang penuh dengan gula (karbohidrat sederhana) justru merusak kesehatan.

    Dari dulu saya tergelitik tentang hal ini, bahwa berbuka puasa ‘disunnahkan’ minum atau makan yang manis-manis. Sependek ingatan saya, Rasulullah mencontohkan buka puasa dengan kurma atau air putih, bukan yang manis-manis.

    Kurma, dalam kondisi asli, justru tidak terlalu manis. Kurma segar merupakan buah yang bernutrisi sangat tinggi tapi berkalori rendah, sehingga tidak menggemukkan (data di sini dan di sini). Tapi kurma yang didatangkan ke Indonesia dalam kemasan-kemasan di bulan Ramadhan sudah berupa ‘manisan kurma’, bukan lagi kurma segar. Manisan kurma ini justru ditambah kandungan gula yang berlipat-lipat kadarnya agar awet dalam perjalanan ekspornya. Sangat jarang kita menemukan kurma impor yang masih asli dan belum berupa manisan. Kalaupun ada, sangat mungkin harganya menjadi sangat mahal.

    Kenapa berbuka puasa dengan yang manis justru merusak kesehatan?berbukalah-dengan-yang-manis-1

    Ketika berpuasa, kadar gula darah kita menurun. Kurma, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah, adalah karbohidrat kompleks, bukan gula (karbohidrat sederhana). Karbohidrat kompleks, untuk menjadi glikogen, perlu diproses sehingga makan waktu. Sebaliknya, kalau makan yang manis-manis, kadar gula darah akan melonjak naik, langsung. Bum. Sangat tidak sehat. Kalau karbohidrat kompleks seperti kurma asli, naiknya pelan-pelan.

    Mari kita bicara ‘indeks glikemik’ (glycemic index/GI) saja. Glycemic Index (GI) adalah laju perubahan makanan diubah menjadi gula dalam tubuh. Makin tinggi glikemik indeks dalam makanan, makin cepat makanan itu dirubah menjadi gula, dengan demikian tubuh makin cepat pula menghasilkan respons insulin.

    Para praktisi fitness atau pengambil gaya hidup sehat, akan sangat menghindari makanan yang memiliki indeks glikemik yang tinggi. Sebisa mungkin mereka akan makan makanan yang indeks glikemiknya rendah. Kenapa? Karena makin tinggi respons insulin tubuh, maka tubuh makin menimbun lemak. Penimbunan lemak tubuh adalah yang paling dihindari mereka.

    Nah, kalau habis perut kosong seharian, lalu langsung dibanjiri dengan gula (makanan yang sangat-sangat tinggi indeks glikemiknya) , sehingga respon insulin dalam tubuh langsung melonjak. Dengan demikian, tubuh akan sangat cepat merespon untuk menimbun lemak.

    Saya pernah bertanya tentang hal ini kepada seorang sufi yang diberi Allah ‘ilm tentang urusan kesehatan jasad manusia. Kata Beliau, bila berbuka puasa, jangan makan apa-apa dulu. Minum air putih segelas, lalu sholat maghrib. Setelah shalat, makan nasi seperti biasa. Jangan pernah makan yang manis-manis, karena merusak badan dan bikin penyakit. Itu jawaban beliau. Kenapa bukan kurma? Sebab kemungkinan besar, kurma yang ada di Indonesia adalah ‘manisan kurma’, bukan kurma asli. Manisan kurma kandungan gulanya sudah jauh berlipat-lipat banyaknya.

    Kenapa nasi? Lha, nasi adalah karbohidrat kompleks. Perlu waktu untuk diproses dalam tubuh, sehingga respon insulin dalam tubuh juga tidak melonjak. Karena respon insulin tidak tinggi, maka kecenderungan tubuh untuk menabung lemak juga rendah.

    Inilah sebabnya, banyak sekali orang di bulan puasa yang justru lemaknya bertambah di daerah-daerah penimbunan lemak: perut, pinggang, bokong, paha, belakang lengan, pipi, dan sebagainya. Itu karena langsung membanjiri tubuh dengan insulin, melalui makan yang manis-manis, sehingga tubuh menimbun lemak, padahal otot sedang mengecil karena puasa.

    Pantas saja kalau badan kita di bulan Ramadhan malah makin terlihat seperti ‘buah pir’, penuh lemak di daerah pinggang. Karena waham umum masyarakat yang mengira bahwa berbuka dengan yang manis-manis adalah ’sunnah’, maka puasa bukannya malah menyehatkan kita. Banyak orang di bulan puasa justru menjadi lemas, mengantuk, atau justru tambah gemuk karena kebanyakan gula. Karena salah memahami hadits di atas, maka efeknya ‘rajin puasa = rajin berbuka dengan gula.’

    Ingin ‘Kurus’berbukalah-dengan-yang-manis-2

    Melenceng dikit dari topik blog ya. Dikit aja. Itung-itung bonus.

    Untuk sahabat-sahabat yang ingin kurus: jangan diet (dalam pengertian mengurangi frekuensi makan). Diet justru menambah kecenderungan tubuh untuk menabung lemak karena ‘dilaparkan’. Ketika diet memang makanan tidak masuk, tapi begitu makanan masuk, kecenderungan tubuh untuk menimbun lemak dari makanan justru lebih besar.

    Rahasia kurus sebenarnya adalah menjaga agar respon insulin dalam tubuh stabil, tidak melonjak-lonjak. Caranya, hanya makan makanan yang memberi respon insulin rendah, yaitu yang indeks glikemiknya rendah.

    Respon insulin tubuh meningkat bila:

    1. Makin tinggi jumlah karbohidrat yang dimakan dalam satu porsi, makin tinggi pula respon insulin tubuh (ini umumnya porsi kita di Indonesia: lebih dari 70 persen dari satu porsi makannya adalah nasi). Makanya, makanlah dengan karbohidrat cukup lima puluh persennya saja. Sisanya protein, dan 5-10 persennya lemak. Lemak ini cukup dari lemak yang terkandung dalam daging yang kita makan, misalnya. Atau kuning telur. Tidak perlu menambah minyak atau memakan lemak hewan (yang justru buruk pengaruhnya bagi tubuh). Lemak (sedikit!) masih diperlukan untuk mengolah beberapa nutrisi dan vitamin, dan untuk membawa nutrisi ke seluruh tubuh.
    2. Semakin tinggi GI (Glycemic Index) karbohidrat yang dikonsumsi, semakin meningkat pula respon insulin tubuh. Makanya, makan hanya makanan yang GI-nya rendah. Nanti saya jelaskan di bawah.
    3. Semakin jarang makan, semakin meningkat respon insulin setiap kali makan.

    Ini sebabnya diet (dalam pengertian: mengurangi frekuensi makan supaya kurus) tidak akan pernahberhasil untuk jangka lama. Setelah diet selesai, tubuh justru akan cenderung lebih gemuk dari sebelum diet. Supaya kurus (baca: supaya respon insulin tidak melonjak) justru harus makan lebih sering (4-5 kali sehari) tapi dengan porsi setengah atau sepertiga porsi biasa, dengan karbohidrat maksimal 50 persen saja setiap porsi.

    Kalau respon insulin tubuh sudah stabil, maka tinggal diatur: kalau ingin kurus, kalori yang masuk harus lebih sedikit dari kalori makanan yang dibutuhkan untuk aktivitas sehari hari. Tambah dengan olahraga teratur untuk membakar lemak berlebih dalam tubuh, dan memperbesar otot. Otot membutuhkan energi, maka makin terlatih otot, ia akan makin mengkonsumsi lemak dalam tubuh kita untuk energi.

    Sebaliknya kalau ingin memperbesar otot (bukan gemuk) atau mengencangkan badan, maka kalori yang masuk harus agak lebih banyak dari jumlah kalori yang akan kita pakai untuk aktivitas selama sehari, agar otot mengalami pertumbuhan. Otot sendiri dirangsang pertumbuhannya dan ‘kekencangannya’ dengan olahraga teratur. Perbanyak protein agar pertumbuhan otot optimal. Karbohidrat cukup diposisikan sebagai bahan pemberi energi, bukan untuk mengenyangkan perut.

    Lucu ya: kalau ingin kurus atau memperbaiki bentuk badan, termasuk menumbuhkan otot, justru harus makan lebih sering dengan porsi kecil. Makan yang mengandung lemak, goreng-gorengan, kanji, atau karbohidrat sederhana seperti gula, manisan, minuman ringan bersoda dan sebangsanya itu sudah out of the question. Kalau kita jarang makan, atau makan tidak teratur dan sekalinya makan ‘balas dendam habis-habisan’ , ya justru respon insulin kita juga melonjak dan membuat tubuh jadi menimbun lemak.

    Sekali lagi, baik ketika berbuka puasa atau dalam makanan keseharian, makanlah makanan yang seimbang: 50 persen karbohidrat kompleks, 40-45 persen protein dan 5-10 persen lemak dalam setiap porsinya. Jauhilah karbohidrat sederhana sebisa mungkin. Kalaupun harus makan karbohidrat sederhana karena butuh energi cepat carilah yang nilai indeks glikemiknya rendah.

    Karbohidrat kompleks membutuhkan waktu untuk diubah tubuh menjadi energi. Dengan demikian, makanan diproses pelan-pelan dan tenaga diperoleh sedikit demi sedikit. Dengan demikian, kita tidak cepat lapar dan energi tersedia dalam waktu lama, cukup untuk aktivitas sehari penuh. Sebaliknya, karbohidrat sederhana menyediakan energi sangat cepat, tapi akan cepat sekali habis sehingga kita mudah lemas. Maka, ketika makan sahur, jangan makan yang banyak mengandung gula, karena kita akan cepat lemas. Makanlah karbohidrat kompleks (protein jangan dilupakan!) sehingga kita tetap berenergi sampai waktu berbuka.

    Karbohidrat sederhana, GI tinggi (energi sangat cepat habis, respon insulin tinggi: merangsang penimbunan lemak) adalah: sukrosa (gula-gulaan) , makanan manis-manis, manisan, minuman ringan, jagung manis, sirop, atau apapun makanan dan minuman yang mengandung banyak gula. Hindari, puasa atau tidak puasa.

    Karbohidrat sederhana, GI rendah (energi cepat, respon insulin rendah): buah-buahan yang tidak terlalu manis seperti pisang, apel, pir, dan sebagainya. Sekarang ngerti kan, kenapa para pemain tenis dunia, pemain bola, pemain basket atau pelari sering terlihat ‘ngemil pisang’ di pinggir lapangan? Karena mereka butuh energi cepat, tapi nggak ingin badannya gembul berlemak.

    Karbohidrat Kompleks, GI tinggi (energi pelan-pelan, tapi respon insulinnya tinggi): Nasi putih, kentang, jagung.

    Karbohidrat Kompleks, GI rendah (energi dilepas pelan-pelan sehingga tahan lama, respon insulin juga rendah): Gandum, beras merah, umbi-umbian, sayuran. Ini yang paling dicari para praktisi fitness.

    Makanan yang diproses pelan-pelan (karbohidrat kompleks) akan membuat kita tidak cepat lapar dan energi dihabiskan cukup untuk aktivitas satu hari penuh; respon insulin rendah membuat tubuh kita tidak cenderung untuk menabung lemak.

    Kalau saya pribadi, sahur cukup dengan oatmeal gandum (ditambah gula sedikiiiiiit) , atau roti coklat gandum, dua atau tiga butir telur rebus (kuningnya saya hancurkan dan ditebarkan di rumput untuk makanan semut-semut di halaman rumah), sayuran segar, dan air putih. Ini sudah cukup untuk membuat tenaga saya tidak habis sampai buka puasa karena energi dari karbohidrat kompleksnya (gandum) akan dilepas pelan-pelan ke dalam tubuh sepanjang hari. Ketika berbuka, sesuai anjuran Rasulullah dan sufi tadi, saya biasanya minum segelas air, lalu shalat maghrib. Setelah shalat makan nasi seperti biasa, sebisa mungkin dengan porsi karbohidrat- protein-lemak- air proporsional. Dan tentu tidak untuk ‘balas dendam’ karena puasa seharian. Ini justru saat yang penting untuk melatih melawan keinginan hawa nafsu ‘makan sekenyang-kenyangny a’. Belajar sabar.

    Waham Umumberbukalah-dengan-yang-manis-3

    Oke, kembali ke topik. Nah, saya kira, “berbukalah dengan yang manis-manis” itu adalah kesimpulan yang terlalu tergesa-gesa atas hadits tentang berbuka diatas. Karena kurma rasanya manis, maka muncul anggapan bahwa (disunahkan) berbuka harus dengan yang manis-manis. Pada akhirnya kesimpulan ini menjadi waham dan memunculkan budaya berbuka puasa yang keliru di tengah masyarakat. Yang jelas, ‘berbukalah dengan yang manis’ itu disosialisasikan oleh slogan advertising banyak sekali perusahaan makanan di bulan suci Ramadhan.

    Namun demikian, sekiranya ada di antara para sahabat yang menemukan hadits yang jelas bahwa Rasulullah memang memerintahkan berbuka dengan yang manis-manis, mohon ditulis di komentar di bawah, ya. Saya, mungkin juga para sahabat yang lain, ingin sekali tahu.

    Semoga tidak termakan waham umum ‘berbukalah dengan yang manis’. Atau lebih baik lagi, jangan mudah termakan waham umum tentang agama. Periksa dulu kebenarannya.

    Kalau ingin sehat, ikuti saja kata Rasulullah: “Makanlah hanya ketika lapar, dan berhentilah makan sebelum kenyang.” Juga, isi sepertiga perut dengan makanan, sepertiga lagi air, dan sepertiga sisanya biarkan kosong.

    “Kita (Kaum Muslimin) adalah suatu kaum yang bila telah merasa lapar barulah makan, dan apabila makan tidak hingga kenyang,” kata Rasulullah.

    “Tidak ada satu wadah pun yang diisi oleh Bani Adam, lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah baginya beberapa suap untuk memperkokoh tulang belakangnya agar dapat tegak. Apabila tidak dapat dihindari, cukuplah sepertiga untuk makanannya, sepertiga lagi untuk minumannya, dan sepertiga lagi untuk nafasnya.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya yang bersumber dari Miqdam bin Ma’di Kasib)

    Semoga bermanfaat dan selamat menjalankan ibadah puasa….

    Wassalaamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    ***   

     
    • Febri 7:07 pm on 3 September 2009 Permalink

      assalamu’alaikum mas. saya mau tanya referensi yang mas gunakan untuk membuat artikel ini. apakah ini merupakan artikel berdasarkan wawancara dengan ahli gizi tertentu atau sumber lainnya. terima kasih mas. wassalam.

    • erva kurniawan 7:44 pm on 3 September 2009 Permalink

      Waalaikum Salam Wr. Wb.
      Saya dapat kiriman dari email teman yang diposting di milis dan maaf belum tahu sumber aslinya
      jika Anda memiliki sumber asli mohon diinfokan
      silahkan kunjungi tanggapan2 pada diskusi disini:

      http://aridha.multiply.com/journal/item/36/Bantahan_Berbuka_puasa_dengan_yang_manis-manis

      Wassalam Wr. Wb.

    • arnesa aynun najmi 6:51 pm on 7 Agustus 2010 Permalink

      -______- masa sih ?? memang iya kali !
      haaaaaaaaaaa

    • Ali Reza 8:53 pm on 16 Agustus 2010 Permalink

      Setahu saya, salah satu penulis artikel di atas adalah Herry Mardian dari Yayasan Paramartha. Tapi tidak ada yg menyebut dia sebagai penulis.

    • aiko 6:34 pm on 15 November 2011 Permalink

      kalo kata abi, bagusnya memang buah. kalo karbohidrat kompleks tuh bukannya kaya nasi, roti gandum, kedelai, dll?

  • erva kurniawan 7:43 pm on 21 August 2009 Permalink | Balas
    Tags: , gorengan, , puasa bulan ramadhan,   

    Penting! Saat Puasa Jangan Berbuka dengan Gorengan dan Es 

    gorengan dan esNurvita Indarini – detikcom

    Jakarta – Setelah seharian berpuasa, waktu berbuka puasa tentu menjadi saat yang ditunggu-tunggu. Hmmm, enaknya makan apa ya saat berbuka?

    Biasanya, saat awal berbuka, orang-orang lebih memilih menyantap makanan kecil. Gorengan pun menjadi pilihan. Rasanya yang gurih memang selalu dirindu. Ditambah segelas es, menu berbuka ini kian sempurna saja.

    Namun, berbuka dengan gorengan dan es tidak dianjurkan. Mengapa?

    “Saat berbuka memang sebaiknya tidak makan makanan yang mengandung lemak tinggi seperti gorengan,” ujar dr Ari Fahrial Syam, SpPD, MMB, KGEN.

    Hal itu disampaikan dia dalam simposium mini bertajuk “Tips puasa pada penderita penyakit kronis” di FKUI, Salemba, Jakarta, Jumat (7/9/2007).

    Makanan yang tinggi lemak akan membuat seseorang rentan terserang batuk dan memperlambat pengosongan lambung.

    “Kue tart, keju, itu tinggi lemak. Begitu juga dengan coklat,” imbuh pria berkumis ini.

    Sedangkan minum es dapat menahan rasa lapar karena menimbukkan efek kenyang. Padahal saat berbuka, adalah waktu yang tepat untuk memberi nutrisi pada tubuh.

    “Setelah puasa, tubuh perlu asupan makanan, jadi jangan dibikin kenyang,” tambah Ari. (nvt/nrl)

    ***

     
    • anissa 2:22 pm on 1 September 2009 Permalink

      Buka puasa terasa lebih nikmat dengan kurma, teh agak manis dan sediki kue2.., plus kebersamaan dgn keluarga.. lengkap deh rasanya kebhagiaan kita..

    • hercovich 9:50 pm on 3 September 2009 Permalink

      berbuka dengan kurma dan teh hangat..is the best…

    • Cara Bisnis Pulsa 7:18 pm on 20 Juli 2013 Permalink

      Assalamualaikum..

  • erva kurniawan 12:37 pm on 10 March 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , nilai segelas air putih, puasa bulan ramadhan, segelas air   

    Nilai Segelas Air 

    42-15413689“Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup” (QS. 21:30)

    Ayat ini merupakan ayat popular. Kerap dikutip orang saat menyatakan betapa pentingnya eksistensi air. Tidak satu pun makhluk hidup di dunia ini yang tidak butuh air. Bahkan komponen terbesar dalam tubuh manusia dan banyak makhluk lainnya adalah air.

    Air merupakan nikmat yang tiada ternilai. Proses sebuah air hingga bisa dinikmati oleh manusia sering digambarkan oleh Allah Swt dalam ayatNya dengan skema yang tidak main-main. Negeri kering nan tandus, kemudian Allah Swt kumpulkan debit air dalam sebuah wadah terbang-bergerak bernama awan. Lalu awan tersebut ditiup dan digiring menuju negeri yang Dia Swt kehendaki. Maka atas izinNya hujan pun turun membawa ribuan ton debit air. Membasahi bumi… lalu setelah itu manusia menggunakannya untuk minum, mencuci, mandi, masak dan lain-lain. Duh andai saja manusia menyadari proses ini, pasti mereka wajib bersyukur.

    “Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya dari awan atau Kamikah yang menurunkannya? Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?” (QS. 56 : 68-70)

    ***

    Seorang raja bernama Harun Ar Rasyid sedang dalam sebuah perjalanan melintasi sebuah gurun pasir menunggangi unta. Bersamanya ada sebuah lelaki bijak sang penasehat raja bernama Ibnu As Samak. Perjalanan panjang di siang yang panas. Terik matahari membuat dehidrasi dan sang khalifah pun kehausan. Pada satu tempat yang teduh, Harun ar Rasyid menepi. Disuruhnya As Samak untuk menggelar tikar dan membawa minuman untuknya.

    Ibnu Samak menggelar tikar untuk sang raja dan menuangkan segelas air untuknya. Saat gelas sudah terisi oleh air, lalu Ibnu As Samak berujar, “Khalifah…, dalam kondisi panas dan tenggorokan kehausan seperti ini, andaikata bila kau tidak dapatkan air untuk minum kecuali dengan harus mengeluarkan separuh kekayaanmu, sudikah engkau membayar dan mengeluarkannya? !” Hari terik dan panas mencekat kerongkongan, tanpa pikir panjang khalifah ar Rasyid menjawab, “Saya bersedia membayarnya seharga itu asal tidak mati kehausan!”

    Maka usai mendengarnya, Ibnus Samak memberikan segelas air itu dan khalifah pun tidak lagi kehausan.

    Ibnu Samak lalu duduk di sisi khalifah Harun. Sejurus kemudian Ibnu Samak melontarkan pertanyaan lagi, “Khalifah, andai air segelas yang kau minum tadi tidak keluar dari lambungmu selama beberapa hari tentulah amat sakit rasanya. Perut jadi gak keruan dan semua urusan jadi berantakan karenanya. Andai kata bila kau berobat demi mengeluarkan air itu dan harus menghabiskan separuh kekayaanmu lagi, akankah kau sudi membayarnya? ” Mendengar itu, sang khalifah merenungi kondisi yang disebut oleh Ibnus Samak. Seolah mengamini maka khalifah menjawab, “Saya akan membayarnya meski dengan separuh harta saya!”

    Mendengar jawaban dari sang khalifah, maka Ibnus Samak sang penasehat raja yang bijak kemudian berkomentar, “O…., kalau begitu seluruh harta yang tuan khalifah miliki itu rupanya hanya senilai segelas air saja!”

    ***

    Saudaraku…,

    Saat puasa di Bulan Ramadhan, di sana selama beberapa hari Anda akan merasakan betapa segelas air akan menjadi tiada ternilai harganya. Setelah menahan haus dan lapar sehari penuh. Saat waktu maghrib menjelang, maka segelas air putih pun akan menjadi sesuatu yang bermakna. Saat air membasahi tenggorokan yang kering dan kehausan, maka Anda pun akan bersyukur kepada Allah Swt dengan suara lantang dengan lantunan doa:

    “Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa alaa rizqika afthartu birahmatika yaa Arhamar Rahimin.”

    Di bulan ramadhan segala nikmat menjadi indah terasa, demikian juga nikmat seteguk air. Alangkah bagusnya bila ini terus berlangsung sepanjang masa.

    Puji syukur untukMu ya Rabb!

    ***

     
    • Agus 9:53 pm on 31 Juli 2009 Permalink

      siip

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 674 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: