Updates from September, 2009 Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • erva kurniawan 7:22 pm on 30 September 2009 Permalink | Balas
    Tags: , merokok   

    Perokok Lebih Cepat Menemui Ajal! 

    rokok (1)Amelia Ayu Kinanti – detikHealth

    **

    Jakarta, Siapa yang masih menyangsikan bahaya dari merokok? Jika Anda termasuk salah satunya, ada baiknya membaca informasi berikut. Para peneliti dengan gamblang menjelaskan bahwa umur perokok memang lebih pendek!

    Dikutip dari health24, sebuah penelitian yang dilakukan dari tahun 1974 di Norwegia terhadap 54.075 partisipan menunjukkan bahwa penyakit-penyakit kardiovaskular yang menyebabkan kematian sangat berpengaruh karena kebiasaan merokok.

    Pada penelitian itu, partisipan dibagi menjadi beberapa kelompok. Yaitu kelompok perokok pasif, bekas perokok, perokok ringan (1-10 batang perhari), perokok sedang (10-20 batang perhari), dan perokok berat (lebih dari 20 batang perhari).

    Hasil yang cukup mencengangkan adalah 45% perokok berat pria dan 33% perokok berat perempuan, mengalami kematian pada kisaran umur 30 tahun.

    Merokok juga mengakibatkan seseorang terkena penyakit jantung atau kardiovaskular. Sebanyak 21% laki-laki perokok berat terjangkit penyakit ini. Sedangkan perokok berat 11% perempuan terjangkit penyakit kardiovaskular pada umur 30 tahun.

    Ayo matikan rokok Anda sekarang!

    ***

    (ir/ir)

     
    • Ermila 6:44 am on 2 Oktober 2009 Permalink

      Woww…tutup aja smua pabrik rokok..

  • erva kurniawan 10:42 am on 29 September 2009 Permalink | Balas
    Tags: ikan salmon, kisah ikan salem   

    Kisah Puasanya Ikan Salem Merah 

    fishDikutip Dari Tulisan -Dwitra Silvana Zaky untuk WM

    ***

    Ikan salem hidup di laut Atlantik Utara – Kanada, tetapi kembali ke sungai-sungai di Eropa dan Amerika Utara menjelang bertelur.

    Puasanya ikan salem merah adalah puasa alami, yang menggambarkan tanda-tanda kebesaran Allah SWT dan sebagai contoh keunikan ragam kehidupan hayati yang ada di alam sekitar kita.

    Pada masa awal hidupnya ikan salem merah hidup di air tawar. Lalu setelah dewasa, mereka bermigrasi ke lautan luas. Ikan salem merah menghabiskan sebagian hidupnya di laut, sekitar 4-7 tahun. Ketika ikan salem merah cukup dewasa untuk berpijah mereka akan berkumpul bersama di suatu tempat di lautan.

    Setelah berkumpul dalam jumlah puluhan ribu, mereka akan membagi dirinya berdasarkan spesies masing-masing, dan bersama-sama kembali  ke sungai tempat menetasnya dahulu. Mereka kerap harus melompati air terjun dan berbagai kesulitan lainnya, yang jaraknya bisa sejauh 1.600 kilometer dari tempat mereka hidup di lautan. Dengan rintangan yang  sangat besar, ikan salem merah terus berusaha keras melawan arus sungai  yang deras, dengan berbagai macam halangan kayu-kayu, batu-batu kali,  kemungkinan dimangsa predator atau jatuh ke jaring nelayan.

    Perjalanan ini terkadang membutuhkan waktu beberapa bulan lamanya. Yang mengagumkan, bahwa sejak awal perjalanan panjang ini mereka sudah mulai berpuasa. Berdasarkan penelitian para ahli, ternyata lama puasa para ikan inilah yang berguna sebagai standar naluriah untuk menuntun mereka mengenali sungai mana para ikan itu berasal. Juga kandungan lemak yang cukup tinggi pada ikan salem merah ternyata bermanfaat sebagai cadangan makanan selama migrasi balik ini.

    Luput dari para pemangsa dan nelayan, akhirnya dengan tubuh penuh luka dan kelelahan para ikan ini bisa mencapai hulu sungai tempat mereka ditetaskan pertama kali. Subhanallah. ..Maha Besar Allah !!!.

    Ketika mereka tiba di hulu sungai inilah, mereka akan otomatis bekerjasama antara pasangan jantan dan betina. Dengan sirip kecil dibelakang sirip punggungnya yang besar mereka menggali lubang kedalaman sekitar 45 cm, sebagai tempat penetasan calon telur-telur ikan. Untuk penggalian ini diperlukan waktu beberapa minggu lamanya

    Jika telah siap, sang betina akan meletakkan telur-telur yang berjumlah ribuan, dan sang jantan mengeluarkan sperma untuk membuahi telur-telur betinanya.Setelah proses ini selesai, sang calon ibu ikan akan menutup lubang tempat telur ini dengan lumpur yang cukup tebal.

    Kemudian pasangan ikan ini akan tetap berenang-renang di sekitar lubang telur, menunggu beberapa waktu hingga telur-telur ini menetas.

    Saat bayi-bayi ikan salem merah mendorong dirinya keluar dari lubang penetasan, sang orang tua ikan akan melihat anak-anaknya pertama dan untuk terakhir kalinya. Lalu matilah mereka, dalam keadaan berpuasa. Ikan-ikan yang mati ini akan mengapung di permukaan, kemudian berangsur turun ke dasar sungai, membusuk.

    Sebenarnya ini adalah bagian dari proses menjaga keseimbangan alam di dasar sungai. Mereka mati setelah meninggalkan sekelompok generasi baru, yang harus mengalami proses ‘kesulitan’ – kembali ke lautan.

    Kemudian setelah dewasa, anak-anak ikan salem merah ini akan mengulangi siklus yang sama seperti orangtuanya, dan mati dalam keadaan berpuasa.

    Subhanallah. Maha Besar Allah !!!

    ***

     
    • anissa 7:46 am on 5 Oktober 2009 Permalink

      Subhanallah.. Maha Suci Allah sebagai Sang Pencipta tanpa cacat dan cela…
      sungguh menakjubkan.. banyak [elajaran yang dipetik dari kehidupan ikan salmon ..

    • ary 3:05 pm on 27 Oktober 2009 Permalink

      alhamdulillah..saya mendapatkan sebuah kisah yang begitu bermanfaat

    • aji 4:36 pm on 8 September 2010 Permalink

      SubhanAllah, prilaku kita dalam Acara mudik lebaran,Kita umat muslim bagaikan ikan salmon yg akan rindu kampung halamannya yg nunjauh disana. Walaupun dgn biaya dan resiko di perjalanan kita pasti berusaha untuk pulang sambil ber puasa.

  • erva kurniawan 10:14 am on 28 September 2009 Permalink | Balas
    Tags: , bekerja keras   

    Anjuran Untuk Bekerja 

    bekerjaPada suatu ketika para sahabat memuji seseorang dihadapan Rasulullah SAW. Lantaran seseorang itu sepanjang waktu tiada henti-hentinya berdoa, berdzikir. Mendengar kisah itu Rasulullah bertanya, “Bagaimanakah atau siapakah yang memenuhi kebutuhan hidup orang itu dan keluarganya?”. Para sahabat menjawab, “Kami memenuhi kebutuhan orang itu dan keluarganya. ”  Maka Rasulullah bersabda, ” Kalian lebih baik dari dia.”

    Islam melarang umatnya menjadi pengangguran.

    Bekerja, mencari nafkah dianjurkan bagi setiap orang yang beriman. Apapun jenis pekerjaannya asalkan halal lebih terpuji daripada menganggur. Dengan bekerja maka kaum muslimin dapat bersedekah dan mengeluarkan zakat dan melakukan amal-amal saleh sebanyak mungkin.

    “Dan katakanlah (hai Muhammad), ” Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta  orang-orang beriman akan melihat pekerjaanmu. …….” [QS At Taubah; 9:105]

    Kewajiban manusia untuk bekerja telah banyak dicontohkan dalam kisah kehidupan para Nabi Allah SWT. Dalam hadith disebutkan, bahwa Nabi Adam as mencari nafkah dengan bercocok tanam. Nabi Daud as adalah tukang besi, Nabi Idris as adalah seorang penjahit, Nabi Musa as adalah penggembala, Nabi Nuh as seorang tukang kayu.

    Dan Rasulullah SAW pada masa mudanya adalah juga penggembala. Bahkan ketika telah diangkat menjadi Rasul, Nabi SAW masih bekerja memberi makan untanya, menambal sandal, menjahit pakaian serta menggiling gandum ketika pembantunya sakit. Bahkan Rasulullah juga pergi berbelanja ke pasar dan membawa belanjaannya sendiri. Sungguh agung dan mulia pribadi Rasulullah. Salam dan salawat bagi Nabi SAW.

    ***

    [Dari berbagai sumber]

     
    • anissa 3:44 pm on 2 Oktober 2009 Permalink

      bekerjalah dgn sabar dan ikhlas

  • erva kurniawan 7:10 pm on 27 September 2009 Permalink | Balas
    Tags: psikopat   

    Otak Psikopat Ada Lubangnya 

    psychopath-dalamVera Farah Bararah – detikHealth

    ***

    Jakarta, Masyarakat mengenal psikopat sebagai orang sadis yang suka membunuh atau menculik dan memiliki kelakuan yang aneh. Ternyata hal ini berhubungan dengan sesuatu yang salah dibagian otaknya yang ternyata berlubang.

    Padahal otak itu yang bekerja untuk emosi dan yang menangani rangsangan serta membuat keputusan. Dalam studi mengenai psikopat yang dihubungkan dengan pembunuhan, penculikan, kekerasan, dan masa hukuman yang salah, peneliti dari Inggris menemukan bahwa jalur yang menghubungkan dua daerah otak yang penting tersebut memiliki lubang atau jalur yang terputus, sedangkan pada orang yang tidak psikopat bentuknya sempurna.

    “Penelitian yang lebih terbuka akan memungkinkan dalam perkembangan perawatan untuk psikopat yang bisa berbahaya di masa mendatang,” ujar Dr Michael Craig dari Institute of Psychiatry di London’s King’s College Hospital, seperti dikutip dari Reuters, Senin (10/8/2009).

    Dr. Michael mengatakan pertanyaan yang paling menarik sekarang adalah kapan lubang dalam otak tersebut terbentuk, apakah sejak lahir, pada awal pertumbuhan, atau akibat dari sesuatu yang terjadi dengan otaknya. Psikopat yang ekstrim telah digambarkan dalam beberapa film sebagai karakter yang suka membunuh, kanibal, kekerasan sosial, suka memanipulasi, mencari sensasi dan tidak ada rasa empati atau penyesalan.

    Michael Craig dan dengan rekannya Declan Murphy dan Dr. Marco Catani telah mempublikasikan penelitiannya dalam jurnal Molecular Psychiatry. Jumlah otak yang bisa dianalisa hanya sedikit yaitu 9 orang psikopat dan 9 orang yang tidak psikopat.

    “Bukan pekerjaan yang mudah untuk mendapatkan orang dengan tipe tersebut, dan dengan semua keamanan yang dibutuhkan untuk mendapatkan scan otak orang tersebut,” ujarnya.

    Penelitian ini menggunakan teknologi baru untuk menganalisa otak psikopat setelah sebelumnya penelitian menemukan amygdala (bagian dari otak), dimana proses emosi dan bagian kulit luar yang mengatur rangsangan dan pengambilan keputusan, yang secara struktural berbeda dengan otak orang yang tidak psikopat.

    Dengan teknik terbaru yang disebut dengan Diffusion Tensor Magnetic Resonance Imaging (DT-MRI), peneliti bisa melihat masalah dasar dari sistem yang menghubungkan dua daerah kunci tersebut.

    ***

     
  • erva kurniawan 10:09 am on 26 September 2009 Permalink | Balas
    Tags:   

    Ponsel Tak Cuma Bikin Kuping Panas 

    bahaya ponselAnak-anak yang menggunakan telepon seluler memiliki risiko tumor otak sampai 420 persen ketika dewasa nanti.

    ***

    *WASHINGTON *– “Kini sudah waktunya kita sekali lagi menempatkan sains di puncak agenda dan karya kita, mendengar semua yang dikatakan ilmuwan kita, meski itu tidak selalu enak didengarnya, terutama ketika itu memang terdengar tidak enak di telinga kita.”

    Kutipan dari ucapan Presiden Amerika Serikat Barack Obama tersebut tampak tegas dengan huruf-hurufnya yang tercetak tebal dan ukurannya yang lebih besar. Kutipan itu, bersama prinsip waspada yang diadopsi Komisi Eropa, mengisi halaman awal sebuah laporan terbaru yang mengingatkan kaitan antara telepon seluler dan tumor otak.

    Perdebatan tentang bahaya penggunaan telepon seluler memang tidak pernah berhenti sampai ada bukti yang benar-benar konklusif. Sejauh ini, dari National Cancer Institute di Amerika Serikat sampai Badan Kesehatan Dunia (WHO), memang menyatakan bahwa segala perangkat digital nirkabel bukan ancaman bagi kesehatan publik.

    Tapi, seperti yang kali ini disimpulkan lewat sebuah studi dari Swedia dan telah dipublikasikan melalui /International Journal of Oncology/, Mei lalu, ada kutukan dari telepon seluler terhadap penggunanya. Profesor Lennart Hardell dan timnya menemukan bahwa mereka yang telah menggunakan telepon seluler dan telepon digital nirkabel sejak remaja akan memiliki peningkatan risiko tumor otak hingga 420 persen.

    Berlandaskan terutama pada hasil studi terbaru itulah sekelompok peneliti internasional yang menyebut dirinya International EMF (Electromagnetic Field) Collaborative mengingatkan kembali akan bahaya penggunaan telepon seluler. Dalam laporan setebal 44 halaman, mereka mencoba merangkum bahaya penggunaan telepon seluler terutama oleh anak-anak.

    Telepon seluler dan telepon nirkabel disebutkan memiliki emisi radiasi elektromagnetik yang cenderung menembus lebih mudah dan dalam pada otak anak-anak ketimbang orang dewasa. Tak cuma bikin kuping panas, membiarkan telepon-telepon genggam itu menempel terlalu lama di kepala anak-anak dan para remaja dikhawatirkan juga memicu tsunami tumor otak di masa depan.

    “Berharap saja kami salah, karena ini juga masih terlalu awal untuk melihatnya sekarang, karena tumor memang memiliki usia laten 30 tahun,” kata L. Lloyd Morgan sambil menambahkan, “tapi tanggung sendiri risikonya kalau ternyata benar.”

    Pensiunan insinyur listrik dari Berkeley, California, yang juga anggota Bioelectromagnetics Society, itu bersama 43 pakar dan ilmuwan lainnya dari Australia, Brasil, Kanada, Finlandia. Prancis, Jerman, Yunani, Irlandia, Rusia, Spanyol, Swedia, dan Inggris memberi judul laporannya itu “Cellphones and Brain Tumors: 15 Reasons for Concern”.

    Studi yang didukung EMR Policy Institute, Peoples Initiative Foundation, ElectromagneticHealth.org, The Radiation Research Trust and Powerwatch tersebut juga mengungkap upaya penyesatan informasi lewat riset industri nirkabel di 13 negara, sebagian besar di Eropa Barat. Morgan dan kawan-kawan membeberkan 11 cacat studi Interphone yang hasil-hasilnya bakal dirilis sebelum akhir tahun ini di 13 negara, belum termasuk Amerika Serikat.

    Studi yang sebenarnya sudah rampung sejak 2004 namun ditunda-tunda terus publikasinya itu dituding meremehkan risiko tumor otak dari penggunaan telepon seluler. Studi tersebut juga mengabaikan subyek pengguna telepon portable, padahal perangkat ini juga mengemisikan radiasi gelombang mikro.

    Studi Interphone tidak mengkaji ragam jenis tumor otak selain glioma (kanker dalam sel glial), neuroma akustik (tumor di saraf pendengaran pada otak), dan meningioma (tumor pada jaringan yang menghubungkan otak dengan sumsum tulang belakang). Studi senilai jutaan dolar Amerika ini malah mengkaji jenis tumor lain, seperti yang mungkin tumbuh di kelenjar ludah, walau hasilnya diungkap terpisah.

    Subyek-subyek yang sudah meninggal atau terlalu sakit untuk diwawancarai juga ditinggalkan. Begitu pula anak-anak dan remaja. “Padahal mereka justru yang paling rawan terhadap dampak emisi gelombang electromagnet telepon seluler,” bunyi laporan tandingan tim ilmuwan.

    Hasil gabungan dari 13 negara memang baru akan dirilis, namun selama empat tahun ini sudah ada 14 hasil studi Interphone yang dipublikasikan secara terpisah-pisah. Tiga di antaranya merupakan kombinasi dari studi yang dilakukan di lima negara, yakni Swedia, Denmark, Inggris, Finlandia, dan Norwegia. Sisanya adalah studi individual di Jepang, Denmark, Prancis, Jerman, Swedia, Inggris, dan Norwegia.

    Yang mengejutkan adalah rata-rata hasil studi tersebut menyatakan bahwa telepon seluler melindungi penggunanya dari tumor otak. Sebuah kesimpulan yang memicu Morgan cs menuding studi dilakukan dengan telepon-telepon seluler khusus yang memang dilengkapi fitur yang membuatnya aman. “Atau desain studi sejak awal sudah salah.”

    Kembali ke Telepon Kabel

    Rasanya sulit sekali membayangkan hidup saat ini tanpa telepon seluler. Ronald Herberman, pakar kanker di University of Pittsburgh Cancer Institute, yang juga anggota tim International Electromagnetic Field Collaborative, tahu benar soal ini.

    Itu sebabnya Herberman mengatakan tim merekomendasikan sekadar pembatasan penggunaan telepon seluler. Rekomendasi berlaku setidaknya sampai data yang lebih konklusif terhimpun dua tahun lagi. Saat itu Badan Kesehatan Dunia dan International Agency for Research on Cancer sejatinya sudah akan memberi kesimpulan baik atau buruk telepon seluler untuk kesehatan, terutama otak.

    Sambil menunggu kesimpulan itu, Herberman menambahkan, akan jauh lebih baik menganggapnya buruk. “Sejumlah studi memang tidak mengindikasikan bahwa telepon seluler itu aman, tidak pula tegas menyebut mereka berbahaya. Tapi bukti-bukti semakin kuat mengindikasikan bahwa kita harus mengurangi paparannya,” katanya.

    Dengan membatasi penggunaan telepon seluler, risiko terpapar medan elektromagnetiknya juga akan semakin kecil. Herberman mengungkapkan, negara-negara seperti Prancis, Jerman, dan Kanada sudah menyadari pentingnya pembatasan tersebut dan memberlakukan rekomendasi pengurangan paparan radiasi elektromagnetik dari perangkat digital seperti telepon seluler.

    Herberman menyarankan agar konsumen membeli telepon seluler dengan spesifikasi radiasi yang rendah. Caranya, dengan mencari apa yang disebut SAR atau /specific absorption rate/. Menurut Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat, parameter SAR mengukur jumlah energi frekuensi radio yang diserap tubuh ketika menggunakan sebuah telepon seluler.

    Komisi itu telah menetapkan batas tertinggi SAR yang bisa diterima sebesar 1,6. Berdasarkan kriteria ini, Motorola Razr V3x merupakan yang paling ramah karena tingkat SAR-nya hanya 0,14. Tapi telepon seluler Motorola pula yang menurut daftar SAR keluaran CNET memiliki SAR di batasnya tertinggi, yakni V195.

    Selain merujuk kepada kemampuan penetrasi gelombang tersebut ke dalam tubuh, rekomendasi Herberman lainnya mungkin terdengar ekstrem. Tapi, ya, kalau memikirkan dampaknya 30 tahun lagi, mungkin ada baiknya juga disimak.

    -          Hanya membolehkan anak menggunakan telepon seluler dalam kasus-kasus darurat. Mereka juga jangan sekali-sekali dibiarkan tidur dengan telepon seluler disimpan di bawah bantal.

    -          Jauhkan telepon seluler dari tubuh, dari kantong sekalipun. /Headset/ tanpa kabel mungkin bisa jadi alternatif.

    -          Hindari menggunakan telepon dalam kendaraan bergerak karena cenderung meningkatkan tenaga dan radiasi yang dibutuhkan perangkat yang bergerak menjauh dari menara pemancarnya.

    -          Memprioritaskan pemakaian telepon seluler di luar rumah atau gedung juga bisa mengurangi tenaga dan radiasi itu.

    -          Batasi penggunaan telepon seluler di bus, kereta, atau alat transportasi umum lainnya untuk mencegah perangkat yang sedang Anda gunakan menyebarkan radiasi kepada orang lain di sekitar.

    -          Gunakan telepon kabel kalau ingin berbicara lama, jangan telepon seluler. Malah, kalau mungkin, gunakan selalu telepon kabel.

    -          Ganti-ganti telinga ketika berkomunikasi dengan telepon seluler untuk membagi beban paparan radiasi antara satu sisi tubuh dan sisi yang lain

    -          Kembangkan kebiasaan berkirim pesan pendek (SMS).

    15 Alasan

    Peringatan tentang bahaya radiasi dari penggunaan telepon seluler terhadap kesehatan sudah disuarakan selama bertahun-tahun. Begitu sulitnya membuat percaya banyak orang, ahli bedah saraf dari Inggris, Vini Khurana, sampai-sampai pernah menerjemahkan tingkat bahaya itu lebih tinggi ketimbang asbes dan merokok.

    Khurana mengaku tak berlebihan soal terjemahannya tersebut. Iia, yang telah menulis lebih dari 30 makalah ilmiah dan mengulas lebih dari 100 studi tentang efek telepon seluler, mengatakan saat ini sudah tiga miliar orang di dunia yang menggunakan telepon seluler.

    Angka itu tiga kali lipat lebih banyak daripada jumlah orang yang merokok di seluruh negara di dunia. Padahal, dengan angka itu saja, lima juta perokok meninggal tiap tahun.

    Sekarang, masalahnya, apakah telepon seluler seseram rokok. Khurana senada dengan tim ilmuwan Collaborative dengan menyatakan bukti semakin kuat dan signifikan yang mengaitkan penggunaan ponsel dengan tumor di otak. “Risikonya akan semakin nyata pada tahun-tahun ke depan,” katanya.

    Toh, masih sangat berat memisahkan orang-orang dari telepon seluler mereka. Industri ponsel pun masih belum yakin akan bahaya-bahaya tersebut dan cenderung menganggapnya sebagai suara-suara miring. “Diskusi literatur ilmiah terbatas oleh individual,” begitu Asosiasi Operator Seluler di Inggris pernah bilang.

    Kelompok Industri itu bahkan siap menggebrak dengan riset tandingannya yang digelar serentak di 13 negara. Efek hasil riset inilah yang coba dilawan tim Collaborative dalam laporannya yang terbaru. Morgan, Herberman, dan yang lainnya menilai ada 15 alasan yang mesti menjadi pertimbangan setiap orang di dunia.

    1. Riset mereka sendiri menunjukkan ponsel menyebabkan tumor otak.
    2. Riset yang mereka danai juga menunjukkan penggunaan ponsel mengatrol risiko tumor otak (2000-2002).
    3. Studi Interphone secara konsisten menunjukkan penggunaan ponsel kurang dari 10 tahun melindungi penggunanya dari tumor otak.
    4. Riset independen menunjukkan ada risiko tumor otak dari penggunaan ponsel.
    5. Meski ada pemelintiran hasil yang sistemik di seluruh studi Interphone, risiko tumor otak yang signifikan dari penggunaan ponsel masih muncul.
    6. Studi-studi kemandirian pendanaan industri menunjukkan apa yang bisa diharapkan apabila telepon nirkabel menyebabkan tumor otak.
    7. Tingkat bahaya tumor otak dari penggunaan ponsel tertinggi terjadi pada anak-anak, dan semakin belia anak itu mulai mengenal telepon seluler, semakin tinggi risikonya.
    8. Sudah banyak pemerintah yang mengingatkan akan bahaya penggunaan ponsel pada anak-anak.
    9. Batas paparan ponsel hanya berdasarkan panas yang ditimbulkannya.
    10. Perubahan dalam masalah kesehatan terkait dengan medan elektromagnetik sudah disepakati dalam parlemen Eropa.
    11. Radiasi ponsel merusak DNA, sebuah sebab kanker yang tak terbantahkan.
    12. Radiasi ponsel dapat ditunjukkan membocorkan penghalang otak-darah.
    13. Panduan manual ponsel mengingatkan kepada penggunanya untuk menjauhkan ponselnya itu dari tubuh bahkan ketika ia tidak aktif sekalipun.
    14. Komisi Komunikasi Federal di Amerika Serikat mengingatkan tentang penggunaan telepon nirkabel.
    15. Kesuburan pria bisa rusak akibat radiasi ponsel.

    ***

    Sumber: Korantempo.com

     
  • erva kurniawan 6:55 pm on 25 September 2009 Permalink | Balas
    Tags: akupuntur, rahasia akupuntur   

    Bagaimana Cara Kerja Akupuntur? 

    akupuntur-dalam(theclinicard)Nurul Ulfah – detikHealth

    **

    Jakarta, Akupuntur sudah dipraktikkan sejak ribuan tahun lalu oleh orang-orang Asia Timur. Namun bagaimana cara kerjanya pada tingkat sel belum diketahui, alhasil pengobatan ini sering berlawanan dengan medis. Para peneliti pun menemukan jawabannya.

    Dengan menggunakan alat pemantau otak, para peneliti dari University of Michigan membuktikan bahwa teknik akupuntur yang sudah lama digunakan orang-orang China adalah dengan mempengaruhi kemampuan jangka panjang otak untuk mengatur rasa sakit.

    Studi yang muncul dalam Journal of NeuroImage itu pun menyebutkan bahwa teknik yang digunakan akupuntur selama ini ternyata dengan cara meningkatkan kemampuan Mu-Opoid Receptors (MOR) pada bagian otak dan mengurangi sinyal sakit, yang terdapat spesifik pada kelenjar-kelenjar cingulate, insula, caudate, thalamus dan amygdala.

    Para ahli melihat fakta yang sama pada pemakaian obat-obatan dalam dunia medis, dimana obat-obatan penghilang rasa sakit seperti morfin, codeine dan lainnya ternyata juga bekerja dengan mengikat reseptor tersebut (MOR) pada bagian otak serta tulang belakang.

    “Kemampuan mengikat reseptor inilah yang dapat menurunkan rasa sakit,” ujar Richard E. Harris, PhD, seorang peneliti dari Chronic Pain and Fatigue Research Center, seperti dilansir Sciencedaily, Rabu (12/8/2009).

    Studi yang diikuti oleh 20 partisipan wanita yang didiagnosa memiliki penyakit fibromyalgia kronis (kondisi kronis yang menyebabkan nyeri, kekakuan, dan kepekaan dari otot-otot, tendon-tendon, dan sendi-send). Selama studi tersebut berlangsung, mereka tidak diberikan obat-obatan penghilang rasa sakit, tapi diberikan teknik akupuntur.

    Responden kemudian melakukan scan Position Emission Tomography (PET) pada otak mereka selama menjalankan pengobatan akupuntur. Pemantauan otak pun terus dilakukan hingga mereka merasakan rasa sakitnya hilang.

    Dari situ peneliti menyimpulkan bahwa teknik akupuntur ternyata memiliki efek dan cara kerja yang mirip dengan obat-obat penghilang rasa sakit. “Menariknya, pengobatan akupuntur tidak jauh berbeda dengan pengobatan klinis,” ujar Harris.

    Teknik akupuntur memang termasuk pengobatan alternatif yang tidak menggunakan obat-obatan, namun ternyata cara kerjanya hampir mirip dengan pengobatan medis, jadi tidak ada alasan lagi bagi orang medis untuk meremehkan teknik akupuntur ini.

    Jadi, pilih akupuntur atau medis? Semuanya terserah Anda.

    ***

     
    • anissa 8:19 am on 28 September 2009 Permalink

      pilih akupuntur aja deh.. tanpa bahan kimia..,
      jalan keluarnya harus lebih banyak orang yang menguasai tehnik pengobatan akupuntur

  • erva kurniawan 7:07 pm on 24 September 2009 Permalink | Balas
    Tags: bahaya tas ransel   

    Tas Ransel Berbahaya Bagi Kesehatan 

    tas ranselINILAH.COM, Georgia – Semua orang pasti mengenal dan gemar mengenakan tas ransel. Selain simpel dan praktis, tas enis ini juga banyak memuat keperluan barang-barang pribadi, mulai dari komputer, buku-buku, hingga pakaian sekalipun.

    Tapi untuk saat ini tampaknya pemakaian tas ransel harus dipertimbangkan masak-masak lagi. Terutama jika digunakan untuk tas sekolah anak-anak.

    Karena menurut hasil riset yang dilakukan Dr Mary Ellen Franklin, terapis fisik dan fisiologi olahraga dari Medical College of Georgia, menyatakan bahwa nyeri punggung sering dialami anak-anak yang masih dalam pertumbuhan di usia 11-16 tahun.

    Untuk mengetahui berapa besar pengaruh tas ransel pada punggung anak, dr Mary melakukan studi kasus pada murid-murid berusia 10-13 tahun.

    Hasil penelitiannya, semakin berat beban tas ransel yang berada di punggung si anak, semakin sulit mereka menggerakkan tubuh untuk naik ke alat timbangan. Dan ketika mereka turun dari alat timbangan, ada kecenderungan beban cukup berat bertumpu di bagian punggung mereka.

    Kondisi seperti inilah yang mengakibatkan terjadinya cedera pada punggung anak. Karena ketika menggendong tas ransel dengan beban lebih dari 15% berat tubuh si anak, rangka tubuh mereka akan spontan condong ke depan sehingga menekan tulang belakang secara tidak normal.

    Posisi tubuh seperti ini akan menyebabkan kepala anak maju atau menunduk. Dan saat anak menegakkan kepalanya ketika berjalan, tulang lehernya akan lebih menegang dan tertekan.

    Akibatnya, selain mempengaruhi pertumbuhan tulang belakang, posisi ini lama kelamaan juga menimbulkan rasa nyeri pada leher.

    Penggunaan tas ransel dengan beban yang berat juga bisa mengakibatkan skoliosis. Skoliosis adalah cekungan tulang belakang yang abnormal ke arah samping. Ketidaknormalan ini bisa terjadi pada leher, dada, maupun pinggang.

    Semoga berguna untuk yang masih sekolah / kuliah / bekerja

    ***

     
    • anissa 7:47 am on 28 September 2009 Permalink

      jazakumullah informsinya sgt berguna sekali, krn penggunaan tas ransel sdh membudaya..sptnya gagah gituu… boleh pakai ttp ga’ boleh terlalu berat isinya..

  • erva kurniawan 9:08 pm on 23 September 2009 Permalink | Balas
    Tags:   

    7 (Tujuh) Keajaiban Air Mata 

    AIRMATANurul Ulfah – detikHealth

    Jakarta, Siapa bilang menangis tak ada gunanya? Kelamaan menangis memang bisa bikin mata merah dan bengkak. Tapi jangan salah, menangis dan mengeluarkan air mata ternyata bisa jadi obat ajaib yang berguna bagi kesehatan tubuh dan pikiran. Apa saja?

    Dikutip dari Beliefnet, Jumat (21/8/2009), ini dia 7 keajaiban yang bisa Anda dapatkan setelah menangis dan berair mata.

    1. Membantu penglihatan

    Air mata ternyata membantu penglihatan seseorang, jadi bukan hanya mata itu sendiri. Cairan yang keluar dari mata dapat mencegah dehidrasi pada membran mata yang bisa membuat penglihatan menjadi kabur.

    2. Membunuh bakteri

    Tak perlu obat tetes mata, cukup air mata yang berfungsi sebagai antibakteri alami. Di dalam air mata terkandung cairan yang disebut dengan lisozom yang dapat membunuh sekitar 90-95 persen bakteri-bakteri yang tertinggal dari keyboard komputer, pegangan tangga, bersin dan tempat-tempat yang mengandung bakteri, hanya dalam 5 menit.

    3. Meningkatkan mood

    Seseorang yang menangis bisa menurunkan level depresi karena dengan menangis, mood seseorang akan terangkat kembali. Air mata yang dihasilkan dari tipe menangis karena emosi mengandung 24 persen protein albumin yang berguna dalam meregulasi sistem metabolisme tubuh dibanding air mata yang dihasilkan dari iritasi mata.

    4. Mengeluarkan racun

    Seorang ahli biokimia, William Frey telah melakukan beberapa studi tentang air mata dan menemukan bahwa air mata yang keluar dari hasil menangis karena emosional ternyata mengandung racun.

    Tapi jangan salah, keluarnya air mata yang beracun itu menandakan bahwa ia membawa racun dari dalam tubuh dan mengeluarkannya lewat mata.

    5. Mengurangi stres

    Bagaimana menangis bisa mengurangi stres? Air mata ternyata juga mengeluarkan hormon stres yang terdapat dalam tubuh yaitu endorphin leucine-enkaphalin dan prolactin.

    Selain menurunkan level stres, air mata juga membantu melawan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh stres seperti tekanan darah tinggi.

    6. Membangun komunitas

    Selain baik untuk kesehatan fisik, menangis juga bisa membantu seseorang membangun sebuah komunitas. Biasanya seseorang menangis setelah menceritakan masalahnya di depan teman-temannya atau seseorang yang bisa memberikan dukungan, dan hal ini bisa meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan juga bersosialisasi.

    7. Melegakan perasaan

    Semua orang rasanya merasa demikian. Meskipun Anda didera berbagai macam masalah dan cobaan, namun setelah menangis biasanya akan muncul perasaan lega.

    Setelah menangis, sistem limbik, otak dan jantung akan menjadi lancar, dan hal itu membuat seseorang merasa lebih baik dan lega. Keluarkanlah masalah di pikiranmu lewat menangis, jangan dipendam karena Anda bisa menangis meledak-ledak.

    Jadi, tidak apa-apa kalau Anda menangis sesekali.

    ***

     
    • navoleon 6:07 am on 24 September 2009 Permalink

      kenapa hanya ada 7 keajaiban air mata..???
      bukannya ada 8 keajaiban air mata..!!!

    • untung Handoyo 1:42 pm on 17 Maret 2010 Permalink

      brtai bagus dong…… slama ini AKU SUKA NANGI S… Heheheheh

  • erva kurniawan 1:15 pm on 22 September 2009 Permalink | Balas  

    10 (Sepuluh) Bahan Makanan Yang Aneh 

    modern_toilet_restaurant_003Makanan bagi sebagian orang adalah kesenangan, bagi sebagian yang lain – seperti yang sedang menjalani diet ketat – adalah kutukan, tetapi bagaimana pun makanan dibutuhkan seumur hidup kita.

    Sebagian besar dari kita mengetahui apa yang sedang dimakan – terutama kalau kita memasaknya sendiri di rumah. Tapi bagaimana dengan makanan di luar sana? Di warung, rumah makan atau restoran hotel berbintang atau makanan buatan pabrik, di mana makanan sudah tersaji di hadapan kita, dan kita tidak mengetahui bahan-bahan apa yang telah dicampurkan di dalam makanan kita!

    Anda mungkin telah percaya penuh kepada koki profesional dengan keahlian tingkat tingginya dalam mengolah makanan, dan pasti tidak terpikir kalau mereka mencampurkan bahan-bahan aneh, atau mungkin tidak masuk akal ke dalam makanan Anda. Tapi setelah mengetahui beberapa bahan makanan paling aneh dan ekstrim berikut ini, yang telah benar-benar dipergunakan pada makanan-makanan saat ini, saya yakin Anda akan berpikir; apakah yang sedang saya makan ini?

    1. Emas

    gold-bars

    Emas adalah logam mulia yang paling indah di dunia. Selain sebagai bahan perhiasan yang sangat dicintai wanita, bahan emas juga dipergunakan pada bagian tertentu dari elemen untuk elektronika. Tapi tahukan Anda kalau emas juga menjadi bahan penghias untuk makanan dan minuman dengan kode E Nomor E175.

    Emas sangat populer sebagai bahan tambahan pada minuman beralkohol seperti pada liqueur tradisional dari Jerman dan Polandia yang disebut Goldwasser (Goldwater) yang berisi ribuan lapisan emas kecil. Emas tidak bereaksi dalam kimia tubuh, dengan demikian emas hanya lewat dan tidak berpengaruh pada tubuh serta tidak memiliki nilai nutrisi.

    2. Virus

    virus flu

    Pada bulan Agustus 2006, Administrasi Makanan dan Obat AS (FDA=Food and Drug Administration) menyetujui pemakaian bakteriofag-bakteriofag di dalam penyajian makanan (secara khusus pada produk daging siap saji). Suatu bakteriofag adalah sejenis virus yang menginfeksi bakteri. Dasar pemikiran dari penggunaan virus ini pada makanan karena kegunaannya untuk memakan setiap bakteri yang akan menyebabkan keracunan makanan. Setiap tahun 2.500 orang di AS sakit disebabkan listeriosis  dan akibatnya, berjuta-juta Orang Amerika sekarang secara teratur memakan makanan yang ditambahkan virus-virus secara sengaja untuk menghentikan perkembangan bakteri yang menyebabkan ribuan orang jatuh sakit. FDA berkata bahwa makanan yang dimasukkan virus ini tidak memerlukan label. Dan dengan sungguh menakutkan, mereka berkata: “Sepanjang sesuai dengan peraturan yang ada, kita menyimpulkan bahwa penggunaan virus-virus ini aman.” Bermanfaatkah menurut Anda? Andalah yang memutuskannya sendiri.

    3. Boraks

    Borax

    Boraks (Borax) adalah bahan untuk memadamkan api, obat pembasmi serangga, perawatan untuk rambut kuda, campuran kaca dan bahan deterjen, dan berbagai produk lainnya. Di Amerika Serikat bahan ini dilarang digunakan sebagai pencampur makanan, tetapi tidak demikian di beberapa negara-negara lainnya. Boraks sering digunakan sebagai bahan pengawet di dalam caviar (telur ikan), dan di beberapa negara Asia dapat ditemukan di dalam mi, daging bakso, dan nasi. Boraks yang diberi kode E Nomor E285 mempunyai efek keracunan yang serius pada manusia (terutama pada bagian testes).

    4. Aspal Cair

    aspal

    Dulu, bunga amaranth digunakan sebagai pewarna makanan (dengan warna merah yang spesifik), namun tes ilmiah telah menemukan bahwa bahan ini bisa memicu kanker. Kemudian diusulkan bahan penggantinya yang disebut Allura Red AC (bernomor E Nomor E129). Allura Red AC dibuat dari aspal cair (cairan yang merupakan hasil sampingan dari penyulingan batubara menjadi gas batu bara atau coke). Aspal cair mudah terbakar dan sering digunakan di dalam sampo yang dirancang untuk membunuh kutu kepala. Bahan ini juga digunakan untuk membuat tylenol. Memang Allura Red AC tidak menyebankan kanker, tapi dapat menyebabkan mual dan efek samping lain. Meskipun demikian, bahan ini sudah disetujui oleh FDA dan sangat umum ditemukan di dalam kembang gula dan soft drinks.

    5. Pernis

    pernis kayu

    Bahan ini biasanya digunakan sebagai bahan pengkilap perabotan dari kayu. Bahan ini disebut juga lak (shellack) dan digunakan di dalam produksi kembang gula untuk memberikan kesan kilauan yang manis. Makanan yang dipastikan menggunakan bahan ini adalah kembang gula Chacha dari Delfi (permen coklat warna-warni) yang pada komposisinya disebutkan Tartrazin Lake Cl.19140, Merah Alura Lake Cl.16035, Kuning FCF Lake Cl.15985, Biru Berlian Lake Cl.42090. Selain itu sejenis lak alami juga dihasilkan oleh sekresi pada kumbang betina di mana bahan lak ini digunakannya untuk membuat kepompong larvanya.

    6. Kutu busuk

    kutu_busuk

    Warna cochineal dan carmine adalah dua pewarna merah untuk makanan yang berasal dari kutu busuk, tepatnya cochineal bug (sejenis kutu busuk yang hidup di AS family Dactylopiidae). Zat pewarna merah masakan dihasilkan dengan pengeringan dan melumatkan keseluruhan tubuh dari kutu busuk, sementara itu warna carmine (merah tua) adalah bentuk lain dari bedak cochineal. Kutu busuk itu biasanya dibunuh dengan membenamkan mereka di dalam air mendidih – setelah beberapa lama terlarut di dalam air sampai tingkat warna merah tertentu – apakah itu seperti warna jingga muda atau merah menyala. 155.000 kutu busuk diperlukan untuk membuat 1 kg bahan tersebut. Cochineal sudah digunakan untuk ratusan tahun dan juga dipergunakan sebagai bahan pewarna kain yang sangat populer.

    7. Rokok

    cigar

    Yang Anda benar … rokok adalah benda yang sudah tidak asing lagi dan dipergunakan hampir 1,2 juta orang di dunia ini. Ada orang yang menyarankan, kalau Anda tidak merokok, maka makan saja rokok itu! Nah, caranya adalah dengan menjatuhkan sebatang rokok atau cerutu ke dalam botol vodka atau brandy, dan membiarkan nikotin serta tar dari rokok tersebut mencemari minuman dengan warna kemerahan dan rasa serta aroma rokok yang khas. Campuran minuman ini sering disebut “teh nikotin”. Anda mau mencobanya sendiri?

    8. Berang-berang

    berang-berang

    Anda pasti pernah mendengar tentang kopi luak, yaitu biji kopi yang diambil dari kotoran luak (sejenis musang) dan berharga mahal. Seperti itu juga bahan berikut ini, yakni jus anal berang-berang (castoreum), yakni suatu bahan yang dihasilkan dari kelenjar yang terletak antara anus dan alat kelamin berang-berang. Bahan ini paling umum digunakan sebagai bahan pembangkit selera di dalam produk-produk buah raspberry – untuk menguatkan rasa manis. Selain itu juga ditemukan dalam permen karet dan rokok. Pertanyaannya adalah; siapa, sih yang mempunyai ide menggunakan juice anal berang-berang untuk memberi rasa enak pada produk rapsberry?

    9. Rambut Manusia

    rambut njegrak

    L-cysteine adalah sejenis asam amino yang biasanya digunakan di dalam makanan yang dipanggang karena akan menambah kekenyalan serta kelembutan adonan. Bahan ini juga biasanya digunakan di dalam kegiatan pengeritingan rambut rambut. Selain itu anda dapat menemukannya pada kue donat, roti, kue-kue kering, dan banyak lagi makanan-makanan yang enak. Cara termurah untuk mendapatkan bahan ini – dan sumber paling umum sekarang ini – adalah dengan suatu proses kimia khusus dengan menggunakan rambut manusia yang kebanyakan bersumber dari Cina. Oleh karena itu, penggunaan bahan L-cysteine ini menjadi perdebatan apakah menggunakan bahan ini sama dengan makan daging manusia. Di Cina bahan ini digunakan di dalam produksi bahan-bahan kedelai: “Ketika ditanyakan kepada petugas pabrik pengolahan kedelai dari mana sirop atau bubuk asam amino diperoleh, dia menjawab bahwa bubuk itu dihasilkan rambut manusia”.

    10. Kotoran

    shit

    Suatu bahan yang umum ditemukan dalam kotoran disebut skatole. Kata tersebut berakar dari bahasa Yunani tua, yakni “skat” artinya kotoran hewan. Yang kemudian menurun menjadi kata “scatology” artinya ilmu tentang kotoran. Skatolr berasal dari binatang menyusui yang dihasilkan di dalam saluran pencernaannya, dan baunya memang seperti kotoran. Bahan menyenangkan ini digunakan di dalam rokok, beberapa parfum alias minyak wangi dan yang paling penting sesuai tujuan daftar ini, adalah eskrim dengan rasa strawberry. Seperti halnya jus anal berang-berang di atas, seseorang telah menemukan bahwa rasa strawberry akan meningkat setelah ditambahkan sedikit kotoran hewan ini. Huh!

    ***

    Sumber: NN

     
    • rozaaq 3:28 pm on 23 September 2009 Permalink

      yaks . . .

    • anissa 3:50 pm on 25 September 2009 Permalink

      aya2 wae..

    • hilda evrianty 3:47 pm on 30 September 2009 Permalink

      i don’t believe it…

    • rani 9:34 am on 4 Oktober 2009 Permalink

      masa’sich????!!!!!!!

    • wardah 6:05 pm on 1 Desember 2009 Permalink

      Masa Pk kOToRaN CgL????

      KuGh klatANe mUsTahIl …..

    • apit 2:08 pm on 2 Juni 2010 Permalink

      nggilani pollll

  • erva kurniawan 7:02 pm on 21 September 2009 Permalink | Balas
    Tags: kelahiran anak, kelahiran caesar, operasi caesar   

    Operasi Caesar Hanya Sedikit Pengaruhi Kepintaran Anak 

    anak-belajar-dalamVera Farah Bararah – detikHealth

    **

    Jakarta, Ada beberapa anggapan bahwa anak yang lahir melalui operasi caesar akan memiliki gangguan dalam proses belajar atau kurang pintar dibandingkan dengan anak yang lahir melaui proses normal.

    Hal ini dikarenakan walaupun hanya satu kali terpapar obat bius (anestesi) dalam proses operasi caesar bisa menyebabkan perubahan pada sel otak janin atau anak yang baru lahir tersebut.

    Berdasarkan hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Anesthesia, terpapar obat bius (anestesi) selama operasi caesar tidak akan meningkatkan risiko anak terkena gangguan dalam proses belajarnya.

    Hasil ini dipublikasikan oleh Dr. Juraj Sprung dan tim dari Mayo Clinic di Rochester, Minnesota yang menyatakan bahwa terkena paparan obat bius sekali saja sebelum anak berusia 4 tahun tidak akan meningkatkan risiko anak memiliki gangguan dalam proses belajar sebelum berusia 19 tahun.

    “Tapi jika sang anak terpapar obat bius berulang-ulang maka risikonya akan meningkat,” ujar Dr. Juraj Sprung, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (12/8/2009).

    Penelitian ini melibatkan 497 anak yang lahir melalui proses operasi caesar dengan 193 ibu menggunakan bius total dan 302 ibu menggunakan bius lokal. Didapatkan 19,4 persen anak yang lahir dari bius total mengalami gangguan dalam proses belajar dan 15,4 persen anak yang lahir dari proses bius lokal mengalami gangguan dalam proses belajar. Jadi, bukan berarti semua anak yang lahir melalui operasi caesar memiliki gangguan dalam proses belajarnya.

    Sprung memberikan hipotesa kemungkinan anak mengalami gangguan dalam proses belajar akibat penggunaan obat bius saat operasi caesar lebih kecil pada anak yang lahir dari ibu yang menggunakan bius lokal, karena menghilangkan rasa sakit melalui tulang belakang yang jauh lebih teliti.

    Tindakan operasi caesar yang dilakukan biasanya disebabkan oleh adanya gangguan pada janin atau ibunya yang bisa membahayakan keduanya jika dilakukan melalui proses normal.

    ***

     
  • erva kurniawan 1:07 pm on 20 September 2009 Permalink | Balas
    Tags:   

    Facebook Mulai Tunjukkan Watak Aslinya 

    facebookFacebook mulai bikin ulah. Situs jejaring sosial yang lagi booming di kalangan masyarakat baik muda maupun tua ini, mulai menunjukkan watak aslinya yang anti dengan hal-hal yang berhubungan dengan Jihad dan Islam.

    Situs jejaring sosial besutan Mark Zuckenberg ini, telah menghapus beberapa account yang selalu gencar menyuarakan Islam dan Jihad di dunia maya. Salah satunya adalah grup Cyber Jihad Community yang dibuat oleh Muhammad Jibriel Abdul Rahman (nick name Prince of Jihad) yang juga merupakan pimpinan dari Ar Rahmah Media.

    Jika Irhabi 007 bisa mengguncang dunia dengan nama irhabi-nya yang mampu menembus semua jaringan situs-situs musuh, maka lain lagi dengan Prince of Jihad, selain jaringan arrahmah.com yg dimiliki olehnya, dia juga membuat beberapa grup di situs jejaring sosial facebook yang digunakannya untuk menyuarakan Islam dan Jihad serta membakar semangat para pemuda Islam.

    Tak hanya profil grup yang ditendang dari komunitas facebook, administrator grup ini pun ikut menjadi korban kearoganan facebook sebagai sebuah situs ternama di dunia, termasuk account milik Muhammad Jibriel Abdul Rahman.

    Grup yang telah memiliki ribuan anggota dan penggemar ini memang sangat nyaring menyuarakan Islam dan Jihad di ranah situs jejaring sosial facebook. Tak heran, para petinggi facebook merasa gerah akan sepak terjang grup ini. Mereka akhirnya menghapus grup Cyber Jihad Community dari keanggotaan facebook, tak tanggung-tanggung beserta para kru pembuat grup tersebut.

    Sejak dihapusnya grup Cyber Jihad Community dan para administratornya, komentar berdatangan masuk ke account Ar Rahmah di facebook, “wah, bener2 menyedihkan. berarti facebook zionis dunk..” ujar salah satu komentar.

    “Al Qur’an memang tidak pernah salah….orang kafir tidak akan ridho selamanya……” ujar komentar lain menambahkan. Bahkan ada komentar yang sangat pedas yang ditulis oleh salah satu anggota Cyber Jihad Community, “Anti-jihad wajib dibasmi!”

    “Finally, it realized. see! ‘they’ cut the tongue of those who speak the truth,” komentar lain menambahkan.

    Anehnya, banyak grup lain yang juga menyuarakan ideologi seperti sosialisme dan kapitalisme atau grup-grup yang menyuarakan rasisme, namun hingga kini mereka masih saja bertahan. Apakah facebook merasa takut atau terancam akan hadirnya grup Cyber Jihad Community ini?

    Mungkin akan banyak komentar yang mengatakan, kenapa harus pakai Facebook yang jelas-jelas punya orang kafir dan Yahudi pula yang jelas-jelas memusuhi Islam. Justru disini kita sebagai umat Islam harus pintar memanfaatkan peluang dan sarana.  Facebook yang punya musuh Islam kita manfaatkan untuk kepentingan Islam.  Seperti para mujahidin Afghan yang banyak memanfaatkan peralatan militer milik Sovyet ataupun Amerika, yang digunakan untuk memerangi mereka dengan peralatan yang mereka buat sendiri. (fq/arrahmah)

    ***

     
    • anissa 3:55 pm on 25 September 2009 Permalink

      Allahu Akbar….
      semoga Allah membuka jalan bagi hamba2-Nya yang sabar dan tak mengenal putus asa ( spt lagunya d’masiv ya..:D )

    • Rizal Aditya 2:39 pm on 8 Februari 2010 Permalink

      Allahu Akbar,
      benar-benar… selama kita masih “dijajah” oleh kaum zionis… kita harus tetap manfaatkan teknologi buatan mereka untuk menyuarakan suara Islam… Allaaahuu akbar…

    • hannahluve 1:37 pm on 30 Desember 2010 Permalink

      ewww !!!
      tak pecaye laa !!!

    • bla bla bla 11:25 am on 6 April 2011 Permalink

      petinggi facebook?? org yg ngurus cuma c mask doang kok… dpt britanya dari mana ni?? ga asal ucap kan.. ato provokasi?? slalu aja ada yg hasut yg bukan2

  • erva kurniawan 1:04 pm on 19 September 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , ,   

    Rahasia Dzikir 

    siluet masjid 7Ada sebuah kejadian yang sangat unik, dan terus akan saya ingat untuk selamanya. Sebuah pelajaran istimewa dan sangat berharga, yang kejadian semacam itu, hanya bisa saya jumpai dalam literatur diskusi-diskusi lama. Tetapi saat itu saya betul-betul menjumpai dan sekaligus merasakan dalam kehidupan nyata.

    Pada hari itu, ada seseorang yang menemui saya. Saya agak heran karena saya tidak begitu kenal dengan laki-laki yang masih muda tersebut. Ia memakai pakaian yang menunjukkan sebagai seorang muslim. Setelah berbincang-bincang sebentar, saya mulai bisa menyimpulkan bahwa ternyata ia adalah seorang kiai muda, yang cukup disegani didaerahnya. Di samping itu, ia juga seorang da’i yang sering memberikan petuah di masyarakat sekitarnya.

    Setelah beberapa saat kami terlibat dalam pembicaraan perkenalan, tiba-tiba ia mengajukan pertanyaan, apakah saya masih punya seorang ayah? Saya jawab, oh iya, saya punya ayah. Dimana beliau sekarang? “tanya lelaki itu. Beliau ada di rumah, tetapi beliau saat ini agak sakit.”Jawab saya.

    Lelaki muda itu melanjutkan, saya ingin sekali bertemu dengan ayah anda, apakah bisa saya bertemu dengan beliau? Kalau memang itu keinginan bapak, nanti kita bersama-sama menemui ayah saya…” jawab saya.

    Akhirnya, sekitar pukul empat sore saya bersama dengan orang itu menuju rumah, untuk menemui ayah yang memang sedang sakit. Sesampai di rumah, langsung saja ia saya antar ke kamar ayah, dimana saat itu ayah sedang berbaring atau bahkan lagi tidur..

    Kami menunggu di sebelah pembaringannya, tidak berani mengganggu. Saya lihat orang itu sesekali nampak berdo’a sambil berjongkok di dekat kaki ayah saya yang sedang tertidur. Saya tidak tahu apa yang dido’akan oleh orang tersebut. Apakah ia mendo’akan agar ayah saya lekas sembuh atau do’a yang lain.

    Selang beberapa saat, tiba-tiba ayah saya membuka mata, beliau memandang ke arah saya, dan juga ke wajah orang tersebut yang masih berjongkok di dekat kaki ayah saya.

    Tiba-tiba ayah saya berkata perlahan kepada saya :”..nak, tolong ambilkan segelas air putih… “saya bergegas ke belakang sambil bertanya kepada ayah. Apakah ayah lagi haus. Atau ingin minum obat… ?” Oh, tidak. Ini kan ada tamu, ia ke sini mau mencari ilmu…,” jawab ayah saya. Saya heran dengan perkataan ayah.

    Setelah saya ambilkan segelas air putih, oleh beliau air di gelas itu diberi do’a, dan diberikan lagi ke saya, sambil beliau berkata ・..berikan air putih ini kepadanya, kasihan, ia lagi haus….Tolong, sampaikan kepadanya, bahwa dzikir itu letaknya di hati. Bukan di mulut, bahkan mata berkedip itu dzikir, apabila hatinya ingat kepada Allah Swt. Setelah berkata begitu, ayah saya langsung tidur lagi, seolah-olah tidak pernah terjadi sesuatu…・

    Di kamar itu begitu sunyi, sehingga sangat jelasnya suara ayah saya. Saya tidak tahu bagaimana perasaan orang itu mendengarkan dialog kami. Yang jelas ia tidak beranjak dari tempatnya. Ia tetap berjongkok sambil menundukkan kepala.

    Setelah saya menerima segelas air putih itu, saya berikan air itu kepada orang tersebut, dan ia meminumnya sambil terus berjongkok. Saya lihat di sudut kelopak matanya ada setitik air mata, yang dicobanya untuk tidak jatuh.

    Setelah beberapa saat kami dalam kebisuan, ayah juga tidur dengan nyenyaknya. Sementara kami juga tidak berani mengganggunya. Cukup lama kami menunggu. Tetapi ayah tetap tidak bangun. Nampaknya beliau tertidur dengan begitu nyenyaknya. Setelah agak lama, orang itupun mohon diri untuk pulang, sambil berkata kepada saya pelajaran yang saya cari sejak dulu, baru ini saya mendapat ilmu yang sangat berarti bagi hidup saya. Tadi adalah pelajaran rahasia yang tidak setiap orang bisa menangkapnya. Saya akui bahwa saya sering melakukan dzikir tetapi rupanya yang saya lakukan itu salah. Saya berdzikir hanya sebatas mulut saja…”

    Terima kasih, tolong sampaikan kepada beliau, saya tidak berani pamit, takut mengganggu beliau yang saat ini sedang asyik berdzikir dalam tidurnya…”

    Orang itu bangkit dan bergeser perlahan dari tempatnya, ia sangat takut mengganggu ayah yang lagi tidur. Dan ia pun mengucap salam, sambil berjalan pulang…

    Sungguh, saya masih terkesima dengan kejadian istimewa itu. Semoga apa yang disampaikan ayah saya, meskipun hanya satu kalimat, akan menjadikan ilmu yang bermanfaat fid dunyaa wal aakhirat… Amiin ya rabbal

     
  • erva kurniawan 9:18 am on 18 September 2009 Permalink | Balas
    Tags: panduan zakat, zakat, zakat fitrah, zakat mall   

    Panduan Membayar Zakat 

    zakatZakat adalah rukun Islam yang ketiga. Secara harfiah Zakat berarti “Tumbuh”, “Berkembang” , “Menyucikan” atau “Membersihkan” . Zakat artinya memberikan sebagian kekayaan untuk orang yang berhak menerimanya (mustahiq) jika sudah mencapai nisab (jumlah kekayaan minimal) dan haul (batas waktu) zakat. Mencapai haul artinya harta tersebut sudah dimiliki selama setahun. Berlaku bagi ternak, harta simpanan dan perniagaan. Sedangkan hasil pertanian, buah-buahan dan rikaz (barang temuan) tidak ada syarat haul. Begitu dapat langsung dizakati.

    Zakat merupakan kewajiban yang tercantum dalam Al Qur’an. Artinya jika kita mengerjakannya, kita dapat pahala. Jika tidak, akan mendapat dosa.

    ”Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat…” [Al Baqarah:110]

    “Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.” [Al Baqarah:43]

    “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” [Al Bayyinah:5]

    Dengan zakat Allah menghilangkan dosa kita dan membersihkan kita

    “…Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” [Al Ahzab:33]

    Selain membayar zakat, hendaknya kita juga menyuruh orang lain untuk membayar zakat dan berbuat kebaikan lainnya.

    “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [At Taubah:71]

    “Dan ia menyuruh ahlinya untuk bersembahyang dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Tuhannya. ” [Maryam:55]

    Orang yang tidak mau membayar zakat padahal dia mampu, akan mendapat siksa di neraka.

    “Dan kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan- Nya. yaitu orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka kafir akan adanya kehidupan akhirat.“ [Fushshilat: 6-7]

    Sebaliknya orang yang membayar zakat dan kewajiban Islam lainnya akan mendapat surga dan berbahagia.

    “Yaitu orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat. Mereka itulah orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” [Luqman:4-5]

    “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” [Al Baqarah:277]

    “Tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya di antara mereka dan orang-orang mukmin, mereka beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (Al Quran), dan apa yang telah diturunkan sebelummu dan orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Orang-orang itulah yang akan Kami berikan kepada mereka pahala yang besar.” [An Nisaa':162]

    Jangan takut miskin jika membayar zakat.

    “Apakah kamu takut akan menjadi miskin karena kamu memberikan sedekah sebelum mengadakan pembicaraan dengan Rasul? Maka jika kamu tiada memperbuatnya dan Allah telah memberi taubat kepadamu maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Al Mujaadilah:13]

    Delapan Asnaf/Golongan yang Berhak Menerima Zakat (Mustahiq)

    “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” [At Taubah:60]

    Orang yang berhak menerima zakat (Mustahiq) ialah:

    1. Orang fakir: orang yang amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi penghidupannya.
    2. Orang miskin: orang yang tidak cukup penghidupannya dan dalam keadaan kekurangan.
    3. Pengurus zakat: orang yang diberi tugas untuk mengumpulkan dan membagikan zakat.
    4. Muallaf: orang kafir yang ada harapan masuk Islam dan orang yang baru masuk Islam yang imannya masih lemah.
    5. Memerdekakan budak: mencakup juga untuk melepaskan muslim yang ditawan oleh orang-orang kafir.
    6. Orang berhutang: orang yang berhutang karena untuk kepentingan yang bukan maksiat dan tidak sanggup membayarnya. Adapun orang yang berhutang untuk memelihara persatuan umat Islam dibayar hutangnya itu dengan zakat, walaupun ia mampu membayarnya.
    7. Pada jalan Allah (sabilillah) : yaitu untuk keperluan pertahanan Islam dan kaum muslimin. Di antara mufasirin ada yang berpendapat bahwa fisabilillah itu mencakup juga kepentingan- kepentingan umum seperti mendirikan sekolah, rumah sakit dan lain-lain.
    8. Orang yang sedang dalam perjalanan yang bukan maksiat mengalami kesengsaraan dalam perjalanannya.

    Insya Allah dengan membayar zakat kita akan diberi rahmat oleh Allah SWT

    “Dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat.” [An Nuur:56]

    “…Allah berfirman: “Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami.” [Al A'raaf:156]

    Dengan zakat kita akan mendapat ridho dari Allah dan mendapat balasan berlipat ganda.

    “Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).” [Ar Ruum:39]

    Pemerintah atau pihak berwenang wajib mengambil zakat dari golongan yang mampu/muzakki. Karena zakat itu untuk membersihkan dan mensucikan diri.

    “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” [At Taubah:103]

    Dari Ibnu Abbas ra bahwa Nabi SAW mengutus Mu’adz ke negeri Yaman –ia meneruskan hadits itu– dan didalamnya (beliau bersabda): “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan mereka zakat dari harta mereka yang diambil dari orang-orang kaya di antara mereka dan dibagikan kepada orang-orang fakir di antara mereka.” [Muttafaq Alaihi]

    Hendaknya kita mendistribusikan zakat dengan sebaik-baiknya dan ridho dengan distribusi tersebut.

    “Dan di antara mereka ada orang yang mencelamu tentang (distribusi) zakat; jika mereka diberi sebahagian dari padanya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebahagian dari padanya, dengan serta merta mereka menjadi marah.” [At Taubah:58]

    Zakat terbagi atas dua jenis yakni

    1. Zakat Fitrah, zakat yang wajib dikeluarkan Muslim menjelang Idul Fitri pada bulan Ramadhan. Besar Zakat ini setara dengan 2,5 kilogram/3,5 liter makanan pokok yang ada di daerah bersangkutan.
    2. Zakat Maal (Zakat Harta), mencakup hasil perniagaan, pertanian, pertambangan, hasil laut, hasil ternak, harta temuan, emas dan perak. Masing-masing tipe memiliki perhitungannya sendiri-sendiri.

    Zakat Fitrah/Fidyah

    Dari Ibnu Umar ra berkata: “Rasulullah saw mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau gandum pada budak, orang merdeka, lelaki perempuan, anak kecil dan orang dewasa dari ummat Islam dan memerintahkan untuk membayarnya sebelum mereka keluar untuk sholat ‘iid. (Mutafaq alaih).

    Hadis riwayat Ibnu Umar ra.: “Bahwa Rasulullah saw. memerintahkan agar zakat fitrah diberikan sebelum manusia berangkat untuk salat Ied.” (Shahih Muslim No.1645)

    Zakat Fitrah harus diberikan sebelum shalat ‘ied. Misalnya 1 atau 2 hari sebelum shalat ‘ied. Jika lewat dari shalat ‘ied, maka jatuhnya sebagai sedekah.

    Dari Ibnu Abbas ra “bahwa Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perkataan yang tidak berguna dan kotor, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Maka barangsiapa yang mengeluarkannya sebelum sholat, ia menjadi zakat yang diterima dan barangsiapa mengeluarkannya setelah sholat, ia menjadi sedekah biasa.” Riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah.

    Abu Said Al-Khudry ra berkata: Pada zaman Nabi SAW kami selalu mengeluarkan zakat fitrah satu sha’ makanan, atau satu sha’ kurma, atau satu sha’ sya’ir, atau satu sha’ anggur kering. Muttafaq Alaihi. Dalam suatu riwayat lain: Atau satu sha’ susu kering. Abu Said berkata: Adapun saya masih mengeluarkan zakat fitrah seperti yang aku keluarkan pada zaman Nabi SAW Dalam riwayat Abu Dawud: Aku selamanya tidak mengeluarkan kecuali satu sha’

    Besarnya zakat fitrah menurut ukuran sekarang adalah 2,5 kg atau 3,5 liter. Sedangkan makanan yang wajib dikeluarkan yang disebut nash hadits yaitu tepung, terigu, kurma, gandum, zahib (anggur) dan aqith (semacam keju). Untuk daerah/negara yang makanan pokoknya selain 5 makanan di atas, mazhab Maliki dan Syafi’i membolehkan membayar zakat dengan makanan pokok yang lain.

    Pembayaran zakat menurut jumhur ‘ulama :

    1. Waktu wajib membayar zakat fitrah yaitu ditandai dengan tenggelamnya matahari di akhir bulan Ramadhan
    2. Membolehkan mendahulukan pembayaran zakat fitrah di awal.

    Keterangan: Bagi yang tidak berpuasa Ramadhan karena udzur tertentu yang dibolehkan oleh syaria’t dan mempunyai kewajiban membayar fidyah, maka pembayaran fidyah sesuai dengan lamanya seseorang tidak berpuasa.

    Zakat Maal (Harta)

    Menurut terminologi bahasa (lughat), harta adalah segala sesuatu yang diinginkan sekali oleh manusia untuk memiliki, memanfaatkan dan menyimpannya.

    Sedangkan menurut istilah syara’, harta adalah segala sesuatu yang dapat dimiliki dan dapat dimanfaatkan. Sesuatu dapat disebut dengan maal (harta) apabila memenuhi 2 syarat, yaitu:

    1. Dapat dimiliki, dikuasai, dihimpun, disimpan
    2. Dapat diambil manfaatnya sesuai dengan ghalibnya. Misalnya rumah, mobil, ternak, hasil pertanian, uang, emas, perak, dll.

    Syarat-syarat Kekayaan yang Wajib di Zakati

    1. Milik Penuh

    Harta dimiliki dan dapat diambil manfaatnya secara penuh. Harta tersebut didapatkan secara halal seperti: usaha, warisan, pemberian negara atau orang lain dan cara-cara yang sah. Jika dari cara yang haram, maka zakat atas harta tersebut tidak wajib, sebab harta tersebut harus dikembalikan kepada yang berhak atau ahli warisnya.

    2. Berkembang

    Harta tersebut dapat bertambah atau berkembang bila diusahakan atau mempunyai potensi untuk berkembang.

    3. Cukup Nishab

    Harta tersebut telah mencapai jumlah tertentu sesuai dengan ketetapan syara’. Jika harta tidak sampai nishabnya terbebas dari Zakat dan dianjurkan mengeluarkan Infaq serta Shadaqah

    4. Lebih Dari Kebutuhan Pokok

    Kebutuhan pokok adalah kebutuhan minimal yang diperlukan seseorang dan keluarga yang menjadi tanggungannya, untuk kelangsungan hidupnya seperti belanja sehari-hari, pakaian, rumah, kesehatan, pendidikan, dsb.

    5. Bebas Dari hutang

    Orang yang mempunyai hutang sebesar atau mengurangi senishab yang harus dibayar pada waktu yang sama (dengan waktu mengeluarkan zakat), maka harta tersebut terbebas dari zakat.

    6. Berlalu Satu Tahun (Al-Haul)

    Kepemilikan harta sudah mencapai satu tahun. Persyaratan ini berlaku bagi ternak, harta simpanan dan perniagaan. Hasil pertanian, buah-buahan dan rikaz (barang temuan) tidak ada syarat haul, tetapi wajib pada saat panen/didapat.

    Harta (maal) yang Wajib di Zakati

    1. Binatang Ternak seperti: unta, sapi, kerbau, kambing, domba dan unggas (ayam, itik, burung).
    2. Emas Dan Perak
    3. Biji makanan yang mengenyangkan seperti beras, jagung, gandum, dan sebagainya (Al An’aam:141)
    4. Buah-buahan seperti anggur dan kurma (HR Tirmidzi)
    5. Harta Perniagaan

    Jenis Zakat, Nisab, Haul dan Besar Zakat yang Dikeluarkan.

    Dari Anas bahwa Abu Bakar ash-Shiddiq ra menulis surat kepadanya: Ini adalah kewajiban zakat yang diwajibkan oleh Rasulullah SAW atas kaum muslimin. Yang diperintahkan Allah atas rasul-Nya ialah setiap 24 ekor unta ke bawah wajib mengeluarkan kambing, yaitu setiap kelipatan lima ekor unta zakatnya seekor kambing. Jika mencapai 25 hingga 35 ekor unta, zakatnya seekor anak unta betina yang umurnya telah menginjak tahun kedua, jika tidak ada zakatnya seekor anak unta jantan yang umurnya telah menginjak tahun ketiga. Jika mencapai 36 hingga 45 ekor unta, zakatnya seekor anak unta betina yang umurnya telah menginjak tahun ketiga. Jika mencapai 46 hingga 60 ekor unta, zakatnya seekor anak unta betina yang umurnya telah masuk tahun keempat dan bisa dikawini unta jantan. Jika mencapai 61 hingga 75 ekor unta, zakatnya seekor unta betina yang umurnya telah masuk tahun kelima. Jika mencapai 79 hingga 90 ekor unta, zakatnya dua ekor anak unta betina yang umurnya telah menginjak tahun kedua. Jika mencapai 91 hingga 120 ekor unta, maka setiap 40 ekor zakatnya seekor anak unta betina yang umurnya masuk tahun ketiga dan setiap 50 ekor zakatnya seekor unta betina yang umurnya masuk tahun keempat. Bagi yang hanya memiliki 4 ekor unta, tidak wajib atasnya zakat kecuali bila pemiliknya menginginkan. Mengenai zakat kambing yang dilepas mencari makan sendiri, jika mencapai 40 hingga 120 ekor kambing, zakatnya seekor kambing. Jika lebih dari 120 hingga 200 ekor kambing, zakatnya dua ekor kambing. Jika lebih dari 200 hingga 300 kambing, zakatnya tiga ekor kambing. Jika lebih dari 300 ekor kambing, maka setiap 100 ekor zakatnya seekor kambing. Apabila jumlah kambing yang dilepas mencari makan sendiri kurang dari 40 ekor, maka tidak wajib atasnya zakat kecuali jika pemiliknya menginginkan. Tidak boleh dikumpulkan antara hewan-hewan ternak terpisah dan tidak boleh dipisahkan antara hewan-hewan ternak yang terkumpul karena takut mengeluarkan zakat. Hewan ternak kumpulan dari dua orang, pada waktu zakat harus kembali dibagi rata antara keduanya. Tidak boleh dikeluarkan untuk zakat hewan yang tua dan yang cacat, dan tidak boleh dikeluarkan yang jantan kecuali jika pemiliknya menghendaki. Tentang zakat perak, setiap 200 dirham zakatnya seperempat-puluhnya (2,5%). Jika hanya 190 dirham, tidak wajib atasnya zakat kecuali bila pemiliknya menghendaki. Barangsiapa yang jumlah untanya telah wajib mengeluarkan seekor unta betina yang seumurnya masuk tahun kelima, padahal ia tidak memilikinya dan ia memiliki unta betina yang umurnya masuk tahun keempat, maka ia boleh mengeluarkannya ditambah dua ekor kambing jika tidak keberatan, atau 20 dirham. Barangsiapa yang sudah wajib mengeluarkan seekor anak unta betina yang umurnya masuk tahun keempat, padahal ia tidak memilikinya dan ia memiliki unta betina yang umurnya masuk tahun kelima, maka ia boleh mengeluarkannya ditambah 20 dirham atau dua ekor kambing. Riwayat Bukhari.

    Dari Mu’adz Ibnu Jabal ra bahwa Nabi SAW pernah mengutusnya ke negeri Yaman. Beliau memerintahkan untuk mengambil (zakat) dari 30 ekor sapi, seekor anak sapi berumur setahun lebih yang jantan atau betina, dan setiap 40 ekor sapi, seekor sapi betina berumur dua tahun lebih, dan dari setiap orang yang telah baligh diambil satu dinar atau yang sebanding dengan nilai itu pada kaum Mu’afiry. Riwayat Imam Lima dan lafadznya menurut riwayat Ahmad.

    Dari Bahz Ibnu Hakim, dari ayahnya, dari kakeknya Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Pada setiap 40 ekor unta yang dilepas mencari makan sendiri, zakatnya seekor anak unta betina yang umurnya memasuki tahun ketiga. Tidak boleh dipisahkan anak unta itu untuk mengurangi perhitungan zakat. Barangsiapa memberinya karena mengharap pahala, ia akan mendapat pahala. Barangsiapa menolak untuk mengeluarkannya, kami akan mengambilnya beserta setengah hartanya karena ia merupakan perintah keras dari Tuhan kami. Keluarga Muhammad tidak halal mengambil zakat sedikit pun.” [Ahmad, Abu Dawud, dan Nasa'i]

    Dari Ali ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Apabila engkau memiliki 200 dirham dan telah melewati satu tahun, maka zakatnya 5 dirham. Tidak wajib atasmu zakat kecuali engkau memiliki 20 dinar dan telah melewati setahun, maka zakatnya 1/2 dinar. Jika lebih dari itu, maka zakatnya menurut perhitungannya. Harta tidak wajib dikeluarkan zakat kecuali telah melewati setahun.” Hadits hasan diriwayatkan oleh Abu Dawud.

    Nishab emas adalah 20 dinar (85 gram emas murni) dan perak adalah 200 dirham (setara 672 gram perak). Artinya bila seseorang telah memiliki emas sebesar 20 dinar atau perak 200 dirham dan sudah setahun, maka ia telah terkena wajib zakat, yakni sebesar 2,5 %.

    Dari Abdullah Ibnu Aufa bahwa biasanya bila suatu kaum datang membawa zakat kepada Rasulullah SAW, beliau berdoa: “Ya Allah, berilah rahmat atas mereka.” Muttafaq Alaihi.

    Dari Ali bahwa Abbas bertanya kepada Nabi SAW penyegeraan pengeluaran zakat sebelum waktunya, lalu beliau mengizinkannya. [Tirmidzi dan Hakim]

    Dari Jabir bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tak ada zakat pada perak yang kurang dari 5 auqiyah (600 gram), unta yang jumlahnya kurang dari 5 ekor, dan kurma yang kurang dari 5 ausaq (1050 liter).” [Muslim]

    Menurut riwayatnya dari hadits Abu Said r.a: “Tidak ada zakat pada kurma dan biji-bijian yang kurang dari 5 ausaq (1050 liter).” Asal hadits dari Abu Said itu Muttafaq Alaihi.

    Dari Salim Ibnu Abdullah, dari ayahnya r.a, bahwa Nabi SAW bersabda: “Tanaman yang disiram dengan air hujan atau dengan sumber air atau dengan pengisapan air dari tanah, zakatnya sepersepuluh, dan tanaman yang disiram dengan tenaga manusia, zakatnya seperduapuluh. “ [Bukhari].

    Nishab hasil pertanian adalah 5 wasq atau setara dengan 750 kg. Apabila hasil pertanian termasuk makanan pokok, seperti beras, jagung, gandum, kurma, dll, maka nishabnya adalah 750 kg dari hasil pertanian tersebut.

    Tetapi jika hasil pertanian itu selain makanan pokok, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, daun, bunga, dll, maka nishabnya disetarakan dengan harga nishab dari makanan pokok yang paling umum di daerah (negeri) tersebut (di negeri kita = beras).

    Kadar zakat untuk hasil pertanian, apabila diairi dengan air hujan, atau sungai/mata/ air, maka 10%, apabila diairi dengan cara disiram / irigasi (ada biaya tambahan) maka zakatnya 5%.

    Dari Abu Musa al-Asy’ary dan Mu’adz ra bahwa Rasulullah SAW bersabda kepada keduanya: “Jangan mengambil zakat kecuali dari keempat jenis ini, yakni: sya’ir, gandum, anggur kering, dan kurma.” [Thabrani dan Hakim]

    Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Zakat rikaz (harta peninggalan purbakala) adalah seperlima.” [Muttafaq Alaihi]

    Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah sebesar satu sho’ (3,5 liter) kurma atau satu sho’ sya’ir atas seorang hamba, orang merdeka, laki-laki dan perempuan, besar kecil dari orang-orang islam; dan beliau memerintahkan agar dikeluarkan sebelum orang-orang keluar menunaikan sholat. Muttafaq Alaihi.

    Dari Ibnu Abbas ra bahwa Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perkataan yang tidak berguna dan kotor, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Maka barangsiapa yang mengeluarkannya sebelum sholat, ia menjadi zakat yang diterima dan barangsiapa mengeluarkannya setelah sholat, ia menjadi sedekah biasa. [Abu Dawud dan Ibnu Majah]

    Berikanlah harta kepada keluarga yang terdekat (kerabat) terlebih dulu:

    “…Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya…” [Al Baqarah:177]

    “Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” …[Al Baqarah:215]

    Tidak pantas dia menyumbang jauh-jauh sementara keluarganya banyak yang miskin dan kekurangan tanpa dibantu.

    Hadis riwayat Jabir ra., ia berkata: “Seorang dari Bani Udzrah ingin memerdekakan budaknya jika dia meninggal. Hal itu sampai kepada Rasulullah saw. lalu beliau bertanya: Apakah engkau mempunyai harta lain? Orang itu menjawab: Tidak. Rasulullah saw. bersabda: Siapakah yang mau membelinya dariku? Nu’aim bin Abdullah Al-Adawi membelinya dengan harga delapan ratus dirham. Lalu Rasulullah saw. membawa harga jual budak itu dan membayarkannya kepada orang tersebut. Kemudian bersabda: Mulailah untuk dirimu, bersedekahlah untuk dirimu. Jika masih tersisa, maka berinfaklah kepada keluargamu dan jika masih tersisa, maka berinfaklah kepada kerabatmu. Bila dari kerabatmu masih tersisa, maka begini dan begini. Ia (Jabir) menjelaskan: Tetangga depanmu, tetangga kananmu dan tetangga kirimu.” (Shahih Muslim No.1663)

    Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Bersedekahlah. ” Lalu seorang laki-laki berkata: Wahai Rasulullah, aku mempunyai satu dinar? Beliau bersabda: “Bersedekahlah pada dirimu sendiri.” Orang itu berkata: Aku mempunyai yang lain. Beliau bersabda: “Sedekahkan untuk anakmu.” Orang itu berkata: Aku masih mempunyai yang lain. Beliau bersabda: “Sedekahkan untuk istrimu.” Orang itu berkata: Aku masih punya yang lain. Beliau bersabda: “Sedekahkan untuk pembantumu.” Orang itu berkata lagi: Aku masih mempunyai yang lain. Beliau bersabda: “Kamu lebih mengetahui penggunaannya. ” Riwayat Abu Dawud dan Nasa’i

    Terhadap orang yang berzakat kepada keluarganya Nabi saw bersabda, “Dia mendapatkan dua pahala, yaitu pahala menyambung kekerabatan dan pahala sedekah.” [HR Bukhari]

    Hikmah Membayar Zakat

    1. Membayar zakat itu berarti mensyukuri nikmat Allah. Nikmat yang disyukuri, dijanjikan oleh Allah akan ditambah.
    2. Kekayaan yang dikumpulkan oleh seseorang, belum tentu dari hasil jerih payah dan keringat sendiri, tapi bisa juga dari hasil tenaga para buruh yang bekerja padanya. Oleh karena itu ia harus membagi kekayaannya kepada fakir miskin dan asnaf lainnya.
    3. Zakat membuat hubungan antara si Kaya dan si Miskin jadi harmonis. Rukun dan saling membantu. Rasulullah bersabda : “Bukan golonganku orang (besar) yang tidak belas kasihan kepada orang kecil. dan juga bukan golonganku orang kecil yang tidak menghargai orang besar” Jadi zakat itu adalah uluran tangan orang besar kepada orang kecil atau miskin.
    4. Zakat mendidik orang jadi dermawan/pemurah. Manusia biasanya bersifat kikir padahal kikir itu dibenci Allah. Zakat menghindarkan kita dari sifat kikir.
    5. Di antara pencuri atau perampok ada yang disebabkan karena kemiskinan. Zakat merupakan satu jaringan pengaman yang bisa mengurangi kejahatan yang disebabkan oleh faktor ekonomi. Sabda Nabi : “Kemiskinan, hampir-hampir menjadikan orang menjadi kufur (lupa kepada kebenaran)”.

    ***

    Sumber: Kitab Hadits Bulughul Maram Min Adillatil Ahkam, Oleh : Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Ashqolani.

     
  • erva kurniawan 1:01 pm on 17 September 2009 Permalink | Balas
    Tags: ,   

    Tahajud Cinta 

    Taj CompoundSebelum memejamkan mata untuk tidur dalam rangka mengakhiri aktifitas ‘dua puluh empat jam’ ini, mari kita melihat dan merenungkan suasana tahajud kita masing-masing.

    Apakah tahajud kita sebagai tahajudnya seorang hamba yang mencintai penciptanya, ataukah sekedar tahajud tanpa makna. Yang melakukan shalat hanya sekedarnya, setelah itu selesai dan bangga, karena sudah melaksanakan sebuah ‘ritual’ shalat tahajud. Untuk mengetahui hal itu, marilah kita mencoba mengukur diri masing-masing.

    1. Tentang niat,

    Apakah yang melatarbelakangi kita bangun malam?

    Apakah kita shalat tahajud karena terpaksa. Mungkin dikarenakan saudara kita, anak kita, istri / suami kita, atau ada orang dekat kita, yang bangun malam melakukan shalat tahajud. Dan kita pun ikut bangun malam lalu kita lakukan shalat tahajud itu.

    Ataukah tiba-tiba kita ingin ke kamar mandi, lalu kita sekalian mengambil air wudhu’ dan kitapun melaksanakan shalat tahajud.

    Atau kita sebelum tidur sudah berdo’a kepada Allah, agar Allah membangunkan diri kita untuk melakukan shalat tahajud.

    Apapun yang menyebabkan kita bangun malam, dan kita lanjutkan dengan shalat tahajud, maka semuanya merupakan perilaku istimewa di hadapan Allah.. Karena kita melakukan sesuatu yang memang istimewa.

    Kalau kita hitung, pada saat di sepertiga malam menjelang pagi, sekitar jam tiga malam wib, kira-kira ada berapa orang yang bangun untuk melakukan shalat tahajud? Misalnya di sebuah kota ? Atau di sebuah kampung? Sungguh amatlah sedikitnya!

    Tetapi marilah kita melihat diri kita masing-masing! Dimanakah posisi kita? Apa yang menyebabkan kita melakukan shalat tahajud? Apakah demi kecintaan kita kepada Allah Swt, sehingga kita begitu rindunya ingin bertemu denganNya, ketika semua orang lelap dalam tidurnya? Ataukah karena alasan lainnya? Setiap posisi itu tentu mempunyai nilai yang berbeda…

    2. Tentang pakaian,

    Setelah kita melakukan wudhu’ di waktu malam yang cukup dingin itu, ketika kita mengambil pakaian untuk melakukan shalat, apakah kita mengenakan pakaian yang seadanya saja, ataukah pakaian tidur saja. Ataukah kita mengenakan pakaian yang bagus, yang bersih, dan yang Allah menyenanginya.

    Ketika suatu saat kita shalat tahajud, dan waktu itu pakaian yang kita kenakan adalah pakaian yang seadanya saja, maka bandingkanlah dengan ketika kita pergi ke masjid untuk melakukan shalat jum’at. Begitu indah pakaian kita, begitu harum tubuh kita…

    Untuk siapa pakaian kita yang bagus dan indah itu? Kalau untuk Allah Swt, mengapa ketika shalat tahajud sendirian saat tidak ada orang yang melihatnya, kita justru mengenakan pakaian yang tidak indah? Seorang yang mencintai sesuatu, tentu ia akan memberikan yang terbaik buat si Dia….

    3. Tentang bacaan dan gerakan,

    Demikian juga tentang bacaan dan gerakan shalat yang kita lakukan di malam hari, ketika semua orang tidak ada yang mengetahuinya. Bagaimana kondisi kita?

    Apakah bacaan kita begitu `mesra’ saat kita bertemu dengan Dzat yang kita cintai, ataukah bacaan kita terburu-buru agar shalat cepat selesai?

    Apakah gerakan shalat kita begitu sempurna layaknya seorang prajurit yang sedang berada di hadapan komandannya, ataukah gerakan kita semaunya saja?

    Setelah kita mengembara mulai saat bangun pagi, selanjutnya melakukan perjalanan seharian di luar rumah, dan akhirnya kembali lagi ke rumah untuk tidur lagi, begitu seringnya kita bertemu dengan Allah Swt dalam berbagai macam peristiwa. Maka harapan kita tentulah saat ini kita telah menjadi seorang hamba yang begitu dekat dengan Allah Swt. Kecintaan dan kerinduan kepada Allah Swt akan tercermin dalam tahajud kita.

    Tahajud cinta seorang hamba adalah tahajud kerinduan, bukan tahajud paksaan. Tahajud cinta seorang hamba adalah tahajud yang mencerminkan jiwa yang tenang, dan hati yang tentram,..

    Itulah saat ending yang paling indah dalam hidup kita selama dua puluh empat jam setiap hari. Kalaulah ending hidup setiap hari, kita disuruh Rasul untuk dekat dengan Allah dalam tahajud, maka demikian pula dengan ending hidup seluruhnya, kitapun harus berupaya untuk dekat dengan Allah Swt.

    Orang yang berhasil dalam hidupnya, adalah mereka yang pada akhir hayatnya dipanggil oleh Allah Swt, dengan panggilan yang sangat mesra :

    “yaa ayyatuhan nafsul muthmainnah,irji ilaa rabbiki raadhiyatam mardhiyyah, fad khulli fii tibaadii wad khulii jannatii..”

    Inilah tanda cinta yang sebenar-benarnya cinta…

     
    • dira 1:06 pm on 17 September 2009 Permalink

      Wah, mesti koreksi diri nih. Jangankan memperbagus, bangun malamnya saja sudah susah nih. Makasih atas nasihat yg baik ini…

    • Narko 4:07 pm on 24 Oktober 2009 Permalink

      Berguna bgt nih… Ya Allah berkatilah admin blog ini..amin

    • ahmad 11:39 am on 28 Oktober 2009 Permalink

      Allahumma solli’ala muhammad wa’alaalihi muhammad..sunggh ada kenikmatan trsendr apabila kita tahajjut,klu say pribadi selgi sholat gak tau mngapa ruh saya berasa keluar menyatu dngn kecintaan kdp ilahi robbi tanpa trsa air mata ini menetes,ngebayangin indahnya surga dan pedihnya siska kubur aplgi siska neraka,yaallah AMPUNILAH DOSAKU, lindungilah diriku dr siska kubur dan api yg membara,golongkanlah drku diantara orng2 beriman.amin .amin..yarobbal’alamin

    • inan 8:53 pm on 17 September 2012 Permalink

      amin

  • erva kurniawan 12:56 pm on 16 September 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , ,   

    Membunuh Nyamuk Di Tengah Malam 

    siluet masjid 3Jam dinding tepat menunjukkan pukul 02.30. Tanpa terasa saya terbangun dari tidur. Saya dikagetkan oleh dengungan suara seekor nyamuk yang mau hinggap di tubuh.

    Secara reflek tangan saya bergerak. Dan ‘plak’. Seketika matilah nyamuk tersebut oleh kedua tangan saya yang menepuknya.

    Setelah terbangun dari gangguan nyamuk tadi, saya menuju kamar mandi, mengambil air wudhu dan kembali ke kamar tidur. Berikutnya saya mengambil sajadah, dan saya ‘terperangkap’ dalam khusyu’nya tahajud malam.

    Selesai melakukan shalat, dzikir yang cukup panjang mewarnai malam itu. Ditengah basahnya lidah menyebut asma Allah, tiba-tiba saya teringat akan nyamuk yang saya bunuh tadi. Dan tak tertahankan lagi, mata basah oleh penyesalan yang mendalam.

    Rasa salah yang begitu besar, telah menyelinap di hati yang paling dalam. Saat itu diri ini merasa berdosa, sebab telah membunuh seekor nyamuk yang telah berjasa besar. Nyamuk itulah justru yang telah membangunkan saya dari tidur lelap agar bisa tahajud malam. Agar bisa mendekati Sang Khaliq.. Agar bisa mencintai Sang pengasih. Tetapi ‘pahlawan’ itu terbunuh dalam ‘tugas mulia’nya ketika membangunkan manusia dari kekhilafannya. Maka bertambah berderailah air mata penyesalan, disela-sela dzikir asmaul husna.

    Keesokan harinya, ketika saya berusaha mengulang untuk merekonstruksi kejadian malam itu, tidak sebutir air matapun yang menetes.. Mengapa? sebab suasana sudah berubah. Saya termenung memikirkan kejadian semalam itu.

    Pertanyaan yang selalu muncul adalah mengapa pada malam itu, saya bisa menangisi seekor nyamuk? Padahal ia membawa penyakit, padahal gigitannya mendatangkan rasa sakit. Apa yang menyebabkan saya menjadi menyesal setelah membunuh nyamuk itu?

    Pertanyaan demi pertanyaan, muncul di benak saya. Manakah yang benar? Apakah yang terbunuh malam itu, ia adalah seekor binatang jahat yang akan mendatangkan kerugian karena gigitan atau penyakit yang dibawanya, ataukah justru ia adalah seekor binatang kecil sebagai sosok pahlawan yang rela mati demi kepentingan seorang manusia agar bisa bertemu dengan Tuhannya.

    Yang jelas, suasana malam hari yang hening akan menyebabkan seseorang bisa berfikir dengan begitu jernihnya tanpa dipengaruhi oleh dunia yang penuh dengan tipu daya.

    Sungguh sangat masuk akal kalau Rasulullah saw, menganjurkan kita agar sering bangun di sepertiga malam terakhir, agar kita mendapatkan suatu anugerah yang luar biasa. Bahkan dalam bulan ramadhan ada suatu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan….

    Tetapi memang sungguh berbeda, calon penghuni neraka, dan calon penghuni surga. Ada sebagian orang yang menggunakan waktu malamnya untuk mendekatkan diri pada Ilahi. Dia bangun tengah malam, diambilnya air wudhu’ untuk mensucikan dirinya, setelah itu ia asyik tenggelam dalam shalat tahajudnya. Kenikmatan yang didapatnya tak dapat diutarakan dengan kata-kata….

    Sementara, di tempat lain banyak juga orang-orang yang menggunakan waktu malamnya yang sangat berharga itu, untuk melakukan perbuatan maksiat yang dilarang oleh Penciptanya. Padahal semua fasilitas untuk berbuat maksiat itu adalah didapat karena kasih sayang Tuhannya.

    Apakah kesehatannya, apakah rezekinya, atau kesempatannya, atau umurnya. Semua yang dipakai untuk pergi menuju tempat ‘terlarang’ itu berasal dari Tuhan sang Penciptanya. Pertanyaan yang mungkin muncul di benak kita adalah, Manakah yang lebih pintar?

    Apakah orang-orang yang menggunakan waktu malamnya untuk menuju keridhaan Allah, dengan melakukan dzikrullah,

    Ataukah orang-orang yang menggunakan waktu malamnya untuk menuju tempat atau melakukan perbuatan yang dilarang Allah.

    Dan kita pun tinggal memilih, berada pada golongan manakah diri kita? Kata Allah Swt, dalam Surat Al-Hasyr : 20 “(sungguh), Tiada sama penghuni neraka dengan penghuni syurga. Penghuni syurga itu adalah orang-orang yang beruntung…”

    ***

    Sumber: NN

     
    • ermila 7:10 am on 18 September 2009 Permalink

      Nguing…3x, plok-plok,..mati deh sinyamuk

  • erva kurniawan 6:51 pm on 15 September 2009 Permalink | Balas
    Tags: cuek, kenakalan remaja, remaja   

    Remaja Ternyata Cuma Pura-pura Cuek 

    remaja-dalamVera Farah Bararah – detikHealth

    **

    Jakarta, Ada beberapa anggapan bahwa remaja saat ini tidak peduli dengan omongan dan anggapan orang-orang disekitarnya. Ternyata tidak benar, karena di balik kecuekannya sebenarnya remaja sangat peduli dengan anggapan orang.

    Meskipun para remaja tersebut tidak ingin mengakuinya, tapi apa yang orang lain pikirkan mengenai dirinya menjadi sangat penting bagi para remaja tersebut.

    Penelitian sebelumnya mengatakan bahwa remaja sangat sensitif terhadap persepsi orang lain dari remaja seusianya yang dapat diandalkan informasinya, tapi peneliti percaya bahwa ini adalah bagian dari aktivitas otak dalam menjawab pertanyaan.

    Menggunakan teknologi pemetaan otak, para peneliti memeriksa aktivitas saraf dari 12 remaja berusia 11 tahun sampai 13 tahun dan 12 dewasa muda yang berusia 22 tahun sampai 30 tahun yang menanyakan ‘Apakah saya populer?’. Ditanyakan juga mengenai siapa yang dipercaya oleh remaja dan dewasa muda tersebut, seperti teman sekelas, sahabat atau orang tua.

    Hasilnya menunjukkan bahwa anak remaja lebih memungkinkan melihat dirinya sendiri dari apa yang orang lain katakan mengenai kemampuan dan segala hal yang remaja tersebut lakukan. Beberapa orang memiliki pengaruh lebih dibandingkan yang lain sendiri-sendiri, seperti anggapan ibu-ibu lebih mempengaruhi tentang kemampuan akademis sang remaja sedangkan teman-teman seusianya lebih mempengaruhi kehidupan sosialnya.

    “Penemuan ini memberikan bukti yang membenarkan bahwa remaja sangat sensitif tentang apa yang orang lain pikirkan, terutama pengaruh orang tua dan teman-teman seusianya,” ujar Jennifer H. Pfeifer asisten profesor psikologi di University of Oregon, seperti dikutip dari HealthDay, Rabu (12/8/2009).

    Pfeifer menambahkan yang lebih penting lagi bahwa perspektif orang-orang disekitarnya bisa sangat mempengaruhi perkembangan para remaja tersebut. Akibatnya remaja yang tidak memiliki keterampilan sosial yang baik akan menghadapi kendala yang signifikan.

    Dampingi selalu putra dan putri yang masih berusia remaja, agar tidak terpengaruh oleh hal-hal yang bisa membahayakan. Karena faktor lingkungan sangat mempengaruhi perkembangannya.

    ***

     
  • erva kurniawan 12:29 pm on 14 September 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , ,   

    Nasehat Sang Ibunda 

    siluet bundaJam menunjukkan pukul 23.00. Tapi mata belum juga bisa terpejamkan. Setelah menyaksikan adegan istimewa yang disuguhkan Allah Swt di dinding kamar saya, bagaimana upaya seekor cicak menyambut rizkinya. Tiba-tiba tanpa sengaja pikiran saya melayang jauh ke masa lampau. Waktu itu bertepatan dengan hari ke sebelas bulan ramadhan.

    Sosok ibu kami, pada masanya, beliau tidak pernah merasakan bagaimana menjadi seorang murid. Beliau tidak pernah sekolah. Walaupun hanya setingkat sekolah dasar. Tetapi cara-cara beliau mendidik dan memberi pelajaran kepada kami, sungguh sangat mengesankan dan membuat kami selalu kagum pada beliau. Diantara sekian banyak pelajaran kehidupan yang kami terima, ada satu hal yang terus saya ingat, apabila pikiran terbayang pada beliau.

    Pada sore hari yang cerah, saya mau mengambil buah jambu yang ada di halaman rumah kami. Buah jambu itu tampak sudah matang dan begitu menggairahkan. Perlu diketahui bahwa pohon jambu yang kami tanam di depan rumah kami adalah buah ‘jambu jepang’, istilah orang kampung. Pohon itu sangat langka pada saat itu.

    Di kampung tempat kami tinggal hanya ada satu pohon itu saja. Sehingga semua orang yang melihatnya kepingin sekali merasakan bagaimana rasa buah `jambu jepang’ tersebut. Pohon itu kalau berbuah juga tidak terlalu banyak. Kadang-kadang satu pohon hanya ada satu atau dua buah saja yang masak. Perlu diketahui pula bahwa buahnya sangat kecil hanya sebesar buah kelengkeng saja. Tetapi baunya harum dan rasanya manis.

    Pada hari itu, buah jambu yang masak ada dua buah. Ketika sore itu saya mau mengambil buah yang sudah ranum, ibu melarangnya. Sehingga saya agak kecewa karenanya.

    Kata saya : ‘..mengapa bu, saya tidak boleh mengambil buah tersebut? Kan itu milik kita. Kalau tidak cepat diambil nanti kan membusuk?”

    Jawab ibu : “Nak, kita kan sudah pernah makan buah tersebut.. Walaupun dengan menunggu dalam waktu yang cukup lama. Dan memang kadang-kadang kita hanya bisa makan satu atau duah buah saja yang sedang masak. Tetapi tetangga depan rumah kita itu, belum pernah mencicipinya. Kemarin ibu lihat anaknya pingin sekali mengambil jambu itu. Karena itu janganlah diambil. Berikan buah jambu itu kepada mereka. Agar hatinya senang…

    Kembali mata saya berkaca-kaca, mengingat peristiwa sederhana itu. Sebuah peristiwa yang mungkin setiap orang akan pernah menjumpainya dalam keluarganya masing-masing. Atau dalam lingkungan lainnya, dengan model yang berbeda.

    “Dahulukanlah orang lain… ! Begitulah kira-kira inti pelajaran istimewa yang saya terima dari beliau Mengenang peristiwa itu, saya jadi teringat sebuah riwayat yang menceritakan tentang seorang sahabat yang oleh rasulullah disuruh menjamu tamunya. Ceritanya, di rumah sahabat tersebut tidak terdapat sesuatu makanan, kecuali makanan milik anaknya. Karena sang pemilik rumah ingin lebih mengutamakan tamunya dari pada keluarganya, ia memberikan makanan milik anaknya tersebut kepada tamunya dengan cara yang sangat luar biasa.

    Yaitu ketika waktu makan bersama tamunya, sang pemilik rumah pura-pura makan juga, padahal piringnya kosong. Mengapa pura-pura? Supaya sang tamu tidak mengetahui kalau pemilik rumah sebenarnya tidak ikut makan. Untuk maksud itu, maka lampu di dalam rumahnya dipadamkan. Pura-pura kehabisan minyak. Setelah suasana menjadi gelap, maka mereka ‘makan’ bersama-sama. Sang tamu makan sungguhan, sang pemilik rumah makan pura-pura, padahal perutnya sangatlah laparnya.

    Peristiwa itu begitu luar biasanya, sehingga turunlah ayat Al-Qur’an surat Al-Hasyr (59) : 9, sebagai penghargaan terhadap peristiwa tersebut.

    “Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

    Kalaulah sampai Allah Swt, menurunkan sebuah ayat lantaran peristiwa tersebut, sungguh betapa hebatnya kejadian itu sehingga perlu diabadikan dalam kitab suci akhir zaman ini. Agar bisa dicontoh dan diteladani oleh umat manusia.

    Demikian pula banyak pelajaran-pelajaran yang diberikan oleh Rasulullah saw, agar kita selalu berbuat baik kepada orang lain, serta memiliki sifat murah hati terhadap orang lain.

    Anas bin Malik ra, berkata, bahwa rasulullah saw itu, tidak pernah diminta kecuali selalu memberi. Pernah datang seorang lelaki kepada Rasulullah untuk meminta, maka beliau memberikan kambing-kambing yang banyak yang berada diantara dua gunung, kambing sadaqah. Maka lelaki itu pulang dan ia berkata kepada kaumnya…

    Wahai kaumku, masuk Islamlah kalian semua! Sesungguhnya Muhammad itu amat pemurah. Ia memberi dengan pemberian yang sangat banyak, tidak pernah takut melarat…

    ***

    Sumber: NN

     
    • anissa 8:30 am on 28 September 2009 Permalink

      Subhanallah..
      contoh yg sgt bagus di era modern spt skrg ini kita harus ttp berusaha untuk berkorban demi kebahagiaan orang lain.. Allah pasti akan membalasnya dgn yang lebih baik.. amiin..

  • erva kurniawan 12:20 pm on 13 September 2009 Permalink | Balas
    Tags: buku la tahzan, masa depan   

    Biarkan Masa Depan Datang Sendiri 

    La_Tahzan“Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang)nya.” (QS. An-Nahl: 1)

    Jangan pernah mendahului sesuatu yang belum terjadi! Apakah Anda mau mengeluarkan kandungan sebelum waktunya dilahirkan, atau memetik buah-buahan sebelum masak?

    Hari esok adalah sesuatu yang belum nyata dan dapat diraba, belum berwujud, dan tidak memiliki rasa dan warna. Jika demikian, mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok, mencemaskan kesialan-kesialan yang mungkin akan terjadi padanya, memikirkan kejadian-kejadian yang akan menimpanya, dan meramalkan bencana-bencana yang bakal ada di dalamnya?

    Bukankah kita juga tidak tahu apakah kita akan bertemu dengannya atau tidak, dan apakah hari esok kita itu akan berwujud kesenangan atau kesedihan?

    Yang jelas, hari esok masih ada dalam alam gaib dan belum turun kebumi. Maka, tidak sepantasnya kita menyeberangi sebuah jembatan sebelum sampai di atasnya. Sebab, siapa yang tahu bahwa kita akan sampai atau tidak pada jembatan itu. Bisa jadi kita akan terhenti jalan kita sebelum sampai ke jembatan itu, atau mungkin pula jembatan itu hanyut terbawa arus terlebih dahulu sebelum kita sampai di atasnya. Dan bisa jadi pula, kita akan sampai pada jembatan itu dan kemudian menyeberanginya.

    Dalam syariat, memberi kesempatan kepada pikiran untuk memikirkan masa depan dan membuka-buka alam gaib, dan kemudian terhanyut dalam kecemasan-kecemasan yang baru di duga darinya, adalah sesuatu yang tidak dibenarkan.

    Pasalnya, hal itu termasuk thulul amal (angan-angan yang terlalu jauh). Secara nalar, tindakan itu pun tak masuk akal, karena sama halnya dengan berusaha perang melawan bayang-bayang. Namun ironis, kebanyakan manusia di dunia ini justru banyak yang termakan oleh ramalan-ramalan tentang kelaparan, kemiskinan, wabah penyakit dan prediksi perekonomian yang kabarnya akan menimpa mereka. Padahal, semua itu hanyalah bagian dari kurikulum yang diajarkan di “sekolah-sekolah setan”.

    “Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir), sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia”. (QS. Al-Baqarah: 268)

    Mereka yang menangis sedih menatap masa depan adalah yang menyangka diri mereka akan hidup kelaparan, menderita sakit selama setahun, dan memperkirakan umur dunia ini tinggal seratus tahun lagi. Padahal, orang yang sadar bahwa usia hidupnya berada di ‘genggaman yang lain’ tentu tidak akan menggadaikannya untuk sesuatu yang tidak ada. Dan orang yang tidak tahu kapan akan mati, tentu salah besar bila justru menyibukkan diri dengan sesuatu yang belum ada dan tak berwujud.

    Biarkan hari esok itu datang dengan sendirinya. Jangan pernah menanyakan kabar beritanya, dan jangan pula pernah menanti serangan petakanya. Sebab, hari ini Anda sudah sangat sibuk.

    Jika Anda heran, maka lebih mengherankan lagi orang-orang yang berani menebus kesedihan suatu masa yang belum tentu matahari terbit didalamnya dengan bersedih pada hari ini. Oleh karena itu, hindarilah angan-angan yang berlebihan.

    ***

    Dikutip dari buku La Tahzan

    Catatan kaki:

    1. Membaca dan mempercayai ramalan, seperti zodiac, ramalan mama loren dan lain-lain adalah haram hukumnya. Jika anda bersikeras melakukannya, percayalah anda hanya akan “menganiaya” diri sendiri! (tanpa seijinNya) MALAIKAT MAUT SAJA TIDAK TAHU SIAPA YANG BAKAL MATI ESOK HARI!
    2. Janganlah terlalu merisaukan cobaan yang sedang atau akan anda hadapi. Jika anda mengingat-ingat cobaan yang telah lalu, Allah SWT selalu memberikan jalan keluar bagi hamba-hambaNya. Jangankan terhadap orang-orang yang beriman dan mau mengambil hikmah, terhadap orang-orang kafir yang durhaka sekalipun Allah SWT tetap memberikan rezeki.
    3. Allah SWT selalu bersama-sama orang yang sabar.
     
    • yeni 8:35 am on 26 September 2009 Permalink

      ya ALLAH, telah dzalim diri ini, dengan berprasangka buruk terhadap MU…..
      sadar diri yang terkadang berfikir tentang sesuatu yang buruk di hari depan, dan merutuki diri thd hal yang terjadi di belakang….
      dan ternyata mindset itu mengungkung diri, terjebak dalam lingkaran yang tak berujung.
      yaALLAH, bimbing diri ini untuk tetap fight menapaki hidup.

    • anissa 8:40 am on 5 Oktober 2009 Permalink

      ya.. Allah ampunilah hamba-Mu yang kadang terbawa suasana dgn hiruk pikuknya ramalan ttg kiamat yg mungkin datang di th. 2012,
      baik itu secara saint dgn adanya badai matahari yg akan mengguncang bumi…
      namun itulah hamba-Mu ini ya.. Allah yg lemah dan dhoif..
      karen itu berikanlah kami kekuatan agar kami tidak aniaya thd diri sendiri.. dan berilah kami selalu petunjuk-Mu
      ya.. Allah ya Maliik ya.. Quduus.. amiin..100 x

  • erva kurniawan 6:48 pm on 12 September 2009 Permalink | Balas
    Tags: komedo, mengatasi komedo   

    Gilas Komedo dengan 8 Cara 

    komedo-dalamVera Farah Bararah – detikHealth

    **

    Jakarta, Siapapun di dunia ini pasti tidak ingin memiliki komedo ataupun jerawat di wajahnya. Selain bisa merusak penampilan, komedo juga bisa menurunkan kepercayan diri.

    Menurut para ahli, komedo merupakan tahap pertama dari jerawat sebelum bakteri masuk ke pori-pori kulit yang menyebabkan infeksi atau peradangan. Masalah ini biasanya mulai ada setelah masa remaja, ketika hormon mulai mempengaruhi tubuh dan kulit.

    Kelebihan hormon ini mengakibatkan stimulasi dari kelenjar minyak, sehingga produksi minyak berlebih di pori-pori kulit. Kelebihan minyak tersebut semakin lama akan menutup pori-pori dan ketika terkena udara akan menjadi hitam. Komedo bisa muncul pada semua jenis kulit, namun lebih banyak terjadi pada kulit berminyak.

    Meskipun terdapat banyak pengobatan dan krim yang bisa digunakan untuk menghilangkan atau mencegah komedo, beberapa orang justru menghindari menggunakannya. Untuk itu tidak ada salahnya mencoba perawatan alami dalam mengatasi komeo yang mengganggu.

    Ikuti beberapa tips alamiah berikut ini, seperti dikutip dari eHow, Rabu (12/8/2009):

    1. Cucilah muka dengan campuran air garam, tambahkan satu sendok makan garam dengan 8 ons air hangat. Garam akan membantu mengurangi minyak yang berlebih, dan menghilangkan komedo.
    2. Ambil sedikit pasta gigi dan usapkan pada bagian yang berkomedo. Ini akan membantu mengurangi peradangan akibat komedo dan mengurangi kadar minyak berlebih, pastikan yang digunakan adalah pasta gigi bukan gel.
    3. Peras jeruk atau lemon dan usapkan perasan tersebut ke daerah komedo, lalu biarkan semalaman. Asam dari lemon tersebut membantu mengurangi minyak di kulit.
    4. Campurkan kulit dasar jeruk dengan air hingga menjadi pasta, tapi jangan terlalu banyak menambahkan airnya karena akan menjadi encer. Aplikasikan pada daerah yang terinfeksi dan biarkan semalaman.
    5. Aplikasikan lidah buaya pada komedo, bisa dengan cara dibuat jus atau langsung mengaplikasikannya dari tanaman. Selain itu lidah buaya juga bisa membantu proses penyembuhan lebih cepat.
    6. Menggosok daerah berkomedo dengan batu es selama 10 menit, ini akan membantu mengencangkan atau menutup pori-pori dan mencegah debu atau mengurangi tempat untuk minyak tetap tinggal dikulit.
    7. Campurkan satu putih telur dengan satu sendok makan madu dalam mangkuk hingga rata. Usapkan campuran tersebut pada wajah dan biarkan selama 20 hingga 30 menit, lalu bilas dengan air hangat-hangat kuku. Campuran ini efektif untuk menghilangkan dan mencegah komedo.
    8. Campurkan lobak tanah dengan air hingga membentuk pasta. Usapkan campuran tersebut ke wajah dan biarkan selama 30 menit lalu bilas. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal lakukanlah secara rutin seminggu sekali.

    Dengan menggunakan cara yang alami, Anda tidak perlu takut terhadap efek samping yang akan ditimbulkan karena tidak mengandung zat kimia apapun. Selamat mencoba.

    ***

     
    • Bambang 2:34 pm on 28 Desember 2009 Permalink

      Saya sudah coba berkali-kali kok ngak bisa yah?

  • erva kurniawan 8:50 pm on 11 September 2009 Permalink | Balas  

    Jangan Takut Jadi Orang Aneh 

    pria mushola“Dunia memang aneh”, Gumam Pak Ustadz

    “Apanya yang aneh Pak?” Tanya Penulis yang fakir ini..

    “Tidakkah antum (kamu/anda) perhatikan di sekeliling antum, bahwa dunia menjadi terbolak-balik, tuntunan jadi tontonan, tontonan jadi tuntunan, sesuatu yang wajar dan seharusnya dipergunjingkan, sementara perilaku menyimpang dan kurang ajar malah menjadi pemandangan biasa”

    “Coba antum rasakan sendiri, nanti Maghrib, antum ke masjid, kenakan pakaian yang paling bagus yang antum miliki, pakai minyak wangi, pakai sorban, lalu antum berjalan kemari, nanti antum ceritakan apa yang antum alami” Kata Pak Ustadz.

    Tanpa banyak tanya, penulis melakukan apa yang diperintahkan Pak Ustadz, menjelang maghrib, penulis bersiap dengan mengenakan pakaian dan wewangian dan berjalan menunju masjid yang berjarak sekitar 200 M dari rumah.

    Belum setengah perjalanan, penulis berpapasan dengan seorang ibu muda yang sedang jalan-jalan sore sambil menyuapi anaknya”

    “Aduh, tumben nih rapi banget, kayak pak ustadz. Mau ke mana, sih?” Tanya ibu muda itu.

    Sekilas pertanyaan tadi biasa saja, karena memang kami saling kenal, tapi ketika dikaitkan dengan ucapan Pak Ustadz di atas, menjadi sesuatu yang lain rasanya…

    “Kenapa orang yang hendak pergi ke masjid dengan pakaian rapi dan memang semestinya seperti itu dibilang “tumben”?

    Kenapa justru orang yang jalan-jalan dan memberi makan anaknya di tengah jalan, di tengah kumandang adzan maghrib menjadi biasa-biasa saja?

    Kenapa orang ke masjid dianggap aneh?

    Orang yang pergi ke masjid akan terasa “aneh” ketika orang-orang lain justru tengah asik nonton reality show “SUPERSOULMATE” .

    Orang ke masjid akan terasa “aneh” ketika melalui kerumunan orang-orang yang sedang ngobrol di pinggir jalan dengan suara lantang seolah meningkahi suara panggilan adzan.

    Orang ke masjid terasa “aneh” ketika orang lebih sibuk mencuci motor dan mobilnya yang kotor karena kehujanan.

    Ketika hal itu penulis ceritakan ke Pak Ustadz, beliau hanya tersenyum, “Kamu akan banyak menjumpai “keanehan-keanehan” lain di sekitarmu,” kata Pak Ustadz.

    “Keanehan-keanehan” di sekitar kita?

    Cobalah ketika kita datang ke kantor, kita lakukan shalat sunah dhuha, pasti akan nampak “aneh” di tengah orang-orang yang sibuk sarapan, baca koran dan mengobrol.

    Cobalah kita shalat dhuhur atau Ashar tepat waktu, akan terasa “aneh”, karena masjid masih kosong melompong, akan terasa aneh di tengah-tengah sebuah lingkungan dan teman yang biasa shalat di akhir waktu.

    Cobalah berdzikir atau tadabur al Qur’an ba’da shalat, akan terasa aneh di tengah-tengah orang yang tidur mendengkur setelah atau sebelum shalat. Dan makin terasa aneh ketika lampu mushola/masjid harus dimatikan agar tidurnya nyaman dan tidak silau. Orang yang mau shalat malah serasa menumpang di tempat orang tidur, bukan malah sebaliknya, yang tidur itu justru menumpang di tempat shalat. Aneh, bukan?

    Cobalah hari ini shalat Jum’at lebih awal, akan terasa aneh, karena masjid masih kosong, dan baru akan terisi penuh manakala khutbah ke dua menjelang selesai.

    Cobalah anda kirim artikel atau tulisan yang berisi nasehat, akan terasa aneh di tengah-tengah kiriman e-mail yang berisi humor, plesetan, asal nimbrung, atau sekedar gue, elu, gue, elu, dan test..test, test saja.

    Cobalah baca artikel atau tulisan yang berisi nasehat atau hadits, atau ayat al Qur’an, pasti akan terasa aneh di tengah orang-orang yang membaca artikel-artikel lelucon, lawakan yang tak lucu, berita hot atau lainnya.

    Dan masih banyak keanehan-keanehan lainnya, tapi sekali lagi jangan takut menjadi orang “aneh” selama keanehan kita sesuai dengan tuntunan syari’at dan tata nilai serta norma yang benar.

    Jangan takut dibilang “tumben” ketika kita pergi ke masjid, dengan pakaian rapi, karena itulah yang benar yang sesuai dengan al Qur’an (Al A’raf:31)

    Jangan takut dikatakan “sok alim” ketika kita lakukan shalat dhuha di kantor, wong itu yang lebih baik kok, dari sekedar ngobrol ngalor-ngidul tak karuan.

    Jangan takut dikatakan “Sok Rajin” ketika kita shalat tepat pada waktunya, karena memang shalat adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya terhadap orang-orang beriman.

    “Maka apabila kamu Telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring.. Kemudian apabila kamu Telah merasa aman, Maka Dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (Annisaa:103)

    Jangan takut untuk shalat Jum’at/shalat berjama’ah berada di shaf terdepan, karena perintahnya pun bersegeralah. Karena di shaf terdepan itu ada kemuliaan sehingga di jaman Nabi Salallahu’alaihi wassalam para sahabat bisa bertengkar cuma gara-gara memperebutkan berada di shaf depan.

    “Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli [1475]. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. (Al Jumu’ah:9)

    Jangan takut kirim artikel berupa nasehat, hadits atau ayat-ayat al Qur’an, karena itu adalah sebagian dari tanggung jawab kita untuk saling menasehati, saling menyeru dalam kebenaran, dan seruan kepada kebenaran adalah sebaik-baik perkataan;

    “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (Fusshilat:33)

    Jangan takut artikel kita tidak dibaca, karena memang demikianlah Allah menciptakan ladang amal bagi kita. Kalau sekali kita menyerukan, sekali kita kirim artikel, lantas semua orang mengikuti apa yang kita serukan, lenyap donk ladang amal kita….

    Kalau yang kirim e-mail humor saja, gue/elu saja, test-test saja bisa kirim e-mail setiap hari, kenapa kita mesti risih dan harus berpikir ratusan atau bahkan ribuan kali untuk saling memberi nasehat. Aneh nggak, sih?

    Jangan takut dikatain sok pinter, sok menggurui, atau sok tahu. Lha wong itu yang disuruh kok, “sampaikan dariku walau satu ayat” (potongan dari hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 3461 dari hadits Abdullah Ibn Umar).

    Jangan takut baca e-mail dari siapapun, selama e-mail itu berisi kebenaran dan bertujuan untuk kebaikan. Kita tidak harus baca e-mail dari orang-orang terkenal, e-mail dari manager atau dari siapapun kalau isinya sekedar dan ala kadarnya saja, atau dari e-mail yang isinya asal kirim saja. Mutiara akan tetap jadi mutiara terlepas dari siapapun pengirimnya. Pun sampah tidak akan pernah menjadi emas, meskipun berasal dari tempat yang mewah sekalipun.

    Lakukan “keanehan-keanehan” yang dituntun manhaj dan syari’at yang benar.  Kenakan jilbab dengan teguh dan sempurna, meskipun itu akan serasa aneh ditengah orang-orang yang berbikini dan ber ‘you can see’.

    Jangan takut mengatakan perkataan yang benar (Al Qur’an & Hadist), meskipun akan terasa aneh ditengah hingar bingarnya bacaan vulgar dan tak bermoral.

    Lagian kenapa kita harus takut disebut “orang aneh” atau “manusia langka” jika memang keanehan-keanehan menurut pandangan mereka justru yang akan menyelamatkan kita?

    Selamat jadi orang aneh yang bersyari’at dan bermanhaj yang benar…

    **

    Fuad Baradja

    (Sumber: email teman)

     
    • ich 12:27 am on 13 September 2009 Permalink

      yang penting kt tetep konsisten n komit aja pd tuntunan n panduan hidup kt. toh itu jg yg bs mnjadikan hidup kt happy puas n sukses. HIDUP QUR”AN N HADIST. kt msti bangga bs mnjalankan itu semua.

    • ich 12:34 am on 13 September 2009 Permalink

      aku lebih aneh lagi kalau baca al qur”an sambil dengerin radio alias doble kegitan inkan lebih aneh.emang kalu dari segi agama ini tidak ada tapikan ini aneh.bagi saya yang penting ibadah.bid”ah aku juga nggaak kenal<bagiku semua ibadah alloh yang tau

    • navoleon 5:41 am on 24 September 2009 Permalink

      aneh?
      ini semua akibat dari era globalisasi.
      harta, tahta, wanita mereka jadikan tuhan
      tuhan mereka jadikan pelarian
      kematian mereka jadikan angin lalu, karna mereka terlalu takut tatkala ajal berkumandang
      dewasa orang saling berlomba mencari dan mencuri harta, hanya sekedar untuk melupakan akhirat
      kini zaman telah terbalik, atas kebawah, bawah keatas.
      aneh bagiku karna “mereka” tak pernah merasakan keanehan yg terjadi pd dirinya sendiri
      inilah ciri-ciri kiamat, masihkah kita INGKAR akan hal tersebut…?????!!!
      navoleon.bonaparte@gmail.com

    • yeni 8:06 am on 26 September 2009 Permalink

      aneh itu relatif, tapi buat aneh yang dalam kasus ini….salut dech.
      mari berlomba jadi orang2 aneh,
      ga mudah mnciptakan mental orang aneh, tapi niat lillahi taala.
      insya Allah…..

    • amalia 2:38 pm on 12 November 2009 Permalink

      ijin share yah

  • erva kurniawan 8:15 pm on 10 September 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , ,   

    Kisah Petani Kecil Yang Mulia 

    Pak TaniBeberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari Semarang sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur. Si Pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan.

    ” Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?” tanya si Pemuda.

    “Oh… Saya mau ke Jakarta terus “connecting flight” ke Singapore nengokin anak saya yang kedua” jawab ibu itu.

    ” Wouw….. hebat sekali putra ibu, pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak. Pemuda itu merenung. Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu pemuda itu melanjutkan pertanyaannya.

    ” Kalau saya tidak salah, anak yang di Singapore tadi, putra yang kedua ya Bu?? Bagaimana dengan adik-adiknya? ?”

    Oh ya tentu, si Ibu bercerita : “Anak saya yang ketiga seorang Dokter di Malang, yang keempat Kerja di Perkebunan di Lampung, yang kelima menjadi Arsitek di Jakarta, yang keenam menjadi Kepala Cabang Bank di Purwokerto,yang ke tujuh menjadi Dosen di Semarang.”

    Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh.

    “Terus bagaimana dengan anak pertama ibu ??”

    Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab, “Anak saya yang pertama menjadi Petani di Godean Jogja nak”.

    Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar “

    Pemuda itu segera menyahut, “Maaf ya Bu….. kalau ibu agak kecewa ya dengan anak pertama ibu, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedang dia menjadi petani “??

    Dengan tersenyum ibu itu menjawab,

    ” Ooo …tidak tidak begitu nak….

    Justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani”

    ***

    Point of view:

    Everybody in the world is a important person. Open your eyes…. your heart…. your mind…. your point of view…. because we can’t make summary before read “the book” completely.

    The wise person says… The more important thing is not WHO YOU ARE

    But… WHAT YOU HAVE BEEN DOING

    (Sumber: email teman)

     
    • yuna 10:36 am on 11 September 2009 Permalink

      true story ngga nie??

    • utusan allah 1:50 pm on 9 Maret 2010 Permalink

      tu baru yang dinamakan manusia yang berguna bagi kehidupan orang lain,maka kebahagiaan sodara2 nya akan menjadi nikmat baginya.

  • erva kurniawan 6:41 pm on 9 September 2009 Permalink | Balas
    Tags: seks bebas, sex bebas   

    Hasrat Seks Mati Setelah 500 kali Ganti Pasangan 

    FRUSTASI-SEKS-dalam(powerherbs)Nurul Ulfah – detikHealth

    **

    Jakarta, Di zaman sekarang, seks bebas bukan hal yang aneh lagi sepertinya. Muda-mudi berganti pasangan dan melakukan seks di luar nikah. Bagi mereka yang punya hobi itu, siap-siap saja menderita kematian hasrat seksual ketika sudah berkeluarga nantinya.

    ebiasaan melakukan seks bebas dengan pasangan yang berbeda-beda ternyata bisa menjadi penyakit dan bumerang bagi diri sendiri.

    Seseorang yang sering melakukan seks bebas dan berganti-ganti pasangan sebelum menikah diperkirakan akan menderita penyakit Hypoactive Sexual Desire Disorder atau HSDD.

    Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Naek L Tobing, pakar seksolog ternama usai mengisi acara konsultasi online detikForum, kepada detikhealth, Rabu (12/8/2009). Menurutnya, HSDD bisa disebabkan oleh banyak faktor, dan salah satunya adalah karena seringnya melakukan seks dengan pasangan yang tidak tetap.

    “Saya pernah didatangi satu pasien, seorang pria umur 38 tahun, punya satu anak dan satu istri. Ia mengeluh tidak memiliki hasrat seks sama sekali pada istrinya,” ujar pria lulusan Sex Educator dan Sex Counselor di State University Minessota, Amerika Serikat (1983) tersebut.

    “Pria itu sangat menyayangi istrinya, setiap malam jika anaknya menangis atau ngompol, dia yang mengurusnya. Tapi ironisnya, tiap malam pria itu mengeluarkan air mata karena tidak bisa melakukan seks dengan istrinya,” ujar Naek.

    Setelah diteliti-teliti, diketahuilah penyebab semuanya itu. “Setelah saya korek-korek, pria itu akhirnya mengaku bahwa waktu mudanya ia sering berganti-ganti pasangan,” ungkapnya.

    Pasangan yang pernah ia tiduri pun tak tanggung-tanggung jumlahnya. “Ketika ditanya berapa wanita yang sudah ditidurinya, ia mengaku kurang lebih sekitar 500 wanita, dan hampir setengahnya melakukan hubungan seks dengannya ketika masih perawan,” ujar Naek.

    Kebiasaan itulah yang akhirnya membuat pria itu kehilangan hasrat bercinta dengan istrinya. “Karena dulu ia tidak bisa tahan dengan satu pasangan, lama kelamaan menjadi habit dan ketika sudah menikah malah menjadi penyakit,” tuturnya.

    Menurut Naek, kebiasaan si pria hidung belang itu ternyata sudah dilakoninya sejak lulus kuliah. “Setelah lulus S1, ia kerja 5 tahun, punya banyak duit, sering datang ke klub-klub malam, dan akhirnya tanpa disadari sudah banyak wanita yang ia gauli,” tuturnya.

    “Itu mungkin sebabnya mengapa di Amerika banyak pasangan yang cerai, hampir 50 persen orang Amerika pasti bercerai. Itu dia sebabnya, karena di Amerika seks bebas sudah sangat lazim sehingga pada saat berkeluarga sudah mati hasratnya,” ujarnya.

    Untuk itu, dokter yang juga penulis beberapa buku diantaranya Seks Pranikah, Seks Extramarital, dan Membangun Keharmonisan Suami-Istri itu, menyarankan agar setiap orang hendaknya bisa menahan hawa nafsunya dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

    “Kalau sudah tidak tahan, masturbasi saja. Itu bisa menyalurkan hasrat seks kalau sudah kebelet. Daripada disimpen-simpen, bisa busuk nanti,” candanya.

    ***

     
  • erva kurniawan 12:02 pm on 8 September 2009 Permalink | Balas
    Tags: ,   

    Orang yang Memperoleh Pahala Shalat Berjamaah 

    SHOLAT BERJAMAAHSahabatku, ada sebuah hadits yang mungkin perlu engkau ketahui. Yaitu tentang keutamaan shalat berjamaah. Hadits itu berbunyi, “Seseorang yang berwudhu dengan sempurna, kemudian pergi ke masjid dan di dapatinya orang-orang telah selesai shalat (berjamaah), maka dia akan menerima pahala sebanyak orang yang mengerjakan shalat berjamaah, tanpa mengurangi sedikit pun pahala mereka.” (HR. Abu Daud, Nasa’i, dan Hakim).

    Subhanalllah, ini adalah anugerah besar yang diberikan kepada kita. Ini seperti hidangan yang sangat mahal harganya namun diberikan secara cuma-cuma. Lantas, mengapa sedikit sekali orang yang mau mengambil hidangan itu?

    Sahabatku, kita kadang tidak jadi pergi shalat ke masjid dengan alasan tidak ada orang yang shalat berjamaah. Lantas kita shalat sendirian di rumah. Padahal, menurut hadits ini, jika kita sudah berniat shalat berjamaah di masjid, namun tidak ada lagi yang shalat berjamaah, maka kita tetap mendapatkan pahala shalat berjamaah.

    Tentu saja kita mendapatkan pahala itu dengan satu syarat: Jika kita sudah tahu ada shalat berjamaah di masjid, lalu kita tunda-tunda dengan harapan tidak shalat berjamaah dan dapat shalat sendirian, dengan asumsi bahwa kita akan memperoleh pahala shalat berjamaah, maka hal itu tidak benar. Kita tidak akan mendapatkan pahala shalat berjamaah. Niat seperti ini sudah melenceng dari yang sudah seharusnya, sehingga pahala tersebut tidak kita dapatkan.

    Orang yang terbiasa shalat berjamaah, biasanya akan sangat bersedih apabila ia tidak shalat berjamaah. Ia ingin, bagaimanapun caranya, dapat melaksanakan shalat berjamaah dengan istiqomah. Namun, kadang kala ia lupa dan terhambat karena udzur syar’i. Sehingga sesekali ia terhalang untuk shalat berjamaah. Niatnya yang kuat untuk selalu shalat berjamaah tetap tertambat di dalam hatinya. Ia tidak pernah sedikitpun ingin menghapus niat itu di dalam hatinya. Kemudian Allah memberikan hiburan kepadanya dengan hadits Nabi tersebut.

    Orang yang merindukan rumah Allah akan selalu datang menunaikan shalat fardhu di masjid meskipun sudah tidak ada lagi orang yang shalat berjamaah. Karena mengerjakan shalat fardhu di masjid lebih utama daripada mengerjakannya di dalam rumah.

    ***Sunday

     
    • iboy 6:34 pm on 9 September 2009 Permalink

      assalamu’alaikum..
      Mba erva, sy rutin mmbaca kisah2 islami d blog Mba, sangat brmanfaat untuk sy. terimakasih bnyak y mba.. Sy ada usul sdikit, bgaimana klo mba pasang translator d blog mba, supaya bisa dbaca org2 diluar indonesia jg. Brmanfaat insyaallah.

  • erva kurniawan 9:37 am on 7 September 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , ,   

    Doa dari Keranjang Tempe 

    Penjual-tempeDi Karangayu, sebuah desa di Kendal, Jawa Tengah, tempat tinggal seorang ibu penjual tempe . Tak ada pekerjaan lain yang dapat dia lakukan sebagai menyambung hidup. Meski demikian, nyaris tak pernah lahir keluhan dari bibirnya. Ia jalani hidup dengan riang.

    “Jika tempe ini yang nanti mengantarku ke surga, kenapa aku harus menyesalinya. ” demikian dia selalu memaknai hidupnya.

    Suatu pagi, setelah salat subuh, dia pun berkemas. Mengambil keranjang bambu tempat tempe , dia berjalan ke dapur. Diambilnya tempe-tempe yang dia letakkan di atas meja panjang. Tapi…….deg !! dadanya gemuruh. Tempe yang akan dia jual, ternyata belum jadi. Masih berupa kacang, sebagian berderai, belum disatukan ikatan-ikatan putih kapas dari peragian. Tempe itu masih harus menunggu satu hari lagi untuk jadi. Tubuhnya lemas. Dia bayangkan, hari ini pasti dia tidak akan mendapatkan uang, untuk makan, dan modal membeli kacang, yang akan dia olah kembali menjadi tempe.

    Di tengah putus asa, terbersit harapan di dadanya. Dia tahu, jika meminta kepada Allah, pasti tak akan ada yang mustahil. Maka, ditengadahkan kepala, dia angkat tangan, dia baca doa. “Ya Allah, Engkau tahu kesulitanku. Aku tahu Engkau pasti menyayangi hamba-Mu yang hina ini. Bantulah aku ya Allah, jadikanlah kedelai ini menjadi tempe . Hanya kepada-Mu kuserahkan nasibku…”

    Dalam hati, dia yakin, Allah akan mengabulkan doanya. Dengan tenang, dia tekan dan mampatkan daun pembungkus tempe . Dia rasakan hangat yang menjalari daun itu. Proses peragian memang masih berlangsung. Dadanya gemuruh.

    Dan pelan, dia buka daun pembungkus tempe. Dan… dia kecewa. Tempe itu masih belum juga berubah. Kacangnya belum semua menyatu oleh kapas-kapas ragi putih. Tapi, dengan memaksa senyum, dia berdiri. Dia yakin, Allah pasti sedang “memproses” doanya. Dan tempe itu pasti akan jadi. Dia yakin, Allah tidak akan menyengsarakan hambanya yang setia beribadah seperti dia.  Sambil meletakkan semua tempe setengah jadi itu ke dalam keranjang, dia berdoa lagi. “Ya Allah, aku tahu tak pernah ada yang mustahil bagi-Mu. Engkau Maha Tahu, bahwa tak ada yang bisa aku lakukan selain berjualan tempe. Karena itu ya Allah, jadikanlah. Bantulah aku, kabulkan doaku…”

    Sebelum mengunci pintu dan berjalan menuju pasar, dia buka lagi daun pembungkus tempe. Pasti telah jadi sekarang, batinnya. Dengan berdebar, dia intip dari daun itu, dan… belum jadi. Kacang itu belum sepenuhnya memutih. Tak ada perubahan apa pun atas ragian kacang tersebut.

    “Keajaiban Tuhan akan datang….pasti, ” yakinnya. Dia pun berjalan ke pasar. Di sepanjang perjalanan itu, dia yakin, “kehendak” Tuhan tengah bekerja untuk mematangkan proses peragian atas tempe tempenya. Berkali-kali dia dia memanjatkan doa… berkali-kali dia yakinkan diri, Allah pasti mengabulkan doanya. Sampai di pasar, di tempat dia biasa berjualan, dia letakkan keranjang-keranjang itu.

    “Pasti sekarang telah jadi tempe !” batinnya.  Dengan berdebar, dia buka daun pembungkus tempe itu, pelan-pelan. Dan… dia terlonjak. Tempe itu masih tak ada perubahan. Masih sama seperti ketika pertama kali dia buka di dapur tadi. Kecewa, airmata menitik di keriput pipinya. Kenapa doaku tidak dikabulkan? Kenapa tempe ini tidak jadi?

    Kenapa Tuhan begitu tidak adil? Apakah Dia ingin aku menderita? Apa salahku? Demikian batinnya berkecamuk.  Dengan lemas, dia gelar tempe-tempe setengah jadi itu di atas plastik yang telah dia sediakan. Tangannya lemas, tak ada keyakinan akan ada yang mau membeli tempenya itu. Dan dia tiba-tiba merasa lapar… merasa sendirian. Allah telah meninggalkan aku, batinnya. Airmatanya kian menitik. Terbayang esok dia tak dapat berjualan… esok dia pun tak akan dapat makan.

    Dilihatnya kesibukan pasar, orang yang lalu lalang, dan “teman-temannya” sesama penjual tempe di sisi kanan dagangannya yang mulai berkemas. Dianggukinya mereka yang pamit, karena tempenya telah laku. Kesedihannya mulai memuncak.  Diingatnya, tak pernah dia mengalami kejadian ini. Tak pernah tempenya tak jadi. Tangisnya kian keras.  Dia merasa cobaan itu terasa berat. Di tengah kesedihan itu, sebuah tepukan menyinggahi pundaknya. Dia memalingkan wajah, seorang perempuan cantik, paro baya, tengah tersenyum, memandangnya.

    “Maaf Ibu, apa ibu punya tempe yang setengah jadi? Capek saya sejak pagi mencari-cari di pasar ini, tak ada yang menjualnya.  Ibu punya??” Penjual tempe itu bengong. Terkesima. Tiba-tiba wajahnya pucat. Tanpa menjawab pertanyaan si ibu cantik tadi, dia cepat menadahkan tangan. “Ya Allah, saat ini aku tidak ingin tempe itu jadi. Jangan engkau kabulkan doaku yang tadi. Biarkan sajalah tempe itu seperti tadi, jangan jadikan tempe ….”

    Lalu segera dia mengambil tempenya. Tapi, setengah ragu, dia letakkan lagi. “Jangan-jangan, sekarang sudah jadi tempe ….”

    “Bagaimana Bu ? Apa ibu menjual tempe setengah jadi ?” tanya perempuan itu lagi. Kepanikan melandanya lagi. “Duh Gusti… bagaimana ini? Tolonglah ya Allah, jangan jadikan tempe ya?” ucapnya berkali-kali. Dan dengan gemetar, dia buka pelan-pelan daun pembungkus tempe itu. Dan apa yang dia lihat, pembaca ?? Di balik daun yang hangat itu, dia lihat tempe yang masih sama. Belum jadi ! “Alhamdulillah! ” pekiknya, tanpa sadar. Segera dia angsurkan tempe itu kepada si pembeli. Sembari membungkus, dia pun bertanya kepada si ibu cantik itu. “Kok Ibu aneh ya, mencari tempe kok yang belum jadi?”

    “Oohh, bukan begitu, Bu. Anak saya, si Sulhanuddin, yang kuliah S2 di Australia ingin sekali makan tempe, asli buatan sini. Nah, agar bisa sampai sana belum busuk, saya pun mencari tempe yang belum jadi. Jadi, saat saya bawa besok, sampai sana masih layak dimakan. Oh ya, jadi semuanya berapa, Bu ?”

    Sahabatku, ini kisah yang biasa bukan ? Dalam kehidupan sehari-hari, kita acap berdoa…..dan “memaksakan” agar …..Allah memberikan apa yang menurut kita paling cocok untuk kita. Dan jika doa kita tidak dikabulkan, kita merasa diabaikan, merasa kecewa. Padahal, Allah paling tahu apa yang paling cocok untuk kita. Bahwa semua rencananya adalah sempurna..

    Wallahu’alam Bishshawaab…..

    ***

    Sumber: Eramuslim

     
    • Ermila 2:02 pm on 7 September 2009 Permalink

      Subhanallah,.Allahhu Akbar,.sbnrnya kt tau Allah lebih tau dr apa yg kt tau, tp disaat trtntu kt lupa hal itu,.. Mdh2an kt bs mnjd org yg lebih ikhlas dlm mnjlni hdp ini

    • anissa 9:03 am on 28 September 2009 Permalink

      subhanallah..
      cerita yang mengharukan dan lucu, menunjukan kdekatan seorang hamba dgn Tuhannya dan yakin bahwa pertolongan Allah pasti datang.. hanya mungkin si ibu kurang sabar.. bahwa Allah memberikan jawaban dari arah yang tidak disangka2..,
      sama spt kita kadang kurang sabar dlm do’a2 kita yang belum dijawab Allah.. astaghfirullah al adzhiim

    • projo27 3:30 pm on 9 April 2012 Permalink

      Pak Erva, Kisahnya sangan inspiratif sekali, saya mendapat kisah ini dari email saudara Aan Sopyan dari rumahzakat.org
      Saya baru tahu setelah mencari di internet, bahwa cerita ini berasal dari Anda, saya izin copas ke blog saya http://projokusumo.blogspot.com

  • erva kurniawan 8:12 am on 6 September 2009 Permalink | Balas
    Tags: mati,   

    Apa Yang Terjadi Pada Tubuh-Mu Saat Mati 

    sunsetSesaat sebelum mati Anda akan merasakan jantung berhenti berdetak, nafas tertahan dan badan bergetar. Anda merasa dingin di telinga. Darah berubah menjadi asam dan tenggorokan berkontraksi.

    0 Menit :

    Kematian secara medis terjadi ketika otak kehabisan supply oksigen.

    1 Menit :

    Darah berubah warna dan otot kehilangan kontraksi, isi kantung kemih keluar tanpa izin.

    3 Menit :

    Sel-sel otak tewas secara masal. Saat ini otak benar-benar berhenti berpikir.

    4 – 5 Menit :

    Pupil mata membesar dan berselaput. Bola mata mengkerut karena kehilangan tekanan darah.

    7 – 9 Menit :

    Penghubung ke otak mulai mati, efek yang sama terjadi ketika anda menyaksikan sinetron.

    1 – 4 Jam :

    Rigor Mortis *)1 Membuat otot kaku dan rambut berdiri, kesannya rambut  tetap tumbuh setelah mati.

    4 – 6 Jam :

    Rigor Mortis *)1 Terus beraksi. Darah yang berkumpul lalu mati dan warna kulit menghitam.

    6 Jam :

    Otot masih berkontraksi. Proses penghancuran, seperti efek alkohol masih berjalan.

    8 Jam :

    Suhu tubuh langsung menurun drastis.

    24 – 72 Jam :

    Isi perut membusuk oleh mikroba dan pankreas mulai mencerna dirinya sendiri !.

    36 – 48 Jam :

    Rigor Mortis *)1 Berhenti, Tubuh anda selentur penari balerina lagi.

    3 – 5 Hari :

    Pembusukan mengakibatkan luka skala besar, darah menetes keluar dari mulut dan hidung.

    8 – 10 Hari :

    Warna tubuh berubah dari hijau ke merah sejalan dengan membusuknya darah.

    Beberapa Minggu :

    Rambut, Kuku, Dan Gigi dengan mudahnya terlepas.

    Satu Bulan :

    Kulit Anda mulai mencair !.

    Satu Tahun :

    Selain tulang-belulang tidak ada lagi yang tersisa dari tubuh anda ! Sekarang Anda adalah saingan Twiggy dan Calista Flockhart.

    **

    *1) Rigor Mortis Adalah Fase Dimana Keseluruhan Otot Di Tubuh Menjadi Kaku.

     
    • anissa 10:31 am on 7 September 2009 Permalink

      subhanallah.. ngeri sekali kita membayangkannya..:(

    • Aoux Swantoro 10:49 am on 18 November 2011 Permalink

      Yang saya tahu kematian kita hanya mengubah sedikit dari keadaan kita semasa masih punya tubuh. Tapi kebiasaan kita sehari-hari masih diteruskan dalam badan halus. Artinya tingkat kesadaran seseorang tentang apa yang terjadi di sekelilingnya dan dalam dirinya menentukan tempat di mana dia ada.

  • erva kurniawan 6:59 am on 5 September 2009 Permalink | Balas
    Tags: istri cerewet,   

    Bila Istri Cerewet 

    keluarga_sakinahSeorang laki-laki berjalan tergesa-gesa menuju kediaman khalifah Umar bin Khatab. Ia ingin mengadu pada khalifah; tak tahan dengan kecerewetan istrinya. Begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki itu tertegun. Dari dalam rumah terdengar istri Umar sedang ngomel, marah-marah. Cerewetnya melebihi istri yang akan diadukannya pada Umar. Tapi, tak sepatah katapun terdengar keluhan dari mulut khalifah. Umar diam saja, mendengarkan istrinya yang sedang gundah. Akhirnya lelaki itu mengurungkan niatnya, batal melaporkan istrinya pada Umar.

    Apa yang membuat seorang Umar bin Khatab yang disegani kawan maupun lawan, berdiam diri saat istrinya ngomel? Mengapa ia hanya mendengarkan, padahal di luar sana, ia selalu tegas pada siapapun?

    Umar berdiam diri karena ingat 5 hal. Istrinya berperan sebagai BP4. Apakah BP4 tersebut?

    1. Benteng Penjaga Api Neraka

    Kelemahan laki-laki ada di mata. Jika ia tak bisa menundukkan pandangannya, niscaya panah-panah setan berlesatan dari matanya, membidik tubuh-tubuh elok di sekitarnya. Panah yang tertancap membuat darah mendesir, bergolak, membangkitkan raksasa dalam dirinya. Sang raksasa dapat melakukan apapun demi terpuasnya satu hal; syahwat.

    Adalah sang istri yang selalu berada di sisi, menjadi ladang bagi laki-laki untuk menyemai benih, menuai buah di kemudian hari. Adalah istri tempat ia mengalirkan berjuta gelora. Biar lepas dan bukan azab yang kelak diterimanya Ia malah mendapatkan dua kenikmatan: dunia dan akhirat.

    Maka, ketika Umar terpikat pada liukan penari yang datang dari kobaran api, ia akan ingat pada istri, pada penyelamat yang melindunginya dari liukan indah namun membakar. Bukankah sang istri dapat menari, bernyanyi dengan liuka yang sama, lebih indah malah. Membawanya ke langit biru. Melambungkan raga hingga langit ketujuh. Lebih dari itu istri yang salihah selalu menjadi penyemangatnya dalam mencari nafkah.

    2. Pemelihara Rumah

    Pagi hingga sore suami bekerja. Berpeluh. Terkadang sampai mejelang malam. Mengumpulkan harta. Setiap hari selalu begitu. Ia pengumpul dan terkadang tak begitu peduli dengan apa yang dikumpulkannya. Mendapatkan uang, beli ini beli itu. Untunglah ada istri yang selalu menjaga, memelihara. Agar harta diperoleh dengan keringat, air mata, bahkan darah tak menguap sia-sia Ada istri yang siap menjadi pemelihara selama 24 jam, tanpa bayaran.

    Jika suami menggaji seseorang untuk menjaga hartanya 24 jam, dengan penuh cinta, kasih sayang, dan rasa memiliki yang tinggi, siapa yang sudi? Berapa pula ia mau dibayar. Niscaya sulit menemukan pemelihara rumah yang lebih telaten daripada istrinya. Umar ingat betul akan hal itu. Maka tak ada salahnya ia mendengarkan omelan istri, karena (mungkin) ia lelah menjaga harta-harta sang suami yang semakin hari semakin membebani.

    3. Penjaga Penampilan

    Umumnya laki-laki tak bisa menjaga penampilan. Kulit legam tapi berpakaian warna gelap. Tubuh tambun malah suka baju bermotif besar. Atasan dan bawahan sering tak sepadan. Untunglah suami punya penata busana yang setiap pagi menyiapkan pakaianannya, memilihkan apa yang pantas untuknya, menjahitkan sendiri di waktu luang, menisik bila ada yang sobek. Suami yang tampil menawan adalah wujud ketelatenan istri. Tak mengapa mendengarnya berkeluh kesah atas kecakapannya itu

    4. Pengasuh Anak-anak

    Suami menyemai benih di ladang istri. Benih tumbuh, mekar. Sembilan bulan istri bersusah payah  merawat benih hingga lahir tunas yang menggembirakan. Tak berhenti sampai di situ. Istri juga merawat tunas agar tumbuh besar. Kokoh dan kuat. Jika ada yang salah dengan pertumbuhan sang tunas, pastilah istri yang disalahkan. Bila tunas membanggakan lebih dulu suami maju ke depan, mengaku, ?akulah yang membuatnya begitu.? Baik buruknya sang tunas beberapa tahun ke depan tak lepas dari sentuhan tangannya. Umar paham benar akan hal itu.

    5. Penyedia Hidangan

    Pulang kerja, suami memikul lelah di badan. Energi terkuras, beraktivitas di seharian. Ia butuh asupan untuk mengembalikan energi. Di meja makan suami Cuma tahu ada hidangan: ayam panggang kecap, sayur asam, sambal terasi dan lalapan. Tak terpikir olehnya harga ayam melambung; tadi bagi istrinya sempat berdebat, menawar, harga melebihi anggaran. Tak perlu suami memotong sayuran, mengulek bumbu, dan memilah-milih cabai dan bawang. Tak pusing ia memikirkan berapa takaran bumbu agar rasa pas di lidah. Yang suami tahu hanya makan. Itupun terkadang dengan jumlah berlebihan; menyisakan sedikit saja untuk istri si juru masak. Tanpa perhitungan istri selalu menjadi koki terbaik untuk suami. Mencatat dalam memori makanan apa yang disuka dan dibenci suami.

    **

    Dengan mengingat lima peran ini, Umar kerap diam setiap istrinya ngomel. Mungkin dia capek, mungkin dia jenuh dengan segala beban rumah tangga di pundaknya. Istri telah berusaha membentenginya dari  api neraka, memelihara hartanya, menjaga penampilannya, mengasuh anak-anak, menyediakan hidangan untuknya. Untuk segala kemurahan hati sang istri, tak mengapa ia mendengarkan keluh kesah buah lelah.

    Umar hanya mengingat kebaikan-kebaikan istri untuk menutupi segala cela dan kekurangannya. Bila istri sudah puas menumpahkan kata-katanya, barulah ia menasehati, dengan cara yang baik, dengan bercanda. Hingga tak terhindar pertumpahan ludah dan caci maki tak terpuji.

    Akankah suami-suami masa kini dapat mencontoh perilaku Umar ini. Ia tak hanya berhasil memimpin negara tapi juga menjadi imam idaman bagi keluarganya.

    ***

     
    • abdurrahman 11:32 am on 14 September 2009 Permalink

      SEMOGA ANA DAPAT MENELADANINYA.DOAKAN YA

    • ika 11:21 pm on 6 Oktober 2009 Permalink

      alhamdullillah…………. insya Allah suami-q begitu…… kadang2 aq juga heran, kok bisa yaaahhh dia sabar dan diam saat aq mengomel panjang lebar….. walopun kalo aq dah mulai keterlaluan dia mulai pasang wajah ngantuk dan ketiduran…….. hahaha…… my hubby is the best!

    • amalia 3:05 pm on 12 November 2009 Permalink

      ijin share yah

  • erva kurniawan 8:03 pm on 4 September 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , ,   

    Kisah Teladan: Abdullah bin Ummi Maktum Radiallahuanhu 

    Taj CompoundAssalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

    Auzubillahiminasy syaithonirrojiim

    Masih ingat dengan seorang sahabat Nabi yang tak dapat melihat? Yang karenanya Allah lalu menegur Nabi dan menurunkan surat “A’basa”?

    1. Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling,
    2. karena telah datang seorang buta kepadanya.
    3. tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa),
    4. atau Dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya?
    5. Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup,
    6. Maka kamu melayaninya.
    7. Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau Dia tidak membersihkan diri (beriman).
    8. dan Adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran),
    9. sedang ia takut kepada (Allah),
    10. Maka kamu mengabaikannya.
    11. sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan,

    QS. Abasa (80) ayat 1 – 11

    **

    Ia adalah Abdullah bin Ummi Maktum Radiallahuanhu. Seorang sosok sahabat yang senantiasa tawadlhu dalam menunaikan kewajibannya sebagai hamba Allah.

    Suatu ketika sahabat Nabi ini menghampiri baginda Rasulullah Saw, ia hendak meminta izin, untuk tidak mengikuti jama’ah shubuh, karena tak ada yang menuntunnya menuju masjid. Setelah mendengar alasannya, baginda Rasulpun bertanya: “Apakah engkau mendengar adzan?”, Abdullah lantas menjawab: “Tentu baginda”, “Kalau begitu tidak ada keringanan untukmu”, tandas Rasul.

    Layaknya hamba Allah yang senantiasa istiqomah dalam menjalankan perintahNya. Abdullahpun sam’an  a tho’atan atas apa yang diperintahkan Rasulullah Saw. Dengan mantap ia berazam untuk mendirikan jama’ah shubuh di masjid,sekalipun dirinya harus meraba-raba dengan tongkat untuk menuju sumber azan.

    Keesokan harinya, tatkala fajar menjelang dan azan mulai berkumandang, Abdullah bin Ummi Maktumpun bergegas memenuhi panggilan Illahi. Tak lama ketika ia mengayunkan kakinya beberapa langkah, tiba-tiba ia tersandung sebuah batu, badannya lalu tersungkur jatuh, dan sebagian ongkahan batu itu tepat mengenai wajahnya, dengan seketika darahpun mengalir dari mukanya yang mulia.

    Dengan cepat Abdullah kembali bangkit, sembari mengusap darah yang membasahi wajahnya, iapun dengan mantap akan kembali melanjutkan perjalanan menuju masjid.

    Selang beberapa saat, datang seorang sosok lelaki tak dikenal menghampirinya, kemudian lelaki itu bertanya: “A’mmu (paman) hendak pergi kemana?”. “Saya ingin memenuhi panggilan Ilahi” jawab Abdullah tenang. Lalu laki-laki asing itu menawarkan jasanya,

    “Saya akan antarkan a’mmu ke masjid, lalu nanti kembali pulang ke rumah”. Lelaki itupun segera menuntun Abdullah menuju rumah Allah, dan kemudian mengantarkannya kembali pulang.

    Hal ini ternyata tidak hanya sekali dilakukan lelaki asing itu, tiap hari ia selalu menuntun Abdullah ke masjid dan kemudian mengantarkannya kembali ke rumah. Tentu saja Abdullah bin Ummi Maktum sangat gembira, karena ada orang yang dengan baik hati mengantarnya salat berjama’ah, bahkan tanpa mengharapkan imbalan apapun.

    Hingga tibalah suatu saat, ia ingin tahu siapa nama lelaki yang selalu mengantarnya. Ia lalu menanyakan nama lelaki budiman itu. Namun spontan lelaki asing itu menjawab: “Apa yang paman inginkan dari namaku?”, “Saya ingin berdo’a kepada Allah, atas kebajikan yang selama ini engkau lakukan”, jawab Abdullah. “Tidak usah” tegas lelaki itu. “Paman tidak perlu berdoa untuk meringankan penderitaanku, dan jangan sekali-kali paman menanyai namaku” tegasnya. Abdullah terhentak dan terkejut atas jawaban lelaki itu, Iapun kemudian bersumpah atas nama Allah, meminta lelaki itu untuk tidak menemuinya lagi, sampai ia tahu betul siapa dan mengapa ia terus memandunya menuju masjid dan tidak mengharapkan balasan apapun.

    Mendengar sumpah Abdullah, laki-laki itu kemudian berpikir panjang, ia kemudian berkata: “Baiklah akan aku katakan siapa diriku sebenarnya. “Aku adalah Iblis” jawabnya. Abdullah tersentak tak percaya, “Bagaimana mungkin engkau menuntunku ke masjid, sedangkan dirimu menghalangi manusia untuk mengerjakan salat?” Iblis itu kemudian menjawab: “Engkau masih ingat ketika dulu hendak melaksanak salat shubuh berjama’ah, dirimu tersandung batu, lalu bongkahannya melukai wajahmu?”.

    “Iya, aku ingat” jawab Abdullah. “Pada saat itu aku mendengar ucapan Malaikat, bahwasannya Allah telah mengampuni setengah dari dosamu, aku takut kalau engkau tersandung untuk kedua kali, lalu Allah menghapuskan setengah dosamu yang lain” jelas Iblis. “Oleh karena itu aku selalu menuntunmu ke Masjid dan mengantarkanmu pulang, khawatir jika engkau kembali ceroboh lagi ketika berangkat ke Masjid”

    Astaghfirullah, ternyata Iblis tak pernah rela sedikitpun melihat hamba Allah menjadi ahli ibadah. Terbukti semua cara ia tempuh, hingga ia tak segan untuk menggunakan topeng kebaikan, khawatir kalau mangsanya akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

    **

    Dari sepenggal kisah sahabat diatas, tentu kita dapat mengambil pelajaran dan memahami satu dari karakter Iblis, lalu bagaimana dengan kita? masihkah berdiam diri, menunggu menjadi korban makhluk laknat itu, atau kita mencoba melawan dengan memperbaiki diri dan terus mendekatkan diri pada Ilahi?

    ***

     
    • mnrizki 12:19 am on 9 Februari 2010 Permalink

      Pada admin minta ijin copas artikelnya, terima kasih.
      Kunjungi : http://majlisdzikrullahpekojan.org

    • ma'arif 8:55 pm on 19 Maret 2010 Permalink

      Pelajaran yang lebih berharga mnurut sy bukanya memahami karakter iblis itu tapi, ” sudah tak ada lagi buat kita untuk tidak sholat berjama’ah di masjid.”
      dg semua keutamaanya dan perjuangan para sahabat dalam menjaga keistiqomah’an sholat berjama’ahnya..

      oh ya ijin copas juga…
      smoga lebih bermanfaaat buat yang lain dr artikel antum

    • Mukti 8:08 am on 25 Agustus 2010 Permalink

      Subhanallah…

    • tri 7:06 pm on 1 Februari 2011 Permalink

      izin copas. Syukron

  • erva kurniawan 1:12 pm on 3 September 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , ,   

    Buah Kejujuran 

    WaterLilyPada suatu hari ada seorang penebang kayu yang sedang menebangi cabang sebuah pohon yang melintang di atas sungai. Tiba-tiba kapaknya terjatuh ke sungai itu. Ketika ia mulai menangis, Raja menampakkan diri dan bertanya, “Mengapa kamu menangis?” Si penebang kayu menjawab bahwa kapaknya telah terjatuh ke dalam sungai.

    Segera Raja masuk ke dalam air dan muncul dengan sebuah kapak emas.

    “Inikah kapakmu?” Raja bertanya.

    “Bukan,” si penebang kayu menjawab.

    Raja masuk kembali ke air dan muncul dengan kapak perak. “Inikah kapakmu?” Raja bertanya lagi.

    “Bukan,” si penebang kayu menjawab.

    Sekali lagi Raja masuk ke air dan muncul dengan kapak besi. “Inikah kapakmu?” Raja bertanya.

    “Ya!” jawab si penebang kayu.

    Raja sangat senang dengan kejujurannya dan memberikan ketiga kapak itu kepadanya. Si penebang kayu pulang ke rumahnya dengan hati bahagia.

    Beberapa waktu kemudian, si penebang kayu berjalan-jalan di sepanjang sungai dengan istrinya. Tiba-tiba sang istri terjatuh ke dalam sungai. Ketika ia mulai menangis, Raja menampakkan diri dan bertanya, “Mengapa kamu menangis?”

    Si penebang kayu menjawab bahwa istrinya telah terjatuh ke dalam sungai. Segera Raja masuk ke dalam air dan muncul dengan Cleopatra. “Inikah istrimu?” Raja bertanya.

    “Ya!” si penebang kayu menjawab, cepat.

    Mendengar itu, Raja menjadi sangat marah. “Kamu berbuat curang! Aku akan mengutukmu!” tegur Raja.

    Si penebang kayu segera menjawab, “Maafkan saya, ya Raja. Ini hanya kesalahpahaman belaka. Kalau saya berkata ‘Bukan’ pada Clopatra, Engkau pasti akan muncul kembali dengan Ratu Interniti. Kalau saya juga berkata ‘Bukan’ kepadanya, pada akhirnya Engkau pasti akan muncul dengan istri saya, dan saya akan berkata ‘Ya’. Kemudian Engkau pasti akan memberikan ketiganya kepada saya.

    “Raja, saya adalah orang miskin. Saya tidak akan mampu menghidupi mereka bertiga. Itu sebabnya saya menjawab ‘Ya’.”

    Hmm… Kejujuran, kapan pun memang selalu membawa kisah manis.

    ***

    Sumber: anonim

     
    • abdurrahman 11:40 am on 14 September 2009 Permalink

      sEBENARNYA ISTRI LEBIH DARI SATU TIDAK HARUS MENUGGU KAYA,NAMUN YANG LEBIH URGEN ADALAH BAGAIMANA AMAL AGAMA SEMPURNA PADA DIRI DAN KELUARGA KITA.SEMOGA ALLAH MEMBERI KEKUATAN PADA KITA.

    • ahmad nursobah 12:53 pm on 27 Februari 2010 Permalink

      memang benar kata si tukang kayu, bahwa ada waktunya kita jujur dan ada waktunya pula kita tdk jujur, selama itu tidak menyimpang ajaran agama,dan sandainya dia jujur dengan raja sama saja dia mempermainkan agama karena beristri lebih dari satu dantidak mampu menafkahi, dalam al quran diterangkan:”nikahilah olehmu 1 wanita atau lebih jika kamu mampu menafkahinya”.semoga kita termasuk orang2 yang di rahmati oleh allah selalu,amin!

  • erva kurniawan 9:06 am on 2 September 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , ,   

    Maaf, Saya Mau Ke Masjid…. 

    silluet-masjid 14Seorang pengusaha shalih bernama Kajiman -bukan nama asli- sedang menginap di sebuah hotel berbintang lima di Semarang. Usai melakukan qiyamul-lail ia bergegas ke luar hotel untuk mencari masjid terdekat untuk shalat Shubuh berjamaah. Waktu saat itu menunjukkan bahwa waktu adzan Shubuh kira-kira setengah jam ke depan.Sehingga Ia ingin jalan-jalan sebentar sebelum sholat shubuh.

    Begitu keluar dari lobby hotel, Kajiman pun meminta kepada tukang becak yang bernama Ibnu untuk mengantar keliling Semarang. Kira-kira belasan menit sudah Ibnu mengayuhkan pedal becak, sayup-sayup terdengar suara tarhim yang mengisyaratkan waktu shubuh akan tiba.

    Sejurus itu Ibnu berkata santun kepada penumpangnya, “Mohon maaf ya pak, boleh tidak bapak saya pindahkan ke becak lain??” Kajiman membalas, “Memangnya bapak mau kemana?” “Mohon maaf pak, saya mau pergi ke masjid!” jawab Ibnu.

    Terus terang Kajiman kagum atas jawaban Ibnu sang tukang becak, namun ia ingin mencari alasan mengapa Ibnu sedemikian hebat kemauannya hingga ingin pergi ke masjid. “Kenapa harus pergi ke masjid pak Ibnu?” Tanya Kajiman. Ibnu dengan polos menjawab, “Saya sudah lama bertekad untuk mengumandangkan adzan di masjid agar orang-orang bangun dan melaksanakan shalat Shubuh. Sayang khan Pak kalau kita tidak shalat Shubuh” jelas Ibnu singkat.

    Jawaban ini semakin membuat Kajiman bertambah kagum. Namun Kajiman belum puas sehingga ia melontarkan pertanyaan yang menggoyah keimanan Ibnu. “Pak, bagaimana kalau pak Ibnu tidak usah ke masjid tapi pak Ibnu temani saya keliling kota dan saya akan membayar Rp 500 ribu sebagai imbalannya!” Dengan santun Ibnu menolak tawaran itu, dengan mengatakan bahwa shalat sunnah Fajar itu lebih mahal daripada dunia beserta isinya!”

    Ia terkejut dan begitu takjub atas ketaatan Ibnu. Bahkan ketika Kajiman memberikan tawaran dua kali lipat, tetap saja Ibnu menolak. Kekaguman pun membawa Kajiman menyadari bahwa ada pelajaran besar yang sedang ia dapati dari seorang guru kehidupan bernama Ibnu .

    Beberapa saat kemudian, Ibnu dan Kajiman pun tiba di salah satu masjid. Usai sholat dan puas berdoa. Kajiman lalu berdiri dan menghampiri tubuh Ibnu. Ia gamit tangan Ibnu untuk berjabat lalu memeluk tubuhnya dengan erat. Sementara Ibnu belum mengerti apa maksud perbuatan yang dilakukan Kajiman.

    Dalam pelukan itu Kajiman membisikkan kalimat ke telinga Ibnu, “Mohon pak Ibnu tidak menolak tawaran saya kali ini. Dalam doa munajat kepada Allah tadi saya sudah bernazar untuk memberangkatkan pak Ibnu berhaji tahun ini ke Baitullah… ., Mohon bapak jangan menolak tawaran saya ini.

    Subhanallah. … bagai kilat yang menyambar. Betapa hati Ibnu teramat kaget mendengar penuturan Kajiman. Kini Ibnu pun mengeratkan pelukan ke tubuh Kajiman dan ia berkata, “Subhanallah walhamdulillah. … terima kasih ya Allah…. terima kasih pak Kajiman….. !” Matanya berkaca-kaca

    Ini keimanan tukang becak. Bagaimana dengan Kita?

    ***

    Sumber : Kisah Ust Bobby H.

     
    • ichek 10:58 am on 2 September 2009 Permalink

      Berat…

    • zaki 4:34 pm on 5 September 2009 Permalink

      subhanallah

    • abdurrahman 11:26 am on 14 September 2009 Permalink

      Seandainya orang orang Indonesia seperti p Ibnu betapa indahnya kehidupan ini.

    • Nanang 10:25 am on 6 November 2009 Permalink

      mari kita bangun Gerakan Shalat Shubuh Berjamaah

  • erva kurniawan 12:58 pm on 1 September 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , ,   

    Andai Pemimpin Kami Said 

    siluet masjid 9Suatu ketika delegasi pemerintah daerah Himsh datang menghadap Khalifah Umar. Himsh adalah sebuah wilayah di Syam yang masuk dalam pengawasan kekhalifahan (pemerintahan) Khalifah Umar bin Khaththab. Gubernur Himsh bernama Said bin Amir al-Jumhi. Khalifah Umar yang terkenal karena kepeduliannya kepada fakir-miskin meminta delegasi untuk menyerahkan daftar fakir-miskin di Himsh. “Berikan daftarnya agar aku bisa memenuhi kebutuhan mereka,” pinta Khalifah Umar.

    Mereka kemudian menyerahkan satu buah buku yang berisi nama-nama penduduk Himsh yang tergolong fakir-miskin. Menariknya, diantara daftar itu terselip nama gubenrur mereka sendiri; Said bin Amir al-Jumhi.

    Demi melihat nama Said, seperti tak yakin Umar bertanya “Ini Said bin Amir siapa?” Mereka menjawab “Gubernur kami”. Umar bertanya heran, “Gubernur kalian miskin?!” Mereka menjawab. “Ya, Demi Allah, dapurnya sering tidak berasap dalam waktu yang lama.”

    Mendengar itu Umar menangis tersedu sampai air matanya membasahi janggutnya. Sambil terisak Umar mengambil seribu dinar (bila dikonvesikan dengan rupiah, kira-kira saat ini senilai Rp 600 juta), lalu dimasukkannya ke dalam satu kantong. Umar berkata “Berikan salamku kepada pemimpin kalian dan katakan, ‘Khalifah Umar mengirimkan uang ini kepadamu agar kau bisa mempergunakannya untuk memenuhi kebutuhanmu’”. Air mata Umar masih saja mengalir.

    Delegasi pun kembali ke Himsh. Mereka lalu menghadap kepada Said dan memberikan titipan dari Khalifah Umar lengkap dengan pesannya. Said melihat isinya, dan ia tersentak. Dijauhkannya kantong itu dari hadapannya, seraya berkata “Innalillah wa inna ilaihi rajiun!”. Lalu Said bertanya pada istrinya, “Wahai istriku apakah engkau mau membantuku?” Istrinya menjawab, “tentu wahai suamiku”. Berdua, mereka pun membagikan dinar pemberian Khalifah Umar itu kepada rakyatnya sendiri.

    Selang beberapa waktu kemudian, Umar dating untuk melihat kondisi masyarakat di daerah Syam. Tak lupa Umar singgah di Himsh untuk menengok sang gubernur. Melihat kondisi Said, Umar pun memberi bantuan seribu dinar lagi untuk Said. Pemberian Khalifah Umar diadukan kembali oleh Said kepada istri tercintanya.

    Seperti sebelumnya Said mengajak istrinya untuk memberikan uang itu kepada orang lain, “dinar ini akan kita berikan kepada orang yang datang kepada kita, jadikan dinar ini sebagai pinjaman yang baik bagi Allah.” Dinar itu diberikannya kepada siapapun yang datang kepadanya dalam kantong-kantong dinar. Said juga memerintahkan keluarganya untuk membagikan semua dinar itu kepada para janda, yatim, dan fakir miskin di daerah Himsh.

    **

    Dari kisah di atas terbukti, sebagai gubernur, Said lebih mengutamakan kesejahteraan rakyatnya dibandingkan dirinya sendiri. Gubernur Said rela, bantuan dari Khalifah Umar untuk dirinya, ia berikan semua kepada rakyatnya. Said pun ikhlas lebih menderita dari rakyatnya. Dia tak ingin bergelimang harta dan kemewahan dan rela berada di barisan terdepan dalam menanggung derita. Subhanalloh. .

    ***

    Oleh : Jamil Azzaini

     
    • mr.pandu 8:44 am on 10 April 2010 Permalink

      thanks …………………………………………………………………………………………………………………………………………..

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 661 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: