Updates from Januari, 2009 Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • erva kurniawan 7:40 pm on 31 January 2009 Permalink | Balas  

    Radikal Bebas, Tak Selamanya Jadi Musuh 

    radikal-bebas

    Radikal Bebas

    Antioksidan dan Peranannya

    Antioksidan adalah zat yang anti terhadap oksidan. Oksidan yang lebih dikenal dengan radikal bebas adalah molekul oksigen yang memiliki atom dengan jumlah elektron yang tidak berpasangan. Molekul yang tak berpasangan tersebut kemudian selalu berusaha mencari pasangan elektron dengan cara yang radikal, yakni merebut elektron dari molekul lain. Tak heran bila ia disebut sebagai radikal bebas.

    Radikal bebas merebut elektron dari molekul lain. Molekul yang elektronnya direbut, kehilangan elektron dan menghasilkan radikla bebas yang baru. Radikal bebas yang baru tersebut merebut elektron dari molekul lain, demikian seterusnya. Peristiwa yang sama akan terjadi lagi, menghasilkan hal yang sama lagi. Artinya, jumlah radikal bebas dalam tubuh menjadi bertambah. Molekul-molekul dalam tubuh akan saling berebut elektron dan menghasilkan semakin banyak radikal bebas.

    Radikal bebas dapat membahayakan karena radikal bebas dapat merusak protein, karbohidrat, senyawa lemak, membran sel dan DNA tubuh, Selain itu, peristiwa perebutan elektron antar molekul dapat menyebabkan kerusakan atau kematian sel. Bahkan, mengakibatkan sel bermutasi serta menimbulkan sel kanker.

    Beberapa waktu terakhir, radikal bebas sering disebut sebagai musuh yang harus diperangi. Muncullah berbagai suplemen antioksidan. Namun, saat radikal bebas dinyatakan sebagai sesuatu yang sangat merusak tubuh, para peneliti justru menemukan bahwa dalam kadar tertentu, radikal bebas justru diperlukan untuk pertahanan tubuh. Sel darah putih (lekosit) membutuhkan bantuan radikal bebas untuk menghancurkan kuman yang masuk ke dalam tubuh. Hanya saja, radikal bebas yang dibutuhkan hanya dalam jumlah tertentu sehingga perlu dijaga komposisi yang seimbang antara radikal bebas dan antioksidan dalam tubuh. Radikal bebas juga dibutuhkan untuk membunuh mikroorganisme penyebab infeksi dalam tubuh. Sayangnya, radikal bebas bersifat reaktif sehingga dapat menyebabkan kerusakan sel dan mengurangi kemampuan adaptasi sel dan juga kematian sel yang menyebabkan beragam penyakit.

    Selama manusia hidup, radikal bebas akan senantiasa ada dalam tubuh. Secara tidak sengaja, radikal bebas diproduksi dalam tubuh pada saat pembentukan energi. Dalam proses metabolisme, radikal bebas dihasilkan sebagai produk sampingan. Selain itu, dari luar tubuh, radikal bebas dihasilkan dalam setiap proses pembakaran seperti merokok, memasak dan juga pembakaran BBM pada mesin kendaraan bermotor. Kenyataan ini menunjukkan bahwa keberadaan radikal bebas dalam tubuh sangatlah tidak mungkin dihindari. Akibatnya, dibutuhkan antioksidan agar radikal bebas tidak merusak sel-sel tubuh.

    Perlunya antioksidan

    Apa jadinya bila dalam tubuh tidak ada antioksidan sementara setiap proses metabolisme pembentukan energi dihasilkan juga radikal bebas? Belum lagi dengan radikal bebas yang berasal dari eksternal. Jumlah radikal bebas akan terus meningkat dalam tubuh, berbagai macam penyakit pun kemudian muncul.

    Zat antioksidan merupakan substansi yang dapat menetralisir maupun menghancurkan radikal bebas. Jika dibiarkan, radikal bebas akan menimbulkan dampak-dampak yang buruk bagi kesehatan. Radikal bebas dapat mempercepat proses penuaan akibat rusaknya sel. Yang lebih berhaya lagi, bila radikal bebas bereaksi dengan low density lipolprotein (LDL)-cholesterol menghasilkan bentuk reaktif, risiko penyakit jantung pun meningkat.

    Sumber antioksidan

    makanan-sehatSebenarnya, secara alami tubuh memproduksi antioksidan. Untuk menetralkan radikal bebas, antioksidan yang dihasilkan tubuh dibantudengan antioksidan yang berasal dari luar tubuh. Antioksidan yang berasal dari luar tubuh pada umumnya bersumber dari makanan, terutama sayuran dan buah-buahan.

    Vitamin E, vitamin C, betakaroten, dan senyawa flavanoid yang diperoleh dari tumbuhan dinyatakan sebagai antioksidan terbaik. Namun, tidak semua manusia mengonsumsi sayuran dan buah sejumlah yang dibutuhkan tubuh. Sebab itu, asupan antioksidan menjadi tidak mencukupi. Di samping kebutuhan antioksidan yang tidak mencukupi, tingkat polusi udara yang

    merupakan sumber radikal bebas meningkat terus menerus. Hingga, komposisi radikal bebas dengan antioksidan menjadi sulit untuk dikontrol.

    HD Bee Propolis sebagai antioksidan

    Setiap orang harus mampu mengetahui kondisi fisik dan mengukur kadar antioksidan yang dibutuhkannya. Tidak semua orang membutuhkan suplemen antioksidan. Suplemen antioksidan sangat dianjurkan bagi mereka yang konsumsi gizinya tidak mencukupi dan yang tingkat polusinya tinggi. Khususnya bagi perokok. Satu batang rokok saja menghasilkan radikal bebas dalam jumlah yang sangat besar.

    Dengan kandungan flavanoid yang tinggi, HD Bee Propolis berperan dalam meningkatkan antioksidan yang sekaligus menjadi sistem pertahanan tubuh terhadap radikal bebas. Sebagai antioksidan, HD Propolis juga dapat membantu menghambat peroksidasi lemak pada otak dan hati.

    Sempurnakan gaya hidup sehat Anda dengan mengonsumsi HD Propolis sesuai dengan dosis yang tepat untuk kondisi tubuh Anda! [HD]

     
    • happy 8:49 am on 26 Mei 2009 Permalink

      betul sekali …setuju pak erva …antioksidan sangatlah penting utk menangkal radikal bebas berlebihan dalam tubuh kita. Dan, superoxide dismutase (SOD) yang terkandung dalam GLISODIN adalah antioksidan yang berada di lini pertama pertahanan tubuh untuk menangkal radikal bebas … untuk info lebih lengkap mengenai SOD, klik : http://www.qvida.co.id/index.php/about/productview/106

    • Plumbing and heating nj 12:51 pm on 28 November 2012 Permalink

      I will right away seize your rss as I can’t find your e-mail subscription hyperlink or newsletter service. Do you’ve any?
      Please permit me understand so that I may just subscribe.
      Thanks.

  • erva kurniawan 5:42 am on 30 January 2009 Permalink | Balas  

    Pintu Jannah yang Paling Tengah 

    keluargaKetika ibu dari Iyas bin Muawiyah wafat, Iyas meneteskan air mata tanpa meratap (niyahah), lalu beliau ditanya tentang sebab tangisannya, jawabnya, “Allah bukakan untukku dua pintu masuk jannah, sekarang, satu pintu telah ditutup.”

    Begitulah, orangtua adalah pintu jannah, bahkan pintu yang paling tengah di antara pintu-pintu yang lain. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

     “Orangtua adalah pintu jannah yang paling tengah, terserah kamu, hendak kamu terlantarkan ia, atau kamu hendak menjaganya.” (HR Tirmidzi) 

    Al-Qadhi berkata, “ Maksud pintu jannah yang paling tengah adalah pintu yang paling bagus dan paling tinggi. Dengan kata lain, sebaik-baik sarana yang bisa mengantarkan seseorang ke dalam jannah dan meraih derajat yang tinggi adalah dengan mentaati orangtua dan menjaganya.”

    Bersyukurlah jika kita masih memiliki orangtua, karena di depan kita ada pintu jannah yang lebar menganga. Terlebih bila orangtua telah berusia lanjut. Dalam kondisi tak berdaya, atau mungkin sudah pelupa, pikun atau tak mampu lagi merawat dan menjaga dirinya sendiri, persis seperti bayi yang baru lahir.

    Rata-rata manusia begitu antusias dan bersuka cita tatkala memandikan bayinya, mencebokinya dan merawatnya dengan wajah ceria. Berbeda halnya dengan sikapnya terhadap orangtuanya yang kembali menjadi seperti bayi. Rasa malas, bosan dan kadang kesal seringkali terungkap dalam kata dan perilaku. Mengapa? Mungkin karena ia hanya berorientasi kepada dunia, si bayi bisa diharapkan nantinya produktif, sedangkan orang yang tua renta, tak lagi diharapkan kontribusinya. Andai saja kita berorientasi akhirat, sungguh kita akan memperlakukan orangtua kita yang tua renta dengan baik, karena hasil yang kita panen lebih banyak dan lebih kekal.

    Sungguh terlalu, orang yang mendapatkan orangtuanya berusia lanjut, tapi ia tidak masuk jannah, padahal kesempatan begitu mudah baginya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

     “Sungguh celaka… sungguh celaka… sungguh celaka..”, lalu dikatakan, “Siapakah itu wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Yakni orang yang mendapatkan salah satu orangtuanya, atau kedua orangtuanya berusia lanjut, namun ia tidak masuk jannah.” (HR Muslim)

    Ia tidak masuk jannah karena tak berbakti, tidak mentaati perintahnya, tidak berusaha membuat senang hatinya, tidak meringankan kesusahannya, tidak menjaga kata-katanya, dan tidak merawatnya saat mereka tak lagi mampu hidup mandiri.

    Saatnya kita berkaca diri, sudahkah layak kita disebut sebagai anak berbakti?

    (Abu Umar A)

     
  • erva kurniawan 5:22 am on 29 January 2009 Permalink | Balas  

    Amal Yang Pahala Tidak Terputus 

    al-quran10 Amal Jariyah

    “Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdoa kepadanya.” (HR Muslim).

    Hadis di atas menjelaskan amal perbuatan seorang Muslim akan terputus ketika ia meninggal dunia, sehingga ia tidak bisa lagi mendapatkan pahala. Namun, ada tiga hal yang pahalanya terus mengalir walau pelakunya sudah meninggal dunia, yaitu sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan doa anak shaleh.

    Dalam riwayat Ibn Majah, Rasulullah SAW menambahkan tiga amal di atas, Rasulullah SAW bersabda, ”Sesungguhnya amal dan kebaikan yang terus mengiringi seseorang ketika meninggal dunia adalah ilmu yang bermanfaat, anak yang dididik agar menjadi orang shaleh, mewakafkan Alquran, membangun masjid, membangun tempat penginapan bagi para musafir, membuat irigasi, dan bersedekah.’ ‘ (HR Ibn Majah).

    Menurut Imam al-Suyuti (911 H), bila semua hadis mengenai amal yang pahalanya terus mengalir walau pelakunya sudah meninggal dunia dikumpulkan, semuanya berjumlah 10 amal, yaitu:

    1. ilmu yang bermanfaat,
    2. doa anak shaleh,
    3. sedekah jariyah (wakaf),
    4. menanam pohon kurma atau pohon-pohon yang buahnya bisa dimanfaatkan,
    5. mewakafkan buku, kitab atau Alquran,
    6. berjuang dan membela Tanah Air,
    7. membuat sumur,
    8. membuat irigasi,
    9. membangun tempat penginapan bagi para musafir,
    10. membangun tempat ibadah dan belajar.

    Kesepuluh hal di atas menjadi amal yang pahalanya terus mengalir, karena orang yang masih hidup akan terus mengambil manfaat dari ke-10 hal tersebut. Manfaat yang dirasakan orang yang masih hidup inilah yang menyebabkannya terus mendapatkan pahala walau ia sudah meninggal dunia.

    Dari pemaparan di atas, sudah seharusnya kita berusaha mengamalkan 10 hal tersebut atau paling tidak mengamalkan salah satunya, agar kita mendapatkan tambahan pahala di akhirat kelak, sehingga timbangan amal kebaikan kita lebih berat dari pada timbangan amal buruk.

    Allah SWT berfirman, ‘‘Timbangan pada hari itu ialah kebenaran (keadilan), maka barang siapa berat timbangan kebaikannya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS al-A’raf [7]: 8).

     (Sumber: Asep Sulhadi , Republika, Hikmah)

     
    • achmad 2:23 am on 12 Juli 2009 Permalink

      dan insya allah salah satu nya mba erva,yang amal pahala nya tidak terputus,karena mau berbagi pengetahuan… makasih ya mba informasi nya dan skalian aku minta izin mau ngopy postingan nya.
      oh iya…salam ukhuwah islam!!!!

    • Leonardi 8:43 am on 31 Juli 2009 Permalink

      Assalammualaikum,Wr,Wb

      Sungguh…., sangat berbahagia sekali.. orang-orang yang padanya dan dan dalam hidup nya selalu di jalan Allah.

      Jazaa kumullahu Khairan Kasyiira…
      Wassalam./Leo

  • erva kurniawan 8:08 am on 28 January 2009 Permalink | Balas  

    One earth, One Sky, One Human Kind.. Let’s save together 

    globalwarmingCara-cara praktis dan sederhana ‘mendinginkan’ bumi :

    1. Matikan listrik. (jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat elektronik dalam keadaan standby. Cabut charger telp. genggam dari stop kontak. Meski listrik tak mengeluarkan emisi karbon, pembangkit listrik PLN menggunakan bahan baker fosil penyumbang besar emisi).
    2. Ganti bohlam lampu ke jenis CFL, sesuai daya listrik. (Meski harganya agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet).
    3. Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%).
    4. Jika terpaksa memakai AC (tutup pintu dan jendela selama AC menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, tidak perlu pake JAS, pake BATIK lengan pendek. Jas bukan budaya kita. Budaya kita adalah BATIK. Dengan memakai BATIK, pengusaha BATIK kita juga akan bertahan. Dengan memakai BATIK lengan pendek, suhu AC cukup 250 C. Nah, irit kan .)
    5. Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll).
    6. Alihkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater.
    7. Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda.
    8. Jemur pakaian di luar. Angin dan panas matahari lebih baik ketimbang memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon.
    9. Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara).
    10. Hemat penggunaan kertas (bahan bakunya berasal dari kayu).
    11. Say NO to plastic. Hampir semua sampah plastic menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar. Atau Anda juga dapat membantu mengumpulkannya untuk didaur ulang kembali.
    12. Sebarkan berita ini kepada orang-orang di sekitar Anda, agar mereka turut berperan serta dalam menyelamatkan bumi.

    Because we are ONE EARTH ONE SKY ONE HUMAND KIND…. Let’s work together…
    Terima Kasih atas keikutsertaan anda dalam menyelamatkan bumi kita….

     
    • anissa 8:36 am on 21 Agustus 2009 Permalink

      selamatkan bumi… kalau tidak sekarang.. kapan lagie..???
      mulailah dari diri

  • erva kurniawan 8:49 am on 27 January 2009 Permalink | Balas  

    Pesona Dua Presiden Gemini 

    INDONESIAShinta Shinaga – detikcom

    ***

    Jakarta – Wajah rupawan Soekarno dan senyum menawan Soeharto. Itulah pesona yang disuguhkan dua pemimpin Indonesia berbintang Gemini.

    Entah suatu kebetulan atau tidak, dua dari enam presiden Indonesia berzodiak sama, yakni Gemini yang berlambang si kembar.

    Keduanya adalah Soekarno yang lahir pada 6 Juni 1901 dan Soeharto pada 8 Juni 1921. Mereka secara berturut-turut menjadi pemimpin pertama dan kedua Tanah Air.

    Menurut http://www.primbon. com, Gemini adalah simbol kecerdasan dan banyak akal, memiliki pesona alami dan energi kharisma yang menarik. Para Gemini dikenal senantiasa mencari sesuatu yang lain, termasuk juga kekasih.

    Bisa jadi analisa tentang Gemini tersebut mencerminkan kehidupan Soekarno yang kerap dicap playboy. Namun demikian, kharisma kepemimpinan Soekarno juga melekat dalam ingatan.

    Pria ganteng berpenampilan perlente namun penuh wibawa ini kerap diidolakan rakyat Indonesia meski sudah soekarno-soeharto-2tiada sejak hampir 38 tahun silam. Bahkan hingga generasi yang belum lahir saat masa keemasannya.

    Banyak wanita yang kesengsem padanya. Dalam buku “Istri-istri Soekarno” karya Muhammad Yuanda Zara, ada 9 perempuan dalam pelukan Sang Proklamator itu dalam ikatan pernikahan.

    Putra Sang Fajar ini memiliki delapan anak dari tiga istrinya. Istrinya yang masih hidup hingga kini adalah Naoko Nemoto. Perempuan Jepang berusia 68 tahun yang diberi nama Ratna Sari Dewi oleh Soekarno itu dikenal sebagai Madame Syuga karena pernah heboh dengan foto sensualnya.

    Pesona berbeda ditampilkan Soeharto. Senyum khasnya nan menawan membuat penguasa Orde Baru ini dijuluki sebagai “The Smiling General”. Soeharto memiliki satu istri dengan enam anak.

    Meski kerap dihujat setelah lengser keprabon, pesona Soeharto tidak lenyap. Terbukti dengan banyaknya tokoh dan pejabat yang membesuknya ketika Bapak Pembangunan Indonesia ini terbaring di rumah sakit. Sementara kasus dugaan korupsi yang membelitnya tetap menggantung dan terkatung-katung.

    Setelah Soeharto, masa kejayaan pemilik rasi bintang Gemini lenyap. Empat presiden berikutnya memiliki zodiak berbeda-beda.

    BJ Habibie yang lahir pada 25 Juni 1936 berbintang Cancer. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang lahir pada 4 Agustus 1940 berbintang Leo. Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri yang lahir pada 23 Januari 1947 berzodiak Aquarius. Susilo Bambang Yudhoyono yang lahir pada 9 September 1949 berbintang Virgo.

    Setelah pemilihan presiden secara langsung digelar pada 2004, kerap terdengar istilah capres tebar pesona. Istilah ini menggema kembali menjelang Pilpres 2009. Tapi mungkin belum ada yang bisa menandingi pesona Soekarno dan Soeharto.

    soekarno-soeharto-3

    ( sss / ana )

     
    • bocahbancar 7:39 am on 28 Januari 2009 Permalink

      Walah kok ada kutipan dari Primpon segala sich Maz he he he..

      Tapi memang diakui, disamping kekurangannya kedua pemimpin ini adalah pemimpin terhebat Bangsa Indonesia yang belum bisa tergantikan hingga sekarang,..

      Mau daftar ah sebagai penggantinya he he he…

      Salam Bocahbancar…

    • hasan 8:35 pm on 15 Juni 2009 Permalink

      Walah wong orangnya sudah mati kok masih di bahas he he he he…..
      tapi saya akui jika presidan Soekarno dan Soeharto adalah presiden yg paling hebat di indonesia
      maaf ini yang ngirim anak kecil jd buat anak kecil yang masih sd/smp/sma belajarlah yang bgiat biar jd presiden he he he he he….
      salam dari Bocah kudus.

    • Aceh 6:58 am on 9 September 2009 Permalink

      Gua dukung tuch, bener banget dua Pemimpin bangsa yang mampu menggerakkan Indonesia hingga ke belahan dunia.
      Mereka jatuh karena menentang kebijakan ekonomi Amerika.
      Sebagai anak bangsa, qw ngajak spy kt tidak mudah terprovokasi.
      Salam dari anak Aceh

    • ERU MANSA 3:37 pm on 7 November 2009 Permalink

      menurut ku memang mereka kembar tapi….yang kembar zodiaknya saja
      soekarno ialah sang revisioner tercinta bagi diriku entah bagi orang lain apakah mereka sudah melupakan jasa sang panglima ganjang malaysia tapi walaupun dia sudah tiada kita wajib mengikuti jejak sang founding father,,,,,,salam dari anak lampung(eru mansa putra}

    • Soekarno 1:09 am on 15 November 2009 Permalink

      wah, seneng nih bisa ketemu sesama Soekarnois.
      Yok Mampir ke warungku:
      http://penasoekarno.wordpress.com
      Aku ada koleksi foto soekarno buat kamu.

      Salam Revolusi

    • Bud 4:24 pm on 13 Desember 2009 Permalink

      yulisan ini cukup imbang,adil dan informatif

    • martha 12:43 pm on 16 Maret 2010 Permalink

      semoga bangsa indonesia memiliki kembali pemimpin yang seperti soekarno dan soeharto dari martha di palembang komering yang rindu akan kedamaian untu7k indonesia

    • angeline 2:55 pm on 11 November 2010 Permalink

      iya setuju banget …. senyumnya soeharto tidak akan pernah hilang dalam ingatan kita, wibawanya dan sikapnya yg tegas (walaupun byk tudingan miring) tidak mengurangi rasa simpati dan kagum sama beliau,,, bagi saya soeharto sangat pantas diberi gelar pahlawan pembangunan,,, karena dimasa itu rakyat Indonesia hidup dengan rukun,damai,petani2 sangat bisa menikmati hasilny, tingkat kemiskinan dan kejahatan tidak sebesar skrg ini,kita butuh pemimpin yg tegas spt itu

    • pujiantarto 11:11 am on 31 Oktober 2012 Permalink

      Baik maupun buruk gagah maupun lemah Suekarno dan Suharto adalah mantan presidenku mereka tetap pemimpin terhebat negeriku .

  • erva kurniawan 8:35 am on 26 January 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , , kucing berhaji, kucing naik haji   

    Kucing Berhaji 

    kucing-berhaji-2Alkisah, ada seekor kucing dewasa yang sudah berkecukupan. Ia hendak menunaikan ibadah haji karena merasa ada sebuah kewajiban dan tentu untuk menyambut seruan Tuhan. Berangkatlah ia dengan semangat ketertundukan.

    Setelah menunaikan segala macam rukunnya, pulanglahlah ke tempat tinggal semula. Setelahnya, lebih banyak berdzikir, tak lupa “mengenakan” aksesoris layaknya para pelaku haji. Dan di luaran, tampilan mendadak shaleh. Berhajinya seekor kucing itu terdengar sampai berbagai penjuru. Termasuk sampai terdengar pada sarang segerombolan tikus. Pemimpin tikus, sebagai yang dituakan, berinisiatif untuk berekonsiliasi dengan sang kucing.

    “Wahai rakyat tikus semuanya, dengarlah, sang kucing telah berhaji, sudah saatnya kita berdamai dengannya.”

    Salah satu rakyat tikus menjawab, “Tuanku, jangan, kucing tetap kucing, dia tetap akan memburu kita.”

    “Apa salahnya kita mencoba menjalin komunikasi, siapa tahu ada peta jalan damai antara warga tikus dan kucing.”

    Walaupun rakyat tikus amat gelisah dengan pendapat pemimpin tikus, tapi tetap memutuskan untuk berangkat menemui sang kucing.Berangkatlah ia dengan hati-berdebar- debar. Sesampainya di sarang kucing, pemimpin tikus mencoba tersenyum dan menyampaikan niat baiknya untuk berdamai. Awalnya, sang kucing diam saja. Semakin lama didiamkan, pemimpin tikus mulai gelisah.

    Lalu, sang kucing memandangi sang tikus dengan tatapan beringas, lantas melompat, mencoba menerkam dan memangsa tikus. Untung sang tikus sudah siap sedia dan berhasil meloloskan diri dari terkaman sang kucing. Berlari dan terus berlari meninggalkannya. Sampai di sarang tikus, rakyat yang sejak awal khwatir bertanya,

    “Bagaimana, tuanku, apakah perdamaian berhasil?

    “Celaka, benar katamu, sang kucing tetap kucing, dia tetap akan memangsa kita.”

     

    Renungan :

    Kisah ini adalah sindiran bagi kita semuanya. Haji bagi umat Islam memang sebuah kewajiban untuk yang mampu. Kita pasti mempunyai niat untuk menunaikannya, alangkah bahagianya kita bisa pergi ke tanah suci.

    Tapi, ada dimensi lain yang patut kita ingat. Haji bukanlah sebuah trend atau bahkan sebuah gaya hidup agar dipandang “wah”. Juga bukan melulu berdimensi ketuhanan semata. Ada dimensi lain yang perlu kita amalkan, yaitu dimensi sosial dengan menterjemahkan simbol-simbol haji yang telah dilaksanakan.

    Salah satunya seperti dituturkan Ustadz Quraish Shihab, “pakaian biasa” ditanggalkan dan “pakaian ihram” dikenakan.

    Artinya, menanggalkan segala macam perbedaan dan menghapus keangkuhan.Dengan berhaji, kita belajar menghargai sesama manusia, tidak melakukan lagi penghisapan atau penindasan terhadap manusia lain. Kita semua hakikatnya sama, miskin kaya, pejabat tinggi atau rakyat biasa.

    Dan, kita juga perlu meninggalkan karakter-karakter jahat yang barangkali sudah melekat erat dalam diri sekian lamanya. Kalau setelah berhaji tetap punya karakter dan perilaku sama, maka sia-sialah semuanya.

     
    • Treante 8:24 pm on 14 Maret 2009 Permalink

      mungkin pada waktu akan haji, warga kucing gak ngadain doa, jadinya hajinya kurang barokah ;-)

    • Webmasters Pride 2:36 am on 11 Juli 2014 Permalink

      Interesting article to read, thank.

  • erva kurniawan 10:39 pm on 25 January 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , , , kurban, kurban kambing, kurban terbaik, penjual kambing   

    Qurban Terbaik 

    kurban-terbaik-1Oleh Jojo Wahyudi

    *** 

    Kuhentikan mobil tepat di ujung kandang tempat berjualan hewan Qurban. Saat pintu mobil kubuka, bau tak sedap memenuhi rongga hidungku, dengan spontan aku menutupnya dengan saputangan. Suasana di tempat itu sangat ramai, dari para penjual yang hanya bersarung hingga ibu-ibu  berkerudung Majelis Taklim, tidak terkecuali anak-anak yang ikut menemani orang tuanya melihat hewan yang akan di-Qurban-kan pada Idul Adha nanti, sebuah pembelajaran yang cukup baik bagi anak-anak sejak dini tentang pengorbanan NabiAllah Ibrahim & Nabi Ismail.

    Aku masuk dalam kerumunan orang-orang yang sedang bertransaksi memilih hewan yang akan di sembelih saat Qurban nanti. Mataku tertuju pada seekor kambing coklat bertanduk panjang, ukuran badannya besar  melebihi kambing-kambing di sekitarnya.

    ” Berapa harga kambing yang itu pak ?” ujarku menunjuk kambing coklat tersebut.

    ” Yang coklat itu yang terbesar pak. Kambing Mega Super dua juta rupiah tidak kurang” kata si pedagang berpromosi matanya berkeliling sambil tetap melayani calon pembeli lainnya.

    ” Tidak bisa turun pak?” kataku mencoba bernegosiasi.

    ” Tidak kurang tidak lebih, sekarang harga-harga serba mahal” si pedagang bertahan.

    ” Satu juta lima ratus ribu ya?” aku melakukan penawaran pertama

    ” Maaf pak, masih jauh.” ujarnya cuek.

    Aku menimbang-nimbang, apakah akan terus melakukan penawaran terendah berharap si pedagang berubah pendirian dengan menurunkan harganya.

    ” Oke pak bagaimana kalau satu juta tujuh ratus lima puluh ribu?”  kataku

    ” Masih belum nutup pak ” ujarnya tetap cuek

    ” Yang sedang mahal kan harga minyak pak. Kenapa kambing ikut naik?” ujarku berdalih mencoba melakukan penawaran termurah.

    ” Yah bapak, meskipun kambing gak minum minyak. Tapi dia gak bisa datang ke sini sendiri. Tetap saja harus di angkut mobil pak, dan mobil bahan bakarnya bukan rumput” kata si pedagang meledek.

    Dalam hati aku berkata, alot juga pedagang satu ini. Tidak menawarkan harga selain yang sudah di kemukakannya di awal tadi. Pandangan aku alihkan ke kambing lainnya yang lebih kecil dari si coklat. Lumayan bila ada perbedaan harga lima ratus ribu. Kebetulan dari tempat penjual kambing ini, aku berencana ke toko ban mobil. Mengganti ban belakang yang sudah mulai terlihat halus tusirannya. Kelebihan tersebut bisa untuk menambah budget ban yang harganya kini selangit.

    ” Kalau yang belang hitam putih itu berapa bang?” kataku kemudian

    ” Nah yang itu Super biasa. Satu juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah” katanya

    Belum sempat aku menawar, di sebelahku berdiri seorang kakek menanyakan harga kambing coklat Mega Super tadi. Meskipun pakaian “korpri” yang  ia kenakan lusuh, tetapi wajahnya masih terlihat segar.

    ” Gagah banget kambing itu. Berapa harganya mas?” katanya kagum

    ” Dua juta tidak kurang tidak lebih kek.” kata si pedagang setengah malas menjawab setelah melihat penampilan si kakek.

    ” Weleh larang men regane (mahal benar harganya) ?” kata si kakek  dalam

    bahasa Purwokertoan

    ” bisa di tawar-kan ya mas ?” lanjutnya mencoba negosiasi juga.

    ” Cari kambing yang lain aja kek. ” si pedagang terlihat semakin malas meladeni.

    ” Ora usah (tidak) mas. Aku arep sing apik lan gagah Qurban taun iki (Aku mau yang terbaik dan gagah untuk Qurban tahun ini)

    Duit-e (uangnya) cukup kanggo (untuk) mbayar koq mas.” katanya tetap bersemangat seraya mengeluarkan bungkusan dari saku celananya. Bungkusan dari kain perca yang juga sudah lusuh itu di bukanya, enam belas lembar uang seratus ribuan dan sembilan lembar uang lima puluh ribuan dikeluarkan dari dalamnya.

    ” Iki (ini) dua juta rupiah mas. Weduse (kambingnya) dianter ke rumah ya mas?” lanjutnya mantap tetapi tetap bersahaja.

    Si pedagang kambing kaget, tidak terkecuali aku yang memperhatikannya sejak tadi. Dengan wajah masih ragu tidak percaya si pedagang menerima uang yang disodorkan si kakek, kemudian di hitungnya perlahan lembar demi lembar uang itu.

    ” Kek, ini ada lebih lima puluh ribu rupiah” si pedagang mengeluarkan selembar lima puluh ribuan

    ” Ora ono ongkos kirime tho…?” (Enggak ada ongkos kirimnya ya?) si kakek seakan tahu uang yang diberikannya berlebih

    ” Dua juta sudah termasuk ongkos kirim” si pedagang yg cukup jujur memberikan lima puluh ribu ke kakek

    ” mau di antar ke mana mbah?” (tiba-tiba panggilan kakek berubah menjadi mbah)

    ” Alhamdulillah, lewih (lebih) lima puluh ribu iso di tabung neh (bisa ditabung lagi)” kata si kakek sambil menerimanya

    ” tulung anterke ning deso cedak kono yo (tolong antar ke desa dekat itu ya), sak sampene ning mburine (sesampainya di belakang) Masjid  Baiturrohman, takon ae umahe (tanya saja rumahnya) mbah Sutrimo pensiunan pegawe  Pemda Pasir Mukti, InsyaAllah bocah-bocah podo ngerti (InsyaAllah anak-anak sudah tahu).”

    Setelah selesai bertransaksi dan membayar apa yang telah di sepakatinya, si kakek berjalan ke arah sebuah sepeda tua yang di sandarkan pada sebatang pohon pisang, tidak jauh dari X-Trail milikku. Perlahan di angkat dari sandaran, kemudian dengan sigap di kayuhnya tetap dengan semangat.

    Entah perasaan apa lagi yang dapat kurasakan saat itu, semuanya  berbalik ke arah berlawanan dalam pandanganku. Kakek tua pensiunan pegawai Pemda yang hanya berkendara sepeda engkol, sanggup membeli hewan Qurban yang terbaik untuk dirinya. Aku tidak tahu persis berapa uang pensiunan PNS yang diterima setiap bulan oleh si kakek. Yang aku tahu, di sekitar masjid Baiturrohman tidak ada rumah yang berdiri dengan mewah, rata-rata penduduk sekitar desa Pasir Mukti hanya petani dan para pensiunan pegawai rendahan.

    Yang pasti secara materi, sangatlah jauh di banding penghasilanku sebagai Manajer perusahaan swasta asing. Yang sanggup membeli rumah di kawasan cukup bergengsi. Yang sanggup membeli kendaraan roda empat yang harga ban-nya saja cukup membeli seekor kambing Mega Super Yang sanggup mempunyai hobby berkendara moge (motor gede) dan memilikinya

    Yang sanggup mengkoleksi “raket” hanya untuk olah-raga seminggu sekali. Yang sanggup juga membeli hewan Qurban dua ekor sapi sekaligus. Tapi apa yang aku pikirkan? Aku hanya hendak membeli hewan Qurban yang jauh di bawah kemampuanku yang harganya tidak lebih dari service rutin mobil X-Trail,  kendaraanku di dunia fana. Sementara untuk kendaraanku di akhirat kelak, aku berpikir seribu kali saat membelinya.

    Ya Allah, Engkau yang Maha Membolak-balikan hati manusia, balikkan hati hambaMu yang tak pernah berSyukur ini ke arah orang yang pandai menSyukuri nikmatMu.

    ***

     
    • ilmu 9:47 am on 1 November 2011 Permalink

      bagus ntuk pmblajarn kita,,
      jangan sampai harta di pegang hati…mmbuat kita memilah-milah
      cukup oleh tangan saja…yang skedar mmpir untuk lewat.

  • erva kurniawan 10:16 pm on 24 January 2009 Permalink | Balas
    Tags: , istri solekhah, , , ,   

    Wanita Ahli Surga Dan Ciri-Cirinya 

    titik-rahayuningsih-21

    Titik Rahayuningsih

    Dalam Al Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang menggambarkan kenikmatan-kenikmat an Surga. Diantaranya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

    “(Apakah) perumpamaan (penghuni) Surga yang dijanjikan kepada orang-orang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?” (QS. Muhammad : 15)

    “Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk Surga). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam Surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda dengan membawa gelas, cerek, dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.” (QS. Al Waqiah : 10-21)

    Di samping mendapatkan kenikmatan-kenikmat an tersebut, orang-orang yang beriman kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala kelak akan mendapatkan pendamping (istri) dari bidadari-bidadari Surga nan rupawan yang banyak dikisahkan dalam ayat-ayat Al Qur’an yang mulia, diantaranya :

    “Dan (di dalam Surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik.” (QS. Al Waqiah : 22-23)

    “Dan di dalam Surga-Surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan, menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni Surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.” (QS. Ar Rahman : 56)

    “Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.” (QS. Ar Rahman : 58)

    “Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (QS. Al Waqiah : 35-37)

    Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menggambarkan keutamaan-keutamaan wanita penduduk Surga dalam sabda beliau :

    ” … seandainya salah seorang wanita penduduk Surga menengok penduduk bumi niscaya dia akan menyinari antara keduanya (penduduk Surga dan penduduk bumi) dan akan memenuhinya bau wangi-wangian. Dan setengah dari kerudung wanita Surga yang ada di kepalanya itu lebih baik daripada dunia dan isinya.” (HR. Bukhari dari Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu)

    Dalam hadits lain Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :

    Sesungguhnya istri-istri penduduk Surga akan memanggil suami-suami mereka dengan suara yang merdu yang tidak pernah didengarkan oleh seorangpun. Diantara yang didendangkan oleh mereka : “Kami adalah wanita-wanita pilihan yang terbaik. Istri-istri kaum yang termulia. Mereka memandang dengan mata yang menyejukkan. “ Dan mereka juga mendendangkan : “Kami adalah wanita-wanita yang kekal, tidak akan mati. Kami adalah wanita-wanita yang aman, tidak akan takut. Kami adalah wanita-wanita yang tinggal, tidak akan pergi.” (Shahih Al Jami’ nomor 1557)

    Apakah Ciri-ciri Wanita Surga?

    erva-kurniawan1

    Semoga menjadi keluarga sakinah.. amien

    Apakah hanya orang-orang beriman dari kalangan laki-laki dan bidadari-bidadari saja yang menjadi penduduk Surga? Bagaimana dengan istri-istri kaum Mukminin di dunia, wanita-wanita penduduk bumi?

    Istri-istri kaum Mukminin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tersebut akan tetap menjadi pendamping suaminya kelak di Surga dan akan memperoleh kenikmatan yang sama dengan yang diperoleh penduduk Surga lainnya, tentunya sesuai dengan amalnya selama di dunia.

    Tentunya setiap wanita Muslimah ingin menjadi ahli Surga. Pada hakikatnya wanita ahli Surga adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Seluruh ciri-cirinya merupakan cerminan ketaatan yang dia miliki. Diantara ciri-ciri wanita ahli Surga adalah :

    1. Bertakwa.
    2. Beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat- Nya, Kitab-Kitab- Nya, Rasul-Rasul- Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.
    3. Bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan, dan naik haji bagi yang mampu.
    4. Ihsan, yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah, jika dia tidak dapat melihat Allah, dia mengetahui bahwa Allah melihat dirinya.
    5. Ikhlas beribadah semata-mata kepada Allah, tawakkal kepada Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap adzab Allah, mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya.
    6. Gemar membaca Al Qur’an dan berusaha memahaminya, berdzikir mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang dan berdoa kepada Allah semata.
    7. Menghidupkan amar ma’ruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat.
    8. Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap hewan ternak yang dia miliki.
    9. Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, dan memaafkan orang yang mendhaliminya.
    10. Berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia.
    11. Adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh makhluk.
    12. Menjaga lisannya dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah).
    13. Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya.
    14. Berbakti kepada kedua orang tua.
    15. Menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat terdekat dan terjauh.

    Demikian beberapa ciri-ciri wanita Ahli Surga yang kami sadur dari kitab Majmu’ Fatawa karya Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah juz 11 halaman 422-423. Ciri-ciri tersebut bukan merupakan suatu batasan tetapi ciri-ciri wanita Ahli Surga seluruhnya masuk dalam kerangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman :

    ” … dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. An Nisa’ : 13).

    Wallahu A’lam Bis Shawab.

    ***

     
    • fadli 7:45 pm on 10 Agustus 2009 Permalink

      smoga aku di pertemukan istriku nanti disurga….dan dibalas pengabdiannya selama ini kepada diriku amin…

    • Kemas Yustiar 9:37 pm on 11 September 2009 Permalink

      Assalamu’alaikum wr. wb apabila lelaki penghuni surga mendapatkan pendamping-pendamping bidadari, lalu apa balasan bagi wanita-wanita, apakah mereka juga mendapat pendamping berupa Bidadara ? bagi yang bisa menjelaskan, saya sangat berterima kasih, karena ini tambahan ilmu berharga bagi saya dan pembaca lainnya, Wassalamu’alaikum wr. wb.

    • riza 8:44 am on 8 April 2011 Permalink

      Salam kenal. Semoga istri ane juga begitu… Amin

  • erva kurniawan 10:03 pm on 23 January 2009 Permalink | Balas  

    Profesor Termuda di Amerika Adalah Orang Indonesia 

    nelson_tansu

    Prof. Nelson Tansu

    Di artikel wikimu dari Ardian Syam di awal tahun 2007, http://www.wikimu.com/News/Print.aspx?id=826, dibahas sedikit tentang Prof. Nelson Tansu ini. Di artikel ini, akan dibahas lebih jauh siapa sih Profesor Nelson Tansu ini yang termasuk peraih gelar profesor termuda di Amerika.

    Nelson Tansu lahir di Medan, 20 October 1977. Lulusan terbaik dari SMA Sutomo 1 Medan. Pernah menjadi finalis team Indonesia di Olimpiade Fisika. Meraih gelar Sarjana dari Wisconsin University pada bidang Applied Mathematics, Electrical Engineering and Physics (AMEP) yang ditempuhnya hanya dalam 2 tahun 9 bulan, dan dengan predikat Summa Cum Laude. Kemudian meraih gelar Master pada bidang yang sama, dan meraih gelar Doktor (Ph.D) di bidang Electrical Engineering pada usia 26 tahun. Ia mengaku orang tuanya hanya membiayai-nya hingga sarjana saja. Selebihnya, ia dapat dari beasiswa hingga meraih gelar Doktorat. Dia juga merupakan orang Indonesia pertama yang menjadi Profesor di Lehigh University tempatnya bekerja sekarang.

    Thesis Doktorat-nya mendapat award sebagai “The 2003 Harold A. Peterson Best ECE Research Paper Award” mengalahkan 300 thesis Doktorat lainnya. Secara total, ia sudah menerima 11 scientific award di tingkat internasional, sudah mempublikasikan lebih 80 karya di berbagai journal internasional dan saat ini adalah visiting professor di 18 perguruan tinggi dan institusi riset. Ia juga aktif diundang sebagai pembicara di berbagai even internasional di Amerika, Kanada, Eropa dan Asia.

    Karena namanya mirip dengan bekas Perdana Menteri Turki, Tansu Ciller, dan juga mirip nama Jepang, Tansu, maka pihak Turki dan Jepang banyak yang mencoba membajaknya untuk “pulang”. Tapi dia selalu menjelaskan kalau dia adalah orang Indonesia. Hingga kini ia tetap memegang paspor hijau berlogo Garuda Pancasila dan tidak menjadi warga negara Amerika Serikat. Ia cinta Indonesia katanya. Tetapi, melihat atmosfir riset yang sangat mendukung di Amerika, ia menyatakan belum mau pulang dan bekerja di Indonesia. Bukan apa-apa, harus kita akui bahwa Indonesia terlalu kecil untuk ilmuwan sekaliber Prof. Nelson Tansu.

    Ia juga menyatakan bahwa di Amerika, ilmuwan dan dosen adalah profesi yang sangat dihormati di masyarakat. Ia tidak melihat hal demikian di Indonesia. Ia menyatatakan bahwa penghargaan bagi ilmuwan dan dosen di Indonesia adalah rendah. Lihat saja penghasilan yang didapat dari kampus. Tidak cukup untuk membiayai keluarga si peneliti/dosen. Akibatnya, seorang dosen harus mengambil pekerjaan lain, sebagai konsultan di sektor swasta, mengajar di banyak perguruan tinggi, dan sebagianya. Dengan demikian, seorang dosen tidak punya waktu lagi untuk melakkukan riset dan membuat publikasi ilmiah. Bagaimana perguruan tinggi Indonesia bisa dikenal di luar negeri jika tidak pernah menghasilkan publikasi ilmiah secara internasional?

    Prof. Tansu juga menjelaskan kalau di US atau Singapore, gaji seorang profesor adalah 18-30 kali lipat lebih dari gaji professor di Indonesia. Sementara, biaya hidup di Indonesia cuma lebih murah 3 kali saja. Maka itu, ia mengatakan adalah sangat wajar jika seorang profesor lebih memilih untuk tidak bekerja di Indonesia. Panggilan seorang profesor atau dosen adalah untuk meneliti dan membuat publikasi ilmiah, tapi bagaimana mungkin bisa ia lakukan jika ia sendiri sibuk “cari makan”.

    Dari diskusi saya dengan beberapa dosen di Indonesia, kelihatannya semua meng-iya-kan apa yang Prof. Tansu gambarkan tentang dunia perguruan tinggi di Indonesia. Hmm, memprihatinkan.

     

    Sumber:

    Website resmi Prof. Nelson Tansu: http://www3.lehigh.edu/engineering/ece/tansu.asp
    Majalah Campus Asia Volume 1 Number 1 October 2007

     
    • ronan 2:00 pm on 28 April 2009 Permalink

      nice info, keren. Jika Indonesia benar2 membangun dunia pendidikan dengan tulus dan segenap kemampuan (memberantas korupsi, menyediakan sarana dan prasarana edukasi dgn sungguh2) maka akan lahir profesor2 muda di sini.

    • Mamat Rahmat 3:14 am on 5 April 2010 Permalink

      ORANG DIBERIKAN NIKMAT KEPINTARAN ATAU KELEBIHAN MASIH SAJA MERASA KURANG DAN TAK PUAS DENGAN KEHIDUPANNYA….?

    • Webmaster Pride 3:03 pm on 17 Juni 2011 Permalink

      Makasih atas infonya.

    • Alissa Thunder 1:56 am on 16 Juli 2013 Permalink

      Pntez prof.Habibie lbh mlh mengabdi di Jerman, dan prof.Tansu di USA, aku jg akn lbh mlh England kalo INA gini2 trz :-/

  • erva kurniawan 9:32 pm on 22 January 2009 Permalink | Balas  

    Kiat Sederhana Panjang Usia 

    olah-raga-2Panjang usia dan sehat, siapa pun pasti menghendaki ini. Ada 10 cara yang sangat mudah asal disiplin dilakukan untuk mencapainya. Apa sajakah itu?

    1. Kontrol lingkar pinggang

    Penelitian terakhir dari Universitas Birmingham menemukan bahwa adalah lingkar pinggang, bukan berat badan yang menjadi indikator terbaik untuk penyakit diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Para ahli percaya bahwa lemak yang terkumpul di perut lebih berbahaya dibandingkan yang terakumulasi di paha karena lemak di perut dapat merusak sistem insulin tubuh. Bila ini terjadi, risiko diabetes dan penyakit jantung jadi meningkat. Karena itu, usahakan agar lingkar pinggang pria tak lebih dari 94 cm dan wanita tak lebih dari 80 cm.

    2. Cari second opinion

    Setiap menerima resep dari dokter, periksalah dengan pihak apotek, obat-obatan apa yang tak boleh dicampur dan apa efek sampingnya. Jika tak yakin, cari second opinion. Peneliti dari University Liverpool, Inggris, menemukan bahwa 10 ribu orang di Inggris meninggal karena reaksi merugikan dari obat- obatan, yang meski tak perlu, tetap diresepkan tetapi dalam dosis yang tidak tepat.

    3. Jaga kebersihan dapur

    Dapur adalah hot spot atau tempat kuman paling banyak di rumah. Penelitian para ahli di Universitas Arizona, AS, menemukan bahwa spons di dapur adalah tempat tinggal lebih dari 7 miliar bakteri. Tempat favorit lain adalah bak cuci piring, pegangan keran dapur, talenan, dan pegangan kulkas. Karena itu, sering seringlah mengganti lap dapur serta cuci dan masak sayuran dengan benar.

    4. Rajin beramal

    Penelitian di University of Michigan menemukan bahwa orang yang sering membantu atau mendukung secara emosional orang lain, risiko mati muda berkurang hingga 60 persen. Sebaliknya, orang yang tak pernah menolong, risiko mati meningkat dua kali lebih banyak dibanding orang yang suka beramal.

    5. Bersahabat dengan ibu

    Kalau lama tak bertemu Ibu, segeralah menelepon. Menurut peneliti di Harvard Medical School, orang yang hubungannya jauh dengan sang ibu, lebih rentan kena penyakit serius di masa tua seperti penyakit darah tinggi dan jantung.

    6. Bangun rasa percaya diri

    Studi di Universitas Toronto menemukan bahwa orang yang mendapat kepercayaan diri tinggi karena memenangi Piala Oscar hidup 4 tahun lebih lama dibanding aktor dan aktris yang tak pernah menang. Para peneliti percaya bahwa rasa damai dalam diri dan pencapaian prestasi melatih tubuh untuk belajar mengatasi stres dengan baik.

    7. Sarapan oat

    Oat mengandung fitokimia yang merupakan antioksidan pelawan penyakit jantung dan kanker. Studi di Universitas Tufts, AS, menemukan bahwa fitokimia dalam oat efektif mengurangi jumlah plak dan molekul berlemak yang melapisi dinding pembuluh arteri.

    8. Tak perlu berlebihan minum suplemen alami

    Memang sumber suplemen itu alami. Namun, jangan sekalipun berasumsi bahwa jika satu tablet berkhasiat, minum lebih dari satu pasti lebih berkhasiat. “Minum vitamin berlebihan itu bukan tak mungkin menyebabkan kerugian untuk tubuh Anda,” kata Rod Brennan, Direktur Sydney’s Nature Care College. Ia merekomendasikan minum vitamin dan suplemen hanya sesuai dosis yang dianjurkan.

    Makan pisang sehari sekali baik untuk mengatasi penyakit tekanan darah tinggi. Sebuah studi di AS menemukan bahwa orang yang kekurangan potasium lebih berisiko kena hipentensi, faktor pemicu penyakit jantung dan stroke. Pisang adalah sumber potasium yang baik. Sumber potasium lain kentang, labu, dan alpukat.

    10. Makan sup miso

    Publikasi dari John Hopkins Medicine mengungkapkan bahwa orang-orang di Pulau Okinawa, Jepang, 75 persen lebih rendah dibanding orang Amerika Serikat untuk kena kanker. Itu karena mereka banyak mengonsumsi makanan bersumber kedelai, khususnya sup miso. Kedelai adalah sumber isoflavon, zat yang ampuh mencegah kanker yang disebabkan oleh berlebihnya hormon estrogen.

    Miso Soup

    Miso Soup

     
  • erva kurniawan 9:02 pm on 21 January 2009 Permalink | Balas
    Tags: , fenomena aneh, fenomena gravitasi, gravitasi, gravitasi aneh, gravitasi misterius, gravitasi newtom, hukum alam, ilmu pengetahuan, misterius, santa cruz, titik misterius   

    Fenomena Alam, Gravitasi yang Aneh 

    gravitasi-aneh-5Di wilayah Santa Cruz, California terdapat suatu fenomena alam yang sangat menakjubkan, dimana ditempat itu banyak terjadi kejanggalan yang mungkin membuat kita clingak-clinguk kebingungan dan keheranan jika mengunjungi tempat tersebut. Pasalnya, ditempat yang merupakan hamparan hutan subur itu hukum gravitasi seakan-akan sudah tidak ada artinya sama sekali, semua pepohonan berdiri miring dengan arah kemiringan yang sama bahkan bisa dibilang hampir tumbang. Banyak orang yang menyebut tempat ini “titik misterius”. Jika manusia berada disekitar “titik misterius” sekalipun, seluruh badannya tanpa dikehendaki juga ikut-ikutan miring, walaupun berusaha untuk berdiri dengan tegak, hasilnya akan sama saja.

    Anehnya, walaupun dalam keadaan posisi yang miring dalam sekala yang besar,seluruh benda yang ada tidak akan terjatuh atau kehilangan keseimbangannya. Jika mencoba berjalan, langkah kita tetaplah stabil dan berjalan tanpa kesulitan walaupun dalam posisi miring. Bila berkunjung ketempat ini, kita bisa melihat keanehan-kenehan seperti rumah yang terlihat hapir roboh (padahal sebenarnya masih kokoh), sapu yang bisa berdiri sendiri dalam keadaan yang miring, manusia yang dapat berdiri ditembok, dan keanehan-keanehan lainnya. Parahnya lagi,dengan adanya fenomena ini, hewan-hewan hutan ngga’ ada yang mau nongkrong dan mencari makan disekitar “titik misterius”, meraka mungkin ketakutan atau bagaimana?

    gravitasi-aneh-1“Mystery Spot” bisa membuktikan akan kelemahan teori Gravitasi, Sir Issac Newton dengan hukum gravitasinya menyatakan bahwa semua benda akan ditarik kearah semua benda lainnya oleh kekuatan gravitasi.

    Kekuatan ini tergantung pada seberapa banyaknya zat yang tergantung dalam benda dan pada jarak diantaranya. Hukum itu menerangkan mengapa orbit planet dan bulan berbentuk elips. Hukum itu menerangkan juga gerak semua benda dalam alam semesta yang mahaluas. Dengan adanya fenomena ini, hukum gravitasi Newton yang bertahan kurang lebih selama 4 abad mungkin sudah saatnya untuk direvisi. Namun sampai saat ini, para Ilmuwan belum dapat menjelaskan bagaimana fenomena ini bisa terjadi, mungkin masih menunggu beberapa waktu lagi untuk memecahkan misteri ini, atau mungkin teman-teman sudah mempunyai sebuah teori atau argumen untuk memberi pencerahan bagaimana fenomena ini bisa terjadi?

    Sebenarnya, fenomena-fenomena seperti ini tidak hanya terjadi diwilayah Santa Cruz, California saja, tetapi ditempat lain juga bisa ditemukan,berikut ditampilkan listnya:

    Gravity Hill, Sylacauga, Alabamagravitasi-aneh-2

    Spook Lights, Gurdon, Arkansas

    Gravity Hill, Helena, Arkansas

    Gravity Hill, La Jolla, California

    Mystery Spot, Santa Cruz, California

    Confusion Hill, Piercy, California

    Spook Hill, Lake Wales, Florida

    Gravity Hill, Cumming, Georgia

    Gravity Hill, Mooresville, Indiana

    Big Mike’s Mystery House, Cave City, Kentucky

    Gravity Hill, Greenfield, Massachusetts

    Gravity Hill, Burkittsville, Maryland

    Mystery Hill, Irish Hills, Michigan

    Mystery Spot, St. Ignace, Michigan

    Paulding Lights, Watersmeet, Michigan

    Spook Lights, Hornersville, Missouri

    Tri-State Spooklight, Neosho, Missouri

    House of Mystery, Hungry Horse, Montana

    Gravity Hill, Franklin Lakes, New Jersey

    Mystery Hill, Blowing Rock, North Carolina

    Mystery Hill, Marblehead, Ohio

    Oregon Vortex, Gold Hill, Oregon

    Gravity Hill, New Paris, Pennsylvania

    Cosmos Mystery Area, Rapid City, South Dakota

    Mystery Lights, Marfa, Texas

    Ghostly Gravity Hill, San Antonio, Texas

    Wonder World, San Marcos, Texas

    Gravity Hill, Salt Lake City, Utah

    Mystery Hole, Ansted, West Virginia

    Wonder Spot, Lake Delton, Wisconsin (closed 2006)

    Teton Mystery Spot, Jackson, Wyoming (reported closed again, 2005)

    Magnetic Hill, Chartierville, Quebec

     

    Memang kebanyakan berada di USA,tapi di wilayah Eropa juga gravitasi-aneh-4dapat ditemui tempat seperti ini, contohnya disekitar Warsawa, Polandia.

    Oh iya,aq baru ingat, hal serupa juga ada disebuah wilayah di China, namun yang ini berupa tanjakan jalan raya. Uniknya ditempat itu seluruh benda beroda/yang mudah menggelinding akan tertarik menuju keatas tanjakan, padahal jika dipikir secara logika hal tsb sangatlah tidak masuk akal.

    Seru kali ya seandainya kita rame-rame berkunjung kesana.

    gravitasi-aneh-3

    ***

     
    • sabdalangit 3:11 am on 24 Januari 2009 Permalink

      salam kenal..
      banyak info menarik, krn fenomena misterius

      1. Sebenarnya kejadian itu hal biasa,di mana medan magnet bumi kadang tidak rata kekuatannya atau beda tebal tipisnya.

      2. Kedua Kutub bumi (utara-selatan) menjadi pusat medan magnet. Tetapi di belahan bumi tertentu daya magnet bisa terganggu oleh distorsi gaya gravitasi.

      Di atas bukit TIDAR MAGELANG juga ada high risk bagi pesawat maupun burung melintas di atasnya. sampai2 dipasang mercusuar ntuk peringatan agar pesawat jgn melintas persis di atasnya. krn gravitasinya sangat besar. istilah Jawa disebut ebagai “puser bumi”. Sudah banyak korban manusia dan binatang. Bahkan pernah beberapa kali memakan korban manusia, maupun pesawat latihan sejenis cessna.

      sabdalangit’s web
      jalan setapak menggapai spiritualitas sejati”

    • T-Rex 12:24 pm on 1 Oktober 2009 Permalink

      Wah dr kumpulan2 artikel yg qdapat, kemungkinan di segitiga bermuda jg mempunyai medan magnet yg tdk merata.
      Dan kmungkinan diameter spot nya sngat lebar.

    • astri 6:34 pm on 10 November 2009 Permalink

      gravitasi yang sangat aneh yang pernah saya tahu.
      cepaet diselidiki deh apa penyebabnya.

    • ricky 1:00 pm on 28 Desember 2009 Permalink

      di wilayah asia setahu saya juga ada yang seperti ini. tepatnya di wilayah jazirah arab namanya jabal rahman kalo ngga salah. sebuah jalur yang menyusuri bukit, kalo pas tanjakan, kendaraan apapun walau dalam keadaan mati akan tertarik ke atas, sedangkan saat menurun justru injak gas keras-keras..

    • Rizal Aditya 6:09 pm on 8 Februari 2010 Permalink

      di Blitar juga ada… di lereng gunung kelud.. persisnya aq lupa… :D

    • williams 9:48 pm on 9 Februari 2010 Permalink

      saya pernah baca artikel ttg gravity hill dimana meski dijalan menurun sekalipun benda apa pun akan bergerak ke arah sebaliknya.
      Saya lupa situsnya,tp menurut artikel hal itu gak ada hubungannya dengan gravitasi,tp sperti sebuah ilusi maha karya alam..sebuah jalan bisa terlihat menanjak,padahal sebenarnya menurun.
      Ya apapun itu yg jelas fenomena alam sangat menarik untuk di explore..

    • nisa 3:18 pm on 3 Maret 2010 Permalink

      saya cuma bisa ngomong satu kata ;
      Subhanallah..- Allahu Maha Besar dan dan Maha segala Sesuatu..
      artikel yang menarik ttg fenomena alam…

    • afif 1:25 pm on 24 Oktober 2010 Permalink

      subanakalaa’ilmalana illamaallamtana innaka antal ‘alimul adzim, itulah tanda ke-aguna an Allah

    • PDF Manual 5:28 pm on 30 November 2010 Permalink

      Hehehe . . .
      Subhanalloh . . .
      Andaikan di Indonesia juga terjadi seperti itu . . . :D

    • hannahluve 2:11 pm on 30 Desember 2010 Permalink

      sweetnyaa !!
      love it !

    • dentbagus 9:52 pm on 24 April 2011 Permalink

      astaghfirullah, ya masyaAllah, subhanAllah,

      Alhamdulillah………..?

  • erva kurniawan 10:47 am on 20 January 2009 Permalink | Balas
    Tags: download al quran, download quran   

    Al Qur’an Tajweed Flash Download 

    al-quran-flash-tajweed

    Al Qur’an dalam bentuk flash 58 MB,

    Link :

    http://www.quranflash.com/quranflash.html

    Download :

    http://www.quranflash.com/en/download/index.html

    Download adobe flash versi terbaru untuk melihat halaman flash :

    http://get.adobe.com/flashplayer/

     
    • Akhina Ifa 5:14 am on 30 Maret 2009 Permalink

      Subhanallah… Syukran Info-nya :)

    • ari wijayanto 3:37 pm on 16 April 2009 Permalink

      makasih banget atas infonya klo bisa di update terus setiap hari
      dan klo da kabar yang laen tolong kirimkan ke email aku y
      arya_sayank@yahoo.co.id

    • agustri 6:32 am on 23 Agustus 2009 Permalink

      Subhanallah…..Makasih banget infonya…

    • rusdy 12:00 am on 13 Februari 2010 Permalink

      yang pake terjemahan ada g!!!tarima kasih

    • Mr. Xribo 2:59 pm on 26 Januari 2011 Permalink

      Masya Alloh mantap bisa dibuka tanpa Online

    • Isa 9:37 am on 4 Mei 2011 Permalink

      jazaakumullah khoiron

    • erlijio 7:24 pm on 22 Juni 2011 Permalink

      kok gx bsa msuk ke almt webnya sich…..!!!!!

    • zein 5:32 am on 6 September 2011 Permalink

      kok harus masukan password…
      apa passwordnya???please…sukron

    • erva kurniawan 8:21 am on 6 September 2011 Permalink

      Bukan password pak, tapi security code atau chapcha image, biasanya untuk melindungi dari netter2 yang iseng atau menghindari spam

    • ajun 3:21 pm on 6 Agustus 2012 Permalink

      jadi apa security codenya???

    • Shinta 3:37 pm on 6 Agustus 2012 Permalink

      security code dimasukkan saja dari chapca image yang ditampilkan

    • Fatahillah 4:35 pm on 27 Mei 2013 Permalink

      Wihh Kerenn Thank’s 100% Works
      Izin Download Yahh gan ^_^
      Don’t Forget visit To my blog :)

  • erva kurniawan 9:24 am on 19 January 2009 Permalink | Balas
    Tags: harta karun, harta qorun, kisah nabi musa, kisah qorun   

    Qorun dan Nabi Musa AS 

    harta-karunPada jaman Nabi Musa AS menjadi pemimpin Bani Israil, ada seorang yang bernama Qorun. Awalnya Qorun adalah salah seorang pengikut Nabi Musa AS yang sangat taat beribadah. Karena sangat sibuk beribadah, Qorun tidak begitu peduli dengan masalah duniawi. Alhasil Qorun dan keluarganya hidup serba kekurangan. Namun, meski begitu Qorun termasuk ulama yang sangat disegani saat itu.

    Istri Qorun, Ilza, tidak terlalu puas dengan kehidupannya. Dia sering mengeluh dan merengek agar Qorun mau lebih berusaha meningkatkan taraf hidup mereka. “Suamiku, sepertinya aku mulai bosan hidup miskin. Kenapa kita harus hidup menderita seperti ini padahal kau taat beribadah?” rengek Ilza pada Qorun. “Istriku, kenapa kau membandingkan kesenangan duniawi dengan kesenangan bathin? Ibadah adalah untuk membuat hati kita tenang, bukan untuk mencari kekayaan,” jawab Qorun. “Tapi aku juga ingin sekali-kali makan enak dan punya baju bagus seperti orang lain,” rengek Ilza. Qorun tertegun mendengar rengekan istrinya. “Maafkan aku istriku, aku tidak tahu kalau kau begitu menderita,” kata Qorun.

    Suatu hari datanglah dua orang pria ke rumah Qorun. Mereka mengaku utusan raja Gholan yang membawa hadiah berupa uang emas yang banyak. “Maaf, kenapa saya harus menerima hadiah dari raja Gholan? Saya tidak mengenalnya, dan tidak merasa pernah berbuat kebaikan padanya. Jadi maaf, saya tidak bisa menerima pemberiannya,” kata Qorun. “Oh, tentu saja anda sangat berjasa. Bukankah anda adalah ulama besar yang mengajarkan kebaikan disini? Lagipula raja kami juga memberikan hadiah yang sama untuk ulama lainnya kok!” bujuk kedua utusan itu. “Ah tetap saja saya tidak bisa menerima hadiah ini. Pasti ada maksud lain dari pemberian ini,” pikir Qorun. “Maaf saya tidak bisa menerima pemberian rajamu. Sampaikan saja rasa terima kasihku!” kata Qorun pasti.

    Berkali-kali kedua utusan itu datang, namun selalu ditolak oleh Qorun. Akhirnya mereka memutuskan unk datang saat Qorun tidak sedang berada di rumah dan menemui Ilza istri Qorun. “Ayolah nyonya, diterima saja hadiah ini. Nyonya bisa beli apapun yang nyonya mau,” bujuk mereka. “Benar juga,” pikir Ilza, “aku kan sudah lama ingin punya uang banyak.” Tapi dia lalu teringat suaminya yang tidak mau menerima hadiah itu. “Ah tapi saya juga takut nanti suamiku akan marah jika tahu aku menerima hadiah yang ditolaknya,” kata Ilza muram. “Nyonya jangan bilang dulu! Berikan saja suami nyonya masakan yang lezat. Dan nyonya juga harus berhias supaya suami nyonya terpesona. Maka suami nyonya dijamin tidak akan marah!” bujuknya. “Hmmmm, ada baiknya juga dicoba,” pikir Ilza. Maka dia menerima hadiah dari raja Gholan tersebut.

    Sorenya saat Qorun baru pulang dari tempat ibadah, dia melihat istrinya telah memakai pakaian bagus dan kelihatan tampak cantik. Bukan itu saja, di meja makan telah terhidang makanan dan minuman yang sangat lezat. “Darimana kau dapat semua ini?” tanya Qorun heran. “Makanlah dulu, nanti akan kuceritakan,” kata Ilza berahasia. Kemudian setelah Qorun selesai makan dan minum, Ilza menceritakan apa yang terjadi. “Apa? Bukannya aku sudah menolak hadiah tak jelas itu? Kenapa kamu malah menerimanya?” tanya Qorun kaget. “Suamiku, bukankah kau juga senang bisa makan enak dan melihat istrimu berdandan?” rayu Ilza. “Tidak ada salahnya kan punya uang banyak? Toh kita masih bisa tetap beribadah,” lanjut Ilza. Qorun termenung. “Baiklah!” katanya. “Tapi jika nanti dia menuntut macam-macam, kita harus mengembalikan uangnya,” kata Qorun.

    Karena terbiasa hidup enak, ibadah Qorun makin lama makin berkurang. Apalagi Ilza selalu melarangnya jika dia berniat untuk mengunjungi nabi Musa. “Bersama Nabi Musa hidup kita miskin. Lebih baik jauhi saja dia!” begitu terus kata Ilza. Lama kelamaan Qorun tidak pernah lagi beribadah. Kini dia mulai sibuk berniaga. Makin hari hartanya semakin banyak. Hingga akhirnya Qorun menjadi orang yang sangat kaya raya. Namun sayang, kini dia menjadi sombong dan pelit. Dia selalu ingin terlihat berkuasa dan gila pujian. Kekayaannya selalu dihitung sampai sedetil-detilnya, hingga kehilangan satu dinar pun dia pasti akan mengetahuinya.

    Suatu hari ada salah seorang sahabat lama Qorun yang mengingatkan dia untuk membayar zakat atas hartanya yang berlimpah. Terpaksa Qorun mendatangi nabi Musa untuk menanyakan berapa banyak zakat yang harus dibayarnya. “Setiap seribu dinar zakatnya satu dinar. Seribu kambing zakatnya satu kambing. Seribu gram emas zakatnya satu gram emas. Begitu seterusnya,” jelas nabi Musa. Qorun mulai menghitung zakatnya, ternyata jumlahnya lumayan besar. Rasa kikirnya muncul. Pikirnya dia sudah susah payah mencari kekayaan kenapa harus dibuang percuma. Maka dia mulai berprasangka buruk tehadap nabi Musa. Menurutnya peraturan zakat itu hanyalah tipu muslihat nabi Musa untuk kesejahteraan nabi Musa sendiri.

    Qorun memang keterlaluan. Bukan saja dia tidak mau mebayar zakat hartanya, dia juga menghasut saudagar-saudagar lainnya supaya tidak membayar zakat. Bahkan dia merencanakan untuk mencelakakan nabu Musa. Dia membayar seorang wanita penghibur untuk mengaku pernah berbuat tidak baik dengan nabi Musa. Suatu siang, saat nabi Musa sedang berdakwah, Qorun sengaja bertanya apa hukumannya jika pria dan wanita yang bukan suami istri tapi melakukan zina. “Hukumannya adalah dirajam!” jawab nabi Musa tegas. “Apakah itu juga berlaku bagimu wahai nabi?” tanya Qorun lantang. “Tentu! Hukumannya juga dirajam,” jawab nabi Musa. “Kalau begitu kami harus merajammu wahai nabi! Bukankah kau telah berzina dengan seorang wanita sedangkan dia bukan istrimu?” kata Qorun dengan suara keras. “Naudzubillahi Min Dzalik, aku tidak pernah berbuat sehina itu. Celakalah orang yang menuduh tanpa bukti!” kata nabi Musa. “Tentu saja aku punya bukti,” jawab Qorun dengan tenang. Lalu dipanggilah si wanita penghibur. Tapi si wanita penghibur tadi setelah berhadapan dengan nabi Musa menjadi ciut nyalinya. Sehingga dia malah membeberkan kejadian yang sebenarnya.

    Mendengar hal itu nabi Musa menjadi marah. Dia berdoa kepada Alloh Swt untuk memberikan petunjuk. Lalu Alloh berfirman bahwa Alloh telah memerintahkan bumi untuk taat kepada nabi Musa. Nabi Musa lalu berkata: “Wahai Bani Israil sesungguhnya Alloh telah memerintahkan kalian untuk taat kepadaku. Barang siapa yang ingin bersama Qorun tetaplah bersamanya. Siapa yang ingin bersamaku, menjauhlah dari Qorun!” Semua orang menjauhi Qorun, hingga tinggal tersisa dua orang. Lalu nabi Musa berkata pada bumi, “Wahai bumi telanlah Qorun dan pengikutnya!” Tiba-tiba bumi dimana Qorun dan pengikutnya berpijak bergetar kemudian membelah dan mulai menelan mereka. Sia-sia saja Qorun berteriak minta ampun, dosanya sudah tidak terampuni. Maka dia dan pengikutnya hilang ditelan bumi.

    Tetapi setelah peristiwa itu, orang-orang mulai berprasangka bahwa nabi Musa sengaja menghukum Qorun supaya bisa menguasai hartanya. Maka sekali lagi nabi Musa meminta bumi untuk menenggelamkan harta Qorun supaya terhindar dari fitnah. Alloh mengabulkan doa nabi Musa dengan menciptakan gempa bumi yang dahsyat, sehingga semua harta Qorun terkubur di dalam bumi. Itulah asal mulanya kenapa kita menyebut harta yang terpendam dengan istilah harta karun.

    ***

     
    • Buku Anak Muslim 3:34 pm on 24 Juni 2009 Permalink

      Terima kasih ats ceritanya semoga bermanfaat bagi kita semua

    • khomsun 12:24 pm on 11 Agustus 2009 Permalink

      siiiip bgt postingany,,,,,

    • Widi_y 11:29 pm on 27 Agustus 2009 Permalink

      Sungguh cerita yang bijak

    • laksmi 10:26 am on 7 Maret 2010 Permalink

      ceritanya bagus. tapy kyaknya banyak variasi2 cerita tentang si qorun ya??

    • sugitogati 8:08 am on 11 April 2010 Permalink

      Smoga kisah ini menjadi pelajaran yang sangat berharga buat diri saya dan kita semua manusia bahwa kita tidak boleh cinta dunia ini melebihi cinta kita kepada Allah SWT, dan jangan sampai dalam hidup ini kita memliki sifat kikir, pelit, and medit karena harta dunia tidak akan kita bawa kecuali yang kita nafkahkan dijalan yang benar.trims artikelnya

  • erva kurniawan 9:10 am on 18 January 2009 Permalink | Balas
    Tags: harapan pernikahan, ,   

    Kenapa Telat Nikah ?? 

    pernikahan

    Nikah Erva&Titik

    SELERA TINGGI

    Selera tinggi yang dimaksud bukan dalam makanan, tapi dalam memilih jodoh. Pinginnya yang sempurna segalanya. Tak ada kekurangan sedikitpun. Agamanya bagus [tentu..!!], cakep, kaya raya, keturunan baik-baik,tinggi badan 170 cm, rambut berombak, cerdas, pinter masak dan jahit, sabar penyayang, keibuan, hafal Al-Qur’an, pinter ceramah..[aduh. .banyak sekali !!].Yang demikian tentu susah dapetnya. Nggak tahu harus nyari dimana, di super market jelas ndak ada. Akibatnya, setiap kali ada muslimah yang ditawarkan,selalu saja kandas. Belum kelasnya, katanya! Sebaliknya, yang wanita juga punya kriteria khusus, Saya pingin nikah dengan yang sudah profesor dan cakep banget. Atau Paling tidak pegawai negeri atau yang sudah punya mobil lah… Karena kriteria yang cukup sulit ini, maka banyak para pemuda dan pemudi yang harus telat nikah.

    STUDY ORIENTED

    Banyak juga yang telat nikah karena study oriented.Belajar dan belajar adalah prioritas utama. Siang, malam, pagi, petang terus belajar. Iapun selalu pingin pindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain, dari satu daerah kedaerah yang lain. SD di Jogja, SMP di Medan, SMU di Jakarta, S1 di Surabaya, S2 di Jepang, S3 di Amerika, terus pulang ke Indonesia tinggal di Paris van Java. Sampai-sampai lupa kalo’butuh pendamping hidup. Tahu-tahu usia udah kepala lima. Kasus telat nikah krn alasan studi ini juga sering terjadi.

    PUNYA APA-APA DULU

    Saya belum punya apa-apa untuk berumah tangga, begitu alasan yang diutarakan sebagain oranmg untuk melegitimasi pengunduran pernikahan. Punya apa-apa,yang dimaksud sering bermakna belum punya rumah sendiri, mobil sendiri, HP, kulkas, komputer, mesin cuci atau bus…[untuk apa yaa?]. Prinsip belum punya apa-apa ini sering dilontarkan. Padahal orang yang nikah ndak mesti harus punya hal-hal diatas terlebih dahulu. Rumah, ngontrak dulu juga ndak apa-apa. Nggak ada mobil juga ndak masalah, bisa naik angkutan, motor atau sepeda [romantis khan ??]. HP,kulkas dan komputer nggak jadi syarat dalam pernikahan. Apalagi bus….

    ORANG TUA PINGIN…..

    Pesan khusus dari orang tua kadang jadi penghalang untuk melangsungkan pernikahan. Sebenarnya sich udah pingin juga, tapi orang tua saya…, demikian keluhan mereka. Orang tua terkadang ngelarang si anak yang udah ngebet nikah. Alasannya macam-macam, seperti bantu prang tua dulu lah, jangan terlalu muda,rampungkan studimu, lanjutkan dulu karirmu….. Permintaan orang tua yang seperti ini sering membuat para pemuda dan pemudi mikir-mikir lebih panjang tentang pernikahannya. Sebenarnya nggak ada pertentangan antara nikah dengan berbakti sama ortu. Secara umum, orang tua berkeinginan anaknya hidup bahagia. Oleh karena itu, kalo’ si anak mampu meyakinkan ortu ttg kehidupan rumah tangganya, insyaAllah oke-oke saja kok kalo’ mau nikah cepat.

    NIKAH ITU SUSAH

    Ini alasan klasik yang diungkapkan orang. Nikah itu susah, nggak usah terburu-buru. Belum lagi kalo’ udah punya anak, tambah susah lagi dong… Akhirnya pengunduran jadwal nikahpun jadi pilihan. Ada juga yang nggak pingin susah [karena nikah] kemudian cari jalan pintas. Maunya enak melulu, tanpa mau tanggung jawab. Macem-macem solusinya, bisa pacaran atau dolan kesini, dolan kesitu, keluar kesana, keluar kesini…..

    PERNAH GAGAL

    Sebagian ikhwan maupun akhwat merasa trauma dengan peristiwa kegagalan yang menimpa. Pernah dilamar ataupun melamar tapi batal ataupun ditolak. Kadang tak cuma sekali tapi berkali-kali. Akibatnya ia jadi putus asa dan takut mengalami hal yang serupa. Malu banget, demikian katanya. Apalagi bila kegagalannya sempat terdengar oleh teman-teman yang lain.

    PERSAINGAN KETAT

    Bukan berita baru bila jumlah muslimah hari ini membludak. bahkan perbandingan antara laki-laki dan perempuan bisa lebih dari satu banding dua. Akibatnya banyak muslimah yang tersingkir dan tak dapat jatah pilih kaum pria. Ini bukan menakut-nakuti, tapi sungguhan. Namun percaya dech, Allah itu Maha Adil terhadap hamba-NYA.

    Itulah tadi beberapa penghalang seseorang untuk melangsungkan pernikahan. Setahun, dua tahun, tiga tahun, empat, lima….. akhirnya usiapun beranjak tua.

     

    ***

    Disadur dari majalah EL-FATA, edisi 05/II/2002

     
  • erva kurniawan 10:21 am on 17 January 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , ,   

    Dilarang Memakai Jilbab, Sad Story 

    menangis1Cerita dari teman,

    ***

    Benar-benar menyedihkan sekali cerita ini dan mungkin dunia ini sudah gila kali ya ? !

    Ada seorang teman saya, suatu hari terpanggil untuk memakai jilbab. Karena hatinya sudah mantab dan tetap, dia pun pergilah ke toko muslim untuk membeli jilbab.

    Setelah membeli beberapa pakaian muslim lengkap bersama jilbab dengan berbagai model (maklum teman saya itu stylish sekali), dia pun pulang ke rumah dengan hati suka cita.

    Sesampainya di rumah, dengan bangga dia mengenakan jilbabnya. Ketika dia ke luar dari kamarnya, bapak dan ibunya langsung menjerit. Mereka murka bukan main dan meminta agar anaknya segera melepaskan jilbabnya.

    Anak itu tentu merasa terpukul sekali…bayangkan: Ayah ibunya sendiri menentangnya untuk mengenakan jilbab. Si anak mencoba berpegang teguh pada keputusannya, akan tetapi ayah ibunya mengancam akan memutuskan hubungan orang- tua dan anak bila ia berkeras memakainya.

    Dia tidak akan diaku anak selamanya bila ia tetap menggunakan jilbab. Anak itu sedih sejadi -jadi nya. Dia merasa menjadi anak yang malang sekali nasibnya.

    Tidak berputus asa, dia meminta guru tempatnya bersekolah untuk berbicara dengan orang tuanya agar ia diperbolehkan memakai jilbab. Apa lacur sang guru pun menolak.

    Dia mencoba lagi berbicara dengan ustad nya dimana ia  berguru  untuk membujuk orang tuanya agar ia diizinkan memakai jilbab. Hasilnya ?  Ustadnyapun menolak untuk memperjuangkannya. Belum pernah rasanya anak ini dirundung duka seperti itu. Dia merasa betul-2 sendirian di dunia ini. Tak ada seorang pun yang mau mendukung keputusannya untuk memakai jilbab.

    Akhirnya dia memutuskan untuk menggunakan jalan terakhir. Dia berkata pada orang tuanya: “Ayah dan ibu yang saya cintai. Saya tetap akan memakai jilbab ini. Kalau tidak diizinkan juga saya akan gantung diri … !!”

    Sejenak suasana menjadi hening. Ketegangan mencapai puncaknya dalam keluarga itu. Akhirnya sambil menghela napas panjang, si ayah berkata dengan lirih:

    “Yanto, Yanto ! Nek koe wong wedok, yo sak karepe.Ning kowe iki wong lanang, lha kok nganggo jilbab?” Pancen bocah edannnn !!

    (terjemahan: Yanto, Yanto! Kalau kamu anak perempuan terserah kamu.Kamu ini kan anak laki-laki kok pakai jilbab? Memang kamu ini anak gak waras)

    ***

     
    • giyzt 3:29 pm on 23 Januari 2009 Permalink

      oooaaaalh yanto to mas..

    • hadid 1:55 pm on 15 Mei 2009 Permalink

      ya ampun… aku da serius.. ternayata,,, kedubrakkkkk

      yanto wawkakakakaakk

    • cindy sere 9:35 pm on 11 Agustus 2009 Permalink

      Piye toh mas…
      Kirain beneran…
      Tp critany bnr2 lucu bgt.terhibur dh jdny..thengs after.he3x

    • Nank 4:48 pm on 30 Agustus 2009 Permalink

      wooow!!! gwe beneran tertipu, ternta mas yanto toh!

    • azka 5:57 pm on 27 Januari 2010 Permalink

      HAHAHAHAHA :D

    • untung Handoyo 1:58 pm on 17 Maret 2010 Permalink

      ia menurut saya make jilbab banyak hikmahnya……. buat wanita…..
      setidaknya bisa nutupin rambut yang udah ga bisa tumbuh lagi.. kwkwkwkwk

    • rizky TheFallen 1:29 am on 5 April 2010 Permalink

      yantoooooooooooooooooooooooooooooooo gila hahaha7x

    • retno 2:35 pm on 5 April 2010 Permalink

      luar biasa….lucu..

    • akhil muslim 7:46 pm on 15 Mei 2010 Permalink

      edan tenan pokoke wis………wong lanang kok nganggo jilbab…mungkin arepe nang sawah……..

    • iguz 7:45 pm on 21 November 2010 Permalink

      ijin share y ^_^ :)

    • eka 12:38 pm on 8 Desember 2010 Permalink

      hahahhhhha….
      kirain knpe…tw tw’y ci yanto…
      aduh…aduh….
      aya2 wae…

  • erva kurniawan 9:41 am on 16 January 2009 Permalink | Balas  

    Utang Indonesia Akan Dibayar Oleh Koes Ploes 

    koes-ploesPerhatikan syair lagu ini

     

    Kolam Susu, by Koes Plus

     

    Bukan lautan hanya kolam susu

    Kail dan jalan cukup menghidupimu

    Tiada badai tiada topan kau temui

    Ikan dan udang menghampiri dirimu

    Bukan lautan hanya kolam susu

    Kail dan jala cukup menghidupmu

    Tiada badai tiada topan kau temui

    Ikan dan udang menghampiri dirimu

    Orang bilang tanah kita tanah surga

    Tongkat kayu dan batu jadi tanaman

    Orang bilang tanah kita tanah surga

    Tongkah kayu dan batu jadi tanaman

     

    ***

    Ceritanya Begini.

    Ada dua orang di suatu perusahaan terkenal, kedua duanya adalah manajer di perusahaan tersebut, pada saat krisis moneter kedua orang tersebut terkena imbasnya yaitu PHK, namun karena perusahaannya baik, masing masing mendapat pesangon 150jt dan yang satunya 80juta sesuai masa kerjanya.

    Suatu hari kedua orang tersebut kumpul bareng salah satu rumah sahabat tersebut. Di dalam percakapan mereka saling terbuka satu sama lain, yang intinya dia membahas untuk apa uang tersebut digunakan. Satunya bilang bahwa dia akan buka bengkel bubut di daerah tanggerang dekat kawasan industri, sedangkan satunya bilang akan menjadi petani dan uangnya akan dibelikan sawah di kampung.

    Pendek cerita, keduanya berpisah selama 10 tahun lamanya. suatu hari dia bertemu kembali, orang yang tadinya memutuskan jadi petani dia datang mercedes ke temanya yang sekarang dia menjadi pengusaha bubut yang sukses. Kembalilah dia berbincang-bincang secara blak-blakan cerita dari A sampai Z, maklum sahabat kantor lama, sampai kemudian masing masing di antaranya menanyakan “berapa asset kamu sampai-sampai kamu menjadi pengusaha bengkel bubut ?” kata si petani,

    “Kira kira saya sudah mengupulkan asset sekitar 3 Milyar”, kata pengusaha bengkel tersebut sembari berbalik tanya, kalau kamu? “Kalo saya sudah mengumpulkan Asset 6 Milyar berupa tanah seluas 60 Hektar”, kata si petani tersebut. “Emang ceritanya gemana kok kamu bisa punya tanah seluas itu”, kata pengusaha bengkel tersebut.

    Kemudian si petani tadi menjelaskannya. Waktu itu saya punya uang 80 juta saya belikan tanah dapat 2 hektar dan saya tanami pohon jati sebanyak 4000 pohon, sekitar usia 8 tahun, satu pohon saya jual 1.5 juta ke tengkulak jati, jadi total-total saya mendapat uang sekitar 6 Milyar dan sebagian saya belikan sawah sebanyak 60 Hektar.

    “Hebat… ternyata”, kata pengusaha bubut tersebut. “Ternyata kamu lebih sukses dari pada saya”, “saya memang sukses tetapi saya juga punya hutang bank yang harus saya bayar dari usaha bengkel tersebut, saya juga harus membayar gaji mereka dan lain-lain” dan semakin lama semakin berat atas hutang saya ini.

    ***

    Cerita itu sama dengan kondisi bangsa indonesia yang sekarang ini. mengabaikan pertanian dan perkebunan, tetapi malah terfokus pada industrialisasi dan kapitalisme barat Padahal Kunci Keberhasilan Indonesia adalah Pengelolaan Pertanian Dan Agroindustri.

    Sampai kapanpun bangsa barat akan menang dengan teknologi, karena dia sudah menpunyai system teknologi sejak dari nenek moyang. Dan Indonesia pun akan menang, dengan pertanian dan agrbisnisnya. Coba anda bayangkan jika penduduk indonesia masing-masing menanam satu pohon jati atau tanaman keras lainya

    Katakanlah jumlah penduduk indonesia 200juta x 3juta(harga perpohon). Berapa uang yang diperoleh sepuluh tahun kemudian?, totalnya adalah 600Trilyun, itu baru pohon jati,belum yang lainya, hasil perikanan dan lain-lain

    ***

    Makanya bener ni lagu…

    Orang bilang tanah kita tanah surga, Tongkat kayu dan batu jadi tanaman, Orang bilang tanah kita tanah surge, Tongkah kayu dan batu jadi tanaman

    Jadi sebagai orang indonesia, jadilah bangsa yang percaya diri, galilah nilai nilai budaya nenek moyang kita,Jadilah bangsa yang bangga sama diri sendiri kembalilah mencintai tanah air kita jangan sampai direbut oleh bangsa lain, yang membodohi kita, Bekerja keraslah, kumpulkan modal kemudian bangun indonesia. Berapa juta sarjana yang lulus dibiayai oleh orang tua sebagai petani, tetapi kita yang hidup di kota-kota besar malah menyekolahkan anak saja empot-empotan.

    Semoga tulisan kisah nyata ini bermanfaat, trimakasih

    ***

     
  • erva kurniawan 10:04 am on 15 January 2009 Permalink | Balas  

    Malaysia Menculik Doktor-Doktor Indonesia 

    tempo-interaktifTEMPO Interaktif, Jakarta: Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional, Satryo Soemantri Brodjonegoro mengatakan bahwa banyak orang pintar Indonesia yang mendapat gelar doktor dari luar negeri, yang kemudian memilih tinggal dan bekerja di Malaysia, Singapura atau Brunei. “Parahnya, mereka ini yang benar-benar jago-jago. Doktor-doktor lulusan Yale, Cranfield, Stanford, MIT dan lain-lain,” ujar Satryo ketika ditemui seusai acara Seminar Nasional Hasil Penelitian Perguruan Tinggi di Komplek Bidakara, Jakarta, Kamis (19/6) siang.

    Menurut Satryo, mereka yang kabur ini semuanya adalah doktor bidang ilmu eksakta seperti teknik, fisika, computer dan sejenisnya. Data yang pada pihak Dikti, saat ini sekitar 20-an doktor Indonesia lulusan luar negeri telah “diculik” Malaysia. “Sisanya, sekitar 2-3 orang bekerja di Brunei dan sekitar lima orang bekerja di Singapura,” katanya.

    Eksodus orang-orang jenius ini, menurut Satryo, disebabkan PTN tempat mereka bekerja sebelumnya tidak mampu memberikan renumerasi yang layak. “Guru besar (profesor) seperti saya hanya menerima Rp 2,5 juta per bulan. Sementara gaji mereka di Malaysia, kalau dikonversi ke rupiah, sekitar Rp 50 juta per bulan. Itu belum termasuk fasilitas perumahan dan pendidikan gratis untuk anak mereka,” katanya dengan senyum miris.

    Selain alasan renumerasi, banyak dari mereka yang merasa membutuhkan situasi tempat kerja yang benar-benar membawa tantangan. Mereka, kata Satryo, ingin sekali agar ilmu yang mereka dapatkan benar-benar dapat didayagunakan secara optimal.

    “Dan harus diakui, Malaysia dan Negara-negara lain mampu menghadirkan hal tersebut,” ujar Satryo. Salah satunya contohnya, adalah Malaysia saat ini telah mengembangkan Pusat Biotech Valley di Petaling Jaya, Kuala Lumpur, semacam Silicon Valley di Amerika Serikat.

    Pihaknya, menurut Satryo, sebenarnya sudah mencoba habis-habisan untuk membujuk mereka tetap tinggal. Tetapi karena kebanyakan dari mereka sudah menyelesaikan ikatan dinas mengajar selama sembilan tahun, maka ia tidak punya kekuasaan untk menahan.

    “Bahkan saat ini saya sudah menerima 20-an permohonan ijin dari doktor-doktor lain untuk bekerja di Malaysia. Bahkan perusahaan disana, sudah bersedia mengganti biaya kompensasi beassiwa pendidikan dan ikatan dinas yang sudah dibayar pemerintah,” katanya lagi-lagi dengan nada miris.

    Padahal biaya yang telah dikeluarkan pihak penyedia dana di luar negeri (tempat belajar sebelumnya) dan pemerintah tidaklah sedikit. “Untuk satu tahun pendidikan doktor di luar negeri, mereka bisa menghabiskan biaya sekitar US $ 30 ribu,” ujar Satryo.

    Satryo menilai, hal ini harus mendapat perhatian yang serius karena kalau ini dibiarkan, Indonesia akan kehilangan banyak SDM berkualitas yang notebene tidak mudah untuk menghasilkannya. “Sementara Malaysia yang akan ongkang-ongkang kaki menikmati kerja keras kita,” ujarnya.

    Pihak Dikti sebenarnya hendak mengusulkan agar pemerintah melakukan langkah khusus dengan meluncurkan crash program untuk memperbaiki renumerasi mereka. “Banyak dari mereka yang bicara sama saya, asalkan digaji Rp 7 juta sebulan, mereka mau bekerja di sini,” kata Satryo. Ia mengusulkan dana yang diterima Dirjen Dikti yang hanya Rp 4 milliar pertahun, menjadi Rp 14 milliar pertahun. (Amal Ihsan-TNR)

     
    • dee 8:55 pm on 22 Januari 2009 Permalink

      Ya bukan salah mereka juga,,, pemerintah masih kurang perhatian sama nasib pendidik… Jargon kalo “guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa” tuh cuma politik jaman Orde baru bisar guru mau digaji sedikit…

      Buat apa jadi pahlawan tapi nasibnya ga jelas…

    • Panca 10:20 pm on 22 Januari 2009 Permalink

      memang pemerintah harusnya memberi insentif yang lebih tinggi.

    • amat 12:50 pm on 23 Januari 2009 Permalink

      Hujan emas dinegara tetangga dan hujan batu di negeri sendiri, ternyata masih enak di negara tetangga

    • bayam 1:35 pm on 23 Januari 2009 Permalink

      Betul sekali kl ada pendapat yg blg “mereka tidak salah”. Toh hidup bukan hanya idealis tp harus realistis juga. Udah namanya manusia selalu berusaha mencari kehidupan yang lebih baik. Seharusnya kita berkaca… apa yg bisa kita lakukan buat “org2 pintar” tsb. Bukan hanya menyalahkan kenapa mereka eksodus atau knp negara lain “membajak” mereka.

    • giyzt 3:26 pm on 23 Januari 2009 Permalink

      ya ya ya..nasioanalis memang harus dipegang teguh..tp kalau anak istri kelaparan..??kadang realitas berbicara bung..sekarang memang sangat susah mempertahankan idealisme..apalagi di tanah air yg ada selalu hujan batu..tinggal pilih mana hujan batu di negeri sendiri atau hujan emas di negeri orang..

    • sabdalangit 9:08 pm on 23 Januari 2009 Permalink

      SEMUA SALAH
      baik Doktor yg kabur maupun pemerintah Ina.

      Soal nasionalisme ???
      saya kira kita semua tahu dan menyaksikan sendiri, seolah negara dan bangsa ini mau dibawa pada politik hijau. menjadi bergaya KEARAB-ARABAN. Berlagak TIMTENG. Semua ini sebagai salah satu akibat terjadinya politisasi agama. Yg berupaya mengekspor simbol2 budaya asing yg diolah sedemikian rupa sehingga menjadi seolah2 ajaran agama. Pancasila dan Bhineka sudah lama jarang bergaung. Yg ada adalah kepentingan untuk brkiblat pada bangsa asing. Ini terjadi sejak akhir Pemerintahan ORBA mulai ditinggalkan oleh Amerika, lantas banting stir ke TIMTENG. Dan akibatnya TIDAK menjadi lebik baik. Bukan modal yg diunduh, tapi berikut budayanya. Mungkin akibatnya antara lain nusantara ini semakin panas; baik iklimnya, maupun emosinya.

      sabdalangit’s web
      MEMBANGUN BUMI NUSANTARA YG BERBUDI PEKERTI LUHUR
      “jalan setapak menggapai spiritualitas sejati”

    • diazhandsome 9:42 pm on 23 Januari 2009 Permalink

      kenapa sih indonesia gak bisa memanfaatkan orang pinter?? gimana ini??

      http://diazhandsome.wordpress.com

    • Ruhcitra 10:57 pm on 23 Januari 2009 Permalink

      Terima kasih. Semestinya posting ini memperjelas kebutuhan ‘renumerasi’ remunerasi di negeri yang sering abai terhadap hak anak bangsa untuk berbakti dengan senang hati. :)

    • lukman 10:46 pm on 24 Januari 2009 Permalink

      Saya setuju banget usul rekan-rekan. Kalau pemerintah kesulitan dana, cukup hubungi KPK untuk mengalokasikan dana koruptor untuk pendidikan tinggi. DIjamin beres…

    • amat 10:00 pm on 29 Januari 2009 Permalink

      Yang lebih miris lagi, ada lho. Dulu setelah orba tumbang banyak anak bangsa yang pintar disekolahkan keluarnegeri, tapi tidak diperbolehkan pulang oleh orba

    • Annisa 12:34 pm on 23 Juni 2009 Permalink

      waduh.. cape deh melihat masalah ini
      sebaiknya pemerintah jgn diam saja, harus berbuat sesuatu..
      masak sih ga’ bisa menghargai kepandaian orang dgn memberi lebih..
      ttp jika sdh di beri lebih.. orangnya jg jgn malah KORUPSI.. kasihan kan negara kita masih miskin malah di korupsi jadi ga bisa maju deh.. maju kena.. mundur kena..
      berpikir jernihlah untuk kemaslahatan orang banyak

    • tomi 11:16 am on 8 November 2009 Permalink

      pantas saja mereka tidakmau bekerja di Indonesia, karena d Indonesia jeripayah mereka tidak dihargai sama sekali dg pnghasilan hanya 2,5juta/bulan..
      Bahkan pemilik warung d pinggir jalan juga bisa mendapatkan pnghasilan sperti itu, Jadi untuk apa bekerja keras klo hasilnya sama saja..

      Lagipula d dalam sendiri ilmu yang mereka bagi tidak d pergunakan secara benar”,

      beda dngan para penculik yang mampu memberi mereka kehidupan yang jauh lebih layak, dan mereka juga mendapat kepuasan batin karena ilmu yang mereka bagi benar” d pergunakan dalam kehidupan masyarakat banyak

    • Akbar 10:50 am on 1 Juni 2010 Permalink

      JIka hanya mencari kepuasan dunia, tidak akan ada habisnya. Menghilangkan jati dirinya sebagai asli orang Indonesia dan tidak mau ikut membangun dan memajukan bangsa Indonesia, berarti dimata Allah SWT dia hanya mencari keduniaan, jika dia mencari ridha dari Allah SWT, maka majukan Indonesia dan tidak mengejar PAMRIH atau embel-embel PUJIAN dan BAYARAN yang WAH.

    • Sandi 6:41 pm on 11 Juli 2010 Permalink

      mas Akbar : 2.5 juta terlalu murah untuk ukuran ilmu mas… mereka pun saya yakin sangat sangat ada rasa Nasionalis mereka. masalahnya lebih ke teknisnya.

      mereka pun rela berkorban dengan hanya dibayar 7 juta jika tetap di Indonesia. dn jelas 7 juta pun tetap terlalu murah untuk ilmu dan kemajuan bangsa Indonesia.. bukan kah bangsa ini kaya?

      Masih untung ada ilmuwan2/ insinyur2 lain yang masih nekad berjuang untuk bangsa ini walaupun tersisa relatif sedikit

    • roy 10:15 am on 22 September 2012 Permalink

      2.5 juta vs 50 juta..???…pilih yang 50 juta azalah……anak2 sekolahnya gratis lagi di malaysia,sedangkan di indonesia,semua sekolahnya uang melulu.

  • erva kurniawan 1:00 pm on 14 January 2009 Permalink | Balas  

    Cara Kerja Kotak Hitam Pesawat Terbang 

    black box1Baru-baru ini kita dihebohkan dengan bocornya rekaman kotak hitam (black box) pesawat adam air yang jatuh 1 januari 2007 lalu. Sampai-sampai tim KNKT membantah bahwa kotak rekaman percakapan kotak hitam pilot adam air adalah palsu.

    Apa itu kotak hitam? dan apa kegunaannya dalam industi penerbangan. Kotak hitam (black box) pada pesawat terbang berfungsi untuk mencatat kegiatan pilot baik percakapan – cockpit voice recorder (CVR), maupun gerak pesawat terbang -flight data recorder (FDR) .

    CVR merupakan seluruh data percakapan di dalam ruang kocpit baik percakapan pilot dengan co pilot maupun dengan bandara pengawas. Sedangkan FDR mencatat seluruh data penerbangan pesawat, mulai dari ketinggian pesawat, kecepatan, tekanan kabin, temperatur udara diluar, kinerja mesin, dll.

    Kotak hitam yang di perkenalkan pada tahun 1960 an. Kala itu sistem perekam kotak hita berupa pita magnetik yang cara kerjanya mirip tape recorder tempo dulu. Di era 1990 pita magnetik digantikan dengan Solid-state Technology yang menggunakan chip memori untuk merekam data.

    Cara kerja Solid-state Technology

    Data dari FDR dan CVR disimpan di memory boards di dalam crash-survivable memory unit (CSMU) – pelindung black-box1memory yang berbentuk silindris. Dengan alat ini lebih dari 700 macam parameter data dapat disimpan.

    Seluruh data yang dikumpulkan oleh sensor sensor di pesawat terbang di kirim ke flight-data acquisition unit (FDAU) yang terletak di hidung pesawat. FDAU inilah sebagai perantara sebelum data di simpan dalam kotak hitam.

    Itulah sebabnya mengapa setiap ada kecelakaan pesawat terbang, kotak hitam inilah yang di cari oleh investigator, karena data-data terakhir sebelum terjadi kecelakaan terekam dalam kotak hitam ini. Biasanya data-data di dalam kotak hitam (black box) ini dirahasiakan oleh penyelidik karena berbagai alasan.

     
    • Achmad Naufal 4:10 pm on 10 Mei 2010 Permalink

      bolehkan artikel artikelnya ku copy lalu ku posting ke blog ku ????

    • Achmad Ritaudin, S.Pd 10:11 am on 18 Juni 2010 Permalink

      Wah terima kasih banyak atas segala informasinyha..

  • erva kurniawan 9:50 am on 13 January 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , , , , , ,   

    Kisah si Penebang Pohon 

    penebang-pohonAlkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.

    Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon.

    Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, “Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu”.

    Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon. Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan. “Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku, bagaimana aku dapat mempertanggungjawab kan hasil kerjaku kepada majikan?” pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa. Dengan kepala tertunduk dia menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi.

    Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, “Kapan terakhir kamu mengasah kapak?”

    “Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu, saya sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga”. Kata si penebang.

    “Nah, disinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu bisa kisah-penebang-pohonmenebang pohon dengan hasil luar biasa. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun. Maka, sesibuk apapun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal.

    Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!” perintah sang majikan. Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak.

    Istirahat bukan berarti berhenti ,

    Tetapi untuk menempuh perjalanan yang lebih jauh lagi

    Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola. Sibuk, sibuk dan sibuk, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu istirahat sejenak mengasah dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan dan spiritual. Jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan menjadi dinamis, berwawasan dan selalu baru !

    Salam sukses luar biasa!

     
  • erva kurniawan 6:33 am on 12 January 2009 Permalink | Balas
    Tags: aslina, , , , , , ,   

    Kisah Azlina, Saat Dua Jam Mati Suri di MMC Melaka 

    bunga-lilyDiperlihatkan Berbagai Kejadian di Akhirat

    Sempat dinyatakan meninggal dunia, Aslina alias Iin (23) ternyata mengalami mati suri selama dua jam dan koma dua hari dua malam. Mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Bengkalis itu mengaku selama mati suri, ia diperlihatkan berbagai kejadian alam barzah dan akhirat, serta beberapa kejadian yang menyangkut amal dan perbuatan manusia selama di dunia.

    Di hadapan sekitar 50-an orang, terdiri dari pegawai honor tenaga kesehatan Bengkalis, warga masyarakat serta sejumlah wartawan, Aslina, Rabu (3/9) kemarin, di aula studio TV Sri Junjungan Televisi (SJTV) Bengkalis, mengisahkan kejadian ghaib yang dialaminya itu.

    Menurut penuturan Iin yang didampingi pamannya, Rustam Effendi, sejak tiga tahun lalu ia menderita penyakit kelenjar gondok alias hiper teroid. Karena penyakitnya itu, Pada 25 Agustus silam, gadis ini ditemani Rustam Effendi berobat ke rumah sakit Mahkota Medical Center (MMC) Malaka. Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, dokter mengatakan operasi baru bisa dilakukan setelah tiga bulan, karena waktu itu tekanan darah tinggi.

    Namun pada Sabtu (26/8) tengah malam, kondisi anak sulung tiga bersaudara ini kritis, koma. Sang paman sempat memandunya membaca dua kalimat syahadat dan kalimat toyibah (Lailahailallah) sebanyak dua kali.

    Waktu ajal menjemput, tutur sang paman, Aslina sempat melafazkan kalimat toyibah dan syahadat. Secara perlahan-lahan gadis yang bekerja sebagai honorer di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Bengkalis ini tak bernafas. Tepat pukul 02.00 waktu Malaysia, indikator monitor denyut jantung terlihat kosong atau berupa garis lurus.

    Tak pelak situasi ini membuat Rustam sedih, kemudian beberapa dokter MMC Malaka terlihat sibuk memeriksa dan mengecek kondisi Aslina. Waktu itu dia sempat menghubungi keluarnya di Bengkalis untuk memberitahu kondisi terakhir Aslina. Untungnya setelah dua jam ditangani dokter, monitor terlihat kembali bergerak yang menandakan denyut jantung gadis yatim ini berdenyut lagi. Untuk perawatan lebih lanjut, Aslina dimasukan ke ruang ICU dan baru dua hari dua malam kemudian ia dinyatakan melewati masa kritisnya.

    Bertemu Sang Ayah

    Menurut pengakuan Aslina, dia melihat ketika nyawanya dicabut oleh malaikat. Waktu itu, nyawanya dicabut dari kaki kanan oleh malaikat. “Rasanya sangat sakit, kulit seperti disayat, dibakar dengan minyak,”tuturnya.

    Setelah roh berpisah dengan jasad, dia menyaksikan orang-orang yang masih hidup dan jasadnya terbaring di tempat tidur. Kemudian dibawa dua malaikat menuju ke suatu tempat. Aslina mempunyai keinginan untuk bertemu dengan ayahnya yang sudah lama meninggal, bernama Hasan Basri. “Wahai ayahku bisakah aku bertemu denganmu. Aku sangat rindu, oh ayah,” ucapnya.

    Memang di tempat itu Aslina bertemu dengan sosok pria muda berusia 17 tahun dengan wajah bersinar dan berseri-seri. Melihat sosok pria muda tersebut, Aslina tetap ngotot ingin bertemu dengan sang ayah. Kemudian, kedua malaikat memperkenalkan bahwa pria muda tersebut adalah ayahnya. Tentunya dia tidak menyangka karena waktu meninggal dunia, ayahnya berusia 55 tahun.

    Kemudian sang ayah bertanya kepada Aslina, maksud kedatangannya. Dia menjawab kedatangannya semata-mata memenuhi panggilan Allah SWT. Sang ayah menyuruh Aslina tetap pulang untuk menjaga adik-adiknya di dunia. Namun Aslina menjawab bahwa dirinya ke sini, memenuhi panggilan Allah. Waktu itu juga, dia menyebut rukun Islam satu persatu.

    Setelah berdialog dengan ayahnya, dua malaikat tadi membawa Aslina ke suatu tempat yang dipenuhi wanita memakai baju rapi dan berjilbab. Di situ, dia disalami dan dicium pipi kanan-kiri oleh wanita-wanita Muslimah tersebut. Tidak hanya itu, Aslina juga bertemu dengan 1.000 malaikat dengan wajah berseri dan seluruhnya sama.

    Di tempat itu, Aslina duduk di kursi yang sangat empuk. Bila di dunia empuk kursi tersebut seakan dilapisi delapan busa. Ketika duduk, tiba-tiba sosok wanita berseri mirip dengan dirinya menghampiri. Dia bertanya kepada sosok wanita tersebut. “Saya adalah roh dan amal ibadah mu selama di dunia,” kata wanita tersebut.

    Kemudian Aslina ditemani amalnya (sosok wanita, red) dan dua malaikat menyaksikan beberapa kejadian di akhirat. Di antaranya, ada seorang pria berpakaian compang-camping, badannya bernanah dan bau busuk.

    Tangan dan kaki dirantai sementara di atasnya memikul besi seberat 500 ton. Melihat kejadian itu, Aslina bertanya kepada amalnya. Rupanya pria tersebut semasa hidupnya suka membunuh dan menyantet (teluh) orang.

    Kejadian selanjutnya yang ia lihat, seorang yang disebat dengan rotan panjang sehingga kulit dan dagingnya mengelupas dari badan. Ternyata orang tersebut selama hidup tak pernah sholat bahkan menjelang ajal menjemput pun tak pernah menyebut sahadat.

    Aslina juga melihat, dua pria saling membunuh dengan kapak. Menurut keterangan amalnya, rupanya orang tersebut suka menodong dan memeras orang lain.

    Kemudian gambaran, seorang ustat yang dihantam dengan lahar panas yang mendidih. Kembali Aslina bertanya. Ustad tersebut selama hidup suka berzina dengan istri orang lain.

    Kejadian berikutnya, seorang ditusuk dengan pisau sebanyak 80 kali. Ini menunjukan orang tersebut suka membunuh dan tidak pernah dipertanggungjawabk an selama di dunia.

    Kejadian terakhir, seorang ibu tua dihempaskan berkali-kali ke lantai. Di lantai tersebut terdapat pisau tegak dan dia tersungkur lalu mengenai tubuhnya, hingga mati. Gambaran tersebut menunjukan, selama hidupnya wanita tersebut merupakan anak durhaka, yang tidak mengakui ibunya yang pikun. Bahkan dia malu kepada orang lain.

    Kisah tentang mati suri dan berbagai pengalaman ghaib yang dialami Aslina alias Iin (23), membuat heboh masyarakat Bengkalis, khususnya warga desa Pematang Duku, kecamatan Bengkalis, yang antara percaya dan tidak dengan cerita dalam mati suri itu. Berikut lanjutan kisah ‘perjalanan ghaib’ yang dituturkan Aslina Rabu silam di aula studio SJTV Bengkalis.

    Menurut Aslina, setelah dirinya diperlihatkan dengan kejadian dan gambaran manusia, ia kemudian dibawa melewati malam yang sangat gelap gulita. Saking gelapnya, dia tidak bisa melihat amalnya dan dua malaikat yang mendampingi. Ketika kakinya berjalan tiga langkah, terdengar suara orang berzikir. Kemudian sang amal menyuruhnya untuk cepat menangkap suara tersebut. Tapi Aslina tidak bisa menangkap. Tiba-tiba waktu itu, lehernya dikalungi seutas rantai. Setelah dipegang ternyata rantai tersebut berupa tasbih sebanyak 99 butir.

    Terdengar suara yang memerintahkan Aslina untuk berzikir selama dalam perjalanan. Dia berjalan lagi sepanjang tujuh langkah, namun waktunya sama dengan 10 jam waktu di dunia. Ketika sampai pada langkah ke tujuh, dia melihat wadah menyerupai tapak sirih berisi cahaya yang terpancar melalui lobang-lobangnya. Berkat cahaya tapak sirih tersebut, dia bisa melihat dan membaca tulisan Arab, berbunyi ‘Husnul Khotimah’.

    Di belakang tulisan itu terlihat gambar Ka’bah. Ketika melihat tulisan dan gambar Ka’bah seketika, dia dan amalnya tersenyum seraya mengucapkan Alhamdulillah.

    Aslina mendekati cahaya itu dan mengambilnya, kemudian disapukan ke mukanya. Ketika malam yang gelap gulita itu menjadi terang benderang.

    Nabi Muhammad

    Setelah berjalan sekian jauh, dia mendengarkan suara azan yang suaranya tidak seperti di Indonesia, namun bernada Mekkah. Kepada amalnya, dia meminta waktu untuk menunaikan sholat. Setelah mengerjakan sholat, roh Aslina hijrah ke tempat lain dengan perjalanan 40 hari. Tempat yang dituju kali ini adalah Masjid Nabawi di Madinah. Di masjid itu dia menyaksikan makam Nabi Muhammad dan sahabatnya. Di makam Nabi ada pintu bercahaya, terlihat sosok Nabi Muhammad sedang memberi makan fakir miskin.

    Tidak hanya itu di Masjid Nabawi, dia kembali diperlihatkan kejadian menakjubkan. Tiba-tiba cahaya ‘Husnul Hotimah’ yang ada di tangannya lepas, kemudian mengeluarkan api yang menerangi seluruh ruangan sehingga makam Nabi terlihat jelas. Waktu itu dari balik makam Nabi, dia melihat sosok manusia, berwajah ganteng menyerupai malaikat, kulit langsat, mata sayu, pandangan luas terbentang dan tajam. “Raut muka seperti orang Asia (oval, red) namun tidak kelihatan kepalanya. Tapi saya yakin sosok manusia tersebut adalah Nabi Muhammad,” katanya.

    Melihat peristiwa itu, lantas Aslina bertanya kepada malaikat dan amalnya. “Kenapa cahaya tersebut menerangi Nabi Muhammad, sehingga saya bisa melihat.

    Dan kenapa wajah Nabi bercahaya?” Dijawab bahwa Anda adalah orang yang mendapat syafaat dan hidayah dari Allah. Mengenai wajah nabi yang bercahaya, karena selama mengembangkan agama Islam selalu mendapat tantangan.

    Perjalanan tidak di situ saja, Aslina dan pengawalnya berbalik arah untuk pulang. Rupanya ketika dalam perjalanan pulang dia kembali menyaksikan, jutaan umat manusia sedang disiksa dan menderita di sebuah lapangan. Orang-orang tersebut meronta dan berdoa minta agar kiamat dipercepat. Karena sudah tak tahan lagi dengan siksaan. Mereka mengaku menyesal dan minta dihidupkan kembali agar bisa bertaubat. “Jarak Aslina dengan mereka hanya lima meter, namun tak bisa memberikan pertolongan, ” ujarnya.

    Selama melihat kejadian itu, Aslina membaca Al Quran 30 juz, Hafis (hafal) dan khatam tiga kali. Kemudian membaca surat Yasin sebanyak 1000 kali dan shalawat kepada seluruh nabi (Adam sampai Muhammad). Aslina berlari sepanjang Arab Saudi atau sepanjang Sabang sampai Marauke seraya menangis melihat kejadian tersebut.

    Aslina juga ingin diperlihatkan apa yang terjadi pada dirinya dikemudian hari. Namun sebelumnya dia diminta oleh malaikat untuk berzikir. Lamanya zikir yang dilakukan Aslina selama dua abad dan dua pertukaran zaman. Hal ini ditandai dengan 1 Syawal yang jatuh pada tanggal 31 Desember. Selesai berzikir, Aslina mendengar suara yang seperti ditujukan kepadanya.

    “Sadarlah wahai umat-Ku, kau sudah Ku matikan.

    Sampaikan kepada umat-Ku, apa yang Ku perlihatkan.

    Sampaikan kepada umat-Ku, umat-Ku, Umat-ku.”

    Kejadian Aneh

    Usai pengambilan gambar dan wawancara, terdapat kejadian aneh di gedung SJTV Bengkalis. Saat itu, Aslina sudah keluar dari ruangan menuju gedung Radio Pemda yang berjarak 25 meter. Ketika krew SJTV hendak mematikan monitor, ternyata tak bisa dimatikan. Namun anehnya muncul sosok bayangan putih bertubuh tegap dengan rambut terurai hingga ke pusar dan kepalanya bertanduk. Tentunya hal ini membuat para krew dan orang-orang yang menyaksikan heran, lantas momen ini diabadikan pengunjung dan krew SJTV.

    Setelah Aslina keluar dari ruangan Radio Pemda, ditanyakan apakah sosok tersebut. Dia menjawab bahwa sosok tersebut merupakan jin. Menutup pengalaman ghaib anak penakik getah itu, sang Paman Rustam Effendi kepada wartawan menyebutkan, selama ini Aslina merupakan sosok yang pendiam dan kurang percaya diri (PD). Namun setelah kejadian ini banyak hal-hal yang berubah, mulai dari penampilan hingga tingkah laku. Bahkan dari warna kulitnya saat ini lebih bersih dan berseri. Mengenai amalannya, “Selama ini dia memang rajin mengerjakan shalat tahajud dan membaca Al Quran setiap hari,” kata sang paman menutup kisah tersebut.

    ***

     
    • ria fitri 12:14 pm on 22 Maret 2010 Permalink

      subhanallah…
      smga menjadi pelajaran bagi umat muslim lainnya..amin!!

    • Andri 5:41 am on 18 Agustus 2010 Permalink

      Amin ya Allah..

    • rangga 7:27 pm on 19 Oktober 2010 Permalink

      ya Allah apa aq pntas…..

    • yogi wimi syaputra 12:42 pm on 19 Februari 2012 Permalink

      subhanallah..!!
      maha suci engkau ya allah..
      sesungghny kmi ini hnyalh mnusia biasa yg tk lput dri dosa.. mka dari itu ampunilah kmi ya allah.!!
      amiiinnn !!!

    • agnes mery warouw 6:31 am on 17 Maret 2012 Permalink

      subhanalah ..
      amin ya allah ..

  • erva kurniawan 7:33 am on 11 January 2009 Permalink | Balas
    Tags: keanehan microsoft, komputer, microsoft office, notepad, teknologi, windows   

    Keanehan Produk Dari Microsoft 

    microsoft-windows-vista-logosmall1Anda sering menggunakan produk Microsoft antara lain Office, Notepad, Windows?

    Nah mari kami perlihatkan keanehan Produk dari Microsoft:

    1. Di Negara India seseorang menemukan kenehan pada Seluruh System Operasi Buatan Microsoft (NT, XP, Win 95,96,97,98, Win ME, Mungkin Vista Sekalipun).  Caranya buat Folder dan beri nama Folder     tersebut dengan nama CON, apakah Anda bisa? Aneh, bukan?

    Re: Alasannya adalah karena nama-nama tersebut sudah dijadikan nama oleh perangkat lunak “DOS” (Disk Operating System), hal ini berlaku juga dengan nama folder berikut : PRN, AUX, CLOCK$, NUL, COM1, COM2, COM3, COM4, COM5, COM6, COM7, COM8, COM9, LPT1, LPT2, LPT3, LPT4, LPT5, LPT6, LPT7, LPT8, and LPT9

    2. Pernahkan Anda dengar Notepad? Bukalah Notepad Anda biasanya terletak pada menu >  Start>Programs>Accessorie>Notepad, lalu ketik Bush hid the facts kemudian simpan Notepad tersebut lalu bukalah kembali file tersebut. Apa yang Anda lihat? Keren atau aneh?

    Re: Coba aja ganti pake kalimat ini : hhhh hhh hhh hhhhh hasilnya akan sama kok. Ini berlaku untuk semua tulisan dengan karakter 4-3-3-5

    3. Ini yang lebih parah, bahkan seluruh team Bill Gates tidak ada yang mengetahuinya, bahkan Bill gates sekalipun. Sumber lain mengatakan ini adalah rahasia Bill Gates sendiri dalam mencintai produknya.     Caranya, Bukalah Microsoft Word apa saja (Word 97,XP,2000,2003 atau 2007) lalu ketik =rand (200,99) kemudian tekan Enter. WOW!

    Re: Itu feature yang emang disediakan mikrosoft buat ngetest huruf yang ada di mikrosoft word. Satu kalimat itu berisi seluruh alfabet yang ada.

     
  • erva kurniawan 5:59 am on 10 January 2009 Permalink | Balas
    Tags: , ,   

    Pudarnya Pesona Cleopatra 

    pernikahanDengan panjang lebar ibu menjelaskan, sebenarnya sejak ada dalan kandungan aku telah dijodohkan dengan Raihana yang tak pernah kukenal.” Ibunya Raihana adalah teman karib ibu waktu nyantri di pesantren Mangkuyudan Solo dulu” kata ibu.

    “Kami pernah berjanji, jika dikarunia anak berlainan jenis akan besanan untuk memperteguh tali persaudaraan. Karena itu ibu mohon keikhlasanmu” , ucap beliau dengan nada mengiba.

    Dalam pergulatan jiwa yang sulit berhari-hari, akhirnya aku pasrah. Aku menuruti keinginan ibu. Aku tak mau mengecewakan ibu. Aku ingin menjadi mentari pagi dihatinya, meskipun untuk itu aku harus mengorbankan diriku.

    Dengan hati pahit kuserahkan semuanya bulat-bulat pada ibu. Meskipun sesungguhnya dalam hatiku timbul kecemasan-kecemasan yang datang begitu saja dan tidak tahu alasannya. Yang jelas aku sudah punya kriteria dan impian tersendiri untuk calon istriku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa berhadapan dengan air mata ibu yang amat kucintai. Saat khitbah (lamaran) sekilas kutatap wajah Raihana, benar kata Aida adikku, ia memang baby face dan anggun.

    Namun garis-garis kecantikan yang kuinginkan tak kutemukan sama sekali.

    Adikku, tante Lia mengakui Raihana cantik, “cantiknya alami, bisa jadi bintang iklan Lux lho, asli ! kata tante Lia. Tapi penilaianku lain, mungkin karena aku begitu hanyut dengan gadis-gadis Mesir titisan Cleopatra, yang tinggi semampai, wajahnya putih jelita, dengan hidung melengkung indah, mata bulat bening khas arab, dan bibir yang merah. Di hari-hari menjelang pernikahanku, aku berusaha menumbuhkan bibit-bibit cintaku untuk calon istriku, tetapi usahaku selalu sia-sia.

    Aku ingin memberontak pada ibuku, tetapi wajah teduhnya meluluhkanku. Hari pernikahan datang. Duduk dipelaminan bagai mayat hidup, hati hampa tanpa cinta, Pestapun meriah dengan emapt group rebana. Lantunan shalawat Nabipun terasa menusuk-nusuk hati. Kulihat Raihana tersenyum manis, tetapi hatiku terasa teriris-iris dan jiwaku meronta. Satu-satunya harapanku adalah mendapat berkah dari Allah SWT atas baktiku pada ibuku yang kucintai.

    Rabbighfir li wa liwalidayya!

    Layaknya pengantin baru, kupaksakan untuk mesra tapi bukan cinta, hanya sekedar karena aku seorang manusia yang terbiasa membaca ayat-ayatNya.

    Raihana tersenyum mengembang, hatiku menangisi kebohonganku dan kepura-puraanku. Tepat dua bulan Raihana kubawa ke kontrakan dipinggir kota Malang.

     

    Mulailah kehidupan hampa. Aku tak menemukan adanya gairah. Betapa susah hidup berkeluarga tanpa cinta. Makan, minum, tidur, dan shalat bersama dengan makhluk yang bernama Raihana, istriku, tapi Masya Allah bibit cintaku belum juga tumbuh. Suaranya yang lembut terasa hambar, wajahnya yang teduh tetap terasa asing. Memasuki bulan keempat, rasa muak hidup bersama Raihana mulai kurasakan, rasa ini muncul begitu saja. Aku mencoba membuang jauh-jauh rasa tidak baik ini, apalagi pada istri sendiri yang seharusnya kusayang dan kucintai. Sikapku pada Raihana mulai lain. Aku lebih banyak diam, acuh tak acuh, agak sinis, dan tidur pun lebih banyak di ruang tamu atau ruang kerja.

    Aku merasa hidupku ada lah sia-sia, belajar di luar negeri sia-sia, pernikahanku sia-sia, keberadaanku sia-sia.

    Tidak hanya aku yang tersiksa, Raihanapun merasakan hal yang sama, karena ia orang yang berpendidikan, maka diapun tanya, tetapi kujawab ” tidak apa-apa koq mbak, mungkin aku belum dewasa, mungkin masih harus belajar berumah tangga” Ada kekagetan yang kutangkap diwajah Raihana ketika kupanggil ‘mbak’, ” kenapa mas memanggilku mbak, aku kan istrimu, apa mas sudah tidak mencintaiku” tanyanya dengan guratan wajah yang sedih. “wallahu a’lam” jawabku sekenanya. Dengan mata berkaca-kaca Raihana diam menunduk, tak lama kemudian dia terisak-isak sambil memeluk kakiku, “Kalau mas tidak mencintaiku, tidak menerimaku sebagai istri kenapa mas ucapkan akad nikah?

    Kalau dalam tingkahku melayani mas masih ada yang kurang berkenan, kenapa mas tidak bilang dan menegurnya, kenapa mas diam saja, aku harus bersikap bagaimana untuk membahagiakan mas, kumohon bukalah sedikit hatimu untuk menjadi ruang bagi pengabdianku, bagi menyempurnakan ibadahku didunia ini”. Raihana mengiba penuh pasrah. Aku menangis menitikan air mata buka karena Raihana tetapi karena kepatunganku. Hari terus berjalan, tetapi komunikasi kami tidak berjalan. Kami hidup seperti orang asing tetapi Raihana tetap melayaniku menyiapkan segalanya untukku.

    Suatu sore aku pulang mengajar dan kehujanan, sampai dirumah habis maghrib, bibirku pucat, perutku belum kemasukkan apa-apa kecuali segelas kopi buatan Raihana tadi pagi, Memang aku berangkat pagi karena ada janji dengan teman. Raihana memandangiku dengan khawatir. “Mas tidak apa-apa” tanyanya dengan perasaan kuatir. “Mas mandi dengan air panas saja, aku sedang menggodoknya, lima menit lagi mendidih” lanjutnya. Aku melepas semua pakaian yang basah. “Mas airnya sudah siap” kata Raihana. Aku tak bicara sepatah katapun, aku langsung ke kamar mandi, aku lupa membawa handuk, tetapi Raihana telah berdiri didepan pintu membawa handuk. “Mas aku buatkan wedang jahe” Aku diam saja. Aku merasa mulas dan mual dalam perutku tak bisa kutahan.

    Dengan cepat aku berlari ke kamar mandi dan Raihana mengejarku dan memijit-mijit pundak dan tengkukku seperti yang dilakukan ibu. ” Mas masuk angin. Biasanya kalau masuk angin diobati pakai apa, pakai balsam, minyak putih, atau jamu?” Tanya Raihana sambil menuntunku ke kamar. “Mas jangan diam saja dong, aku kan tidak tahu apa yang harus kulakukan untuk membantu Mas”. ” Biasanya dikerokin” jawabku lirih. ” Kalau begitu kaos mas dilepas ya, biar Hana kerokin” sahut Raihana sambil tangannya melepas kaosku. Aku seperti anak kecil yang dimanja ibunya. Raihana dengan sabar mengerokin punggungku dengan sentuhan tangannya yang halus. Setelah selesai dikerokin, Raihana membawakanku semangkok bubur kacang hijau. Setelah itu aku merebahkan diri di tempat tidur. Kulihat Raihana duduk di kursi tak jauh dari tempat tidur sambil menghafal Al Quran dengan khusyu. Aku kembali sedih dan ingin menangis, Raihana manis tapi tak semanis gadis-gadis mesir titisan Cleopatra.

    Dalam tidur aku bermimpi bertemu dengan Cleopatra, ia mengundangku untuk makan malam di istananya.” Aku punya keponakan namanya Mona Zaki, nanti akan aku perkenalkan denganmu” kata Ratu Cleopatra. ” Dia memintaku untuk mencarikannya seorang pangeran, aku melihatmu cocok dan berniat memperkenalkannya denganmu”. Aku mempersiapkan segalanya. Tepat puku 07.00 aku datang ke istana, kulihat Mona Zaki dengan pakaian pengantinnya, cantik sekali. Sang ratu mempersilakan aku duduk di kursi yang berhias berlian.

    Aku melangkah maju, belum sempat duduk, tiba-tiba ” Mas, bangun, sudah jam setengah empat, mas belum sholat Isya” kata Raihana membangunkanku. Aku terbangun dengan perasaan kecewa. ” Maafkan aku Mas, membuat Mas kurang suka, tetapi Mas belum sholat Isya” lirih Hana sambil melepas mukenanya, mungkin dia baru selesai sholat malam. Meskipun cuman mimpi tapi itu indah sekali, tapi sayang terputus. Aku jadi semakin tidak suka sama dia, dialah pemutus harapanku dan mimpi-mimpiku. Tapi apakah dia bersalah, bukankah dia berbuat baik membangunkanku untuk sholat Isya.

    Selanjutnya aku merasa sulit hidup bersama Raihana, aku tidak tahu dari mana sulitnya. Rasa tidak suka semakin menjadi-jadi. Aku benar-benar terpenjara dalam suasana konyol. Aku belum bisa menyukai Raihana. Aku sendiri belum pernah jatuh cinta, entah kenapa bisa dijajah pesona gadis-gadis titisan Cleopatra.

    ” Mas, nanti sore ada acara qiqah di rumah Yu Imah. Semua keluarga akan datang termasuk ibundamu. Kita diundang juga. Yuk, kita datang bareng, tidak enak kalau kita yang dieluk-elukan keluarga tidak datang” Suara lembut Raihana menyadarkan pengembaraanku pada Jaman Ibnu Hazm. Pelan-pelan ia letakkan nampan yang berisi onde-onde kesukaanku dan segelas wedang jahe.

    Tangannya yang halus agak gemetar. Aku dingin-dingin saja. ” Maaf..maaf jika mengganggu Mas, maafkan Hana,” lirihnya, lalu perlahan-lahan beranjak meninggalkan aku di ruang kerja. ” Mbak! Eh maaf, maksudku D..Din..Dinda Hana!, panggilku dengan suara parau tercekak dalam tenggorokan. ” Ya Mas!”

    sahut Hana langsung menghentikan langkahnya dan pelan-pelan menghadapkan dirinya padaku. Ia berusaha untuk tersenyum, agaknya ia bahagia dipanggil “dinda”. ” Matanya sedikit berbinar. “Te..terima kasih Di..dinda, kita berangkat bareng kesana, habis sholat dhuhur, insya Allah,” ucapku sambil menatap wajah Hana dengan senyum yang kupaksakan.

    Raihana menatapku dengan wajah sangat cerah, ada secercah senyum bersinar dibibirnya. ” Terima kasih Mas, Ibu kita pasti senang, mau pakai baju yang mana Mas, biar dinda siapkan? Atau biar dinda saja yang memilihkan ya?”.

    Hana begitu bahagia.

     

    Perempuan berjilbab ini memang luar biasa, Ia tetap sabar mencurahkan bakti meskipun aku dingin dan acuh tak acuh padanya selama ini. Aku belum pernah melihatnya memasang wajah masam atau tidak suka padaku. Kalau wajah sedihnya ya. Tapi wajah tidak sukanya belum pernah. Bah, lelaki macam apa aku ini, kutukku pada diriku sendiri. Aku memaki-maki diriku sendiri atas sikap dinginku selama ini., Tapi, setetes embun cinta yang kuharapkan membasahi hatiku tak juga turun. Kecantikan aura titisan Cleopatra itu? Bagaimana aku mengusirnya. Aku merasa menjadi orang yang paling membenci diriku sendiri di dunia ini.

    Acara pengajian dan qiqah putra ketiga Fatimah kakak sulung Raihana membawa sejarah baru lembaran pernikahan kami. Benar dugaan Raihana, kami dielu-elukan keluarga, disambut hangat, penuh cinta, dan penuh bangga. “

    Selamat datang pengantin baru! Selamat datang pasangan yang paling ideal dalam keluarga! Sambut Yu Imah disambut tepuk tangan bahagia mertua dan bundaku serta kerabat yang lain. Wajah Raihana cerah. Matanya berbinar-binar bahagia. Lain dengan aku, dalam hatiku menangis disebut pasangan ideal.

    Apanya yang ideal. Apa karena aku lulusan Mesir dan Raihana lulusan terbaik dikampusnya dan hafal Al Quran lantas disebut ideal? Ideal bagiku adalah seperti Ibnu Hazm dan istrinya, saling memiliki rasa cinta yang sampai pada pengorbanan satu sama lain. Rasa cinta yang tidak lagi memungkinkan adanya pengkhianatan. Rasa cinta yang dari detik ke detik meneteskan rasa bahagia.

    Tapi diriku? Aku belum bisa memiliki cinta seperti yang dimiliki Raihana.

    Sambutan sanak saudara pada kami benar-benar hangat. Aku dibuat kaget oleh sikap Raihana yang begitu kuat menjaga kewibawaanku di mata keluarga. Pada ibuku dan semuanya tidak pernah diceritakan, kecuali menyanjung kebaikanku sebagai seorang suami yang dicintainya. Bahkan ia mengaku bangga dan bahagia menjadi istriku. Aku sendiri dibuat pusing dengan sikapku. Lebih pusing lagi sikap ibuku dan mertuaku yang menyindir tentang keturunan. ” Sudah satu tahun putra sulungku menikah, koq belum ada tanda-tandanya ya, padahal aku ingin sekali menimang cucu” kata ibuku. ” Insya Allah tak lama lagi, ibu akan menimang cucu, doakanlah kami. Bukankah begitu, Mas?” sahut Raihana sambil menyikut lenganku, aku tergagap dan mengangguk sekenanya.

    Setelah peristiwa itu, aku mencoba bersikap bersahabat dengan Raihana. Aku berpura-pura kembali mesra dengannya, sebagai suami betulan. Jujur, aku hanya pura-pura. Sebab bukan atas dasar cinta, dan bukan kehendakku sendiri aku melakukannya, ini semua demi ibuku. Allah Maha Kuasa. Kepura-puraanku memuliakan Raihana sebagai seorang istri. Raihana hamil. Ia semakin manis.

    Keluarga bersuka cita semua. Namun hatiku menangis karena cinta tak kunjung tiba. Tuhan kasihanilah hamba, datangkanlah cinta itu segera. Sejak itu aku semakin sedih sehingga Raihana yang sedang hamil tidak kuperhatikan lagi. Setiap saat nuraniku bertanya” Mana tanggung jawabmu!” Aku hanya diam dan mendesah sedih. ” Entahlah, betapa sulit aku menemukan cinta” gumamku.

    Dan akhirnya datanglah hari itu, usia kehamilan Raihana memasuki bulan ke enam. Raihana minta ijin untuk tinggal bersama orang tuanya dengan alasan kesehatan. Kukabulkan permintaanya dan kuantarkan dia kerumahnya. Karena rumah mertua jauh dari kampus tempat aku mengajar, mertuaku tak menaruh curiga ketika aku harus tetap tinggal dikontrakan. Ketika aku pamitan, Raihana berpesan, ” Mas untuk menambah biaya kelahiran anak kita, tolong nanti cairkan tabunganku yang ada di ATM. Aku taruh dibawah bantal, no.pinnya sama dengan tanggal pernikahan kita”.

    Setelah Raihana tinggal bersama ibunya, aku sedikit lega. Setiap hari Aku tidak bertemu dengan orang yang membuatku tidak nyaman. Entah apa sebabnya bisa demikian. Hanya saja aku sedikit repot, harus menyiapkan segalanya.

    Tapi toh bukan masalah bagiku, karena aku sudah terbiasa saat kuliah di Mesir.

    Waktu terus berjalan, dan aku merasa enjoy tanpa Raihana. Suatu saat aku pulang kehujanan. Sampai rumah hari sudah petang, aku merasa tubuhku benar-benar lemas. Aku muntah-muntah, menggigil, kepala pusing dan perut mual. Saat itu terlintas dihati andaikan ada Raihana, dia pasti telah menyiapkan air panas, bubur kacang hijau, membantu mengobati masuk angin dengan mengeroki punggungku, lalu menyuruhku istirahat dan menutupi tubuhku dengan selimut. Malam itu aku benar-benar tersiksa dan menderita. Aku terbangun jam enam pagi. Badan sudah segar. Tapi ada penyesalan dalam hati, aku belum sholat Isya dan terlambat sholat subuh. Baru sedikit terasa, andaikan ada Raihana tentu aku ngak meninggalkan sholat Isya, dan tidak terlambat sholat subuh.

    Lintasan Raihana hilang seiring keberangkatan mengajar di kampus. Apalagi aku mendapat tugas dari universitas untuk mengikuti pelatihan mutu dosen mata kuliah bahasa arab. Diantaranya tutornya adalah professor bahasa arab dari Mesir. Aku jadi banyak berbincang dengan beliau tentang mesir. Dalam pelatihan aku juga berkenalan dengan Pak Qalyubi, seorang dosen bahasa arab dari Medan. Dia menempuh S1-nya di Mesir. Dia menceritakan satu pengalaman hidup yang menurutnya pahit dan terlanjur dijalani. “Apakah kamu sudah menikah?” kata Pak Qalyubi. “Alhamdulillah, sudah” jawabku. ” Dengan orang mana?. ” Orang Jawa”. ” Pasti orang yang baik ya. Iya kan? Biasanya pulang dari Mesir banyak saudara yang menawarkan untuk menikah dengan perempuan shalehah. Paling tidak santriwati, lulusan pesantren. Istrimu dari pesantren?”. “Pernah, alhamdulillah dia sarjana dan hafal Al Quran”. ” Kau sangat beruntung, tidak sepertiku”. ” Kenapa dengan Bapak?” ” Aku melakukan langkah yang salah, seandainya aku tidak menikah dengan orang Mesir itu, tentu batinku tidak merana seperti sekarang”. ” Bagaimana itu bisa terjadi?”. “

    Kamu tentu tahu kan gadis Mesir itu cantik-cantik, dank arena terpesona dengan kecantikanya saya menderita seperti ini. Ceritanya begini, Saya seorang anak tunggal dari seorang yang kaya, saya berangkat ke Mesir dengan biaya orang tua. Disana saya bersama kakak kelas namanya Fadhil, orang Medan juga. Seiring dengan berjalannya waktu, tahun pertama saya lulus dengan predkat jayyid, predikat yang cukup sulit bagi pelajar dari Indonesia.

    Demikian juga dengan tahun kedua. Karena prestasi saya, tuan rumah tempat saya tinggal menyukai saya. Saya dikenalkan dengan anak gadisnya yang bernama Yasmin. Dia tidak pakai jilbab. Pada pandangan pertama saya jatuh cinta, saya belum pernah melihat gadis secantuk itu. Saya bersumpah tidak akan menikaha dengan siapapun kecuali dia. Ternyata perasaan saya tidak bertepuk sebelah tangan. Kisah cinta saya didengar oleh Fadhil. Fadhil membuat garis tegas, akhiri hubungan dengan anak tuan rumah itu atau sekalian lanjutkan dengan menikahinya. Saya memilih yang kedua.

    Ketika saya menikahi Yasmin, banyak teman-teman yang memberi masukan begini, sama-sama menikah dengan gadis Mesir, kenapa tidak mencari mahasiswi Al Azhar yang hafal Al Quran, salehah, dan berjilbab. Itu lebih selamat dari pada dengan YAsmin yang awam pengetahuan agamanya. Tetpai saya tetap teguh untuk menikahinya. Dengan biaya yang tinggi saya berhasil menikahi YAsmin.

    Yasmin menuntut diberi sesuatu yang lebih dari gadis Mesir.

    Perabot rumah yang mewah, menginap di hotel berbintang. Begitu selesai S1 saya kembali ke Medan, saya minta agar asset yang di Mesir dijual untuk modal di Indonesia. KAmi langsung membeli rumah yang cukup mewah di kota Medan. Tahun-tahun pertama hidup kami berjalan baik, setiap tahunnya Yasmin mengajak ke Mesir menengok orang tuanya. Aku masih bisa memenuhi semua yang diinginkan YAsmin. Hidup terus berjalan, biaya hidup semakin nambah, anak kami yang ketiga lahir, tetapi pemasukan tidak bertambah. Saya minta YAsmin untuk berhemat. Tidak setiap tahun tetapi tiga tahun sekali YAsmin tidak bisa.

    Aku mati-matian berbisnis, demi keinginan Yasmin dan anak-anak terpenuhi.

    Sawah terakhir milik Ayah saya jual untuk modal. Dalam diri saya mulai muncul penyesalan. Setiap kali saya melihat teman-teman alumni Mesir yang hidup dengan tenang dan damai dengan istrinya. Bisa mengamalkan ilmu dan bisa berdakwah dengan baik. Dicintai masyarakat. Saya tidak mendapatkan apa yang mereka dapatkan. Jika saya pengin rending, saya harus ke warung. YAsmin tidak mau tahu dengan masakan Indonesia.

    Kau tahu sendiri, gadis Mesir biasanya memanggil suaminya dengan namanya.

    Jika ada sedikit letupan, maka rumah seperti neraka. Puncak penderitaan saya dimulai setahun yang lalu. Usaha saya bangkrut, saya minta YAsmin untuk menjual perhiasannya, tetapi dia tidak mau. Dia malah membandingkan dirinya yang hidup serba kurang dengan sepupunya. Sepupunya mendapat suami orang Mesir.

    Saya menyesal meletakkan kecantikan diatas segalanya. Saya telah diperbudak dengan kecantikannya. Mengetahui keadaan saya yang terjepit, ayah dan ibu mengalah. Mereka menjual rumah dan tanah, yang akhirnya mereka tinggal di ruko yang kecil dan sempit. Batin saya menangis. Mereka berharap modal itu cukup untuk merintis bisnis saya yang bangkrut. Bisnis saya mulai bangkit, Yasmin mulai berulah, dia mengajak ke Mesir. Waktu di Mesir itulah puncak tragedy yang menyakitkan. ” Aku menyesal menikah dengan orang Indonesia, aku minta kau ceraikan aku, aku tidak bisa bahagia kecuali dengan lelaki Mesir”.

    Kata Yasmin yang bagaikan geledek menyambar. Lalu tanpa dosa dia bercerita bahwa tadi di KBRI dia bertemu dengan temannya. Teman lamanya itu sudah jadi bisnisman, dan istrinya sudah meninggal.

    Yasmin diajak makan siang, dan dilanjutkan dengan perselingkuhan. Aku pukul dia karena tak bisa menahan diri. Atas tindakan itu saya dilaporkan ke polisi. Yang menyakitkan adalah tak satupun keluarganya yang membelaku.

    Rupanya selama ini Yasmin sering mengirim surat yang berisi berita bohong.

    Sejak saat itu saya mengalami depresi. Dua bulan yang lalu saya mendapat surat cerai dari Mesir sekaligus mendapat salinan surat nikah Yasmin dengan temannya. Hati saya sangat sakit, ketika si sulung menggigau meminta ibunya pulang”.

    Mendengar cerita Pak Qulyubi membuatku terisak-isak. Perjalanan hidupnya menyadarkanku. Aku teringat Raihana. Perlahan wajahnya terbayang dimataku, tak terasa sudah dua bualn aku berpisah dengannya. Tiba-tiba ada kerinduan yang menyelinap dihati. Dia istri yang sangat shalehah. Tidak pernah meminta apapun. Bahkan yang keluar adalah pengabdian dan pengorbanan. Hanya karena kemurahan Allah aku mendapatkan istri seperti dia. Meskipun hatiku belum terbuka lebar, tetapi wajah Raihana telah menyala didindingnya. Apa yang sedang dilakukan Raihana sekarang? Bagaimana kandungannya? Sudah delapan bulan. Sebentar lagi melahirkan. Aku jadi teringat pesannya. Dia ingin agar aku mencairkan tabungannya.

    Pulang dari pelatihan, aku menyempatkan ke took baju muslim, aku ingin membelikannya untuk Raihana, juga daster, dan pakaian bayi. Aku ingin memberikan kejutan, agar dia tersenyum menyambut kedatanganku. Aku tidak langsung ke rumah mertua, tetapi ke kontrakan untuk mengambil uang tabungan, yang disimpan dibawah bantal. Dibawah kasur itu kutemukan kertas Merah jambu. Hatiku berdesir, darahku terkesiap. Surat cinta siapa ini, rasanya aku belum pernah membuat surat cinta untuk istriku. Jangan-jangan ini surat cinta istriku dengan lelaki lain. Gila! Jangan-jangan istriku serong. Dengan rasa takut kubaca surat itu satu persatu. Dan Rabbi�?�ternyata surat-surat itu adalah ungkapan hati Raihana yang selama ini aku zhalimi. Ia menulis, betapa ia mati-matian mencintaiku, meredam rindunya akan belaianku. Ia menguatkan diri untuk menahan nestapa dan derita yang luar biasa. Hanya Allah lah tempat ia meratap melabuhkan dukanya. Dan ya .. Allah, ia tetap setia memanjatkan doa untuk kebaikan suaminya.

    Dan betapa dia ingin hadirnya cinta sejati dariku.

    “Rabbi dengan penuh kesyukuran, hamba bersimpuh dihadapan-Mu. Lakal hamdu ya Rabb. Telah muliakan hamba dengan Al Quran. Kalaulah bukan karena karunia-Mu yang agung ini, niscaya hamba sudah terperosok kedalam jurang kenistaan. Ya Rabbi, curahkan tambahan kesabaran dalam diri hamba” tulis Raihana.

    Dalam akhir tulisannya Raihana berdoa” Ya Allah inilah hamba-Mu yang kerdil penuh noda dan dosa kembali datang mengetuk pintumu, melabuhkan derita jiwa ini kehadirat-Mu. Ya Allah sudah tujuh bulan ini hamba-Mu ini hamil penuh derita dan kepayahan. Namun kenapa begitu tega suami hamba tak mempedulikanku dan menelantarkanku. Masih kurang apa rasa cinta hamba padanya. Masih kurang apa kesetiaanku padanya. Masih kurang apa baktiku padanya? Ya Allah, jika memang masih ada yang kurang, ilhamkanlah pada hamba-Mu ini cara berakhlak yang lebih mulia lagi pada suamiku.

    Ya Allah, dengan rahmatMu hamba mohon jangan murkai dia karena kelalaiannya.

    Cukup hamba saja yang menderita. Maafkanlah dia, dengan penuh cinta hamba masih tetap menyayanginya. Ya Allah berilah hamba kekuatan untuk tetap berbakti dan memuliakannya. Ya Allah, Engkau maha Tahu bahwa hamba sangat mencintainya karena-Mu. Sampaikanlah rasa cinta ini kepadanya dengan cara-Mu. Tegurlah dia dengan teguran-Mu. Ya Allah dengarkanlah doa hamba-Mu ini. Tiada Tuhan yang layak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau”.

    Tak terasa air mataku mengalir, dadaku terasa sesak oleh rasa haru yang luar biasa. Tangisku meledak. Dalam tangisku semua kebaikan Raihana terbayang. Wajahnya yang baby face dan teduh, pengorbanan dan pengabdiannya yang tiada putusnya, suaranya yang lembut, tanganya yang halus bersimpuh memeluk kakiku, semuanya terbayang mengalirkan perasaan haru dan cinta. Dalam keharuan terasa ada angina sejuk yang turun dari langit dan merasuk dalam jiwaku. Seketika itu pesona Cleopatra telah memudar berganti cinta Raihana yang datang di hati. Rasa sayang dan cinta pada Raihan tiba-tiba begitu kuat mengakar dalam hatiku. Cahaya Raihana terus berkilat-kilat dimata. Aku tiba-tiba begitu merindukannya. Segera kukejar waktu untuk membagi Cintaku dengan Raihana.

    Kukebut kendaraanku. Kupacu kencang seiring dengan air mataku yang menetes sepanjang jalan. Begitu sampai di halaman rumah mertua, nyaris tangisku meledak. Kutahan dengan nafas panjang dan kuusap air mataku. Melihat kedatanganku, ibu mertuaku memelukku dan menangis tersedu- sedu. Aku jadi heran dan ikut menangis. ” Mana Raihana Bu?”. Ibu mertua hanya menangis dan menangis. Aku terus bertanya apa sebenarnya yang telah terjadi.

    ” Raihanaï…istrimu. .istrimu dan anakmu yang dikandungnya” . ” Ada apa dengan dia”. ” Dia telah tiada”. ” Ibu berkata apa!”. ” Istrimu telah meninggal seminggu yang lalu. Dia terjatuh di kamar mandi. Kami membawanya ke rumah sakit. Dia dan bayinya tidak selamat. Sebelum meninggal, dia berpesan untuk memintakan maaf atas segala kekurangan dan kekhilafannya selama menyertaimu.

    Dia meminta maaf karena tidak bisa membuatmu bahagia. Dia meminta maaf telah dengan tidak sengaja membuatmu menderita. Dia minta kau meridhionya” .

    Hatiku bergetar hebat. ” kenapa ibu tidak memberi kabar padaku?”. “

    Ketika Raihana dibawa ke rumah sakit, aku telah mengutus seseorang untuk menjemputmu di rumah kontrakan, tapi kamu tidak ada. Dihubungi ke kampus katanya kamu sedang mengikuti pelatihan. Kami tidak ingin mengganggumu. Apalagi Raihana berpesan agar kami tidak mengganggu ketenanganmu selama pelatihan. Dan ketika Raihana meninggal kami sangat sedih, Jadi Maafkanlah kami”.

    Aku menangis tersedu-sedu. Hatiku pilu. Jiwaku remuk. Ketika aku merasakan cinta Raihana, dia telah tiada. Ketika aku ingin menebus dosaku, dia telah meninggalkanku. Ketika aku ingin memuliakannya dia telah tiada. Dia telah meninggalkan aku tanpa memberi kesempatan padaku untuk sekedar minta maaf dan tersenyum padanya. Tuhan telah menghukumku dengan penyesalan dan perasaan bersalah tiada terkira.

    Ibu mertua mengajakku ke sebuah gundukan tanah yang masih baru dikuburan pinggir desa. Diatas gundukan itu ada dua buah batu nisan. Nama dan hari wafat Raihana tertulis disana. Aku tak kuat menahan rasa cinta, haru, rindu dan penyesalan yang luar biasa. Aku ingin Raihana hidup kembali. Dunia tiba-tiba gelap semua ……..

     
    • fimah 11:54 am on 18 Maret 2010 Permalink

      cerita ini sangat-sangat menarik sekali………. bahkan pada saat saya membacanya saya langsung meneteskan air mata dan pd saat si ibu dan anaknya meninggal dan si ayah langsung bisa menerima kenyataan dan dia langsung mencintainya……….

    • firman 7:19 pm on 28 Mei 2010 Permalink

      air mataku bner2 mnetes,sungguh cinta sjati yg snggup memberi tanpa harus mnerima,ketika mau mnerima cinta sejatinya,ajal telah datang mnjemputnya

  • erva kurniawan 7:03 pm on 9 January 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , , ,   

    Indahnya Kemiskinan 

    WaterLily082eramuslim – “Kamu pinjam beras ke Bulek Budi dua kilo nak!” Begitu perintah Ibu yang hampir setiap pekan keempat setiap bulan saya dengar. Jatah beras yang diterima Bapak setiap tanggal 10 tidak cukup untuk menghidupi tujuh orang anaknya. Bulek Budi, tetangga sekitar 50 meter dari rumah kami adalah salah satu ‘langganan’, tempat kami meminjam beras.

    Pak Budi memang satu kantor dengan Bapak kami. Bedanya Pak Budi secara ekonomi kondisinya jauh lebih baik daripada kami. Saya sendiri, sebenarnya terlalu dini untuk mengetahui urusan perekonomian orangtua. Yang saya mengerti satu, bahwa jika Ibu menyuruh saya untuk pergi ke Bulek Budi, berarti ‘gentong’ tempat Ibu menyimpan beras sudah kosong.

    Bulek Budi bukan satu-satunya tetangga tempat kami meminjam beras, tempat kemana saya membawa tas kecil yang sudah usang sebagai tempat beras. Mbah Tun, perempuan tua yang biasa melewati depan rumah kami bila beliau ke mushollah, tidak jauh dari tempat kediaman Bulek Budi juga tidak ketinggalan.

    Kadang pula ke Bude Kinama, selain beberapa nama yang tidak perlu saya sebutkan disini. Meski waktu itu saya masih kecil, saya merasakan lebih ‘enak’ jika pinjam beras ke rumahnya Mbah Tun. Itu karena saya hampir setiap hari biasa main, tepatnya kerja sambilan, di rumah beliau. Saya setia memberi les membaca menulis, matematika, menggambar, atau apa sajalah kepada cucu-cucu Mbah Tun, yang tidak kurang dari 10 orang jumlahnya.

    Saya mendapatkan imbalan jasa atas kerjaan ‘sampingan’ tersebut. Mbah Tun kadang menyuruh saya untuk memijati kakinya yang sudah keriput termakan usia. Langkah-langkah kaki beliau yang penuh varices sudah tidak lagi tegar. Sambil berjalan membungkuk, Mbah Tun meminta bantuan saya “Capek nak. Tolong Mbah dipijatin ya?” Saya mengangguk setuju. Sebagai anak kecil yang mungkin polos, dalam hati saya juga butuh, sekali lagi, imbalan jasa.

    Cucu Mbah Tun terpencar di tiga rumah yang bersebelahan dengan rumah beliau. Masing-masing dibelakang, dan disebelah kiri rumahnya. Setiap hari saya hampir harus selalu bergiliran berkunjung ke tiga rumah tersebut. Mbah Tun dan anaknya tempat dimana beliau tinggal, tergolong mampu. Kepergian saya kesana setiap hari, sejauh pengetahuan saya, juga diharapkan. Bahkan akan ditanyakan jika sehari saja tak muncul.

    Sekalipun anak Mbah Tun seorang guru SD, ironisnya, saya yang waktu itu berumur sekitar 12 tahun, justru yang mengajari anak-anaknya.

    Subhanallah. Saya pribadi rasanya tidak memikirkan waktu untuk belajar buat diri sendiri. Orangtua saya juga tidak pernah mananyakan “Kamu sudah belajar nak?”

    Di sekolah, saya sering membantu teman-teman yang ‘malas’ untuk menulis pelajaran di bukunya. Dengan membantu menuliskannya, saya mendapatkan imbalan apakah itu berupa uang, snack, hingga peralatan sekolah seperti buku, pensil atau ballpen.

    Pendeknya, dengan begitu saya tidak perlu risau dengan uang saku yang nyaris tidak saya terima dari Ibu sehari-harinya. Bagaimana saya bisa mengharapkan uang saku, jika untuk kebutuhan makan sehari-hari di rumah saja kurang?

    Mbah Tun dan ketiga anaknya sering memberi saya makanan untuk saya bawa pulang ke rumah. Entah kenapa, dari hasil pemberian tesrsebut, saya tidak merasa malu. Nasi, sayur, ketela, roti atau apa saja yang bisa dimakan seringkali saya bawa ke rumah. “Ini kamu bawa pulang nanti nak!” Kata Mbah Tun yang menganggap saya tidak beda dengan cucu-cucu beliau.

    Andai ada nasi yang sudah basi pun saya tidak menolak, karena sama Ibu biasa dikeringkan kemudian dipakai sebagai sarapan pagi. Subhanallah!

    Melihat ‘keindahan’ kehidupan waktu itu, nasi basi yang dikeringkan, ditanak lagi, diberi sedikit kelapa dan garam, nikmat saja rasanya. Itulah barangkali karunia Allah yang tidak diberikan kepada semua orang, kecuali yang miskin seperti kami barangkali.

    Saya tidak tahu bagaimana menggambarkan kesulitan orangtua membeayai uang sekolah SMP waktu itu. Setiap hari saya harus berjalan kaki lebih dari 6 km pulang pergi ke sekolah, kecuali jika ada truk yang bisa saya tumpangi.

    Sepatu sekolah yang saya kenakan acapkali bekas sepatu seragam pabrik salah satu kakak saya yang ikut membantu meringankan beban orangtua. Tiga dari sepuluh anggota keluarga kami, termasuk Ibu, kerja sambilan menjahit sarung di salah satu pabrik di kota kami.

    Dari situ akhirnya saya juga bisa menjahit, setidaknya pakaian saya yang robek. Bukankah Rasulullah juga menjahit sendiri pakaiannya? Sayangnya kerja mereka tidak berlangsung lama, karena pabriknya segera ditutup. Ini yang membuat kakak-kakak saya tidak kuasa untuk meneruskan pendidikannya. Dua orang kakak saya hanya sanggup sampai SMP, dua orang kakak lagi hanya SD, sementara saya sendiri yang mulai masuk SMP dengan beaya yang saya tidak tahu, bagaimana orangtua saya mengusahakannya. Dan dua adik yang masih kecil.

    Seringkali saya tidak tidur di rumah karena harus memberikan les di beberapa tempat tadi. Saya sendiri waktu itu tidak mengerti apakah ini namanya pemberian les private. Yang penting saya akan mendapatkan imbalan dari mengajari anak-anak kecil disana-sini.

    Saya juga mengajari Ibu saya yang buta huruf. Subhanallah, Ibu akhirnya bisa membaca meski tulisan yang dibaca harus besar-besar. Dan tandatangan beliau pun saya yang mengajarinya. Saya ‘bangga’ bisa memberikan sedikit ‘sumbangan’ bagi beliau.

    Yang menguntungkan adalah, rumah kami dekat dengan kantor desa. Pak Lurah sepertinya tidak keberatan dengan saya manfaatkannya kantor desanya untuk mengajari anak-anak, padahal waktu itu saya juga masih anak-anak. Disana kebetulan ada papan tulis dan kadang-kadang juga kapur. Saya gunakan kesempatan baik ini. Jadilah saya ‘guru kecil’.

    Bilamana Ramadan tiba, kami senang sekali. Entah ada makanan atau tidak, puasa di kampung melahirkan perasaan yang tersendiri. Puasa pun bukan menjadi halangan bagi saya untuk mencari kayu di hutan. Waktu itu belum ada larangan bagi kami untuk mencari kayu disana. Yang pasti, kami tidak mencari kayu jati, sengon atau pinus yang dimanfaatkan untuk membangun rumah atau perabotan. Kami mencari kayu kering kecil-kecil buat menghidupkan api dapur. Saya tahu Ibu tidak mampu membeli minyak tanah setiap saat.

    Saya masih ingat ketika pertama kali mencari kayu, kelas 5 SD, ingin menangis rasanya, karena tidak tahu bagaimana harus menebang kayu. Dengan golok kecil yang tidak tajam ditangan, saya mencoba menirukan apa yang dilakukan teman-teman. Pada akhirnya toh saya bisa melakukan, sehingga pernah suatu saat halaman depan rumah yang luasnya kira-kira 40 meter persegi, penuh dengan kayu bakar. Sekali lagi, saya bangga bisa memberikan ‘sumbangan kecil’ ini bagi Ibu saya.

    Saya benar-benar tidak mengerti apa arti cinta orangtua terhadap anaknya waktu itu. Setiap pagi yang saya dengar “Nggak bangun kamu?”. Kemudian saya dengar “Blakkkk…!”, Ibu membuka jendela, yang membuat kami terjaga karena kedinginan. Saya tidur di ‘amben’, sebutan tempat tidur tanpa kasur yang umum di desa-desa.

    Tempat tinggal kami tidak jauh dari hutan, sekitar 3 km. Pagi hari sesudah sholat Subuh, suasana terasa segar, petani sudah banyak yang lalu-lalang pergi ke sawah. Orang yang berbelanja ke pasar mulai membuka kesibukanmya. Tidak sedikit pula yang sekedar jalan-jalan pagi seusai sholat. Sementara Ibu menyiapkan sarapan buat kami, jikapun ada.

    Bila kami tidak melipat selimut, Ibu bertanya “Siapa yang kamu pikir akan melipat selimutmu?”, sebuah pertanyaan yang amat menyentuh rasa tanggungjawab kami. Demikian halnya jika sesudah makan lantas kami tidak mencuci piringnya, “Kamu pikir siapa nanti yang akan mencuci piring tersebut?” Subhanallah. Kami yang masih anak-anak waktu itu tidak menyadari bahwa kelak, itu semua amat membantu diri kami sendiri menjadi orang-orang yang harus bertanggungjawab terhadap apa yang kami perbuat, hanya berangkat dengan melipat selimut dan mencuci piring diwaktu kecil!

    Ibuku kurus sekali waktu itu, entah karena kekurangan makan atau terlalu banyak memikirkan kami, atau kedua-duanya. Sementara kami berada di sekolah, agaknya Ibu berjalan kesana kemari, bisa jadi mencari pinjaman atau sekedar membantu saudara-saudara Bapak saya yang punya pekarangan, agar setidaknya bisa mendapatkan sesuap makanan buat anak-anaknya, saya tidak tahu. Bila ada makanan ekstra, Ibu biasanya juga bilang “Jangan dihabiskan, ingat lainnya!” Maksudnya ingat saudara-saudara lainnya yang berjumlah tujuh orang. Saya merasakan, jadi orang miskin itu akan ‘jauh’ dari saudara, teman bahkan ‘kenikmatan’ dunia.

    Terkadang saya mendengar Ibu agak uring-uringan kepada Bapak sebab memang penghasilan Bapak tidak cukup. Saya tahu itu karena bilamana saya ingin pergi ke kota bersama Bapak yang berangkat kerja, kala liburan tiba, beliau tidak mengendarai kendaraan umum, melainkan truk, gratis.

    Bagi saya hal itu tidak ubahnya ‘hiburan’. Ketika saya diajak ke kantin dekat kantor ternyata beliau tidak membayar cash alias hutang. Subhanallah, Bapak ku, hanya karena ingin menyenangkan hati anaknya, harus hutang ke kantin tersebut. Aku bisa mengerti hutang tidaknya ini sesudah cukup ‘besar’ tentunya.

    Kami tidak sendirian dilanda kemiskinan waktu itu. Masih banyak keluarga-keluarga lainnya yang bisa saja jauh dibawah kami tingkat penderitannya. Rumah kami memang tembok, tapi itu warisan yang diberikan kepada Ibu dari nenek beliau.

    Setiap akhir pekan, biasanya ada saja ‘hiburan’ yang dipertontonkan oleh orang-orang kota yang datang ke desa kami. Saya sebagai anak-anak ikut saja melihat acara tersebut tanpa berpikiran negatif. Sesudah saya besar saya baru mengerti bahwa tontonan tersebut adalah bagian dari kegiatan kristenisasi di desa kami. Beberapa tetangga kami yang kemudian memeluk Kristen, mereka yang secara ekonomi juga lemah seperti kami, ternyata bagian dari korban kristenisasi tersebut.

    Ramadan ini adalah puasa ketiga Ibu kami tidak bisa ikut menikmatinya. Beliau sudah berpulang ke Rahmatullah. Bapak mendahului beliau jauh sebelumnya. ” Bangun, sudah hampir Imsak!” Begitu suara Ibu yang hampir setiap hari kami dengar kala Ramadan tiba, padahal belum tentu ada makanan yang buat ukuran sekarang ‘layak’ kami makan. Begitu seringnya Ibu bilang “Makan apa nanti ?”, sehingga makan nasi dan garam atau terasi saja, bukan asing bagi kami. “Aku akan cari bayam !” kadang saya tawarkan pada Ibu sekiranya tidak ada sayur. Maksud saya adalah, bayam-bayam liar yang ada di sawah-sawah orang lain itulah yang saya cabuti. Astaghfirullah. Sekiranya perbuatan ini disebut mencuri, saya memohon ampun kepadaMu ya Allah atas segala kekhilafan hambaMu yang kala itu didera kemiskinan!

    Walaupun kefakiran, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, bisa membawa kekufuran, mencuri kayu di hutan, hutang yang belum tentu dilunasi tepat waktu, mencuri bayam di ladang…..adalah buah dari kemiskinan ini, sekarang saya bisa merasakan, betapa kemiskinan waktu itu ternyata juga ‘indah’.

    Orang hanya akan bisa menikmati dan mensyukuri besarnya nikmat dan karunia Allah SWT sesudah mengenyam kemiskinan. Apakah karena alas an tersebut Rasulullah Muhammad SAW lebih memilih kemiskinan disbanding harus menjadi raja yang kaya raya? Apakah karena hikmah dibalik kemiskinan yang besar inilah sahabat-sahabat Rasulullah memilih menjadi melarat? Subhanallah!

    Adakah Ibu dan Bapakku di Alam Baka sana mengerti rahasia dibalik semua ini? Bahwa kemiskinan kami dulu yang membuat saudara tidak dekat, teman jadi langka, keindahan dunia menjadi mahal, ternyata buahnya begitu indah? Berbahagialah orang yang bisa belajar kehidupan ini dari kemiskinan.

    ***

    Oleh: Syaifoel Hardy

     
  • erva kurniawan 4:16 am on 9 January 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , ,   

    Semangkuk Mie 

    semangkok-miePada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.

    Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tidak mempunyai uang.

    Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata: “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?” “Ya, tetapi, aku tidak membawa uang” jawab Ana dengan malu-malu.

    “Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai. “Silakan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”.

    Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang. “Ada apa nona?” tanya si pemilik kedai. “Tidak apa-apa” aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.

     

    “Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi ! Tetapi… ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi. Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada pemilik kedai.

    Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang lalu berkata: “Nona, mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya.”

    Ana terhenyak mendengar hal tsb. “Mengapa aku tidak berpikir tentang hal itu? Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal, aku begitu berterima kasih. Tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.

    Ana segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg harus diucapkan kepada ibunya.

    Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya berwajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Ana, kau sudah pulang. Cepat masuklah, Ibu telah menyiapkan makan malam. Makanlah dahulu sebelum kau tidur. Makanan akan dingin jika kau tidak memakannya sekarang”

    Pada saat itu Ana tidak dapat menahan tangisnya. Ia pun menangis di pelukan ibunya.

    Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain di sekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi kepada orang yang sangat dekat dengan kita, khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita.

     
  • erva kurniawan 8:22 pm on 8 January 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , ,   

    1 Jam Tanpa Dosa 

    masjid-an-nabawiSeorang gadis kecil bertanya kepada ayahnya, “Ayah, bisakah seseorang melewati seumur hidupnya tanpa berbuat dosa?”

    Ayahnya menjawab sambil tersenyum : “tak mungkin, nak.”

    “Bisakah seseorang hidup setahun tanpa berbuat dosa?” tanyanya lagi.

    Ayahnya berkata: “tak mungkin, nak.”

    “Bisakah seseorang hidup sebulan tanpa berbuat dosa?”

    Lagi-lagi ayahnya berkata : “Tak mungkin, nak.”

    “Bisakah seseorang hidup sehari saja tanpa berbuat dosa?” gadis kecil itu bertanya lagi.

    Ayahnya mengernyitkan dahi dan berpikir keras untuk menjawab: “mm….  mungkin bisa, nak.”

    “Lalu…. bisakah seseorang hidup satu jam tanpa dosa? tanpa berbuat jahat untuk beberapa saat, hanya waktu demi waktu saja, yah? Bisakah?”

    Ayahnya tertawa dan berkata : “Nah, kalau itu pasti bisa, nak.”

    Gadis kecil itu tersenyum lega dan berkata : “Kalau begitu ayah, aku mau memperhatikan hidupku jam demi jam, waktu demi waktu, momen demi momen, supaya aku bisa belajar tidak berbuat dosa. Kurasa hidup jam demi jam lebih mudah dijalani, ya?”

     
    • haryanto,dibatam 11:26 am on 5 Februari 2010 Permalink

      ya,benar utuk menjadi inspirasi kita semua

  • erva kurniawan 6:49 am on 7 January 2009 Permalink | Balas
    Tags: brigez, gbr, geng motor, geng motor bandung, moonraker, xtc   

    Geng Motor di Bandung 

    geng-motor-tarix-jabrik

    Oleh Mulyani Hasan

    ***

    Mulanya kumpul-kumpul sesama pecinta motor, kemudian berubah jadi geng yang beranggotakan puluhan bahkan ratusan orang. Di jalanan, mereka membentuk

    gaya hidup yang terkadang menyimpang dari kelaziman demi menancapkan identitas kelompok. Ngetrack, kebut-kebutan, dan tawuran adalah upaya dalam pencarian identitas itu.

    KAWASAN Cilaki, Bandung, suatu sore. Matahari mulai menepi. Tak seluruh siluetnya jatuh ke jalanan. Kerimbunan pepohonan menghalanginya. Dalam teduh, tiga remaja terlihat sedang duduk-duduk. Mereka pelajar sekolah menengah atas yang sedang membunuh waktu, menunggu tibanya jadwal bimbingan belajar.

    Dari kejauhan, sepeda-sepeda motor menderu-deru. Jumlahnya belasan. Mereka jalan beriringan. Pedalnya dibuat meraung-raung, walau kecepatannya tak lebih kencang dari pembalap paling bego sekalipun.

    Mereka melintasi tiga pelajar itu. Mereka, seperti tiga pelajar itu, semuanya berseragam putih abu. Tapi kedua kelompok jelas dari sekolah yang berbeda, dan mungkin tak saling kenal. Sebagian pengendara menyembunyikan seragam putih-abu itu di dalam jaketnya.

    Tepat di depan ketiga pelajar, salah satu pengendara motor terjatuh, seperti disengaja. Sontak saja teman-temannya melimpahkan kesalahan kepada tiga pelajar itu. “Maneh budak mana, tong macem-macem ka aing,” bentak salah satu pengendara motor itu. (Kamu anak mana, jangan macam-macam. )

    Tiga pelajar tadi tak merespon. Merasa di atas angin, para pengendara itu melampiaskan kebinatangannya. Salah seorang mulai memukul. Dan ketika ketiga pelajar itu tak menunjukkan perlawanan, yang lain makin berani dan mulai ikut memukul. Adegan selanjutnya sudah bisa diduga, pengeroyokan tanpa alasan berlangsung dalam waktu cepat. Dua di antara tiga pelajar itu babak belur.

    Antoni Adi Krisna, salah satu pelajar dari SMUN 9 Bandung , dipukuli bertubi-tubi. Darah segar mengalir dari hidungnya. Pelajar lainnya dari sekolah yang sama, Muri Nugraha, dipaksa untuk menyerahkan barang berharga. Dompet pun melayang. Seorang lagi, Rizal Satria pelajar SMUN 2 Bandung, selamat dari aniaya itu. Ia mengambil langkah seribu.

    Usai beraksi, geng tadi berlalu. Seorang pengendara tak lupa berseru dengan pongah “Aing raja jalanan tong macem-macem ka aing.” (Aku raja jalanan, jangan macam-macam) .

    Suara knalpot memecah telinga, kemudian sunyi.

    “Saya dan pedagang lain melihat kejadian itu, tapi tidak satupun di antara kami yang berani melawan mereka. Jumlahnya terlalu banyak,” Maryati, pemilik kios itu mengatakan kepada saya

    Menurut Rita pengelola Daniel Bimbingan Belajar, Antoni Adi Krisna mengalami shock dan tidak ingin ditemui oleh wartawan. Demikian juga dengan orang tuanya yang tak ingin anak-anaknya terus terusan dijadikan bahan pemberitaan. “Ini tempat bimbingan belajar, jadi kami sangat menghormati pripasi pengguna jasa kami,” ujar Rita ketika saya meminta bertemu degan Antoni.

    ADA masa-masa tak aman di jalanan Bandung. Geng motor, beranggotakan beberapa orang atau puluhan hingga ratusan, tak jarang bikin cemas.

    pelaku-geng-motorAjun Komisaris Besar Polisi Masyudi, Kepala Polisi Resort Bandung Tengah, termasuk yang jengkel atas perilaku mereka. Ia mengancam akan melarang keberadaan geng motor.

    Bisa dipahami kalau Masyudi jengkel. Soalnya, menurut Inspektur Polisi Wadi Sa’bani, Kepala Unit Reserse Kriminal Polisi Sektor Bandung Tengah, kasus-kasus kriminal yang melibatkan geng sepeda motor belakangan ini menunjukkan kecenderungan meningkat.

    Dalam satu tahun terakhir saja, kata dia, terjadi dua kasus setiap minggunya. Jumlah ini belum termasuk pengaduan dari masyarakat. Jenis kejahatannya beragam, mulai pencurian, tawuran, perampokan dengan kekerasan dan pengrusakan tempat umum.

    “Dikota lain, aksi brutal para gengster tidak separah di Bandung, bahkan mungkin tidak ada,”ujarnya, menerka-nerka.

    Sa’bani yang saya temui di kantornya mengungkapkan perilaku mereka didasari motif yang tak jelas. Bahkan, bukan sekadar kebutuhan ekonomi. Faktanya, banyak dari mereka berasal dari keluarga mampu. “Ada semacam kepuasan jika melakukan aksi melanggar hukum.”

    “Kebanyakan dari mereka yang tercatat di kepolisian adalah anggota kelompok XTC.”

    Menurut Sa’bani, di antara mereka tak sedikit residivis dalam kasus pencurian kendaraan bermotor.

    Ada catatan buat si residivis itu. Salah satunya menimpa perempuan muda bernama Furwanti, 18 tahun. Tengah malam ia lewat di Jalan Laswi. Tiga motor dengan enam orang pengendara, melaju pelan di hadapan Furyanti.

    Plat nomor motor mereka ditutupi plastik. Satu dari mereka memepet Furyani dan menempelkan sebilah golok di samping leher Furwanti. Hanya perlu sedikit gerakan untuk menyobek leher itu. Furwanti terkesima dan berhenti.

    Dengan sewenang-wenang mereka merampas helm dan kunci kontak, lalu kabur dengan kecepatan tinggi. Belum habis teriakan Furwanti, beberapa polisi mendekati Furwanti kemudian langsung mengejar mereka. Nampaknya polisi telah mengintai mereka dari jauh.

    Polisi hanya berhasil menangkap dua tersangka pelaku. Empat orang lainnya lolos.

    ***

    geng-motor-1KECENDERUNGAN perilaku mereka mengarah ke kriminal setidaknya telah berlangsung sejak tahun 1990-an lalu, tak lama setelah arena balapan di jalanan di

    Bandung dijaga ketat aparat kepolisian. Jalanan yang sering digunakan untuk kebut-kebutan antara lain kawasan Gasibu di Jalan Diponegoro, kawasan Dago dan Jalan Supratman.

    Arena kebut-kebutan tak lagi terlokalisasi. Mereka menyebar secara sporadis ke jalanan lain yang lolos dari pindaian polisi. Jalanan membawa hawa panas rupanya. Mereka tak sekadar kebut-kebutan, tapi juga tawuran.

    Pada 1995, tiga pemuda dikerangkeng di balik penjara, karena terbukti bersalah dalam kasus tawuran antara geng Brigez dengan Binter Mercy. Satu orang anggota Binter Mercy tewas.

    Saya berkunjung ke rumah Ilmanul salah satu anggota Brigez yang dinyatakan bersalah oleh pengadilan. Saya mendapat sambutan hangat darinya. “Saat itu saya tidak tahu ada orang yang terbunuh, saya baru tahu dari koran keesokan harinya,” ujar Ilmanul meceritakan kepada saya.

    “Dalam tawuran, kita tidak peduli berapa korban yang terluka atau yang terbunuh, yang penting saat itu bagaimana menyelamatkan diri dan teman-teman,” tambahnya.

    Ilmanul dihukum dua tahun penjara, sedangkan dua orang temannya masing-masing dihukum tiga tahun dan 2,5 tahun penjara. “Waktu itu memang kami bersalah, menggesek-gesekan samurai di depan mereka,” kata Ilmanul.

    Yopi, anggota GBR, mengisahkan tragedi paling mengerikan dalam hidupnya pada tahun 1998, ketika terjadi perang besar-besaran antara GBR dengan XTC yang melibatkan ratusan anggota geng motor di kawasan Dago. Lima orang meninggal dalam tragedi itu. Mereka mengenangnya dalam ungkapan “Dago Menangis.”

    Yopi lulusan Universitas Pasundan Bandung tengah mendirikan lembaga konsultan dalam bidang pangan. Ia memutuskan untuk tidak lagi ikut dalam kegiatan geng motor.

    “Teman saya banyak yang meninggal, akibat tawuran dan OD (Over Dosis-red),”ungkapny a.

    Wendy Prananda, juga anggota GBR, menyaksikan temannya sendiri kehilangan salah satu telinganya akibat dipotong lawan tawurannya. Tapi peristiwa-peristiwa itu tidak menjadi alasan untuk jera. Wendy menyukai dunia broadcast. Ia menjadi juru kamera di salah satu televisi lokal di Bandung. “Kami seperti keluarga, meski saya sudah jarang gabung, tapi soal kesetiakawanan gak pernah luntur,” kata Wendy ketika saya menemuinya di kantornya.

    Tahun itu seolah menjadi titik klimaks aksi brutal mereka. Pertemuan antar geng sering jadi saat yang paling rawan gesekan. Nyawa berguguran dan melahirkan dendam tak berujung.

    Samurai, jenis golok berukuran panjang yang biasa digunakan oleh kelompok Ninja di Jepang, menjadi senjata khas mereka. Tidak hanya saat tawuran, senjata ini biasa dipamerkan pada saat konvoi. Samurai dilepas dan ujung runcingnya digesekkan ke jalanan hingga memercikan cahaya api.

    Senjata lainnya yang biasa digunakan yakni golok, stik soft ball, bom molotof bahkan senjata api jenis pistol. Tidak tahu pasti siapa yang menggunakan senjata api, namun dari penuturan sebagian anggota geng yang saya temui, semuanya pernah melihat teman satu gengnya menggenggam pistol atau malahan diancam dengan pistol.

    Tragedi demi tragedi terus terjadi. Dendam terus berkecamuk, seperti snow ball.

    “Tidak perlu ada masalah, pokoknya kalau ketemu, kami saling hajar,” kata Devi Makmur alias Felix, salah satu pentolan XTC. Usianya masih muda belum genap 30 tahun. Saya menemuinya di sebuah café tenda di Jalan Dipatiukur.

    Kejadian paling hangat Agustus 2006 ketika Brigez sedang konvoi ke daerah Garut. Tiba-tiba XTC melempari mereka dengan batu. Terjadi kejar-kejaran, lalu tawuran. Satu unit rumah dan mobil milik warga hancur.

    “Permasalahan dengan XTC tidak akan pernah berakhir sampai kapan pun. Kami tidak pernah mewarisi dendam ini, tapi generasi selanjutnya akan tahu dengan sendirinya,” ujar Ilmanul kepada saya.

    ***

    PERLU dibedakan antara geng motor dengan Club Motor. Geng motor adalah kumpulan orang-orang pecinta motor yang doyan kebut-kebutan, tanpa membedakan jenis motor yang dikendarai. Sedangkan Club Motor biasanya mengusung merek tertentu atau spesifikasi jenis motor tertentu dengan perangkat organisasi formal, seperti HDC (Harley Davidson Club), Scooter (kelompok pecinta Vesva), kelompok Honda, kelompok Suzuki, Tiger, Mio.

    Ada juga Brotherhood kelompok pecinta motor besar tua.

    Tapi kalau soal aksi jalanan, semuanya sama saja. Kebanyakan sama-sama merasa jadi raja jalanan, tak mau didahului, apalagi disalip oleh pengendara lain.

    Ada empat geng motor yang paling besar di Bandung yakni Moonraker , Grab on Road (GBR), Exalt to Coitus (XTC) dan Brigade Seven (Brigez). Keempat geng itu sama- sama eksis dan memiliki anggota di atas 1000 orang. Kini mereka mulai menjalar ke daerah- daerah pinggiran Jawa Barat, seperti Tasikmalaya, Garut, Sukabumi, Ciamis, Cirebon dan Subang.

    Kita mulai saja dengan Moonraker. Inilah konon ruh dari semua geng motor di Bandung. Moonraker lahir pada tahun 1978. Sel-sel komunitas ini, dirajut oleh tujuh orang pemuda yang sama-sama hobi balap.

    Nama “Moonraker” diambil dari salah satu judul film James Bond yang kondang ketika itu. Awalnya mereka mengusung bendera berwarna putih-biru-merah dengan gambar palu arit di tengahnya. Namun, karena pemerintah Indonesia saat itu melarang ideologi tertentu yang identik komunisme (yang bersimbolkan palu arit), mereka lalu mengganti bendera kebanggaannya dengan warna merah-putih- biru, bergambar kelelawar. Gambar ini mereka adopsi dari lambang “Hell Angel”, sebuah kelompok motor di Amerika Serikat.

    Kelompok ini konsisten dengan sistem keorganisasiannya. Setiap tahun ada penggantian kepengurusan dan membuat program-program kerja. Struktur Organisasinya terdiri atas Divisi Balap, Panglima Perang (Paper), dan Tim SWAT atau regu penyelamat.

    “Panglima Perang” mungkin terdengar unik dalam sebuah organisasi pencinta motor. Istilah ini biasanya digunakan oleh lembaga keamanan atau kelompok bersenjata.

    Di Moonraker sendiri, Panglima Perang bertugas mengkoordinir anggota pada saat terjadi tawuran, atau sebagai pembuat keputusan pada saat terjadi bentrok dengan kelompok lain. Jika ada keputusan perang, informasi menyebar ke seluruh anggota paling lama dalam waktu 24 jam.

    Bagi para pembangkang yang melanggar tata tertib organisasi, sudah disiapkan tempat yang mereka sebut dengan nama “Sel 13,” semacam mahkamah pengadilan.

    Tempat ini paling dihindari oleh semua anggota. Jangan mengharap sebuah proses hukum layaknya sebuah lembaga pengadilan. Di sini para pembangkang itu akan mendapat penyiksaan dari senior-seniornya.

    Kategori pelanggaran itu antara lain memakai dan mengedarkan narkoba, bertindak melanggar hukum dan menjalin hubungan kasih dengan sesama anggota Moonraker.

    Pengikut Moonraker semakin lama, terus membengkak. Kini tercatat anggotanya mencapai 1.400 orang, tersebar di berbagai wilayah.

    Menurut Dandy Alfandy, salah satu pentolan Moonraker, sejak awal kelompok ini berorientasi pada balapan. Konflik dengan geng XTC (musuh terbesar Moonraker) pertama kali dipicu saat berlangsung kompetisi Road Race piala Djarum Super tahun 90-an. Persoalannya sepele saja, hanya senggol-menyenggol di arena balapan, entah siapa yang memulai.

    Puncaknya, terjadi tawuran besar-besaran antara ke dua geng ini pada tahun 1999. Satu orang meninggal dunia pada peristiwa itu. Hingga kini dendam sejarah itu masih mengendap dari generasi ke generasi. ”Pernah ada upaya damai, tapi percuma saja. Sekali musuh tetap musuh,” ujar Dandy. Saya berbincang dengan pemuda Dandy di kantornya.

    Kini Ia membuka usaha penyedia jasa travel.

    XTC punya anggota lebih banyak dari Moonraker. Siapa mereka? XTC atau Exalt To Coitus lahir pada tahun 1982 oleh 7 orang pemuda.Belakangan nama itu diganti menjadi Exalt To Creativity, karena nama semula agak berbau porno.

    Mereka membawa bendera berwarna paling atas putih-biru muda-biru Tua. Di tengahnya ada gambar lebah yang melambangkan solidaritas antar anggota. Bila salah satu di antara mereka ada yang diserang, maka yang lainnya akan membela.

    Mereka kini mendirikan Sexy Road Indonesia, kumpulan gengster XTC se-Indonesia yang berpusat di Bandung, untuk memfasilitasi anggotanya yang sudah melebihi 10.000 orang.

    Tak hanya Moonraker sebenarnya. Brigez dan GBR, juga menyatakan permusuhannya terhadap XTC. Brigez yang paling antipati terhadap geng yang satu ini. Asal muasal terjadinya permusuhan tidak jelas sampai sekarang. Namun, baik XTC maupun Brigez menyatakan perang satu sama lain hingga saat ini.

    “Setiap gengster ingin menjadi yang nomor satu, kenyataannya kami memang yang paling banyak anggotanya,” ujar Ari Rinaldi, salah satu anggota XTC mencoba menjawab alasan mengapa XTC banyak dimusuhi oleh geng lain. Ari Rinaldi tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Padjajaran Bandung.

    Pasukan ini juga memiliki Koordinator Perang, untuk mempermudah koordinasi jika terjadi tawuran atau pada saat akan melakukan perbutan wilayah. Perebutan wilayah termasuk upaya dalam rangka memperluas daerah kekuasan dan meningkatkan prestise dikalangan gengster. Menurut Felix, penyerangan biasanya dilakukan diam-diam ke basis-basis lawan.

    Anggota XTC, banyak anak-anak dari lingkungan TNI atau Polisi. Tak heran, jika terjadi perang senjata api banyak beredar.

    “Kami punya koneksi dengan pihak kepolisian, jadi kalau ada urusan dengan polisi cepat selesai,” ujar Felix meyakinkan saya.

    Saya menemui Luki, generasi kedua geng lebah ini di sebuah café di Bandung. Ia seorang Sarjana Hukum dan kini bekerja di salah satu lembaga formal. Tak diduga Luki dikawal oleh lebih dari 6 orang teman satu gengnya dan saya berada di tengah-tengah mereka. Mereka bersikap sopan dan menunjukkan keinginannya berbagi cerita dengan saya. Saat itu saya seperti berada dalam acara talkshow, karena harus membagi kesempatan semua untuk bercerita. Bahkan saya sempat mendapat tawaran untuk menjadi ketua geng, wuaduh…

    “Kami ini kumpulan anak-anak nakal makanya masuk geng motor, kalo mau jadi anak baik-baik lebih baik masuk pesantren saja,” ujar Iskandar, laki-laki paruh baya. “Kerjaan kami ya hura-hura, bersenang-senang,” tambahnya.

    Lalu, mengapa geng motor identik dengan kekerasan?

    “Itu karena aparat yang menciptakan. Mereka sering main gebuk sembarangan. Kami memang sering merampas motor milik geng lain saat bentrok, istilahnya rampasan perang. Tapi motor itu langsung kami bakar, tidak dijual atau dimiliki oleh salah satu dari kami,” kata Iskandar.

    “Mungkin bagi polisi tindakan itu termasuk kriminal, tapi menurut kami bukan,”tambahnya.

    Iskandar termasuk pentolan XTC, ia juga ketua sebuah lembaga yang bergerak di bidang penyediaan jasa pengamanan, Bodyguard Security Service (BOSS). Markas BOSS dulu sering dijadikan tempat nongkrong anak-anak XTC.

    Dalam pertemuan itu, ketua XTC Avi Vabio akrab dipanggil Pepi, juga ada. Usianya jauh lebih muda. Ia ternyata salah satu karyawan bank berplat merah di Jawa Barat. Ia tak banyak banyak bicara, bahkan pertanyaan-pertanya an yang saya lontarkan kepadanya justru banyak dijawab oleh Luki.

    Saya memutuskan menemui Pepi lagi. Kami bertemu di tempat yang sama keesokan harinya. Pepi membawa tiga orang kawannya. Dadan salah seorang di antaranya mengatakan bahwa telah terjadi selisih paham di atara anggota XTC sendiri. “Ada kelompok yang berusaha memanfaatkan massa XTC untuk kepentingan politik. Padahal harapan kami, ada ruang untuk berkreatifitas,” ujarnya. Malam itu Dadan membawa anak laki-lakinya yang masih berusia sekitar 2 tahun.

    Pepi mengaku sering diajak berunjukrasa dengan iming-iming uang. “Kami bahkan pernah terlibat dalam tim sukses Aa Tarmana, kandidat Walikota Bandung, tapi kalah,” kata Pepi.

    “Beberapa partai politik pernah meminta massa dalam jumlah tertentu untuk kampanye. Pada pemilu 2004, partai Demokrat juga meminta massa. Biasanya kami dibayar per kepala, ya lumayan lah..”

    Beberapa hari lalu mereka juga mengirim 200 motor pada perayaan ulang tahun Partai Demokrasi Pembaruan di Lapangan Gasibu Bandung.

    Tidak menutup kemungkinan pada kampanye-kampanye atau unjukrasa itu bertemu dengan geng motor lain. Tapi kalau dalam urusan ini, mereka memilih damai.

    Pertengahan 2003, XTC melakukan penyerangan sensasional. Mereka menyerang kantor Kepolisian Wilayah Kota Besar (Polwiltabes)

    Bandung. Semua anggotanya tumpah ruah mengepung kantor Polwiltabes. Mereka kecewa karena tidak diberi izin pada saat mau mengadakan bakti sosial, akibat ada kesalahpahaman antara poilsi dengan panitia.

    Polisi tak bisa berbuat banyak menghadapi ribuan

    massa yang memadati Jalan Merdeka sepanjang kurang lebih 3 Kilo Meter. Beberapa orang yang dituduh provokator ditahan di kantor Polwiltabes Bandung.

    “Kalau gak ada XTC ya gak rame, gak akan terjadi perang,” Iskandar menambahkan. Tapi ia menitip pesan untuk para aparat: “tolong rangkul kami, masa GAM dengan RI saja bisa berdamai?”

    TAHUN 1980-an juga ditandai kelahiran Brigez dan GBR.brigez

    Brigez lahir di SMUN 7 Bandung, sesuai dengan namanya Brigade Seven. Sejak masih embrio pada tahun 80-an geng ini merupakan rival terberat XTC. Awal terbentuknya tak lebih dari hanya sekadar kumpul-kumpul biasa. “Kami hanya ingin bebas menjalankan motor, tidak pakai helm, tidak pakai lampu apalagi rambu-rambu,” kata Ilmanul, salah satu pendiri Brigez.

    Dulu geng ini hanya beranggotakan tidak lebih dari 50 motor. Kini pengikutnya mencapai ribuan motor dan tersebar di berbagai daerah di Jawa Barat. Sistem pengorganisasiannya tidak jelas. Tidak ada pengurus, hanya ada ketua yang bertugas mengkoordinir saja.

    Warna bendera negara Irak tanpa huruf Arab di tengahnya, menjadi lambang identitas kelompok ini dengan kelelawar hitam sebagai simbolnya.

    Nama Brigez acapkali diplesetkan menjadi Brigade setan atau Brigade Senja, karena mereka sering nongkrong bersamaan dengan kepulangan sang surya.

    Berbeda dengan XTC, Brigez identik dengan sikap anti birokrasi. Mereka menolak bersimbiosis dengan lembaga plat merah atau ormas bentukan kelompok politik tertentu. Menurut Ilmanul, lamaran dari Ormas Pemuda Pancasila untuk bergabung, ditolaknya mentah-mentah. Kalau pun ada anggotanya yang menjadi kader partai, itu lebih bersifat individu dan tidak membawa bendera Brigez.

    Bersamaan dengan Brigez, muncul pula Grab on Road (GBR). Yang berbeda, geng ini dilahirkan di lingkungan SMPN 2 Bandung. Mereka tak rikuh kebut-kebutan, sekalipun banyak yang belum pegang surat ijin mengemudi.

    Kelompok ini mengidentifikasi diri dengan segala sesuatu berbau Jerman, paling tidak warna benderanya hitam-merah- kuning (urutan dari atas ke bawah).

    Meski lahir di SMPN 2 Bandung, anggota GBR beragam. Bukan hanya siswa atau alumni sekoah itu saja, tapi kalangan umum lain.

    Saya menemui Supiana, Pebina Urusan Kesiswaan SMPN 2 Bandung. Ia menolak sekolahnya diidentikan dengan geng. “Tidak ada fakta bahwa GBR berdiri di SMPN 2,” ujarnya. Namun ia membenarkan halaman sekolahnya dijadikan tempat bergerombol pada sekitar tahun 80-an.

    WENDY Pranandha, anggota geng GBR, mengatakan keinginannya masuk geng karena pengaruh lingkungan. “Saya terpaksa masuk geng karena 80 persen siswa SMP 2 saat itu anggota geng GBR, selain ingin coba-coba.”

    Dari Wendy dan beberapa anggota lain, saya punya kesan bibit anggota geng sepeda motor di Bandung dipupuk mulai usia belasan tahun, bahkan itu tadi, sejak mereka duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Banyak sekolah-sekolah menjadi basis mereka. Seperti SMUN 7 terkenal sebagai sarangnya Brigez, SMU BPI sarangnya XTC dan SMP 2 tempat lahirnya GBR.

    Labelisasi geng motor terhadap sekolah tertentu mempengaruhi pilihan para calon siswa ketika menentukan sekolah mana yang akan mereka pilih. Siswa yang sudah memiliki keterikatan dengan geng tertentu semasa duduk di SMP, akan memilih SMU yang merupakan basis geng asalnya.

    Sedangkan siswa yang netral justru akan menghindari sekolah-sekolah yang identik dengan geng. Bisa juga karena kehawatiran orang tua sehingga dimasukkan ke sekolah yang lebih bersih dari geng. Meski demikian banyak siswa dan orang tuanya yang tidak terpengaruh dengan isu ini.

    Pihak sekolah SMUN 7 Bandung, tempat bersarangnya Brigez, dulu kewalahan menghadapi mereka. Setiap hari ada saja ulah mereka, mulai malak (meminta uang dengan paksa) teman-teman sekolahnya, hingga mengancam para guru. Uang diistilahkan oleh mereka dengan sebutan “sumsum.”

    Wakil Kepala Sekolah SMUN 7 Bandung Sucipto, pernah diajak berkelahi oleh para anggota geng. Sucipto memang getol memerangi mereka.Ban motornya sering kedapatan bocor atau namanya menjadi mozaik di tembok-tembok sekolah dengan tulisan kasar dan mengejek.

    Pada 1999, SMUN 7 melakukan pembersihan terhadap gengster. Spanduk-spanduk anti geng, pembersihan tembok-tembok dari coretan “Brigez” dilakukan dalam tempo singkat. Lalu pihak sekolah memutuskan untuk mengeluarkan siswa yang terlibat geng.

    Meski demikian, setiap tahun ada saja bibit Brigez yang tumbuh.

    Dilarang di sekolah, mereka mengeruhkan jalanan. Di jantung kota, di pasar-pasar, di daerah pertokoan, jembatan, di gedung sekolah, gedung pemerintahan, taman kota, dimana-mana di kawasan Bandung pasti terdapat coret-coretan. Medianya bisa tembok, papan, batu, seng atau apapun yang bisa menjadi media tulis.

    Sekilas, coretan-coretan itu tidak bermakna apa-apa. Kalau diperhatikan coretan-coretan itu bertuliskan nama-nama geng motor. Yang paling banyak ditemui adalah tulisan Brigez, XTC, M2R dan GBR . Bukan hanya di kota Bandung, di daerah-daerah pinggiran pun, banyak beredar tulisan-tulisan semacam itu.

    Sepertinya memang sepele. Tapi dari coretan itu bisa terjadi pertumpahan darah. Tulisan nama geng di tembok di wilayah tertentu, menandakan wilayah kekuasaan geng itu. Tulisan nama geng juga berarti kebanggaan bagi geng tersebut.

    Masalah muncul jika dalam sebuah dinding terdapat nama salah satu geng, tapi kemudian ada yang mencoret dan diganti dengan nama geng lain. Ini adalah salah satu pemicu terjadinya tawuran antar geng. “Kalau ke luar kota, kami pasti menyempatkan mencoret dinding, itu menandakan bahwa kami pernah ke tempat itu dan itu adalah kebanggaan,” kata Ilmanul

    Bagi para geng coret-coret dinding itu memicu adrenalin. Mereka harus berhadapan dengan aparat keamanan pada saat beraksi. Lebih dari itu mereka harus berhadapan dengan geng lain yang menguasai wilayah setempat.

    MASUK ke dalam komunitas ini tidak cuma-cuma. Calon anggota Moonraker, misalkan, tak jarang diwajibkan mengendarai motor tanpa rem dari Lembang hingga Jalan Setibudhi Bandung. Jaraknya sekitar 15 kilometer.

    Kalau tidak disuruh ngebut tanpa rem, anak baru dipaksa berkelahi dengan seniornya.

    Pendeknya, mereka tampil pada panggung kehidupan sosial dengan menawarkan model-model kekerasan. Diakui atau tidak, itulah pola yang terbentuk melalui berbagai gerakan yang mereka tampilkan. Tindakan kekerasan seperti kebutuhan spritual untuk membentuk identitas kelompoknya.

    “Tindakan melanggar hukum memang ada, hanya agar orang lain tahu bahwa kami ada,” kata Ilmanul, anggota Brigez itu. Ia kini berusia 27 tahun dan kini berwiraswasta. “Kalau soal membuka jalan dan memukul spion mobil orang, itu biasa dan sering dilakukan pada saat konvoi. Ada juga yang mencuri, tapi uangnya digunakan rame-rame untuk pergi keluar kota atau konvoi,” tambahnya.

    Setiap geng memang tidak membenarkan tindakan itu, tapi ada tradisi yang tidak tertulis dan dipahami secara kolektif bahwa tindakan itu adalah bagian dari kehidupan jalanan. Apalagi jika yang melakukannya anggota baru yang masih berusia belasan tahun. Mereka “mewajarkannya” sebagai salah satu upaya mencari jati diri.

    Yopi, anggota GBR berusia 25 tahun, punya pengalaman yang membuat jantungnya bertabuh. Pada suatu malam di Jalan Cihampelas, dia bersama seorang temannya menghadang dan mengancam seorang pengendara motor. Setelah berhasil mematahkan keberanian orang itu, ia dan temannya justru bingung mau melakukan apa. Akhirnya keduanya sepakat untuk mengambil uang secukupnya dari dompet korban, lalu kabur sekencang-kencangny a.

    “Deg-degan, tapi puas karena gak tertangkap polisi,” kenang Yopi seraya tersenyum lebar.

    Ada juga inisiasi yang lain. Untuk menjadi anggota senior, misalkan. Ia tidak cukup dengan berapa lama dia bergabung di geng itu, tapi butuh pembuktian bahwa orang itu berani melakukan hal yang paling beresiko sekalipun. Semakin tinggi resiko yang dia ambil, semakin tinggi pula penghormatan atas dirinya

    Senior adalah kedudukan penting bagi geng. Seorang senior mempunyai keleluasaan dalam hal apapun. Ia juga mempunyai hak menentukan keputusan terhadap para junior. Kedudukan senior bahkan lebih tinggi di atas ketua geng. Senior bisa memutuskan salah atau benar dan menghukum junior dengan caranya sendiri.

    Wendy Pranandha, anggota GBR, mengatakan peran senior amat menentukan. Sekali saja ada anggota yunior tidak kelihatan kumpul wajib setiap malam minggu, si senior akan menghajar sesuka hatinya, tak peduli alasan apapun.

    Kekerasan seolah mewakili spirit mereka. Mungkin juga mereka menganggap itu pilihan gaya hidup.

     
    • Reza 8:51 am on 25 Januari 2009 Permalink

      berita yang menarik… thanx..

      (ex-XTC 2001)

    • Ferdi 12:09 am on 24 Juli 2009 Permalink

      Selamat siang bro,

      Saya bukan anggota geng motor, hanya salah seorang anggota dari sebuah perkumpulan / club motor, tapi bukan geng motor.

      Saya tertarik dengan tulisan anda ini. Kebetulan saya akan mengambil skripsi dan meneliti tentang perilaku sosial dalam kelompok.

      Saya berminat untuk meneliti fenomena2 dalam geng motor ini.

      Kebetulan saya juga tinggal di Bandung dan cukup akrab dengan geng2 tersebut.

      Bisa saya tau email anda? YM saya di piesceraputra@yahoo.com Sekedar untuk bertanya2.

      Terimakasih dan saya tunggu jawaban anda.

    • shafira 9:29 am on 1 September 2009 Permalink

      halo om….
      mungkin saya salah satu dari ribuan orang yang gak suka ama geng motor..tapi saya salut ama tulisan om yang begitu detail dan menarik,sehingga membuat saya ingin meneliti lebih jauh apa sebenarnya motifasi,latar belakang dan tujuan akhir dari menjadi anggota geng motor itu sendiri…..yang kebetulan banyak melanda teman2 sekolah saya…

      ok…top dech atas bahasan tulisannya!

    • IuDtZT 1:13 pm on 3 September 2009 Permalink

      au,,,Iudtz,,w!e ngeFANS bangeudt a5 BRIgZT…….leh t3uw g9/panglima besar briges cpa???
      telp:085642152075

    • tresna 1:55 pm on 17 September 2009 Permalink

      hei..brigez jangan suka nge geng kamu itu buronan polisi,wakakak.he…he…he…

    • Demon 6:35 am on 24 September 2009 Permalink

      GENG MOTOR …??
      -Lucu –> tindakannya yg seperti para bayi, yg tak pernah mau berfikir panjang dalam mengambil tindakan
      -Eksotis –> karna penampilannya yg g karuan
      -Menarik –> menarik perhatian para aparat hukum tuh
      -Berani –> walau salah, tetap berani karna ada “mereka” yg ngelindungi
      -Kurang ajar –> karna tindakan-tindakannya yg sudah sangat meresahkan masyarakat, tak tau cara beretika dan mereka lupa tentang arti sosialiasali

      nah klo di gabungin jadi L-E-M-B-E-K loe….
      lembek karna tak mau berfikir panjang

      mau merasa hebat ya…
      saya akui kehebatan para geng motor apabila mereka mau bertindak lebih sopan

    • calpiqo 3:11 pm on 25 September 2009 Permalink

      aink budak BRIGEZ senioR by CalpiQo

    • bekok 9:19 am on 1 Oktober 2009 Permalink

      brigade to seven atau yang akrab dengan nama “Brigez” adalah salah satu organisasi non formal yang beranggotakan para kesatria” muda kota bandung untuk memerangi para pembuat onar jalanan yang sering membuat kota bandung menjadi menangis!!!. Brigez berpusat di SMAN 7 Bandung yang juga merupakan ibu pertiwi dari BRIGEZ tersebut. ingat “BRIGEZ BUKAN KRIMINALIST TAPI HANYA SEBUAH PERKUMPULAN REMAJA YANG DIANGGAP MINORITAS!!!”

      DAN SEKARANG KAMI LEBIH BERFIKIR POSITIF,TDAK INGIN MEMBUAT MUSUH DAN MERUSAK KOTA BANDUNG DMNA KAMI BERDIRI DAN KAMI DI LAHIRKAN,TETAPI BILAMANA ADA YG MEMBUAT ONAR KAMI TDAK SGAN2 MNGELUARKAN PASUKAN BIRU KUNING YANG SANGAT PEMBERANI

      BUKAN APA-APA KAMI BERBUAT BGI,KAMI BUKAN MELUNAK,KAMI BUKAN MENGALAH,KRENA YG KAMI RASAKAN DAN SETELAH BRFIKIR JERNIH BUAT APA BANYAK DARAH MENGALIR……

      SEJARAH SINGKAT BRIGEZ :

      Brigez lahir di SMUN 7 Bandung, sesuai dengan namanya Brigade Seven. Sejak masih embrio pada tahun 80-an geng ini merupakan rival terberat XTC. Awal terbentuknya tak lebih dari hanya sekadar kumpul-kumpul biasa. Dulu geng ini hanya beranggotakan tidak lebih dari 50 motor. Kini pengikutnya mencapai ribuan motor dan tersebar di berbagai daerah di Jawa Barat. Tidak ada pengurus, hanya ada ketua yang bertugas mengkoordinir saja.

      Warna bendera negara Irak tanpa huruf Arab di tengahnya, menjadi lambang identitas kelompok ini dengan kelelawar hitam sebagai simbolnya. Nama Brigez acapkali diplesetkan menjadi Brigade setan atau Brigade Senja, karena mereka sering nongkrong bersamaan dengan kepulangan sang surya.

      Berbeda dengan XTC, Brigez identik dengan sikap anti GEROMBOL
      berani menantang lawan 1 lwan 1
      brigez sriing merubah nama
      pertama kali brigez bernama
      brigade yaitu nma band di smun 7 yg mempunyai pendukung fanatix
      kemudian berganti nma menjadi
      brigade senja saat itu mulai mempunyai musuh karna gesekan2 sperti hinaan dari pihak lawan
      hampir tiap tahun tawuran marak di mana2 stelah itu brigez meredup
      namun awal thn 1999 brigez muncul dngan nma bru yaitu brigade to seven dngan arti
      lhir di smun 7 pda tnggal 7 blan 7 thun 1987
      namun klahiran brigez dan singkatan brigez msih simpang siur sampai saat ini bnyak versi yg berbeda ,, tapi yg penting brigez tampil dngan penuh berani dan takan pernah mati …

      BEBERAPA VERSI SINGKATAN BRIGEZ
      -BRIGADE SENJA
      -BRIGADE SETAN
      -BRIGADE GESTAPU
      -BRIGADE TO SEVEN
      DLL

      *MERAH DARAHKU…
      *PUTIH TULANGKU…
      *HITAM JIWAKU…

      : BRIGEZ Adalah Jiwaku
      : BIRU KUNING Benderaku
      : KELALAWAR Adalah Lambangku
      : POWER Adalah Hatiku
      : M2R,XTC,GBR Adalh Musuh” ku

      ‘SALAM KA KABEH DULUR NU ABADI’

      BRIGEZ…di HATI
      BRIGEZ…ABADI
      BRIGEZ…sampai MATI

      BRIGEZ NEVER DIE …

      KAMI ->GENKS MOTOR YANG SANGAT DITAKUTI DIJAWA BARAT.
      KAMI ->BERDIRI DARI TAHUN 1982 DI BANDOENKS.
      KAMI ->TERDIRI DARI BEBERAPA DISTRIK DIJABAR N LUAR JABAR.
      KAMI ->MEMENTINGKAN SOLIDARITAS ANTAR ANGGOTA.
      KAMI ->TIDAK MENCARI KERIBUTAN SEBELUM DIAJAK RIBUT.
      KAMI ->NGEBANTAI BUKAN DIBANTAI.
      KAMI ->BENCI PADA PENGKHIANAT DAN APARAT.
      KAMI ->RAJA JALANAN …

      DISTRIK BRIGEZ SE-INDONESIA
      -BRIGEZ TASIKMALAYA
      -BRIGEZ CIRANJANG
      -BRIGEZ MANZA
      -BRIGEZ SINGAPARNA
      -BRIGEZ PANCADARMA
      -BRIGEZ MITRA BATIK
      -BRIGEZ DADAHA
      -BRIGEZ SE-TAZIEX RAYA
      -BRIGEZ SE-BANDUNG RAYA
      -BRIGEZ CIAMIS
      -BRIGEZ GARUT
      -BRIGEZ BANJAR
      -BRIGEZ KARAWANG
      -BRIGEZ SUMEDANG
      -BRIGEZ CIANJUR
      -BRIGEZ SUKABUMI
      -BRIGEZ TANGERANG
      -BRIGEZ BOGOR
      -BRIGEZ DEPOK
      -BRIGEZ CIREBON
      -BRIGEZ KUNINGAN
      -BRIGEZ TEGAL
      -BRIGEZ SEMARANG
      -BRIGEZ SURABAYA
      -BRIGEZ DENPASAR
      -BRIGEZ BALI
      -BRIGEZ KALIMANTAN
      -BRIGEZ SUMATRA
      -BRIGEZ JABAR
      -BRIGEZ SE-INDONESIA
      -kabeh dulur BRIGEZ sa-INDO…

      SAMPAI KAPANPUN KAMI AKAN ADA DAN TETAP EXIST DIDUNIA KEANgGOTAAN GENK MOTOR ….

      BRIGEZ NEVER DIE N ALWAYS IN HEART!!!

    • -bHonChuu 3:58 pm on 1 Oktober 2009 Permalink

      brigez no 1 .

      bantai semua musuh” nya !!

      gakan penah takut ma siapa pun APARAT or geng lain….!!

      saya cinta mati untuk BRIGEZ….

      jiwa ragaku BRIGEZ sejati..takan ter hapua kan sama apa pun..!!!

      jayalah truz di muka bumi nie sampai maut memisah kan kita semua…!!

      -BhOnChU….!!

    • arab 4:02 pm on 1 Oktober 2009 Permalink

      ahh geng motor teh jangar mikiran na……
      bubarkan saja geng motor…

      cing darewasa atuh hirup teh montong bubudakeun wae…..

      era ku pamajikan jeung budk tahhh

      geuz kararumisan mah ngajeudog

    • ias ramda p 3:00 pm on 3 Oktober 2009 Permalink

      smua genk q slut..
      hdup brz

      BRIGEZ IN MY HEART AND IN MY FRIEND

    • BANDUNG PYRATE 3:03 pm on 3 Oktober 2009 Permalink

      BGIKU PUNK LEBIH BAIK

    • iKhoX_aNax puNk 2:09 pm on 5 Oktober 2009 Permalink

      uNyuX cMua aNax aNax PUNK se baNduNg RayA ,, HIDUP !!!

    • ikiwz 10:19 pm on 6 Oktober 2009 Permalink

      aink bdak brigez…

      brigez abadi…
      brigez jaya…

      by:bri_kiwz_gez

    • privat 10:17 pm on 12 Oktober 2009 Permalink

      ikutan geng motor ga ada manfaatbya. lebih condong ke sifat negatif. pola fikirnya pendek, kata nya BRIGEZ memerangi pembuat onar, tapi kok benci sama aparat ? gimana ini membingungkan. dari pada ikutan GENK MOTOR lebih baik ikutan POLISI aja..

    • bemby 2:00 pm on 22 Oktober 2009 Permalink

      brigez (beungeut ripuh huntu rogez).. hahahahah

    • yulian yudha putra 7:37 pm on 23 Oktober 2009 Permalink

      lebih baik jadi orang yang bermanfaat buaat diri sndiri dan orang lain.. mudah2an saya menjadi bagian dari orang-orang itu.amin

    • sahha uecgg 3:16 pm on 1 November 2009 Permalink

      brigez mccg daa anjinng……….
      MOONRAKER garut

    • rYaN 9:52 pm on 18 November 2009 Permalink

      BriGeZ AnziNk AiNk BueDaX SaKaTa Gp NaNTAnG sia MoNyeT.BriGeZ Ga aDa aPa2Nya Di BaNdiNg SaKaTa Gp.Loe Smua Tau KaN sAkAtA Gp GeNk SuMedaNg,Gue Da BoSeN rIBUt Ma aNx2 BriGeZ.Udh bNyK yG gUE bAnTai TucH Anx2 BriGeZ,Gue TaNtaNg sKli Lg TuCh Anx BriGeZ.KaLo Loe AnX2 bRIgEz Loe MaSuK kE fAcE bOOk Gue,Loe SbuTiN pOSiSi Loe Da Di MaNa

    • rYaN 7:36 pm on 24 November 2009 Permalink

      eH Loe aNk2 BriGeZ MaNa Ga Da MsK Ke FacE BooK gUE,LOe Smua TaKuT yA.DaSaR PeNgeCuT Loe Smua aNk2 BriGeZ AnziNg.

    • rYaN 7:42 pm on 24 November 2009 Permalink

      aiNg BoeDaX SaKaTa NaNtaNg BriGeZ,CaLL Ke NoMoR 081321874646

    • dhani 8:51 pm on 16 Desember 2009 Permalink

      BRIGEZ TUH TAI ANJINK BRIGEZ TUH MODAR

    • abraham 4:40 pm on 4 Januari 2010 Permalink

      brigez hidup untuk brigez

    • Arek Wetan 5:22 pm on 15 Januari 2010 Permalink

      wah…geng motor nang bandung pancen jancok`an kabeh NGgate`li,gawe resek tok.coba lak nang Suroboyo wani gawe perkoro,psti MATE`k DICAROK/DIBACOK…..ASU,KERE`k,wanine tawuran koyo`BANCI.Coba wani 1 on 1 kontol`e mesti kisut….jancok….jancok2X…..

    • SOANK 1:16 pm on 20 Januari 2010 Permalink

      BRIGEZ ANJING

    • neticz bat 11:12 am on 29 Januari 2010 Permalink

      BRIGEZ ABADI !!!!!

      sakata tai anjinx ….
      XTC goblog ….

      kabeh anjinx kecuali BRIGEZ !!!!!

    • bayer 7:41 am on 7 Maret 2010 Permalink

      lagu ini bagus

    • JURIG 8:53 pm on 10 Maret 2010 Permalink

      KABEH GENG MOTOR GOBLOK,TAI ANJING,WANINA LAMUN LOBAAN,WANI LAWAN AING 1-1

    • demos 12:52 pm on 14 Maret 2010 Permalink

      aya enteh genk mtor brigez dijambi kalau ada kasih tau

    • zo 12:13 pm on 18 Maret 2010 Permalink

      kabehge tai anjing hidup terorisme

    • ecuz akung 9:22 pm on 6 Mei 2010 Permalink

      brigez mahg tai anzink…..
      wanina d kndang…..
      brz mana” ge eweh taii’an…..
      by genk ACDC SE-INDO …..
      lhir d tasimalaya…

    • drn41 1:57 pm on 14 Juni 2010 Permalink

      GENG MOTOR IDENTIK DENGAN KEKERASAN DAN BIASANYA YANG JADI KORBAN MEREKA BUKAN ANGGOTA GENG MOTOR, TAPI PENGGUNA JALAN YANG SEDANG ADA KEPERLUA….SAYA INGIN ADA DENSUS GENG MOTOR. BILA PERLU TEMBAK DITEMPAK TANPA ADA PENGADILAN. SEPERTI PEMBASAMIAN TERORIS SELAMA INI..

    • opank 1:46 pm on 2 Juli 2010 Permalink

      bubar keun wae genk motor nu matak ngaresah,keun masarakat mhhhhhh

    • solois 12:01 pm on 28 Agustus 2010 Permalink

      motor dapat minjem dari orang tua jg banyak gaya hahaha…. sekolah aj yang bener..masa depan masih luas tidak harus di isi dengan hal2 yang tak berguna….. apa arti gengmolor ?

    • firman 2:08 am on 8 September 2010 Permalink

      Rata-rata nu nyieun kaributan teh nu masih barudak bau peyeum keneh.. Ngarasa sok jago di jalanan.. Emang jalanan teh milik sia wungkul kehed..? Waduk nu ngomong geng motor wani 1 lawan 1,, dimana-mana geng motor mah wani na keroyokan.. Mun ngarasa jago mah lawan tuh malaysia,, motor meunang kridit wae ge meuni bangga.. Sia teh mun di tewak polisi mah leweh siga banci..

    • nicko 8:05 am on 25 Desember 2010 Permalink

      BRIGEZ = Anjing
      BRIGEZ = BINATANG……….(FUCK U)……..
      BRIGEZ = BANCI……………hanya jago d jawa ajhe coba ajha loe k makassar…loe akan temukan rajamu d sana,kalian akan minta ampun di depan gue….. kalian itu semua hanya pecundang,g brguna…
      BY MANDOLAY 54

    • dulur ariel 11:18 pm on 15 Januari 2011 Permalink

      AINK KAPATIL EUY AYA NU APAL OBAT NA TE?????
      HMPURA LUR IKLAN HELA SAETIK ,,,
      TULUNGAN LAH,,,

    • malaikat maut 11:20 pm on 30 Januari 2011 Permalink

      wahai para genk motor…… kami malaikat maut sudah menantimu di neraka…. kehidupan abadi penuh kenikmatan … kenikmatan kekerasan dan siksaan abadii yg kau dambakan.. sampai jumpa disana ya ….. bye bye…. (salam dari neraka)

    • gara 1:40 pm on 12 April 2011 Permalink

      woy pantat para brigez kmedan kln koq g di bantai

    • Dany Kaisar 2:28 pm on 26 Mei 2011 Permalink

      wah parah itu, di daerah saya jangan kan geng motor ada truck batu bara kebut-kebutan aja habis sudah dibakar masa ap lagi huru hara aja yg bersifat kriminal,… itu kurangnya kepedulian dari pemerintah dan masyarakat serta ketua adat dalam pemberantasannya. ya moga cepat terselesaikan saja ya, sayang icon kota yg bagus rusak karena hal-hal seperti itu.

    • budi 3:14 pm on 27 Mei 2011 Permalink

      karampung lah.
      cik atuh dewasa maraneh teh

    • geng motor anjing kabeh 5:26 pm on 22 Juli 2011 Permalink

      brigez anjing..
      xtc bangsat..
      m2r monyet..
      gbr goblog..

      kabeh geng motor di indonesia, tai kabeh… rata2 anggota geng motor teh indungna jablay bapana gigolo anakna anjing…

    • Nabila 8:33 pm on 28 Agustus 2011 Permalink

      Brigez yah. Hmmm……… Brigez pasti sakit hati kalau dihina. WOY!!! YANG BELA-BELAIN BRIGEZ DIBAWAH ! ! ! BRIGEZ TUH TAK KAN ABADI!!! Pikirkan di hari kiamat nanti. Brigez pasti hancur. Karena tak ada yang abadi
      *Nabila*
      Surabaya

    • wkwkwk 10:34 pm on 4 Oktober 2011 Permalink

      klo geng yg aman2 aja donk jgn berbahaya gitu cuy.gua buka lowongan tuk geng odong2 yg berminat hub.saya di no di bawah ini

    • aiko 6:15 pm on 15 November 2011 Permalink

      ini apaan sih? alay ngaku punk, motor orangtua dibawa kebut-kebutan, gaul sama orang2 nggak bener. gila anak-anak sekarang. saya masih 18 dan NGERTI kalo kaya gitu itu artinya kalian payah. liat tuh orangtuanya ikut dikata-katain, durhaka kalian! sok-sok begitu, tau sejarah munculnya geng motor nggak? yang ngaku punk tau sejarah punk nggak?
      geng motor (punya ortu) yang gangguin orang cuma ada di indonesia. cuma kalian. fans motor dunia bakal terhina liat kelakuan kalian!

    • Faozi 1:16 am on 3 Desember 2011 Permalink

      Oalahhhh….
      Ane baca artikelnya udah panjang banget kayak novel…
      Eh komentarnya nggak mau kalah panjangnya…
      He..He..He..
      Tapi Good Job…
      Ane suka…

    • ANUS 6:48 pm on 5 Februari 2012 Permalink

      TAI BABI KABEH LAH GENK MOTOR MAH !!! GET LOST AND FRIED IN HELL !

    • Rian 10:23 am on 10 Maret 2012 Permalink

      atas nama XTC kami merasa tidak senang kepada nak BRIGEZ kmi akan mencari nak BRIGEZ sampai Mati !!!

    • ArMes 8:54 am on 15 April 2012 Permalink

      Coba mereka buat onar d tmpat kita di Mesuji. . .hbs mereka di BANTAI. . . !

    • fifit 8:48 pm on 25 April 2012 Permalink

      Ikut geng motor gk bermoral yang ugal ugalan, ngomong kotor, and pake kekerasan itu namanya KAMPUNGAN CEMEN PAYAH!! Asal komen aja nih ampe dipanjang panjangin-___-“. Eh BTW artikel ini bagus juga mas.. boleh copas sedikit mas? nanti saya cantumin sumbernya. Trims

    • Fiaa 8:57 pm on 25 April 2012 Permalink

      MENURUT SAYA SIH SEHARUSNYA DIADAKAN LAGI PETRUS UNTUK MEMBASMI ANAK ANAK GENG MOTOR YANG MERESAHKAN SEPERTI PADA ZAMAN PEMERINTAHANNYA PAK SUHARTO YANG TIBA TIBA ADA BANYAK KARUNG BERISI MAYAT DI JALANAN
      SUPAYA MEREKA JERA!!

  • erva kurniawan 6:34 pm on 6 January 2009 Permalink | Balas
    Tags: borobudur, , , komodo, lng, pbb, rekor dunia, rekor indonesia, suku indonesia   

    Indonesia punya 23 rekor dunia yakni: 

    bendera-merah-putih21. Negara kepulauan terbesar yang terdiri dari 17.504 pulau.

    2. Negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau hampir 25% panjang pantai di dunia.

    3. Pulau Jawa adalah pulau terpadat di dunia, sekitar 60% penduduk Indonesia (sekitar 130 jt jiwa) tinggal di pulau yang luasnya hanya 7% dari seluruh wilayah RI.

    4. Negara dengan suku bangsa yang terbanyak di dunia. Terdapat lebih dari 740 suku bangsa/etnis,dimana di Papua saja terdapat 270 suku.

    5. Negara dengan bahasa daerah terbanyak, yaitu, 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa di Indonesia.

    6. Negara dengan muslim terbesar di dunia. Jumlah pemeluk agama Islam di Indonesia sekitar 216 juta jiwa atau 88% dari penduduk Indonesia. Juga memiliki jumlah masjid terbanyak dan Negara asal jamaah haji terbesar di dunia.

    7. Monumen Budha (candi) terbesar di dunia adalah Candi Borobudur di Jawa Tengah dengan tinggi 42 meter (10 tingkat) dan panjang relief lebih dari 1 km. Diperkirakan dibuat selama 40 tahun oleh Dinasti Syailendra pada masa kerajaan Mataram Kuno (750-850).

    8. Tempat ditemukannya manusia purba tertua di dunia, yaitu: Pithecanthropus Erectus’¬ yang diperkirakan berasal dari 1,8 juta tahun yang lalu.

    9. Negara pertama yang lahir sesudah berakhirnya Perang Dunia II pada tahun 1945. RI merupakan Negara ke 70 tertua di dunia.

    10. Negara pertama (hingga kini satu-satunya) yang pernah keluar dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

    11. Tim bulutangkis Indonesia adalah yang terbanyak merebut lambang supremasi bulutangkis pria, Thomas Cup, yaitu sebanyak 13 x (pertama kali th 1958 & terakhir 2002).

    12. Penghasil gas alam cair (LNG) terbesar di dunia (20% dari suplai seluruh dunia) juga produsen timah terbesar kedua.

    13. Indonesia menempati peringkat 1 dalam produk pertanian, yaitu : cengkeh (cloves) & pala (nutmeg), serta no.2 dalam karet alam(Natural Rubber) dan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil).

    14. Pengekspor terbesar kayu lapis (plywood), yaitu sekitar 80% di pasar dunia.

    15. Terumbu Karang (Coral Reef) Indonesia adalah yang terkaya (18% dari total dunia).

    16. Memiliki species ikan hiu terbanyak di dunia yaitu 150 species.

    17. Biodiversity Anggrek terbeser didunia : 6 ribu jenis anggrek, mulai dari yang terbesar (Anggrek Macan atau Grammatophyllum Speciosum) sampai yang terkecil (Taeniophyllum, yang tidak berdaun), termasuk Anggrek Hitam yang langka dan hanya terdapat di Papua.

    18. Memiliki hutan bakau terbesar di dunia. Tanaman ini bermanfaat untuk mencegah pengikisan air laut/abrasi.

    19. Binatang purba yang masih hidup: Komodo yang hanya terdapat di pulau Komodo, NTT adalah kadal terbesar di dunia. Panjangnya bisa mencapai 3 meter dan beratnya 90 kg.

    20. Rafflesia Arnoldi yang tumbuh di Sumatera adalah bunga terbesar di dunia. Ketika bunganya mekar, diameternya mencapai 1 meter.

    21. Memiliki primata terkecil di dunia, yaitu Tarsier Pygmy (Tarsius Pumilus) atau disebut juga Tarsier Gunung yang panjangnya hanya 10cm. Hewan yang mirip monyet dan hidupnya diatas pohon ini terdapat di Sulawesi.

    22. Tempat ditemukannya ular terpanjang di dunia yaitu, Python Reticulates sepanjang 10 meter di Sulawesi.

    23. Ikan terkecil di dunia yang ditemukan baru-baru ini di rawa-rawa berlumpur Sumatera. Panjang 7,9 mm ketika dewasa atau kurang lebih sebesar nyamuk. Tubuh ikan ini transparan dan tidak mempunyai tulang kepala.

     
    • maliki muslim 3:11 pm on 18 Mei 2009 Permalink

      aku sungguh mencintai Indonesia

    • anissa 2:43 pm on 28 Oktober 2009 Permalink

      Alhamdulillah dgn banyak kelebihan itu tetapi
      perlu diketahui ada juga kekurangannya :
      dpt peringkat di 5 besar untuk urusan :
      – Paling Korupsi
      – Pornografi / pronoaksi mudah ditemukan ( pornografi merajalela)
      baik di media TV, Buku atw majalah ( kurang sensor)
      – Browsing situs2 porno
      – Terkikisnya budaya ketimurannya lebih bergaya barat

      semoga ini bisa menjadi koreksi

    • boom 11:10 pm on 2 Mei 2010 Permalink

      Negara indonesia canggih..sampe transportasi perahu karet diibukotanya yg banjir,..keren kan?negara yg plg byk angkutan umumnya juga,negara yg gk luput dari macet di ibukotanya.

  • erva kurniawan 9:38 am on 5 January 2009 Permalink | Balas
    Tags: timbangan, timbangan salah kaprah   

    1 ONS BUKAN 100 GRAM tetapi 28,35 gram 

    timbanganPENDIDIKAN YANG MENJADI BOOMERANG

    Seorang teman saya yang bekerja pada sebuah perusahaan asing, di PHK akhir tahun lalu. Penyebabnya adalah kesalahan menerapkan dosis pengolahan limbah, yang telah berlangsung bertahun-tahun. Kesalahan ini terkuak ketika seorang pakar limbah dari suatu negara Eropa mengawasi secara langsung proses pengolahan limbah yang selama itu dianggap selalu gagal. Pasalnya adalah, takaran timbang yang dipakai dalam buku petunjuknya menggunakan satuan pound dan ounce.

    Kesalahan fatal muncul karena yang bersangkutan mengartikan 1 pound = 0,5 kg. dan 1 ounce (ons) = 100 gram, sesuai pelajaran yang ia terima dari sekolah. Sebelum PHK dijatuhkan, teman saya diberi tenggang waktu 7 hari untuk membela diri dgn. cara menunjukkan acuan ilmiah yang menyatakan 1 ounce (ons) = 100 g.  Usaha maksimum yang dilakukan hanya bisa menunjukkan Kamus Besar Bahasa Indonesia yang mengartikan ons (bukan ditulis ounce) adalah satuan berat senilai 1/10 kilogram. Acuan lain termasuk tabel-tabel konversi yang berlaku sah atau dikenal secara internasional tidak bisa ditemukan.

     

    SALAH KAPRAH YANG TURUN-TEMURUN

    Prihatin dan penasaran atas kasus diatas, saya mencoba menanyakan hal ini kepada lembaga yang paling berwenang atas sistem takar-timbang dan ukur di Indonesia, yaitu Direktorat Metrologi. Ternyata pihak Dir. Metrologi-pun telah lama melarang pemakaian satuan ons untuk ekivalen 100 gram. Mereka justru mengharuskan pemakaian satuan yang termasuk dalam Sistem Internasional (metrik) yang diberlakukan resmi di Indonesia. Untuk ukuran berat, satuannya adalah gram dan kelipatannya. Satuan Ons bukanlah bagian dari sistem metrik ini dan untuk menghilangkan kebiasaan memakai satuan ons ini, Direktorat Metrologi sejak lama telah memusnahkan semua anak timbangan (bandul atau timbal) yang bertulisan “ons” dan “pound”.

    Lepas dari adanya kebiasaan kita mengatakan 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram, ternyata tidak pernah ada acuan sistem takar-timbang legal atau pengakuan internasional atas satuan ons yang nilainya setara dengan 100 gram. Dan dalam sistem timbangan legal yang diakui dunia internasional, tidak pernah dikenal adanya satuan ONS khusus Indonesia. Jadi, hal ini adalah suatu kesalahan yang diwariskan turun-temurun. Sampai kapan mau dipertahankan?

     

    BAGAIMANA KESALAHAN DIAJARKAN SECARA RESMI?

    Saya sendiri pernah menerima pengajaran salah ini ketika masih di bangku sekolah dasar. Namun, ketika saya memasuki dunia kerja nyata, kebiasaan salah yang nyata-nyata diajarkan itu harus dibuang jauh karena akan menyesatkan.

    Beberapa sekolah telah saya datangi untuk melihat sejauh mana penyadaran akan penggunaan sistem takar-timbang yang benar dan sah dikemas dalam materi pelajaran secara benar, dan bagaimana para murid (anak-anak kita) menerapkan dalam hidup sehari-hari. Sungguh memprihatinkan. Semua sekolah mengajarkan bahwa 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram, dan anak-anak kita pun menggunakannya dalam kegiatan sehari-hari. “Racun” ini sudah tertanam didalam otak anak kita sejak usia dini.

    Dari para guru, saya mendapatkan penjelasan bahwa semua buku pegangan yang diwajibkan atau disarankan oleh Departemen Pendidikan Indonesia mengajarkan seperti itu. Karena itu, tidaklah mungkin bagi para guru untuk melakukan koreksi selama Dep. Pendidikan belum merubah atau memberikan petunjuk resmi.

     

    TANGGUNG JAWAB SIAPA?

    Maka, bila terjadi kasus-kasus serupa diatas, Departemen Pendidikan kita jangan lepas tangan. Tunjukkanlah kepada masyarakat kita terutama kepada para guru yang mengajarkan kesalahan ini, salah satu alasannya agar tidak menjadi beban psikologis bagi mereka: acuan sistem timbang legal yang mana yang pernah diakui / diberlakukan secara internasional, yang menyatakan bahwa: 1 ons adalah 100 gram, 1 pound adalah 500 gram?

    Kalau Dep. Pendidikan tidak bisa menunjukkan acuannya, mengapa hal ini diajarkan secara resmi di sekolah sampai sekarang? Pernahkan Dep. Pendidikan menelusuri, dinegara mana saja selain Indonesia berlaku konversi 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram? Patut dipertanyakan pula, bagaimana tanggung jawab para penerbit buku pegangan sekolah yang melestarikan kesalahan ini?

    Kalau Dep. Pendidikan mau mempertahankan satuan ons yang keliru ini, sementara pemerintah sendiri melalui Direktorat Metrologi melarang pemakaian satuan “ons” dalam transaksi legal, maka konsekuensinya ialah harus dibuat sistem baru timbangan Indonesia (versi Depdiknas). Sistem baru inipun harus diakui lebih dulu oleh dunia internasional sebelum diajarkan kepada anak-anak.  Perlukah adanya sistem timbangan Indonesia yang konversinya adalah 1 ons (Depdiknas) = 100 gram dan 1 pound (Depdiknas) = 500 gram? Bagaimana “Ons dan Pound (Depdiknas)” ini dimasukkan dalam sistem metrik yang sudah baku di seluruh dunia? Siapa yang mau pakai?

     

    HENTIKAN SEGERA KESALAHAN INI

    Contoh kasus diatas hanyalah satu diantara sekian banyak problema yang merupakan akibat atau korban kesalahan pendidikan. Saya yakin masih banyak kasus-kasus senada yang terjadi, tetapi tidak kita dengar. Salah satu contoh kecil ialah, banyak sekali ibu-ibu yang mempraktekkan resep kue dari buku luar negeri tidak berhasil tanpa diketahui dimana kesalahannya.

    Karena ini kesalahan pendidikan, masalah ini sebenarnya merupakan masalah nasional pendidikan kita yang mau tidak mau harus segera dihentikan.

    Departemen Pendidikan tidak perlu malu dan basa-basi diplomatis mengenai hal ini. Mari kita pikirkan dampaknya bagi masa depan anak-anak Indonesia. Berikan teladan kepada bangsa ini untuk tidak malu memperbaiki kesalahan.

    Sekalipun hanya untuk pelajaran di sekolah, dalam hal Takar-Timbang- Ukur, Dep. Pendidikan tidak memiliki supremasi sedikitpun terhadap Direktorat Metrologi sebagai lembaga yang paling berwenang di Indonesia. Mari kita ikuti satu acuan saja, yaitu Direktorat Metrologi.

    Era Globalisasi tidak mungkin kita hindari, dan karena itu anak-anak kita harus dipersiapkan dengan benar. Benar dalam arti landasannya, prosesnya, materinya maupun arah pendidikannya. Mengejar ketertinggalan dalam hal kualitas SDM negara tetangga saja sudah merupakan upaya yang sangat berat. Janganlah malah diperberat dengan pelajaran sampah yang justru bakal menyesatkan. Didiklah anak-anak kita untuk mengenal dan mengikuti aturan dan standar yang berlaku SAH dan DIAKUI secara internasional, bukan hanya yang rekayasa lokal saja. Jangan ada lagi korban akibat pendidikan yang salah. Kita lihat yang nyata saja, berapa banyak TKI diluar negeri yang berarti harus mengikuti acuan yang berlaku secara internasional.

    Anak-anak kita memiliki HAK untuk mendapatkan pendidikan yang benar sebagai upaya mempersiapkan diri menyongsong masa depannya yang akan penuh dengan tantangan berat.

     

    ACUAN MANA YANG BENAR?

    Banyak sekali literatur, khususnya yang dipakai dalam dunia tehnik, dan juga ensiklopedi ternama seperti Britannica, Oxford, dll. (maaf, ini bukan promosi) menyajikan tabel-tabel konversi yang tidak perlu diragukan lagi.

    Selain pada buku literatur, tabel-tabel konversi semacam itu dapat dijumpai dengan mudah di-dalam buku harian / diary/agenda yang biasanya diberikan oleh toko atau produsen suatu produk sebagai sarana promosi.

    Salah satu konversi untuk satuan berat yang umum dipakai SAH secara internasional adalah sistem avoirdupois / avdp. (baca : averdupoiz).

    1 ounce/ons/onza = 28,35  gram   (bukan 100 g.)

    1 pound =  453    gram    (bukan 500 g.)

    1 pound = 16    ounce     (bukan 5 ons)

    Bayangkan saja, bagaimana jadinya kalau seorang apoteker meracik resep obat yang seharusnya hanya diberi 28 gram, namun diberi 100 gram. Apakah kesalahan semacam ini bisa di kategorikan sebagai malapraktek? Pelajarannya memang begitu, kalau murid tidak mengerti, dihukum! Jadi, kalau malapraktik, logikanya adalah tanggung jawab yang mengajarkan.

    (Ini hanya gambaran / ilustrasi salah satu akibat yang bisa ditimbulkan, bukan kejadian sebenarnya, tetapi dalam bidang lain banyak sekali terjadi)

     
    • Aidil Adhar 2:22 am on 2 Juni 2009 Permalink

      marilah dibenahi kesalhan-kesalahan dalam penggunaan SI (sistem internasional),bukan itu saja penggunaan bahsa yang baku pun masyrakat masih bingung,ayolah pemerintah jangan tak peduli, jangan jadikan bangsa ini bangsa yang tidak konsisten,jangan sibuk mengurusi jabatan saja, contohnya penggunaan pertama kali atau kali pertama..

    • eko andrianto 5:01 pm on 28 November 2009 Permalink

      BUSET !!!

      Ternyata selama ini kita sekolah bukan tambah pintar tapi tambah BODOH!!! Gila bener!!!

    • probodj 4:57 pm on 3 Februari 2010 Permalink

      Untuk masalah ini, silakan baca juga ulasan dari otoritas metrologi ilmiah di Indonesia: http://bit.ly/aCJ2fD

    • yans 11:29 am on 30 Juli 2010 Permalink

      baru baca sekarang,, nice info ^^

    • Azura 4:29 pm on 16 September 2010 Permalink

      baru tau niiih… thanks iaaa inphooo nya :DD nice ^_^

    • Yusuf 3:28 pm on 12 Oktober 2010 Permalink

      wahhhhhhhhhhhh ternyata ini dia alasan nya padahal td sya di salahin sma dosen karna menulis 1 ons = 28,35 gram hmhmhmhmhmhmh thenks for infonya

    • arief 5:21 pm on 6 November 2010 Permalink

    • itx 7:47 pm on 2 Maret 2011 Permalink

      janganlah menyalahkan, karena memang 1 ons itu 100 gram. satuan ini bikinan Belanda untuk mengadopsi nilai metrik.
      nilanya memang berbeda dengan ounce. jika panduannya British ya jelaslah yg keluar nilai 28,35gr bukanlah 100gr yg merupakan standar Belanda

    • silvia 10:16 pm on 13 Agustus 2011 Permalink

      barusan diminta tolong cariin satu ons itu berapa gram, tanpa googling dulu langsung saya jawab 100 gram lah…
      coba cek dulu di internet kata beliau
      ternyata, saya langsung kaget, bahwa 1 ons = 28,35 gram…..wah keren
      nice info..

    • Ayu 7:12 pm on 8 September 2011 Permalink

      1 ons = 100 gram bukan 28,35….!!!!!!!!

      1 ons itu = 10 Hektagram, alias 100 gram..
      lah masa tiba2 sekarang berubah… hayoooo salah siapa coba ini??? apalagi perhitungan di pasar ato di supermarket.. semua masih menggunakan 1 ons= 100 gram … bukan 1 ons = 28,35 gram kan ??
      terus salah siapa?? salah gw?? salah temen2 gw..?? wakakakakak
      mungkin ada baiknya.. sang presiden sendiri yang turun tangan.. untuk meluruskan masalah ini.. yang sepertinya sudah mendarah daging di hampir semua pikiran orang Indonesia…
      yaaah… abis klo kita yang benerin… nanti dibilang sok tahu… dan klo kita cerita dengan perhitungan matematis… apa iyah pada ngerti .. hehe suseeh suseeeeh

    • riki 1:59 am on 13 November 2011 Permalink

      1 ons = 100 gram, 1 ounce= 28.35 gram, gampangkan, gitu aja kok repot….

    • zugenk 1:39 pm on 27 November 2011 Permalink

      untung di resep dokter nulisnya mgr ‘n gram, jd apoteker gk bingung 1 ons tuh berapa gram hehe :D

    • zal 8:36 am on 6 Desember 2011 Permalink

      makash banget infonya……baru tahu juga.

    • hawa 7:22 pm on 5 Januari 2012 Permalink

      lha kalo gitu 1 ons berapa ounce? ^_^!

    • Pabrik Tas Seouvenir Bandung 3:39 pm on 2 Maret 2012 Permalink

      Wah koq gitu sih? Saya juga dulu diajarkan 1 ons = 100 gr. dan di pasar pun masih menganut seperti itu. wah parah nih memang.

    • Bashir 6:55 pm on 9 Maret 2012 Permalink

      ga penting itu salah atau benar.. !!
      krn itu hanya sebuah sign untuk mempermudah saja..

      klo di luar kita jalan harus di sebelah kanan..
      tp klo di indo diajarkan sejak dr TK berjalan harus di sebelah kiri.. Mau dirubah???????

      klo di indo ya pake saja 10ns = 100 gram.. gtu aja kok repot..
      Jangan memberontak suatu hal yg ga penting dan g perlu diributkan kayak gni..
      Masing2 negara punya ciri khas.. apalagi cma masalah tanda.. Peliss deh..!!

    • Putri 10:59 am on 22 Mei 2012 Permalink

      1 oz = 1 ounce = 28.35 gr
      1 ons = 100gr
      jgn samakan OUNCE dgn ONS dan POUND dgn POND

      Jika disesuaikan dengan sejarahnya ini adalah masalah lama, dan sebenarnya juga tidak ada yang SALAH dan DISALAHKAN, karena kita menggunakan satuan metric Belanda adalah 1 ons = 100 gram (2)* sedangkan untuk 1 ounce (Inggris) = 28..349527 grams (perhatikan perbedaan penulisannya). Satuan ONS dan POND ini digunakan di Belanda, Indonesia dan Suriname ( 1 ONS = 100 grams, 1 POND = 500 grams), sedangkan OUNCE dan POUND adalah istilah SI.

      dear Hawa:
      1 ons = 3,52 ounce
      perhitungannya: 1 ons= 100 gr : 28.35 gr = 3.52 ounce. (terjawab?!)

      semua artikel pasti ada sumbernya, jd klo tiba2 ga setuju, baiknya cari tau di sumber lain juga. jangan setiap pengetahuan yg baru diketahui langsung dibantah, yang ada ilmu kita ga berkembang.
      klo mau baca artikel yg dikutip Ervan Kurniawan lbh lanjut, silahkan cek http://wiki.answers.com/Q/How_much_is_100cc_of_water
      semoga bermanfaat.

    • Tio 7:02 pm on 3 Juni 2012 Permalink

      bener putri, beda nya kita pakai sistem yg beda, meski mirip2 satuannya

    • kiwied 5:25 pm on 11 Juli 2012 Permalink

      bro..dipasar atau di supermarket setahu saya sudah gak ada yg pake satuan ‘ons’ yang ada 100g..coba aja perhatikan timbangan sekarang gak ada tuh bandul timbangan yg pake ons yg ada 100g..cuma tadi pagi anak saya yg kelas 2 SD dpt buku paket matematika dr sekolah.dan ternyata disitu masih pake 1ons=100g,jadi bingung saya.

    • ZD 3:05 pm on 7 Agustus 2012 Permalink

      Sebenarnya dulu, definisi ukuran massa belanda tidaklah berbeda dengan negara eropa lain seperti: inggris, jerman, itali, dll; yaitu 1 pond/pound/lb = 16 ons/ounce/oz. Karena sistem ukuran imperial ini diperkenalkan oleh Charles the Great (Charles I) pada masa kekuasaan-nya sebagai kaisar roma suci (Holy Roman Emperor). Wilayah kekaisaran roma suci (Holy Roman Empire) dulu mencakup Eropa Barat PBB (UN) sekarang yang juga termasuk belanda, dan itali; pada masa kekuasaan Charles.

      Namun demikian, satuan imperial yang dipakai ini tidaklah eksak dan bervariasi; rata-rata dengan konversi metrik 1 ons kurang lebih 30 gram, 1 pond kurang lebih 480 gram (30×16) tergantung toko, desa, daerah, dll.

      Tahun 1799, satuan unit meter dan kilogram mulai diperkenalkan pertama kali di perancis. Yang kemudian menjadi dasar decimal pada sistem metrik (metric system) internasional.

      Tahun 1816, Belanda mulai menggunakan sistem metrik. Namun mereka tidak menggunakan satuan metrik resmi dan memodifikasinya dengan translasi satuan imperial yang mereka gunakan, seperti: 1 pond = 1 kg, 1 ons = 0,1 kg (100 gram), 1 mijl (mile) = 1 km, 1 el (forearm) = 1 m, 1 duim (thumb/inch) = 1 cm, 1 bunder (acre) = 1 hectare (10000m²), 1 kop (cup/gelas) = 1 liter, dll. demikian sistem metrik yang dimodifikasi nama satuan-nya dengan translasi sistem imperial disebut: sistem metrik belanda (dutch metric)

      Tahun 1870, sistem metrik belanda dihapus di negerinya dan belanda mulai menggunakan nama satuan resmi metrik (meter, liter, kilogram, dsb). Namun demikian masih banyak satuan imperial yang digunakan penduduk belanda di negeri belanda mengakibatkan kesalah-pahaman. Sehingga penggunaan satuan imperial (pond, ons, mijl, duim, dll) secara formal (buku, koran, kontrak, dsb) dilarang di belanda dengan keluarnya hukum/undang-undang IJkwet 1937. yang tersisa dari sistem metrik belanda untuk percakapan sehari-hari (informal, tidak legal) di belanda hanyalah ons, pond, dan bunder (acre). dimana 1 ons = 100 gram, 1 pond = 500 gram (pembulatan dari 1 pound avordupois 454 gram?), 1 bunder (acre) = 10000m² atau 1 hectare ( 1 acre avordupois = ~4046m² atau ~0,4 hectare). Dengan demikian di belanda sendiri ons/pond tidaklah lagi digunakan secara legal/sah namun hanyalah informal percakapan sehari hari saja sejak 1870 hingga pelarangan secara hukum pada 1937.

      Sedangkan di Indonesia, sebagai koloni belanda, pada tahun 1820 metrik belanda (1 ons = 100 gram) mulai diwarkiskan, diterapkan dan diajarkan sejak pemulaan sekolah dasar (SD). Namun pada waktu metrik belanda dihapus, usaha penyeragaman sistem metrik sudah dilakukan sejak tahun 1923 secara bertahap. Dengan masa peralihan selama10 tahun, yang dalam pelaksanaannya adalah 15 tahun, maka sejak 1938 berlaku satuan metrik yang menggantikan satuan tradisional seperti elo, kati, tael, dsb.

      Tapi penggunaan satuan tradisional masih belum dilarang sampai UU No.2 tahun 1981. Dimana UU No.2 tahun 1981 melarang satuan seperti pond, ons, dll yang tidak dicakup di Ijkordonnantie 1949 Staatsblad Nomor 175 untuk melindungi agar tidak ada pihak yang dirugikan.

      Namun 30 tahun lebih sejak UU no. 2 tahun 1981. di Kamus Besar Bahasa Indonesia dan buku mata pelajaran resmi Sekolah Dasar Indonesia masih mencatat bahwa ons adalah satuan ukuran berat (massa) sebesar 100 (seratus) gram, dan tidak sebagai sejarah dan penjelasan lengkap bahwa penggunaanya tidak lagi legal dan hanya sebagai sejarah tradisional seperti dimana UU no.2 tahun 1981 melarang penggunaan satuan lain selain satuan metrik internasional (Sistem Internasional (SI)) sesuai konvensi meter.

      /facepalm

    • ZD 4:37 pm on 8 Agustus 2012 Permalink

      KBBI revisi kelima yang akan terbit tahun 2013, diumumkan oleh: Mujizah (Kepala Bidang Pengkajian Bahasa dan Sastra Pusat Bahasa Kemdiknas) tahun 2010. Sebaiknya definisi “ons” di KBBI rev. V mendatang diredefinisi ulang sebagai:

      ons (n) satuan ukuran berat (massa) tradisional lama yang penggunaan-nya sudah tidak resmi. Dalam percakapan sehari-hari modern, 1 ons setara dengan 100 gram. Ukuran nilai 100 gram berasal dari perkenalan sistem metrik belanda pada tahun 1820. Sistem metrik belanda dipunahkan di belanda dan tidak lagi resmi pada tahun 1937, dan juga akhirnya tidak resmi di indonesia menurut UU no.2 tahun 1981. Karena satuan ons tidak lagi didukung UU secara resmi, maka bila ada pihak yang dirugikan, di pengadilan 1 ons akan dinilai 28.35 gram atau 1/16 pon menurut avordupois internasional.

      Demikian juga dengan “pon” untuk diredefinisi ulang pada KBBI rev. V mendatang.

    • Arief Rakhman 10:28 am on 20 Desember 2012 Permalink

      Reblogged this on Armanketigabelas and commented:
      baru tau gan… * kukur-kukur sirah

    • http://www.indonesiaeats.com 11:40 pm on 16 Februari 2013 Permalink

      Kalo saya bilang bukan cuman kesalahan orang yg di PHK tapi kesalahan perusahaan itu sendiri juga. Seharusnya di buku pentunjuk pengolahan ada tertulis konversinya. Secara saya kerja di perusahaan yang semuanya harus tertulis jadi kita juga gak salah. Seperti program HACCP (ISO 22000 kalo di Indonesia dan Eropa), everything must be written, dari A sampai Z. Be detailed!

      Di Kanada dimana saya bekerja, 1 pound is 454 grams. Di perusahaan saya menggunakan 2 satuan, American measurement dan SI, karena anak perusahaan dari perusahaan Amerika tapi karena di Kanada menggunakan SI buat aturan resminya, maka kita yang di lab pakai SI (gram, kg, celcius) sedang yg di pabriknya pake pounds dan Fahrenheit.

    • imey 11:37 am on 25 Maret 2013 Permalink

      terimakasih infonya. Saya salah satunya yg menjadi korban kesalahan konversi ini. Saya suka bikin brownis dan resep acuan saya kebetulan awalnya dari resep luar negeri,bilangnya oke rasanya mantap, tapi begitu saya terapkan, kenapa jadi kacau brownisnya. Ternyata saya salah mengartikan 6 ounce dark coklat setara dengan 600gram dark coklat …pyuuufft,ternyata 1 ons 28.35gram…

    • Simbah 2:59 pm on 15 Agustus 2013 Permalink

      sebenarnya masalah ada di perbedaan ukuran tersebut, ounce sendiri ada imperial, troy ounce, fluid ounce, terus selain pound ada juga lbs, yang dibaca pound. ukuran selain standar internasional biasanya udah nggak dipake di perusahaan internasional, kecuali di bidang minyak bumi yang masih pake barrel dan gallon, atau emas yang pakai troy ounce (31,1g dan bukan imperial ounce yang 28,35g). kemudian ada juga penggunaan aquatic mile, aerial mile (beda dengan ground mile yang sekitar 1,6km).

      jadi sebenarnya kesalahan ada pada penggunaan ukuran yang digunakan perusahaan tersebut. penggunaan imperial measure sendiri sebenarnya mulai dihilangkan di pendidikan dasar eropa dan amerika (karena ternyata sampai saat ini mereka masih cenderung menggunakan imperial measurement yang bahkan antar negara saja sering ada perbedaan) dengan alasan bahwa standar itu sulit dipakai di era globalisasi

    • Jerry 11:05 am on 23 Agustus 2013 Permalink

      Emg bodoh2 kali kelen yg comment 1 ons = 100 gram.. udh tau itu dibuat ama belanda yang jajah kita.. pasti dia mau membodohi kita.. dgn membeli hasil dari kita sebanyak 100 gram.. dan menjual kembali di pasaran internasional sebanyak 28,35 gram.. jadi.. buat kelen yg masih mengacuh pada 1 ons = 100 gram.. perbaiki la pikiran kelen smua.. jgn mau di bodoh2in lagi ya…

    • bukanbocahbiasa 11:15 am on 22 Januari 2014 Permalink

      Reblogged this on bukanbocahbiasa and commented:
      Hwaaaaaaa!!!!

  • erva kurniawan 6:25 am on 5 January 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , surga neraka, tanda meninggal dunia   

    Tanda 100 Hari Meninggal 

    matahari-tenggelamInnalillahi wa innalillahi rojiun, datang dari Alloh dan akan kembali kepadaNya, semoga kita selalu menjadi orang – orang yang selalu mengingatNya dan beruntung serta saling mengingatkan.

    Tanda 100 hari mau meninggal…

    Ini adalah tanda pertama dari Allah SWT kepada hambanya dan hanya akan disadari oleh mereka yang dikehendakinya. Walau bagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini cuma saja mereka sadar atau tidak.

    Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu Asar. Seluruh tubuh iaitu dari hujung rambut sehingga ke hujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan mengigil. Contohnya seperti daging lembu yang baru saja disembelih dimana jika diperhatikan dengan teliti, kita akan mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar.

    Tanda ini rasanya lezat dan bagi mereka yang sadar dan berdetik di hati bahwa mungkin ini adalah tanda mati, maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sadar akan kehadiran tanda ini.

    Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa sembarang manfaat.

    Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.

    “Tanda 40 hari sebelum hari mati”

    Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu Asar. Bahagian pusat kita akan berdenyut- denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pokok yang letaknya di atas Arash Allah SWT. Maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat persediaannya ke atas kita, antaranya ialah ia akan mula mengikuti kita sepanjang masa. Akan terjadi malaikat maut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan- akan bingung seketika. Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya.

    “Tanda 7 hari”

    Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah kesakitan di mana orang sakit yang tidak makan, secara tiba-tiba ia berselera untuk makan.

    “Tanda 3 hari”

    Pada ketika ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita iaitu diantara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini dapat dikesan, maka berpuasalah kita selepas itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti. Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan- lahan jatuh dan ini dapat dikesan jika kita melihatnya dari bahagian sisi. Telinganya akan layu dimana bagian ujungnya akan beransur-ansur masuk ke dalam. Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan- lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.

    “Tanda 1 hari”

    Akan berlaku sesudah waktu Asar di mana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang yaitu di kawasan ubun- ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan harinya.

     “Tanda akhir”

    Akan terjadi keadaan di mana kita akan merasakan sejuk di bagian pusat dan rasa itu akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian halkum. Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah Syahadah dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikat maut untuk menjemput kita kembali kepada Allah SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.

     

    “Sesungguhnya mengingati mati itu adalah bijak”

     
  • erva kurniawan 10:44 am on 4 January 2009 Permalink | Balas
    Tags: asmaul husna, download asmaul husna, download mp3 asmaul husna, download pps asmaul husna, unduh asmaul husna, unduh mp3 asmaul husna, unduh pps asmaul husna   

    Asmaul Husna 

    asmaul-husnaALLAH memiliki nama-nama yang baik yang disebut dengan Asmaul Husna.

    Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Asmaul husna ini jumlahnya ada 99, karena ALLAH menyukai bilangan yang ganjil.

    “Sesungguhnya ALLAH mempunyai sembilan puluh sembilan nama, yaitu seratus kurang satu. Barangsiapa menghitungnya, niscaya ia masuk surga.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

    Sembilan puluh sembilan nama tsb menggambarkan betapa baiknya ALLAH. Nama-nama dalam Asmaul Husna ini, ALLAH sendirilah yang menciptakannya.

    “Dia-lah ALLAH yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang Membentuk Rupa, yang Mempunyai Nama-Nama yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Hasyr: 24)

    Sebutlah nama-nama ALLAH, dalam setiap zikir dan doa kita. Jika kita memohon diberi petunjuk, sebutlah nama Al-Hâdi (Maha Pemberi Petunjuk). Jika kita mohon diberi sifat kasih sayang, sebutlah nama Ar-Rahmân (Maha Pengasih). Semoga doa kita akan semakin makbul.

    Anjuran untuk menggunakan Asmaul Husna dalam berzikir dan berdoa, diterangkan oleh ALLAH SWT dalam Al-Quran.

    “Hanya milik ALLAH asmaul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-A’râf: 180)

    Asmaul Husna hanya milik ALLAH SWT. Manusia sebagai makhluk-Nya hanya dapat memahami, mempelajari, dan meniru kandungan makna dari nama yang baik tsb dalam kehidupan sehari-hari.

    ***

    Download

    1. Tips: agar bisa dijalankan bersama-sama, File MP3 dan PPS di “unzip” dan ditempatkan dalam 1 (satu) folder, kemudian baru file PPS dibuka.

    Source:

    1. Background sound dari video ESQ 99 Asmaul Husna di http://www.youtube.com/watch?v=ULD2MhckXY0
    2. Asmaul Husna Arabic Letter diambil dari http://www.asmaulhusna.com/
    3. Arti Asmaul Husna dari buku DOA KH Miftah Faridl Terbitan Pustaka

    ***

     
  • erva kurniawan 9:12 am on 4 January 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , , , kisah laila majnun, , , , laila majnun   

    Kisah Cinta Laila dan Majnun 

    Kisah cinta Laila MajnunAlkisah, Kepala suku Bani Umar di Arab memiIiki segala macam yang diinginkan orang, kecuali satu hal, bahwaia tak punya seorang anakpun. Tabib-tabib di desa itu menganjurkan berbagai macam ramuan dan obat, tetapi tidak berhasil. Ketika semua usaha tampak tak berhasil, istrinya menyarankan agar mereka berdua bersujud di hadapan Tuhan dan dengan tulus memohon kepada Allah swt memberikan anugerah kepada mereka berdua. “Mengapa tidak?” jawab sang kepala suku. “Kita telah mencoba berbagai macam cara. Mari, kita coba sekali lagi, tak ada ruginya.”

    Mereka pun bersujud kepada Tuhan, sambil berurai air mata dari relung hati mereka yang terluka. “Wahai Segala Kekasih, jangan biarkan pohon kami tak berbuah. Izinkan kami merasakan manisnya menimang anak dalam pelukan kami. Anugerahkan kepada kami tanggung jawab untuk membesarkan seorang manusia yang baik. Berikan kesempatan kepada kami untuk membuat-Mu bangga akan anak kami.”

    Tak lama kemudian, doa mereka dikabulkan, dan Tuhan menganugerahi mereka seorang anak laki-laki yang diberi nama Qais. Sang ayah sangat berbahagia, sebab Qais dicintai oleh semua orang. Ia tampan, bermata besar, dan berambut hitam, yang menjadi pusat perhatian dan kekaguman. Sejak awal, Qais telah memperlihatkan kecerdasan dan kemampuan fisik istimewa. Ia punya bakat luar biasa dalam mempelajari seni berperang dan memainkan musik, menggubah syair dan melukis.

    Ketika sudah cukup umur untuk masuk sekolah, ayahnya memutuskan membangun sebuah sekolah yang indah dengan guru-guru terbaik di Arab yang mengajar di sana, dan hanya beberapa anak saja yang belajar di situ. Anak-anak lelaki dan perempuan dan keluarga terpandang di seluruh jazirah Arab belajar di sekolah baru ini.

    Di antara mereka ada seorang anak perempuan dari kepala suku tetangga. Seorang gadis bermata indah, yang memiliki kecantikan luar biasa. Rambut dan matanya sehitam malam; karena alasan inilah mereka menyebutnya Laila-“Sang Malam”. Meski ia baru berusia dua belas tahun, sudah banyak pria melamarnya untuk dinikahi, sebab-sebagaimana lazimnya kebiasaan di zaman itu, gadis-gadis sering dilamar pada usia yang masih sangat muda, yakni sembilan tahun.

    Laila dan Qais adalah teman sekelas. Sejak hari pertama masuk sekolah, mereka sudah saling tertarik satu sama lain. Seiring dengan berlalunya waktu, percikan ketertarikan ini makin lama menjadi api cinta yang membara. Bagi mereka berdua, sekolah bukan lagi tempat belajar. Kini, sekolah menjadi tempat mereka saling bertemu. Ketika guru sedang mengajar, mereka saling berpandangan. Ketika tiba waktunya menulis pelajaran, mereka justru saling menulis namanya di atas kertas. Bagi mereka berdua, tak ada teman atau kesenangan lainnya. Dunia kini hanyalah milik Qais dan Laila.

    Mereka buta dan tuli pada yang lainnya. Sedikit demi sedikit, orang-orang mulai mengetahui cinta mereka, dan gunjingan-gunjingan pun mulai terdengar. Di zaman itu, tidaklah pantas seorang gadis dikenal sebagai sasaran cinta seseorang dan sudah pasti mereka tidak akan menanggapinya. Ketika orang-tua Laila mendengar bisik-bisik tentang anak gadis mereka, mereka pun melarangnya pergi ke sekolah. Mereka tak sanggup lagi menahan beban malu pada masyarakat sekitar.

    Ketika Laila tidak ada di ruang kelas, Qais menjadi sangat gelisah sehingga ia meninggalkan sekolah dan menyelusuri jalan-jalan untuk mencari kekasihnya dengan memanggil-manggil namanya. Ia menggubah syair untuknya dan membacakannya di jalan-jalan. Ia hanya berbicara tentang Laila dan tidak juga menjawab pertanyaan orang-orang kecuali bila mereka bertanya tentang Laila. Orang-orang pun tertawa dan berkata, “Lihatlah Qais, ia sekarang telah menjadi seorang majnun, gila!”

    Akhirnya, Qais dikenal dengan nama ini, yakni “Majnun”. Melihat orang-orang dan mendengarkan mereka berbicara membuat Majnun tidak tahan. Ia hanya ingin melihat dan berjumpa dengan Laila kekasihnya. Ia tahu bahwa Laila telah dipingit oleh orang tuanya di rumah, yang dengan bijaksana menyadari bahwa jika Laila dibiarkan bebas bepergian, ia pasti akan menjumpai Majnun.

    Majnun menemukan sebuah tempat di puncak bukit dekat desa Laila dan membangun sebuah gubuk untuk dirinya yang menghadap rumah Laila. Sepanjang hari Majnun duduk-duduk di depan gubuknya, disamping sungai kecil berkelok yang mengalir ke bawah menuju desa itu. Ia berbicara kepada air, menghanyutkan dedaunan bunga liar, dan Majnun merasa yakin bahwa sungai itu akan menyampaikan pesan cintanya kepada Laila. Ia menyapa burung-burung dan meminta mereka untuk terbang kepada Laila serta memberitahunya bahwa ia dekat.

    Ia menghirup angin dari barat yang melewati desa Laila. Jika kebetulan ada seekor anjing tersesat yang berasal dari desa Laila, ia pun memberinya makan dan merawatnya, mencintainya seolah-olah anjing suci, menghormatinya dan menjaganya sampai tiba saatnya anjing itu pergi jika memang mau demikian. Segala sesuatu yang berasal dari tempat kekasihnya dikasihi dan disayangi sama seperti kekasihnya sendiri.

    Bulan demi bulan berlalu dan Majnun tidak menemukan jejak Laila. Kerinduannya kepada Laila demikian besar sehingga ia merasa tidak bisa hidup sehari pun tanpa melihatnya kembali. Terkadang sahabat-sahabatnya di sekolah dulu datang mengunjunginya, tetapi ia berbicara kepada mereka hanya tentang Laila, tentang betapa ia sangat kehilangan dirinya.

    Suatu hari, tiga anak laki-laki, sahabatnya yang datang mengunjunginya demikian terharu oleh penderitaan dan kepedihan Majnun sehingga mereka bertekad membantunya untuk berjumpa kembali dengan Laila. Rencana mereka sangat cerdik. Esoknya, mereka dan Majnun mendekati rumah Laila dengan menyamar sebagai wanita. Dengan mudah mereka melewati wanita-wanita pembantu dirumah Laila dan berhasil masuk ke pintu kamarnya.

    Majnun masuk ke kamar, sementara yang lain berada di luar berjaga-jaga. Sejak ia berhenti masuk sekolah, Laila tidak melakukan apapun kecuali memikirkan Qais. Yang cukup mengherankan, setiap kali ia mendengar burung-burung berkicau dari jendela atau angin berhembus semilir, ia memejamkan.matanya sembari membayangkan bahwa ia mendengar suara Qais didalamnya. Ia akan mengambil dedaunan dan bunga yang dibawa oleh angin atau sungai dan tahu bahwa semuanya itu berasal dari Qais. Hanya saja, ia tak pernah berbicara kepada siapa pun, bahkan juga kepada sahabat-sahabat terbaiknya, tentang cintanya.

    Pada hari ketika Majnun masuk ke kamar Laila, ia merasakan kehadiran dan kedatangannya. Ia mengenakan pakaian sutra yang sangat bagus dan indah. Rambutnya dibiarkan lepas tergerai dan disisir dengan rapi di sekitar bahunya. Matanya diberi celak hitam, sebagaimana kebiasaan wanita Arab, dengan bedak hitam yang disebut surmeh. Bibirnya diberi lipstick merah, dan pipinya yang kemerah-merahan tampak menyala serta menampakkan kegembiraannya. Ia duduk di depan pintu dan menunggu.

    Ketika Majnun masuk, Laila tetap duduk. Sekalipun sudah diberitahu bahwa Majnun akan datang, ia tidak percaya bahwa pertemuan itu benar-benar terjadi. Majnun berdiri di pintu selama beberapa menit, memandangi, sepuas-puasnya wajah Laila. Akhirnya, mereka bersama lagi! Tak terdengar sepatah kata pun, kecuali detak jantung kedua orang yang dimabuk cinta ini. Mereka saling berpandangan dan lupa waktu.

    Salah seorang wanita pembantu di rumah itu melihat sahabat-sahabat Majnun di luar kamar tuan putrinya. Ia mulai curiga dan memberi isyarat kepada salah seorang pengawal. Namun, ketika ibu Laila datang menyelidiki, Majnun dan kawan-kawannya sudah jauh pergi. Sesudah orang-tuanya bertanya kepada Laila, maka tidak sulit bagi mereka mengetahui apa yang telah terjadi. Kebisuan dan kebahagiaan yang terpancar dimatanya menceritakan segala sesuatunya.

    Sesudah terjadi peristiwa itu, ayah Laila menempatkan para pengawal di setiap pintu di rumahnya. Tidak ada jalan lain bagi Majnun untuk menghampiri rumah Laila, bahkan dari kejauhan sekalipun. Akan tetapi jika ayahnya berpikiran bahwa, dengan bertindak hati-hati ini ia bisa mengubah perasaan Laila dan Majnun, satu sama lain, sungguh ia salah besar.

    Ketika ayah Majnun tahu tentang peristiwa di rumah Laila, ia memutuskan untuk mengakhiri drama itu dengan melamar Laila untuk anaknya. Ia menyiapkan sebuah kafilah penuh dengan hadiah dan mengirimkannya ke desa Laila. Sang tamu pun disambut dengan sangat baik, dan kedua kepala suku itu berbincang-bincang tentang kebahagiaan anak-anak mereka. Ayah Majnun lebih dulu berkata, “Engkau tahu benar, kawan, bahwa ada dua hal yang sangat penting bagi kebahagiaan, yaitu “Cinta dan Kekayaan”.

    Anak lelakiku mencintai anak perempuanmu, dan aku bisa memastikan bahwa aku sanggup memberi mereka cukup banyak uang untuk mengarungi kehidupan yang bahagia dan menyenangkan. Mendengar hal itu, ayah Laila pun menjawab, “Bukannya aku menolak Qais. Aku percaya kepadamu, sebab engkau pastilah seorang mulia dan terhormat,” jawab ayah Laila. “Akan tetapi, engkau tidak bisa menyalahkanku kalau aku berhati-hati dengan anakmu. Semua orang tahu perilaku abnormalnya. Ia berpakaian seperti seorang pengemis. Ia pasti sudah lama tidak mandi dan iapun hidup bersama hewan-hewan dan menjauhi orang banyak. “Tolong katakan kawan, jika engkau punya anak perempuan dan engkau berada dalam posisiku, akankah engkau memberikan anak perempuanmu kepada anakku?”

    Ayah Qais tak dapat membantah. Apa yang bisa dikatakannya? Padahal, dulu anaknya adalah teladan utama bagi kawan-kawan sebayanya? Dahulu Qais adalah anak yang paling cerdas dan berbakat di seantero Arab? Tentu saja, tidak ada yang dapat dikatakannya. Bahkan, sang ayahnya sendiri susah untuk mempercayainya. Sudah lama orang tidak mendengar ucapan bermakna dari Majnun. “Aku tidak akan diam berpangku tangan dan melihat anakku menghancurkan dirinya sendiri,” pikirnya. “Aku harus melakukan sesuatu.”

    Ketika ayah Majnun kembali pulang, ia menjemput anaknya, Ia mengadakan pesta makan malam untuk menghormati anaknya. Dalam jamuan pesta makan malam itu, gadis-gadis tercantik di seluruh negeri pun diundang. Mereka pasti bisa mengalihkan perhatian Majnun dari Laila, pikir ayahnya. Di pesta itu, Majnun diam dan tidak mempedulikan tamu-tamu lainnya. Ia duduk di sebuah sudut ruangan sambil melihat gadis-gadis itu hanya untuk mencari pada diri mereka berbagai kesamaan dengan yang dimiliki Laila.

    Seorang gadis mengenakan pakaian yang sama dengan milik Laila; yang lainnya punya rambut panjang seperti Laila, dan yang lainnya lagi punya senyum mirip Laila. Namun, tak ada seorang gadis pun yang benar-benar mirip dengannya, Malahan, tak ada seorang pun yang memiliki separuh kecantikan Laila. Pesta itu hanya menambah kepedihan perasaan Majnun saja kepada kekasihnya. Ia pun berang dan marah serta menyalahkan setiap orang di pesta itu lantaran berusaha mengelabuinya.

    Dengan berurai air mata, Majnun menuduh orang-tuanya dan sahabat-sahabatnya sebagai berlaku kasar dan kejam kepadanya. Ia menangis sedemikian hebat hingga akhirnya jatuh ke lantai dalam keadaan pingsan. Sesudah terjadi petaka ini, ayahnya memutuskan agar Qais dikirim untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah dengan harapan bahwa Allah akan merahmatinya dan membebaskannya dari cinta yang menghancurkan ini.

    Di Makkah, untuk menyenangkan ayahnya, Majnun bersujud di depan altar Kabah, tetapi apa yang ia mohonkan? “Wahai Yang Maha Pengasih, Raja Diraja Para Pecinta, Engkau yang menganugerahkan cinta, aku hanya mohon kepada-Mu satu hal saja,”Tinggikanlah cintaku sedemikian rupa sehingga, sekalipun aku binasa, cintaku dan kekasihku tetap hidup.” Ayahnya kemudian tahu bahwa tak ada lagi yang bisa ia lakukan untuk anaknya.

    Usai menunaikan ibadah haji, Majnun yang tidak mau lagi bergaul dengan orang banyak di desanya, pergi ke pegunungan tanpa memberitahu di mana ia berada. Ia tidak kembali ke gubuknya. Alih-alih tinggal dirumah, ia memilih tinggal direruntuhan sebuah bangunan tua yang terasing dari masyarakat dan tinggal didalamnya. Sesudah itu, tak ada seorang pun yang mendengar kabar tentang Majnun. Orang-tuanya mengirim segenap sahabat dan keluarganya untuk mencarinya. Namun, tak seorang pun berhasil menemukannya. Banyak orang  berkesimpulan bahwa Majnun dibunuh oleh binatang-binatang gurun sahara. Ia bagai hilang ditelan bumi.

    Suatu hari, seorang musafir melewati reruntuhan bangunan itu dan melihat ada sesosok aneh yang duduk di salah sebuah tembok yang hancur. Seorang liar dengan rambut panjang hingga ke bahu, jenggotnya panjang dan acak-acakan, bajunya compang-camping dan kumal. Ketika sang musafir mengucapkan salam dan tidak beroleh jawaban, ia mendekatinya. Ia melihat ada seekor serigala tidur di kakinya. “Hus” katanya, ‘Jangan bangunkan sahabatku.” Kemudian, ia mengedarkan pandangan ke arah kejauhan.

    Sang musafir pun duduk di situ dengan tenang. Ia menunggu dan ingin tahu apa yang akan terjadi. Akhimya, orang liar itu berbicara. Segera saja ia pun tahu bahwa ini adalah Majnun yang terkenal itu, yang berbagai macam perilaku anehnya dibicarakan orang di seluruh jazirah Arab. Tampaknya, Majnun tidak kesulitan menyesuaikan diri dengan kehidupan dengan binatang-binatang buas dan liar. Dalam kenyataannya, ia sudah menyesuaikan diri dengan sangat baik sehingga lumrah-lumrah saja melihat dirinya sebagai bagian dari kehidupan liar dan buas itu.

    Berbagai macam binatang tertarik kepadanya, karena secara naluri mengetahui bahwa Majnun tidak akan mencelakakan mereka. Bahkan, binatang-binatang buas seperti serigala sekalipun percaya pada kebaikan dan kasih sayang Majnun. Sang musafir itu mendengarkan Majnun melantunkan berbagai kidung pujiannya pada Laila. Mereka berbagi sepotong roti yang diberikan olehnya. Kemudian, sang musafir itu pergi dan melanjutkan petjalanannya.

    Ketika tiba di desa Majnun, ia menuturkan kisahnya pada orang-orang. Akhimya, sang kepala suku, ayah Majnun, mendengar berita itu. Ia mengundang sang musafir ke rumahnya dan meminta keteransran rinci darinya. Merasa sangat gembira dan bahagia bahwa Majnun masih hidup, ayahnya pergi ke gurun sahara untuk menjemputnya.

    Ketika melihat reruntuhan bangunan yang dilukiskan oleh sang musafir itu, ayah Majnun dicekam oleh emosi dan kesedihan yang luar biasa. Betapa tidak! Anaknya terjerembab dalam keadaan mengenaskan seperti ini. “Ya Tuhanku, aku mohon agar Engkau menyelamatkan anakku dan mengembalikannya ke keluarga kami,” jerit sang ayah menyayat hati. Majnun mendengar doa ayahnya dan segera keluar dari tempat persembunyiannya. Dengan bersimpuh dibawah kaki ayahnya, ia pun menangis, “Wahai ayah, ampunilah aku atas segala kepedihan yang kutimbulkan pada dirimu. Tolong lupakan bahwa engkau pernah mempunyai seorang anak, sebab ini akan meringankan beban kesedihan ayah. Ini sudah nasibku mencinta, dan hidup hanya untuk mencinta.” Ayah dan anak pun saling berpelukan dan menangis. Inilah pertemuan terakhir mereka.

    Keluarga Laila menyalahkan ayah Laila lantaran salah dan gagal menangani situasi putrinya. Mereka yakin bahwa peristiwa itu telah mempermalukan seluruh keluarga. Karenanya, orangtua Laila memingitnya dalam kamamya. Beberapa sahabat Laila diizinkan untuk mengunjunginya, tetapi ia tidak ingin ditemani. Ia berpaling kedalam hatinya, memelihara api cinta yang membakar dalam kalbunya. Untuk mengungkapkan segenap perasaannya yang terdalam, ia menulis dan menggubah syair kepada kekasihnya pada potongan-potongan kertas kecil. Kemudian, ketika ia diperbolehkan menyendiri di taman, ia pun menerbangkan potongan-potongan kertas kecil ini dalam hembusan angin. Orang-orang yang menemukan syair-syair dalam potongan-potongan kertas kecil itu membawanya kepada Majnun. Dengan cara demikian, dua kekasih itu masih bisa menjalin hubungan.

    Karena Majnun sangat terkenal di seluruh negeri, banyak orang datang mengunjunginya. Namun, mereka hanya berkunjung sebentar saja, karena mereka tahu bahwa Majnun tidak kuat lama dikunjungi banyak orang. Mereka mendengarkannya melantunkan syair-syair indah dan memainkan serulingnya dengan sangat memukau. 

    Sebagian orang merasa iba kepadanya; sebagian lagi hanya sekadar ingin tahu tentang kisahnya. Akan tetapi, setiap orang mampu merasakan kedalaman cinta dan kasih sayangnya kepada semua makhluk. Salah seorang dari pengunjung itu adalah seorang ksatria gagah berani bernama ‘Amar, yang berjumpa dengan Majnun dalam perjalanannya menuju Mekah. Meskipun ia sudah mendengar kisah cinta yang sangat terkenal itu di kotanya, ia ingin sekali mendengarnya dari mulut Majnun sendiri.

    Drama kisah tragis itu membuatnya sedemikian pilu dan sedih sehingga ia bersumpah dan bertekad melakukan apa saja yang mungkin untuk mempersatukan dua kekasih itu, meskipun ini berarti menghancurkan orang-orang yang menghalanginya! Kaetika Amr kembali ke kota kelahirannya, Ia pun menghimpun pasukannya. Pasukan ini berangkat menuju desa Laila dan menggempur suku di sana tanpa ampun. Banyak orang yang terbunuh atau terluka.

    Ketika pasukan ‘Amr hampir memenangkan pertempuran, ayah Laila mengirimkan pesan kepada ‘Amr, “Jika engkau atau salah seorang dari prajuritmu menginginkan putriku, aku akan menyerahkannya tanpa melawan. Bahkan, jika engkau ingin membunuhnya, aku tidak keberatan. Namun, ada satu hal yang tidak akan pernah bisa kuterima, jangan minta aku untuk memberikan putriku pada orang gila itu”. Majnun mendengar pertempuran itu hingga ia bergegas kesana. Di medan pertempuran, Majnun pergi ke sana kemari dengan bebas di antara para prajurit dan menghampiri orang-orang yang terluka dari suku Laila. Ia merawat mereka dengan penuh perhatian dan melakukan apa saja untuk meringankan luka mereka.

    Amr pun merasa heran kepada Majnun, ketika ia meminta penjelasan ihwal mengapa ia membantu pasukan musuh, Majnun menjawab, “Orang-orang ini berasal dari desa kekasihku. Bagaimana mungkin aku bisa menjadi musuh mereka?” Karena sedemikian bersimpati kepada Majnun, ‘Amr sama sekali tidak bisa memahami hal ini. Apa yang dikatakan ayah Laila tentang orang gila ini akhirnya membuatnya sadar. Ia pun memerintahkan pasukannya untuk mundur dan segera meninggalkan desa itu tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada Majnun.

    Laila semakin merana dalam penjara kamarnya sendiri. Satu-satunya yang bisa ia nikmati adalah berjalan-jalan di taman bunganya. Suatu hari, dalam perjalanannya menuju taman, Ibn Salam, seorang bangsawan kaya dan berkuasa, melihat Laila dan serta-merta jatuh cinta kepadanya. Tanpa menunda-nunda lagi, ia segera mencari ayah Laila. Merasa lelah dan sedih hati karena pertempuran yang baru saja menimbulkan banyak orang terluka di pihaknya, ayah Laila pun menyetujui perkawinan itu.

    Tentu saja, Laila menolak keras. Ia mengatakan kepada ayahnya, “Aku lebih senang mati ketimbang kawin dengan orang itu.” Akan tetapi, tangisan dan permohonannya tidak digubris. Lantas ia mendatangi ibunya, tetapi sama saja keadaannya. Perkawinan pun berlangsung dalam waktu singkat. Orangtua Laila merasa lega bahwa seluruh cobaan berat akhirnya berakhir juga.

    Akan tetapi, Laila menegaskan kepada suaminya bahwa ia tidak pernah bisa mencintainya. “Aku tidak akan pernah menjadi seorang istri,” katanya. “Karena itu, jangan membuang-buang waktumu. Carilah seorang istri yang lain. Aku yakin, masih ada banyak wanita yang bisa membuatmu bahagia.” Sekalipun mendengar kata-kata dingin ini, Ibn Salam percaya bahwa, sesudah hidup bersamanya beberapa waktu larnanya, pada akhirnya Laila pasti akan menerimanya. Ia tidak mau memaksa Laila, melainkan menunggunya untuk datang kepadanya.

    Ketika kabar tentang perkawinan Laila terdengar oleh Majnun, ia menangis dan meratap selama berhari-hari. Ia melantunkan lagu-Iagu yang demikian menyayat hati dan mengharu biru kalbu sehingga semua orang yang mendengarnya pun ikut menangis. Derita dan kepedihannya begitu berat sehingga binatang-binatang yang berkumpul di sekelilinginya pun turut bersedih dan menangis. Namun, kesedihannya ini tak berlangsung lama, sebab tiba-tiba Majnun merasakan kedamaian dan ketenangan batin yang aneh. Seolah-olah tak terjadi apa-apa, ia pun terus tinggal di reruntuhan itu. Perasaannya kepada Laila tidak berubah dan malah menjadi semakin lebih dalam lagi.

    Dengan penuh ketulusan, Majnun menyampaikan ucapan selamat kepada Laila atas perkawinannya: “Semoga kalian berdua selalu berbahagia di dunia ini. Aku hanya meminta satu hal sebagai tanda cintamu, janganlah engkau lupakan namaku, sekalipun engkau telah memilih orang lain sebagai pendampingmu. Janganlah pernah lupa bahwa ada seseorang yang, meskipun tubuhnya hancur berkeping-keping, hanya akan memanggil-manggil namamu, Laila”.

    Sebagai jawabannya, Laila mengirimkan sebuah anting-anting sebagai tanda pengabdian tradisional. Dalam surat yang disertakannya, ia mengatakan, “Dalam hidupku, aku tidak bisa melupakanmu barang sesaat pun. Kupendam cintaku demikian lama, tanpa mampu menceritakannya kepada siapapun. Engkau memaklumkan cintamu ke seluruh dunia, sementara aku membakarnya di dalam hatiku, dan engkau membakar segala sesuatu yang ada di sekelilingmu” . “Kini, aku harus menghabiskan hidupku dengan seseorang, padahal segenap jiwaku menjadi milik orang lain. Katakan kepadaku, kasih, mana di antara kita yang lebih dimabuk cinta, engkau ataukah aku?.

    Tahun demi tahun berlalu, dan orang-tua Majnun pun meninggal dunia. Ia tetap tinggal di reruntuhan bangunan itu dan merasa lebih kesepian ketimbang sebelumnya. Di siang hari, ia mengarungi gurun sahara bersama sahabat-sahabat binatangnya. Di malam hari, ia memainkan serulingnya dan melantunkan syair-syairnya kepada berbagai binatang buas yang kini menjadi satu-satunya pendengarnya. Ia menulis syair-syair untuk Laila dengan ranting di atas tanah. Selang beberapa lama, karena terbiasa dengan cara hidup aneh ini, ia mencapai kedamaian dan ketenangan sedemikian rupa sehingga tak ada sesuatu pun yang sanggup mengusik dan mengganggunya.

    Sebaliknya, Laila tetap setia pada cintanya. Ibn Salam tidak pernah berhasil mendekatinya. Kendatipun ia hidup bersama Laila, ia tetap jauh darinya. Berlian dan hadiah-hadiah mahal tak mampu membuat Laila berbakti kepadanya. Ibn Salam sudah tidak sanggup lagi merebut kepercayaan dari istrinya. Hidupnya serasa pahit dan sia-sia. Ia tidak menemukan ketenangan dan kedamaian di rumahnya. Laila dan Ibn Salam adalah dua orang asing dan mereka tak pernah merasakan hubungan suami istri. Malahan, ia tidak bisa berbagi kabar tentang dunia luar dengan Laila.

    Tak sepatah kata pun pernah terdengar dari bibir Laila, kecuali bila ia ditanya. Pertanyaan ini pun dijawabnya dengan sekadarnya saja dan sangat singkat. Ketika akhirnya Ibn Salam jatuh sakit, ia tidak kuasa bertahan, sebab hidupnya tidak menjanjikan harapan lagi. Akibatnya, pada suatu pagi di musim panas, ia pun meninggal dunia. Kematian suaminya tampaknya makin mengaduk-ngaduk perasaan Laila. Orang-orang mengira bahwa ia berkabung atas kematian Ibn Salam, padahal sesungguhnya ia menangisi kekasihnya, Majnun yang hilang dan sudah lama dirindukannya.

    Selama bertahun-tahun, ia menampakkan wajah tenang, acuh tak acuh, dan hanya sekali saja ia menangis. Kini, ia menangis keras dan lama atas perpisahannya dengan kekasih satu-satunya. Ketika masa berkabung usai, Laila kembali ke rumah ayahnya. Meskipun masih berusia muda, Laila tampak tua, dewasa, dan bijaksana, yang jarang dijumpai pada diri wanita seusianya. Sementara api cintanya makin membara, kesehatan Laila justru memudar karena ia tidak lagi memperhatikan dirinya sendiri. Ia tidak mau makan dan juga tidak tidur dengan baik selama bermalam-malam.

    Bagaimana ia bisa memperhatikan kesehatan dirinya kalau yang dipikirkannya hanyalah Majnun semata? Laila sendiri tahu betul bahwa ia tidak akan sanggup bertahan lama. Akhirnya, penyakit batuk parah yang mengganggunya selama beberapa bulan pun menggerogoti kesehatannya. Ketika Laila meregang nyawa dan sekarat, ia masih memikirkan Majnun. Ah, kalau saja ia bisa berjumpa dengannya sekali lagi untuk terakhir kalinya! Ia hanya membuka matanya untuk memandangi pintu kalau-kalau kekasihnya datang. Namun, ia sadar bahwa waktunya sudah habis dan ia akan pergi tanpa berhasil mengucapkan salam perpisahan kepada Majnun. Pada suatu malam di musim dingin, dengan matanya tetap menatap pintu, ia pun meninggal dunia dengan tenang sambil bergumam, Majnun…Majnun. .Majnun.

    Kabar tentang kematian Laila menyebar ke segala penjuru negeri dan, tak lama kemudian, berita kematian Lailapun terdengar oleh Majnun. Mendengar kabar itu, ia pun jatuh pingsan di tengah-tengah gurun sahara dan tetap tak sadarkan diri selama beberapa hari. Ketika kembali sadar dan siuman, ia segera pergi menuju desa Laila. Nyaris tidak sanggup berjalan lagi, ia menyeret tubuhnya di atas tanah. Majnun bergerak terus tanpa henti hingga tiba di kuburan Laila di luar kota. Ia berkabung dikuburannya selama beberapa hari.

    Ketika tidak ditemukan cara lain untuk meringankan beban penderitaannya, per1ahan-lahan ia meletakkan kepalanya di kuburan Laila kekasihnya dan meninggal dunia dengan tenang. Jasad Majnun tetap berada di atas kuburan Laila selama setahun. Belum sampai setahun peringatan kematiannya ketika segenap sahabat dan kerabat menziarahi kuburannya, mereka menemukan sesosok jasad terbujur di atas kuburan Laila. Beberapa teman sekolahnya mengenali dan mengetahui bahwa itu adalah jasad Majnun yang masih segar seolah baru mati kemarin. Ia pun dikubur di samping Laila. Tubuh dua kekasih itu, yang kini bersatu dalam keabadian, kini bersatu kembali.

    Konon, tak lama sesudah itu, ada seorang Sufi bermimpi melihat Majnun hadir di hadapan Tuhan. Allah swt membelai Majnun dengan penuh kasih sayang dan mendudukkannya disisi-Nya.Lalu, Tuhan pun berkata kepada Majnun, “Tidakkah engkau malu memanggil-manggil- Ku dengan nama Laila, sesudah engkau meminum anggur Cinta-Ku?”

    Sang Sufi pun bangun dalam keadaan gelisah. Jika Majnun diperlakukan dengan sangat baik dan penuh kasih oleh Allah Subhana wa ta’alaa, ia pun bertanya-tanya, lantas apa yang terjadi pada Laila yang malang? Begitu pikiran ini terlintas dalam benaknya, Allah swt pun mengilhamkan jawaban kepadanya, “Kedudukan Laila jauh lebih tinggi, sebab ia menyembunyikan segenap rahasia Cinta dalam dirinya sendiri.”

    Wa min Allah at Tawfiq

     

    Diambil dari Negeri Sufi ( Tales from The Land of Sufis )

    Tentang Penulis Laila Majnun, Syaikh Sufi Mawlana Hakim Nizhami qs :

    Syaikh Hakim Nizhami qs merupakan penulis sufi terkemuka diabad pertengahan karena dua roman cinta yang menyayat hati, yaitu Laila & Majnun serta Khusrau & Syirin. Kisah sedih Laila & Majnun , dimana Majnun yang berarti “Tergila-gila akan Cinta”, karena cintanya yang tak sampai pada Laila, akhirnya membuatnya gila. Kisah cinta ini dibaca selamaberabad- abad, ratusan tahun jauh sebelum Romeo & Julietnya Wiliam Shakespeare sehingga Kisah Laila & Majnun terkenal sebagai kisah cintanya Persia.

    Syaikh Nizhami qs adalah seorang Syaikh Sufi, dan yang dimaksud “kekasih” dalam berbagai kisahnya sesungguhnya adalah perwujudan Allah swt. Syaikh Nizhami hidup dari tahun 1155 M – 1223 M, beliau lahir dikota Ganje di Azerbaijan. Ia telah menempuh jalan sufi semenjak masa mudanya, dan ia diajar oleh Nabi Khidir as, Sang Pembimbing Misterius dan ia dilindungi 99 Nama Allah Yang Maha Indah ( Asmaul Husna).

    Syaikh Nizhami qs sangat menguasai berbagai macam ilmu, seperti matematika, filsafat, Hukum Islam, dan kedokteran. Banyak karyanya merupakan pelajaran tersembunyi bagi pemeluk tariqah sufi dan penempuh jalan spiritual. Karya Syaikh Nizhami qs terkenal karena bahasanya yang halus. Karya Laila dan Majnun sebenarnya berbentuk sajak berirama sebanyak 4500 syair sajak, yang dikenal dengan sebutan Matsnawi.  Sebagaimana lazimnya terjadi pada para Syaikh Sufi, yang tertinggal dari Syaikh Nizhami qs adalah ajaran-ajaran sufi yang sangat tinggi, yang mengingatkan para penempuh jalan spiritual ihwal kefanaan hidup didunia ini.

     
    • muhsin 2:56 pm on 1 Maret 2009 Permalink

      tiada kebahagiaan selain hidup bersama kekasih

    • peace dolphin 9:02 am on 9 Maret 2010 Permalink

      hanya kekasih ku yang mampu buat aku bertahan sampai saat ini…
      aku masih bisa tegar karena semanga darinya…
      yang selalu bilang “sabar ya dek….kita pasti bisa…baek baek saja yaa…aku ga bisa buat apa-apa lagi selain berdo’a…”

    • kafi 1:09 pm on 8 April 2010 Permalink

      aku suka cerita laila majnun..

    • Anton 7:04 pm on 24 Mei 2010 Permalink

      “Cinta kepada Allah lah yg kekal abadi”

    • Enda-chan 6:44 pm on 2 Juli 2010 Permalink

      betapa tulus.a cinta mereka…
      tp qu tidak brhrp kisah cintaqu semenderita itu..

    • prajurit setan 3:38 am on 13 Juli 2011 Permalink

      dahsyat gan

  • erva kurniawan 8:49 am on 3 January 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , , , , ,   

    Kalau Halal, Pasti Kembali 

    dompet“Kalau halal, nanti kembali….”

    Kata-kata itu selalu terngiang di hati ini. Kata-kata dari Ibu saya saat saya kehilangan sesuatu milik saya yang sangat berarti. Saat ini, di hari Minggu sore, saya telah melakukan “something stupid” tanpa saya sadari. Saya kehilangan dompet saya beserta isinya: uang yang tidak sedikit (karena habis dapat bonus dari kantor), 2 kartu ATM, 1 kartu KTM, KTP, STNK, kartu Jamsostek, dan kartu-kartu keanggotaan lainnya. Bagaimana bisa hilang? Tanpa niatan buruk, Kakak saya ingin meminjam motor saya beserta STNK saya di dalam dompet. Kalau SNTK saya dipinjam, saya seringkali lupa memintanya kembali, padahal kakak-kakak saya, satu tinggal di Jakarta Barat dan satu lagi sedang ditugaskan dan tinggal di Makasar. Entah mengapa, kakak saya itu membawa STNK saya sekaligus dompet beserta isinya lengkap.

    Alhasil, jam 16.30, dia pulang dengan membawa kabar kalau dompet saya hilang terjatuh di jalan. Saya yang mendengarnya langsung berucap istighfar, dan… “Innalillahi. .. ”, “Allahuakbar”. … Semua “identitas” saya ada di situ. Saya melaporkan ke kantor Polisi dan memblokir kartu ATM saya. Otak saya sulit berpikir, air mata ini terus mengalir saja.

    Saya berpikir kemudian, “apa saya kurang bersedekah?” sehingga semua ini teguran Allah untuk saya? Di rumah, saya menghitung-hitung “hak” orang lain itu yang telah saya keluarkan bulan ini. Ternyata, sama sekali tidak ada masalah. Berarti, harapan saya hanya satu: “Kalau halal, pasti kembali….”

    Sebelumnya, saya pernah mengalami hal-hal serupa: milik saya yang berharga hilang. Saat SD, saya belum mempunyai tabungan untuk membeli apa-apa, penghapus “Stedler” saya yang “mahal”, hilang di sekolah. Saya pulang sambil menangis. Ibu saya menenangkan saya, sambil berkata “kalau halal, pasti kembali… ” Dua hari kemudian, penghapus itu kembali saya temukan (walaupun sepertinya habis dipakai orang).

    Sewaktu kuliah, saya bekerja “part time” dan dari hasil kerja saya, saya membeli HP baru seharga Rp1.500.000, 00. Entah, saat di angkot di depan Mal Depok, ada tiga orang pencuri HP akan mengambil HP saya, saya istighfar, sambil berdoa “Ya, Allah, saya membelinya dengan uang halal. ” Kemudian, pencuri itu ketahuan dan HP saya kembali.

    Saat teman saya memberi saya saputangan kucing dari Jepang sebagai hadiah, terjatuh di kampus dan saya mencarinya tiga hari tidak ketemu, saya ikhlas sambil berucap: kalau barang itu halal, pasti kembali. Keesokan harinya, Office Boy kampus, menghampiri saya untuk memberitahu kalau dia telah menemukannya. Sulit dimengerti di kampus yang luas itu. Alhamdulillah.

    Hal-hal serupa juga terjadi untuk yang lainnya, bahkan untuk “orang” lho (maksudnya??). Allah memang hebat, sesuai janjinya. Allahuakbar, terima kasihku tak terhingga, Ya Rabb.

    Sudah empat jam sejak kehilangan dompet itu, hati ini terus menangis sambil “menunggu” kabar. Saya membaca Al-Waqi’ah dan Yaasin supaya otak dan hati ini tenang. Semakin lama tidak ada kabar, hati ini pasrah, ikhlas. Hilang tidak apa-apa. Jika harus kehilangan semuanya, saya akan bekerja lagi dan mulai dari awal. Kepunyaan saya, toh, Allah yang memilikinya jua. Jika diambil untuk suatu “hikmah”, saya ikhlas karena memang tidak ada niatan buruk. Saya mulai memikirkan untuk mengurus semua surat-surat keesokan harinya. Bibir ini jadi tersenyum terus memikirkan apa yang sudah terjadi.

    Jam 9 malam, Ibu sedikit berteriak memanggil saya yang sudah lelah dan hendak “menidurkan” pikiran saya. Rupanya, ada dua orang laki-laki yang menemukan dompet saya. Mereka mengembalikannya lengkap dengan isi-isinya. Alhamdulillah, Ya, Rabb. Satu janji lagi telah terpenuhi. Saya memberi uang saku kepada kedua orang laki-laki itu, tidak banyak hanya Rp50.000, 00. Semoga Allah yang membalas mereka lebih dari saya.

    Satu lagi yang saya pelajari dari kata-kata ibu saya: “kalau halal, pasti kembali….”Maafkan hamba-Mu, Ya, Rabb, karena telah melakukan banyak kesalahan tanpa disadari. Amin.

     
    • Sri Mulyati 8:07 pm on 4 Oktober 2010 Permalink

      izin copi ya….

  • erva kurniawan 8:35 am on 2 January 2009 Permalink | Balas
    Tags: ,   

    Menghias Hati dengan Menangis 

    menangis“Andai kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (HR. Bukhari dan Muslim) Indahnya hidup dengan celupan iman. Saat itulah terasa bahwa dunia bukan segala-galanya. Ada yang jauh lebih besar dari yang ada di depan mata. Semuanya teramat kecil dibanding dengan balasan dan siksa Allah swt.

    - Menyadari bahwa dosa diri tak akan terpikul di pundak orang lain

    Siapa pun kita, jangan pernah berpikir bahwa dosa-dosa yang telah dilakukan akan terpikul di pundak orang lain. Siapa pun. Pemimpinkah, tokoh yang punya banyak pengikutkah, orang kayakah. Semua kebaikan dan keburukan akan kembali ke pelakunya.

    Maha Benar Allah dengan firman-Nya dalam surah Al-An’am ayat 164. “…Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan- Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan.”

    Lalu, pernahkah kita menghitung-hitung dosa yang telah kita lakukan. Seberapa banyak dan besar dosa-dosa itu. Jangan-jangan, hitungannya tak beda dengan jumlah nikmat Allah yang kita terima. Atau bahkan, jauh lebih banyak lagi. Masihkah kita merasa aman dengan mutu diri seperti itu. Belumkah tersadar kalau tak seorang pun mampu menjamin bahwa esok kita belum berpisah dengan dunia. Belumkah tersadar kalau tak seorang pun bisa yakin bahwa esok ia masih bisa beramal. Belumkah tersadar kalau kelak masing-masing kita sibuk mempertanggungjawab kan apa yang telah kita lakukan.

    - Menyadari bahwa diri teramat hina di hadapan Yang Maha Agung

    Di antara keindahan iman adalah anugerah pemahaman bahwa kita begitu hina di hadapan Allah swt. Saat itulah, seorang hamba menemukan jati diri yang sebenarnya. Ia datang ke dunia ini tanpa membawa apa-apa. Dan akan kembali dengan selembar kain putih. Itu pun karena jasa baik orang lain.

    Apa yang kita dapatkan pun tak lebih dari anugerah Allah yang tersalur lewat lingkungan. Kita pandai karena orang tua menyekolah kita. Seperi itulah sunnatullah yang menjadi kelaziman bagi setiap orang tua. Kekayaan yang kita peroleh bisa berasal dari warisan orang tua atau karena berkah lingkungan yang lagi-lagi Allah titipkan buat kita. Kita begitu faqir di hadapan Allah swt.

    Seperti itulah Allah nyatakan dalam surah Faathir ayat 15 sampai 17, “Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu). Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah.”

    - Menyadari bahwa surga tak akan termasuki hanya dengan amal yang sedikit

    Mungkin, pernah terangan-angan dalam benak kita bahwa sudah menjadi kemestian kalau Allah swt. akan memasukkan kita kedalam surga. Pikiran itu mengalir lantaran merasa diri telah begitu banyak beramal. Siang malam, tak henti-hentinya kita menunaikan ibadah. “Pasti, pasti saya akan masuk surga,” begitulah keyakinan diri itu muncul karena melihat amal diri sudah lebih dari cukup.

    Namun, ketika perbandingan nilai dilayangkan jauh ke generasi sahabat Rasul, kita akan melihat pemandangan lain. Bahwa, para generasi sekaliber sahabat pun tidak pernah aman kalau mereka pasti masuk surga. Dan seperti itulah dasar pijakan mereka ketika ada order-order baru yang diperintahkan Rasulullah. Begitulah ketika turun perintah hijrah. Mereka menatap segala bayang-bayang suram soal sanak keluarga yang ditinggal, harta yang pasti akan disita, dengan satu harapan: Allah pasti akan memberikan balasan yang terbaik. Dan itu adalah pilihan yang tak boleh disia-siakan. Begitu pun ketika secara tidak disengaja, Allah mempertemukan mereka dengan pasukan yang tiga kali lebih banyak dalam daerah yang bernama Badar. Dan taruhan saat itu bukan hal sepele: nyawa. Lagi-lagi, semua itu mereka tempuh demi menyongsong investasi besar, meraih surga.

    Begitulah Allah menggambarkan mereka dalam surah Albaqarah ayat 214. “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: ‘Bilakah datangnya pertolongan Allah?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.”

    - Menyadari bahwa azab Allah teramat pedih

    Apa yang bisa kita bayangkan ketika suatu ketika semua manusia berkumpul dalam tempat luas yang tak seorang pun punya hak istimewa kecuali dengan izin Allah. Jangankan hak istimewa, pakaian pun tak ada. Yang jelas dalam benak manusia saat itu cuma pada dua pilihan: surga atau neraka. Di dua tempat itulah pilihan akhir nasib seorang anak manusia.

    “Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari isteri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.” (QS. 80: 34-37)

    Mulailah bayang-bayang pedihnya siksa neraka tergambar jelas. Kematian di dunia cuma sekali. Sementara, di neraka orang tidak pernah mati. Selamanya merasakan pedihnya siksa. Terus, dan selamanya.

    Seperti apa siksa neraka, Rasulullah saw. pernah menggambarkan sebuah contoh siksa yang paling ringan. “Sesungguhnya seringan-ringan siksa penghuni neraka pada hari kiamat ialah seseorang yang di bawah kedua tumitnya diletakkan dua bara api yang dapat mendidihkan otaknya. Sedangkan ia berpendapat bahwa tidak ada seorang pun yang lebih berat siksaannya daripada itu, padahal itu adalah siksaan yang paling ringan bagi penghuni neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Belum saatnyakah kita menangis di hadapan Allah. Atau jangan-jangan, hati kita sudah teramat keras untuk tersentuh dengan kekuasaan Allah yang teramat jelas di hadapan kita. Imam Ghazali pernah memberi nasihat, jika seorang hamba Allah tidak lagi mudah menangis karena takut dengan kekuasaan Allah, justru menangislah karena ketidakmampuan itu.

    ***

     
  • erva kurniawan 8:29 am on 1 January 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , , , , ,   

    Kisah Nenek Pemungut Daun 

    img0015Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan. Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya.

    Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya. Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang.

    Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras. Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah isapukan sebelum kedatangannya. Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya. “Jika kalian kasihan kepadaku,” kata nenek itu, “Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya.”

    Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa. Seorang kiai terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu. Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat: pertama, hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya; kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup. Sekarang ia sudah meninggal dunia, dan Anda dapat mendengarkan rahasia itu.

    “Saya ini perempuan bodoh, pak Kiai,” tuturnya. “Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu salawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan salawat kepadanya.”

    Perempuan tua dari kampung itu bukan saja mengungkapkan cinta Rasul dalam bentuknya yang tulus. Ia juga menunjukkan kerendahan hati, kehinaan diri, dan keterbatasan amal dihadapan Alloh swt. Lebih dari itu, ia juga memiliki kesadaran spiritual yang luhur: Ia tidak dapat mengandalkan amalnya. Ia sangat bergantung pada rahmat Alloh. Dan siapa lagi yang menjadi rahmat semua alam selain Rasululloh saw?

     
    • saiful 5:52 pm on 24 Februari 2010 Permalink

      sungguh mengesankan sekali .. itu dalam dunia ini jarang sekali kita jumpai hal yang demikian mulainya… … palagi dilakukan oleh seorang nenek yang tua renta sebagai generasi muda … tidak bisa kan kita melakkan hal yang mulia melebihi nenek itu,….??

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 660 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: